Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dukung dan Sukseskan Perhelatan G20, Sekda Dewa Indra Imbau Masyarakat Batasi Kegiatan di Seputaran Venue 12-17 November 2022

Masyarakat Agar Taati SE Gubernur Bali No. 35425 dan Mohon Maaf atas Ketidaknyamanan Selama Pelaksanaan KTT G20

Loading

BALIILU Tayang

:

dewa indra
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Rangkaian kegiatan dalam perhelatan Akbar KTT G20 mulai dilaksanakan sejak Sabtu (12/11) hingga Kamis (17/11) dimana Bali dipercaya menjadi venue utama. Berbagai persiapan pun telah dilaksanakan pemerintah pusat, daerah hingga lingkup desa adat di Bali guna menyukseskan ajang pertemuan kepala negara-negara ekonomi terkuat dunia tersebut.

KTT G20 juga terasa spesial karena Indonesia terpilih sebagai presidensi dan pertemuan ini akan memutuskan banyak hal yang mempengaruhi keberlangsungan dunia ke depan pascapandemi Covid-19 dan konflik yang terjadi di beberapa negara.

Gubernur Bali Wayan Koster pun telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No. 35425/Sekret/2022 tanggal 25 Oktober 2022 tentang  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam Penyelenggaraan Presidensi G20 di November 2022.

“SE ini diterbitkan untuk mendukung penyelenggaraan rangkaian pertemuan Presidensi G20 yang harus berlangsung dengan lancar, nyaman, aman, damai dan sukses. Karena kesuksesan acara ini akan membawa citra Indonesia dan Bali di mata internasional,” tukas Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Denpasar pada Sabtu (12/11/2022).

Terdapat beberapa poin penting yang digarisbawahi Sekda Dewa Indra yang tercantum dalam SE tersebut. Salah satunya terkait Pembatasan Kegiatan Masyarakat di wilayah Kecamatan Kuta, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung dan Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Tertulis bahwa mulai 12 hingga 17 November 2022 dilakukan pembatasan kegiatan yang meliputi pendidikan, perkantoran pemerintah dan swasta, kegiatan upacara adat, kegiatan keagamaan, terkecuali pada fasilitas kesehatan.

“Jadi agar masyarakat yang berada di wilayah Denpasar Selatan, Kecamatan Kuta dan Kecamatan Kuta Selatan untuk sementara menunda kegiatan adat, kegiatan keagamaan, dan kegiatan lainnya yang melibatkan massa,” jelas Sekda Dewa Indra.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Dorong Kebijakan Hilirisasi Strategis Sektor Kelautan dan Perikanan Bali

Sementara itu dilanjutkan birokrat asal Pemaron, Buleleng ini untuk penyelenggaraan pembelajaran di Kecamatan Kuta, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dan Denpasar Selatan dilaksanakan secara daring untuk semua jenjang pendidikan SD, SMP, SMA/SMK, dan Perguruan Tinggi, serta kegiatan perkantoran yang dilaksanakan dari rumah atau Work From Home (WFH) pada 12 hingga 17 November 2022.

Terdapat pula pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di semua jalur yang menuju lokasi pelaksanaan atau venue Presidensi G20. Yaitu pembatasan kegiatan ke jalur menuju Hotel Apurva Kempinski di Nusa Dua, Badung pada 12 hingga 17 November 2022.

Lalu ditekankan pula pembatasan kegiatan ke jalur menuju ITDC Nusa Dua, Badung, pembatasan kegiatan ke jalur Tol Bali Mandara, serta pembatasan kegiatan ke jalur menuju Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan pembatasan kegiatan ke jalur menuju penyemaian mangrove di Kawasan Tahura pada tanggal yang sama.

“Masyarakat juga diimbau dan sangat diharapkan untuk tidak bepergian ke jalur-jalur yang terkait dengan kegiatan KTT G20 seperti kawasan Nusa Dua, kawasan GWK, maupun kawasan Tahura Ngurah Rai, kecuali untuk hal-hal yang sangat urgen,” harap Sekda Dewa Indra.

Sekda pun berharap pembatasan yang dilakukan pada waktu tertentu tersebut bisa dilaksanakan dan mendapat perhatian dari seluruh masyarakat Bali, khususnya yang banyak berkegiatan di kawasan yang disebut di atas.

“Saya mewakili pemerintah mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, dan sekaligus menyampaikan  terima kasih atas dukungan yang sangat luar biasa dari masyarakat untuk kesuksesan penyelenggaraan KTT G20,” ujar Dewa Indra.

Ditambahkannya, “Ini adalah momentum penting dan bersejarah, tak hanya bagi Bali dan Indonesia,  tapi juga bagi dunia. Pertemuan yang akan menentukan kemajuan peradaban dunia dengan tatanan kehidupan baru pascapandemi Covid-19,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Sambut Baik Bali Jadi Lokasi Observasi Pemilu dari Parlemen Negara-negara Sahabat

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Respons Antrean BBM di Bali, Kodam IX/Udayana Dukung Langkah Pengamanan di SPBU

Published

on

By

TNI Amankan Distribusi BBM di Bali
PENGAMANAN: Jajaran TNI saat melaksanakan upaya pengamanan pendistribusian BBM di Bali menyusul terjadinya kelangkaan BBM dan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Kodam IX/Udayana menyatakan dukungannya terhadap upaya pengamanan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali menyusul terjadinya kelangkaan BBM dan antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan masyarakat dapat mengakses layanan BBM secara tertib, aman, dan kondusif.

Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, bersama staf dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IX/Udayana, Rabu (14/10/2026).

Dalam audiensi tersebut, pihak Pertamina memohon dukungan personel TNI untuk membantu pengamanan distribusi BBM di sejumlah SPBU di Bali. Dukungan ini diharapkan dapat mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban, mengendalikan situasi di tengah antrean kendaraan, serta mencegah terjadinya perselisihan antara masyarakat maupun dengan petugas SPBU.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan dukungan terhadap upaya menjaga kelancaran distribusi BBM. Dukungan pengamanan diharapkan dapat membantu menciptakan situasi yang tertib dan kondusif, sehingga proses pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Sebelumnya, kelangkaan BBM di sejumlah wilayah Bali menjadi perhatian setelah memicu antrean panjang kendaraan di beberapa SPBU. Kondisi tersebut turut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan stok BBM, yang berpotensi mendorong pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, seusai rapat bersama Gubernur Bali di Depo BBM Pesanggaran, Denpasar, Selasa (13/10/2026), menjelaskan bahwa keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jadwal distribusi. Menurutnya, kapal tersebut mengalami kendala saat proses penjangkaran sehingga waktu kedatangan yang telah direncanakan bergeser hingga malam sebelumnya.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Sambut Baik Bali Jadi Lokasi Observasi Pemilu dari Parlemen Negara-negara Sahabat

Simon menegaskan bahwa penjelasan tersebut bukan untuk mencari pembenaran atas kondisi yang terjadi. Ia menekankan bahwa hal terpenting adalah memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat agar kebutuhan BBM dapat terpenuhi dan distribusi kembali berjalan dengan baik.

Selain kendala distribusi, peningkatan konsumsi BBM bersubsidi, seperti Pertalite, yang dipengaruhi perbedaan harga dengan BBM nonsubsidi turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Ketika kondisi tersebut diikuti kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan stok, tekanan terhadap pelayanan di SPBU dapat semakin meningkat.

Dalam situasi tersebut, pengamanan di lapangan menjadi salah satu langkah pendukung untuk menjaga ketertiban selama proses pengisian BBM berlangsung. Kehadiran personel TNI diharapkan membantu mengantisipasi potensi kerawanan, menjaga situasi tetap terkendali, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dan petugas yang melaksanakan pelayanan.

Sementara itu dalam keterangan persnya, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan bahwa dukungan Kodam IX/Udayana merupakan bagian dari upaya membantu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika pelayanan BBM di Bali. Menurutnya, koordinasi dengan pihak terkait diperlukan agar langkah pengamanan dapat berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Pada prinsipnya, Kodam IX/Udayana mendukung langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pendistribusian BBM. Kami berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan tertib dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Kapendam.

Melalui koordinasi antara Kodam IX/Udayana, Pertamina, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya, diharapkan pengamanan distribusi BBM dapat mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Kodam IX/Udayana juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Hadiri Pembukaan Bali International Airshow 2024

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tingginya Aktivitas Penerbangan di Bali, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Susun Rencana Kontingensi Kecelakaan Pesawat Udara

Published

on

By

Penyusunan Rencana Kontingensi SAR Pesawat
PENYUSUNAN RENCANA: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Rencana Kontingensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kecelakaan Pesawat Udara di Bali Bagian Selatan yang berlangsung selama tiga hari, pada 14–16 Oktober 2026, bertempat di Ruang Serbaguna Lantai 3, Gedung Werkudara, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. (Foto: Hms SAR)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kecelakaan pesawat udara, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Rencana Kontingensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kecelakaan Pesawat Udara di Bali Bagian Selatan dalam rangka Pemetaan Wilayah Rawan Kedaruratan Tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada 14–16 Oktober 2026, bertempat di Ruang Serbaguna Lantai 3, Gedung Werkudara, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya. Dalam sambutannya Sidakarya menekankan langkah antisipasi sebelum terjadi keadaan darurat. “Kesiapsiagaan tidak boleh dibangun setelah kejadian terjadi, harus kita persiapkan sebelum kejadian, melalui perencanaan yang matang, koordinasi yang kuat, sumber daya yang siap, serta pemahaman yang sama dari seluruh unsur yang terlibat,” ungkapnya.

Kegiatan diikuti 80 peserta dari berbagai unsur terkait untuk mendukung penyusunan dokumen yang komprehensif. Dihadirkan pula 2 narasumber dari Direktorat Operasi Pencarian dan Pertolongan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Penyusunan rencana kontingensi ini dilatarbelakangi oleh tingginya aktivitas penerbangan di Bali, khususnya melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, bandara tersebut mencatatkan 143.312 pergerakan pesawat, baik lepas landas maupun mendarat. Selain penerbangan komersial, penggunaan helikopter untuk mendukung perjalanan bisnis, wisata, dan transportasi cepat juga semakin menjadi bagian dari aktivitas transportasi udara di Bali.

Tingginya aktivitas penerbangan tersebut perlu diimbangi dengan kesiapsiagaan seluruh unsur pencarian dan pertolongan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya keadaan darurat. Oleh karena itu, penyusunan rencana kontingensi menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, memperjelas pembagian tugas, serta memastikan pelaksanaan operasi SAR dapat dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, dan sesuai prosedur.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Dorong Kebijakan Hilirisasi Strategis Sektor Kelautan dan Perikanan Bali

“Rencana kontingensi bukan sekedar dokumen tetapi merupakan kesepakatan dan komitmen bersama.tentang tugas, peran, sumber daya, serta mekanisme koordinasi yang harus dilaksanakan ketika terjadi kecelakaan pesawat udara,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, skenario kedaruratan yang menjadi fokus pembahasan adalah kejadian pesawat udara yang menghilang dari radar di wilayah perairan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan. Skenario tersebut digunakan sebagai dasar untuk memetakan wilayah operasi, mengidentifikasi potensi sumber daya yang dapat dikerahkan, serta menyusun langkah-langkah penanganan apabila terjadi kecelakaan pesawat udara di kawasan tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pemaparan materi dari narasumber mengenai sistem pencarian dan pertolongan (SAR) serta sistematika penyusunan rencana kontingensi. Materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi untuk menyelaraskan pemahaman, mengidentifikasi kebutuhan operasional, dan merumuskan mekanisme koordinasi antar pihak yang terlibat dalam penanganan keadaan darurat.

Keberadaan rencana kontingensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan personel, mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana, serta memperkuat sinergi antarlembaga ketika menghadapi situasi kedaruratan. Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang terarah, upaya pencarian dan pertolongan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga risiko jatuhnya korban jiwa akibat kecelakaan pesawat udara dapat diminimalkan.

Dalam wawancaranya usai acara, Retno Budiharto selaku perwakilan dari Direktur Operasi Basarnas mengutarakan harapannya setelah dokumen Rencana Kontingensi ini disepakati. “Kami berharap juga dengan adanya dokumen rencana kontingensi ini setelah ditandatangani masing-masing bisa melakukan peran dan tugasnya dan kedepannya dapat lebih terkordinir, solidaritas, kolaborasi dan lainnya bisa lebih baik khususnya sinergitas seluruh potensi SAR yang di Kantor SAR Denpasar,” ujarnya.

Penyusunan rencana kontingensi ini menjadi bagian dari komitmen Basarnas dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi kedaruratan, khususnya kecelakaan pesawat udara, demi memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan yang profesional, modern, dan teruji kepada masyarakat. (eka/bi)

Baca Juga  DPW IFPI Bali Terbentuk, Sekda Dewa Indra Minta Pejabat PBJ Lebih Profesional

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Di Tengah Antrean BBM, Perumda dan OPD Pemkot Denpasar Serentak Bagikan Ratusan Nasi Bungkus di Beberapa SPBU

Published

on

By

Pemkot Denpasar Bagikan Nasi Bungkus di SPBU
BAGIKAN NASI BUNGKUS: Lebih dari 300 nasi bungkus dan air minum dibagikan oleh jajaran OPD Pemkot Denpasar dan Perumda untuk masyarakat yang mengantre di beberapa titik SPBU, Kamis (15/10) siang. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Di tengah antrean panjang masyarakat yang akan membeli BBM di SPBU Kota Denpasar, aksi kepedulian secara serentak datang dari jajaran OPD Pemerintah Kota Denpasar dan juga Perusahaan Daerah (Perumda) Kota Denpasar. Lebih dari 300 nasi bungkus dan air minum dibagikan untuk masyarakat yang mengantre di beberapa titik SPBU, Kamis (15/10) siang.

Adapun Perumda yang terlibat, yakni Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS), dan Perumda Pasar Sewakadarma. Sementara OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, seperti Bapenda, Dinas Perhubungan, jajaran Camat, Perbekel/Lurah dan lainnya.

Saat dihubungi, Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, I Wayan Suadi Putra, menyampaikan aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu warga yang kelelahan akibat antrean panjang menyusul gangguan distribusi BBM di Bali.

“Atas arahan Bapak Walikota Denpasar, di tengah situasi yang menyulitkan, jajaran Perumda Kota Denpasar hari ini serentak bergerak untuk membagikan nasi dan air minum sebagai bentuk kepedulian dan semangat saling membantu di tengah kondisi ini,” ungkap Wayan Suadi.

Ia menyebutkan, beberapa titik lokasi pembagian meliputi SPBU kawasan Gatot Subroto, SPBU Jalan Raya Puputan, SPBU Jalan Setiabudi, SPBU Jalan Pulau Buton, SPBU Jalan Kamboja, SPBU Jalan Imam Bonjol, SPBU Jalan Hayam Wuruk, dan SPBU seputaran Pasar Anyarsari.

Lebih lanjut, Wayan Suadi mengatakan, selain aksi berbagi makanan dan minuman, pihaknya juga membantu mengatur arus kepadatan di sekitar kawasan SPBU, sehingga kemacetan akibat dampak antrean panjang dapat sedikit terurai.

Pihaknya berharap aksi kecil ini dapat sedikit meringankan beban warga dan menjadi pengingat bahwa di tengah situasi sulit, semangat gotong-royong dan Vasudhaiva Kutumbakam sebagai spirit kebersamaan Kota Denpasar tetap harus dijaga, sembari menunggu distribusi BBM kembali normal. (eka/bi)

Baca Juga  Sambangi Gudang Logistik BPBD Bali, Sekda Dewa Made Indra Pastikan Penanganan Berjalan Lancar dan Layanan BPBD Tidak Terganggu

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca