Puncak acara Dua Dekade ITB STIKOM Bali di Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (13/8/2020) malam. (Foto: Ist)
Denpasar, baliilu.com – Rektor lnstitut Teknogi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan mengatakan, saat ini telah terjadi fenomena terbalik di tengah masyarakat sebagai akibat perkembangan teknologi informasi atau era digitalisasi. Menurut Dadang Hermawan, digitalisasi telah merambah ke segala lini dari lingkup yang kecil hingga yang besar. Peran ITB STIKOM Bali dalam menjawab tantangan perubahan zaman adalah melahirkan SDM yang memiliki keahlian di bidang digital.
“Saat ini telah terjadi fenomena terbalik, kalau dulu SDM yang dibutuhkan dunia kerja cenderung bersifat administratif, sedangkan kemampuan digital mengikuti sesudahnya, kini fenomena itu sudah berubah. Banyak perusahaan besar hingga multinasional mencari tenaga kerja berbasis kemampuan di bidang IT. Kalau sekarang dicari Sarjana IT barulah dilatih kemampuan lain seperti marketing atau administrasi lainnya. Karena sekarang semuanya mengandalkan IT, hampir di semua sektor kehidupan,” jelas Dadang Hermawan di sela acara Dua Dekade ITB STIKOM Bali di Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (13/8/2020) malam.
Rektor ITB STIKOM Bali Dadang Hermawan foto bersama Ketua Yayasan WDS Denpasar Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si, Ak., Sekretaris Yayasan WDS Denpasar Lilis Yuningsih, S.H., MM.Kom, Wakil Rektor II Dr. Ni Luh Putri Srinadi, MM.Kom dan Wakil Rektor III Made Sarjana, S.E., M.M. (Foto: Ist)
Dadang Hermawan yang didampingi Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) Denpasar Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si, Ak., Sekretaris Yayasan WDS Denpasar Lilis Yuningsih, S.H., MM.Kom, Wakil Rektor II Dr. Ni Luh Putri Srinadi, MM.Kom dan Wakil Rektor III Made Sarjana, S.E., M.M. mengatakan, selama 20 tahun terakhir, ITB STIKOM Bali telah melahirkan lebih dari 9.000 sarjana di bidang teknologi informasi. Ribuan alumni ITB STIKOM Bali itu punya peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang telah beralih ke digital. Menurutnya, ITB STIKOM Bali menjadi solusi menjawab tantangan fenomena terbalik di era digital ini.
“Kami terus mengembangkan diri, mengembangkan kurikulum untuk selalu menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh Dadang Hermawan, Dua Dekade ITB STIKOM Bali dengan tagline “Mengabdi untuk Negeri dari Negeri” dalam menciptakan sumber daya manusia yang handal melalui dunia pendidikan tinggi.
“Dari generasi sekarang ini, kelak akan menjadi pimpinan di masa depan. Sepuluh atau dua puluh tahun lagi mereka-lah yang akan jadi lakon untuk negeri kita,” kata Dadang Hermawan.
Dies Natalis yang mengangkat tagline ‘’Mengabdi untuk Negeri dari Negeri’ itu, memberikan penekanan pada perjalanan ITB STIKOM Bali yang sesuai dengan track perkembangan zaman digital.
Puncak acara Dies Natalis XX ITB STIKOM Bali yang diisi dengan penampilan artis nasional Tulus ini menurut Dadang Hermawan untuk memberikan hiburan kepada civitas akademika dan masyarakat umum. Sebelum penampilan Tulus, Pembina Yayasan WDS Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. memotong Tumpeng HUT XX ITB STIKOM Bali kemudian memberikan kepada Rektor Dr. Dadang Hermawan disaksikan pengurus yayasan, Wakil Rektor dan Sekjen Aptikom Prof. Achmad Benny Mutiara serta penasihat Coris Dr. Djoko Soetrano, DEA yang juga dosen Binus University Jakarta.
Tulus, saat memanggung di Pantai Pandawa dalam rangka hari jadi ITB STIKOM Bali ke-20. (Foto: Ist)
Seperti disaksikan malam itu, Tulus, sebagai penyanyi dan penulis lagu dengan karya-karyanya yang fenomenal, tampil mengguncang panggung di Pantai Pandawa. Lagu-lagu yang populer di kalangan anak muda masa kini, mampu menghanyutkan suasana ribuan penonton yang memadati area terbuka kawasan Pantai Pandawa.
Tulus mengawali penampilannya dengan membawakan lagu berjudul Satu Kali dan spontan mengundang sorak penonton yang mulai riuh bersahutan.
Lagu kedua yang berjudul Ruang Sendiri, ternyata juga mampu membius ribuan penonton yang hadir. Sayup-sayup terdengar dari suara penonton yang ikut menirukan bait-bait lagu yang dilantunkan Tulus. Usai penampilan pada lagu kedua, tulus kemudian menyempatkan diri untuk menyapa penonton. Pada kesempatan itu, dirinya mengaku sangat senang bisa tampil kembali di Bali.
“Selamat malam teman-teman, perkenalkan nama saya Tulus, saya adalah seorang penyanyi dan penulis lagu. Bisa dilihat betapa lebarnya senyum saya hari ini. Karena saya sangat bahagia ketemu kembali dengan teman-teman semua. Teman-teman juga senang ketemu saya ya?” katanya saat menyapa penonton dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu ketiga, dengan judul Kelana.
Suasana semakin riuh, saat Tulus membawakan lagu berjudul Monokrom. Tentu lagu yang mengangkat cerita yang orang-orang tidak sadar ada, tapi sebenarnya sudah ada dari dulu ini, mampu menghidupkan suasana. Kawasan Pantai Pandawa yang biasanya terdengar hempasan ombak Samudra Hindia ini, bungkam dengan suara penonton yang ikut mengiringi lantunan lagu Tulus. Penampilan Tulus kemudian dilanjutkan dengan lagu berjudul “Labirin”, “Nala”, “Diri”, “Sepatu”, “Sewindu”, “Hati-hati di Jalan”, dan ditutup dengan lagu berjudul “Tujuh Belas”.
Pada puncak peringatan hari jadi ITB STIKOM Bali yang ke-20 tahun ini, sejak sore, pitu gerbang menuju akses Pantai Pandawa macet total karena pada waktu bersamaan ribuan penonton menuju Pantai Pandawa. (gs/bi)
PIMPIN APEL: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat pimpin apel koordinasi yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (16/10), guna menyikapi situasi dan kondisi terkini terkait kelangkaan BBM di wilayah Jembrana. (Foto: Hms Jembrana)
Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan pentingnya kehadiran aparat di lapangan untuk membantu masyarakat yang tengah kesulitan akibat antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM). Penegasan tersebut disampaikan dalam apel koordinasi yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (16/10), guna menyikapi situasi dan kondisi terkini di wilayah Jembrana.
Pemerintah Kabupaten Jembrana memfokuskan upaya ini untuk meringankan beban masyarakat yang harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM, agar mereka dapat kembali beraktivitas mencari nafkah.
Dalam arahannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jembrana diminta untuk bahu-membahu serta berkolaborasi dengan pihak kepolisian. Fokus pengamanan diarahkan secara khusus ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai wilayah Jembrana.
“Gerakkan semua Satpol PP dan Polprades yang ada di masing-masing desa. Saya minta fokus sekarang di wilayah yang ada SPBU,” kata Bupati Jembrana Kembang Hartawan.
Aparat diinstruksikan untuk memastikan antrean berjalan tertib, mencegah aksi keserobotan yang dapat memicu kericuhan, serta mengatur kelancaran arus lalu lintas guna menghindari kemacetan parah di jalan nasional akibat mengularnya antrean kendaraan.
“Kita harus hadir, pemerintah tidak boleh diam. Selama masih terjadi antrean, kita harus ada di sana. Kemarin saya sudah melihat teman-teman Satpol PP dan Perhubungan berupaya di lapangan untuk membantu masyarakat, dan ini saya harapkan terus berlangsung,” pungkasnya. (gs/bi)
PIMPIN RAKOR: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10). (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bergerak cepat memastikan kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi Kabupaten Buleleng. Usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10), Bupati langsung terhubung dengan pihak Pertamina. Pembicaraan itu melibatkan Sales Area Manager Pertamina dan Kepala Depo Manggis, depo yang selama ini menjadi sumber pasokan BBM Buleleng.
“Kami sudah berkomunikasi selama lebih dari dua jam untuk membahas kepastian pasokan BBM bagi Kabupaten Buleleng,” ujar Bupati Sutjidra.
Dalam beberapa waktu terakhir, informasi mengenai pasokan BBM di Buleleng beredar simpang siur di tengah masyarakat. Kondisi ini membuat Pemkab Buleleng mendesak adanya jawaban yang pasti dari PT. Pertamina. Kepastian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah pengawalan di lapangan.
“Jika tidak ada kepastian, informasi akan terus simpang siur dan masyarakat akan terus menunggu tanpa kejelasan. Apabila sudah ada kepastian, akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Bupati Sutjidra juga menyoroti pemerataan pasokan ke puluhan SPBU yang tersebar di Buleleng. Menurutnya, pasokan yang diterima daerah ini belum mencukupi dalam kondisi normal. Hal inilah yang disampaikan kepada Pertamina agar Buleleng mendapat prioritas.
“Sekarang pasokan yang diberikan Pertamina di bawah 50 persen dari kebutuhan. Ini yang menjadi persoalan, karena itu kami memperjuangkan kebutuhan BBM di Kabupaten Buleleng untuk menjadi prioritas juga,” ungkapnya.
Pemkab Buleleng turut menggandeng unsur Forkopimda untuk memastikan distribusi berjalan aman begitu pasokan tiba. Dalam beberapa hari terakhir, TNI dan Polri telah membantu mengamankan SPBU yang mengalami antrean panjang. Kapolres dan Dandim juga menyatakan kesiapan ikut mengawasi. Namun ditekankan, bahwa ia bersama Forkopimda Buleleng memperjuangkan ke Pertamina agar pasokan BBM ke Buleleng bisa dipenuhi sesuai kebutuhan kondisi normal.
“Kami akan mengawal distribusi bersama Forkopimda, tapi yang utama kami perjuangkan adalah pasokannya,” jelas Sutjidra.
Untuk memperkuat pengawasan, Pemkab mempercepat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM. Satgas ini akan bekerja memantau pasokan sekaligus pendistribusian, serta menelusuri penyebab menurunnya pasokan ke Buleleng. Struktur, pembagian tugas, mekanisme koordinasi, dan pola pelaporannya diminta segera dituntaskan.
“Satgas inilah yang akan memantau terus perkembangan pasokan dan pendistribusian BBM. Saat ini yang paling kami butuhkan adalah kepastian pasokan BBM untuk Buleleng, termasuk jumlah yang benar-benar dialokasikan,” pungkas Bupati Sutjidra.
Pemkab juga mendorong perluasan akses BBM hingga ke desa-desa melalui Pertashop. Saat ini, pasokan yang diterima gerai-gerai tersebut dinilai masih terlalu kecil dibandingkan kebutuhan warga. Selain itu, Pertamina diminta mengkaji pelibatan BUMDes agar distribusi menjangkau masyarakat yang jauh dari SPBU, dengan tetap memperhatikan ketentuan, kewenangan, dan aspek keselamatan.
Terkait antrean, Bupati Sutjidra menyampaikan memahami kondisi warga yang rela mengantre sejak malam hari, bahkan ada yang menginap di SPBU. Bupati Sutjidra juga mengucapkan terimaksih kepada masyarakat dan semua pihak, sehingga masyarakat yang mengantre BBM bisa tertib dan lancar. (gs/bi)
EVAKUASI: Tim SAR saat mengevakuasi korban yang terjatuh di jurang, di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Sidemen Karangasem, Minggu (18/10/2026). (Foto: Hms SAR)
Karangasem, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem melaksanakan operasi SAR terhadap seorang warga lanjut usia yang ditemukan terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 45 meter di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu (18/10/2026).
Informasi kejadian diterima oleh petugas siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 12.15 Wita. “Kami di Pos SAR Karangasem menerima laporan dari Polsek Sidemen bahwa ada 1 orang warga terjatuh ke jurang kedalaman 45 meter, dan memohon bantuan evakuasi,“ jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem.
Korban diketahui bernama I Made Rauh, laki-laki, berusia 70 tahun. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Menurut kronologi awal, korban meninggalkan rumah pada Minggu dini hari. Beberapa waktu kemudian, anak-anak yang sedang memetik buah manggis menemukan korban di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 45 meter. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 300 meter ke arah timur dari rumah korban.
Mengingat kondisi medan yang terjal dan jalur evakuasi yang sangat sulit dijangkau, pihak terkait kemudian melaporkan kejadian tersebut untuk meminta bantuan tim SAR dalam proses evakuasi jenazah korban.
Pada pukul 12.35 Wita, personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem diberangkatkan menuju lokasi menggunakan kendaraan Rapid Deployment Land SAR. Tim tiba di lokasi pada pukul 13.15 Wita dan segera berkoordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat untuk mempersiapkan proses evakuasi.
Setelah melakukan persiapan selama kurang lebih lima menit, mereka melaksanakan evakuasi dengan menggunakan sistem lifting atau pengangkatan korban dari dasar jurang. Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, jenazah I Made Rauh berhasil dievakuasi pada pukul 13.50 Wita.
“Kendala yang kami hadapi yaitu di jurang yang kedalaman 45 meter dengan sudut 45 derajat,” terang Bhayangkara. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka.
Operasi SAR ini melibatkan unsur dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Sidemen, Polres Karangasem, Babinsa Desa Sangkan Gunung, Damkar Karangasem, BPBD Karangasem, masyarakat setempat, serta pihak keluarga korban. (gs/bi)