Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Digital Transformation Expo di KTT G20, Tampilkan Perkembangan Transformasi Digital Indonesia dan Negara G20

Presiden Joko Widodo Dijadwalkan Hadir Bersama Menteri dan Delegasi G20

Loading

BALIILU Tayang

:

dte
Dari kanan ke kiri, Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo RI Bonifasius Wahyu Pudjianto, Staf Khusus Menkominfo Dedy Permadi, dan Kepala Biro Humas Rhina Anita saat saat konferensi pers, Sabtu sore, 12 November 2022 di Hotel Lemeridien Bali Jimbaran Badung. (Foto: gs)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri side event KTT G20 bertajuk Digital Transformation Expo (DTE) yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia yang secara resmi dibuka pada Minggu, 13 November 2022 di Nusa Dua Convention Center Nusa Dua, Badung.

Demikian disampaikan oleh Dedy Permadi, Staf Khusus Menkominfo saat konferensi pers, Sabtu sore, 12 November 2022 di Hotel Lemeridien Bali Jimbaran Badung. Hadir mendampingi Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo RI Bonifasius Wahyu Pudjianto dan dipandu Kepala Biro Humas Rhina Anita. Selain Presiden Joko Widodo direncanakan bakal hadir, juga beberapa menteri termasuk menteri negara sahabat dan delegasi G20.

Dedy Permadi menjelaskan Digital Transformation Expo merupakan satu gelaran pameran yang menampilkan perkembangan transformasi digital di Indonesia dan juga beberapa negara G20. Tujuannya untuk bisa mendapatkan gambaran, lompatan-lompatan atau kemajuan-kemajuan transformasi digital yang sudah dan sedang dilakukan oleh pemerintah bersama dengan stakeholder.

“Digital Transformation Expo ini bukan pameran biasa, tetapi pameran yang berusaha menyediakan atau menyampaikan substansi dengan instrument-instrument ataupun sentuhan-sentuhan digital,‘‘ terang Permadi.

dedy
Dedy Permadi, Staf Khusus Menkominfo. (Foto: gs)

Dedy Permadi memaparkan ada enam area yang akan ada di Digital Transformation Expo. Area pertama adalah area pintu masuk (entrence) dengan gambaran pertama orang disambut dengan kolaborasi G20. Area kedua masuk ke tunnel of wonders. Di tunnel of wonders pengunjung akan disambut oleh visual kekayaan alam, keindahan budaya Indonesia karena di area ini delegasi banyak yang akan hadir. Ketiga adalah area utama, dimana akan ditampilkan empat pilar transformasi digital Indonesia beserta perkembangan terakhirnya.

‘’Empat pilar yang disajikan dalam visual yang menarik adalah pertama pembangunan infrastuktur digital, yang kedua pembangunan ekonomi digital, ketiga adalah pembangunan masyarakat digital dan terakhir pembangunan tata kelola pemerintahan digital,’’ ujarnya.

Baca Juga  Momentum G20 Pacu Pertumbuhan Pariwisata, Ketua PWI Bali Imbau Wartawan dan Pers Ikut Sukseskan KTT G20

Untuk area keempat adalah G20 Synergy. Di area ini orang bisa memilih perkembangan transformasi digital dari beberapa negara G20. Kita bisa melihat perkembangan transformasi digital di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, karena UEA ini adalah juga G20 Invitees selain G20 member.

Ada area world of collaboration di mana kita mengucapkan terima kasih kepada stakeholder terkait multi-stakeholder yang telah berperan untuk mendorong percepatan transformasi digital.

Kemudian ada The Metaverse Corner yang merupakan bagian terakhir dari Digital Transformation Expo yang di dalamnya menyajikan digital experience yang berbasis metaverse. Ini adalah kerja sama dari perusahaan anak bangsa maupun dari perusahaan global yang mengembangkan metaverse secara bersama-sama.

Dedy Permadi mengemukakan, digital transformation adalah satu dari 3 isu prioritas yang dibahas di dalam forum multilateral G20 yakni global health architecture, energy transistion, dan digital transformation.

Sedangkan topik digital transformation ada tiga isu yang akan dibahas. Pertama tentang isu konektivitas dan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Jadi bagaimana ruang digital bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dunia untuk pulih dari keterpurukan pascapandemi Covid-19.

Sebagai contoh, sebelum pandemi Covid-19 jumlah UMKM yang go digital sekitar 9 juta dari total 64 juta UMKM yang menyumbang sekitar 60 persen BTB Indonesia. Namun setelah pandemi mereda sudah ada sekitar 19 juta UMKM yang go online. Atau baru sekitar 29 persen dari total UMKM yang ada di Indonesia sejumlah 64 juta. ‘’Target pemerintah sampai tahun 2024 bisa mencapai 30 juta UMKM go online,’’ beber Permadi.  

Isu kedua yang dibahas adalah terkait dengan literasi digital dan kecakapan digital. Menkominfo misalnya telah melakukan literasi digital melalui pelatihan yang sebelumnya telah menyasar 12,5 juta UMKM untuk level basic dan tahun 2022 sebanyak 5,5 juta untuk level menengah dan 5,5 juta untuk tahun 2023. Sedangkan isu terakhir adalah isu arus data lintas batas negara.

Baca Juga  Jelang KTT G20 di Bali, Pengurangan Risiko Bencana Dilaksanakan secara Masif

‘’Jadi ketiga isu ini yakni konektivitas dan pemulihan pascacovid-19, kecakapan dan literasi digital, dan arus data lintas batas negara akan dibahas dalam kelompok kerja ekonomi digital yang telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan seperti menfasilitasi star-up star-up dari 20 negara anggota G20 bertemu dengan para calon investor. Ada juga deliverable untuk membantu pendampingan terkait dengan konektivitas dan kecakapan digital untuk negara-negara kepulauan misalnya negara-negara di kawasan Pasifik.

‘’Jadi Digital Transformation Expo ini adalah satu dari sekian banyak deliverable yang dihasilkan oleh kelompok kerja ekonomi digital yang membahas banyak hal dan banyak hal kongkrit yang dihasilkan di dalamnya,’’ pungkasnya seraya menyebutkan antusias masyarakat yang akan mengikuti DTE di mana saat ini sudah terdaftar 4 ribu orang. Karena kuota terbatas maka yang tidak bisa hadir akan disiapkan video pasca-event. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Sudah Berjalan 9 Tahun, Gubernur Koster: Masyarakat Bali Respons Sangat Positif Kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Sampaikan Pergub Busana Adat Bali
SAMPAIKAN PERGUB: Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampaikan Pergub berkaitan dengan Penggunaan Busana Adat Bali bertepatan menghadiri Karya Pamahayu Bumi Wana Kerthi lan Danu Kerthi, Mamungkah Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mepeselang Mepedudusan Agung Menawa Ratna di Pura Puncak Duwur Sari, Desa Adat Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Rahina Purnama Kapat, Sabtu (Saniscara Umanis, Bala), 26 September 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa masyarakat Bali memberikan respons yang sangat positif terhadap kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali yang sudah berjalan 9 tahun. Hal ini terlihat dari semaraknya para pegawai pemerintah, hotel, restoran, bank, mall, para siswa, dan generasi muda, serta berbagai komponen masyarakat lainnya yang dengan bangga menggunakan Busana Adat Bali.

Antusiasme terlihat dari kegemaran masyarakat yang demikian semarak menggunakan Busana Adat Bali, tidak saja pada hari Kamis, Purnama, dan Tilem, tetapi juga tampak digunakan pada hari-hari lain.

“Titiang menyampaikan, bahwa penggunaan Busana Adat Bali merupakan bagian dari strategi untuk semakin memperkuat identitas, karakter, dan jati diri, serta rasa cinta masyarakat Bali dalam menampilkan diri sebagai Nak Bali yang berbudaya,” ujar Gubernur Koster saat menyampaikan Pergub berkaitan dengan Penggunaan Busana Adat Bali bertepatan menghadiri Karya Pamahayu Bumi Wana Kerthi lan Danu Kerthi, Mamungkah Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mepeselang Mepedudusan Agung Menawa Ratna di Pura Puncak Duwur Sari, Desa Adat Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Rahina Purnama Kapat, Sabtu (Saniscara Umanis, Bala), 26 September 2026. Pura yang sakral dan bersejarah ini sebagai titik awal peradaban Bali Kuno.

Gubernur Koster lanjut mengungkapkan ternyata, penggunaan Busana Adat Bali berdampak sangat positif terhadap perkembangan industri busana adat, meliputi: penenun, penjahit, desain busana adat Bali untuk kegiatan adat dan kantor, peningkatan produksi busana adat Bali, UMKM, Butik, dan mata rantai lainnya yang berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Masyarakat Bali.

Sebagai Gubernur Bali, pada Periode 2018-2023 pihaknya telah memberlakukan kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018, mulai berlaku tanggal 26 September 2018, diluncurkan tanggal 11 Oktober 2018. Tepat pada hari ini, hari suci yang penuh anugerah ini, angayubagia kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali telah berjalan selama 9 tahun.

Baca Juga  Luar Biasa! Penampilan TCI Unud Dihadapan Presiden dan Ibu Negara RRT di KTT G20 Dilirik Media Luar Negeri

Dalam Peraturan Gubernur diatur Penggunaan Busana Adat Bali, pada setiap Hari Kamis, Purnama, Tilem, dan Hari Jadi Provinsi pada tanggal 14 Agustus.

Penggunaan Busana Adat Bali dilaksanakan berdasarkan pertimbangan bahwa Busana Adat Bali merupakan bagian dari kekayaan budaya nasional yang perlu dilestarikan dalam rangka pembinaan dan pengembangan budaya nasional.

Gubernur Koster menegaskan bahwa Hari Penggunaan Busana Adat Bali bertujuan untuk: menjaga dan memelihara kelestarian Busana Adat Bali dalam rangka meneguhkan jati diri, karakter, dan budi pekerti; menyelaraskan fungsi Busana Adat Bali dalam kehidupan masyarakat sejalan dengan arah pemajuan Kebudayaan Bali dan Indonesia; mengenali nilai-nilai estetika, etika, moral, dan spiritual yang terkandung dalam budaya Bali untuk digunakan sebagai upaya pembinaan dan pengembangan kebudayaan Nasional; dan mendorong peningkatan pemanfaatan produk dan industri busana lokal Bali.

Penggunaan Busana Adat Bali berlaku di lingkungan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Swasta. Diatur bahwa, bagi masyarakat adat Nusantara lainnya yang tinggal di wilayah Provinsi dapat menggunakan Busana Adat Bali atau busana adat daerah masing-masing.

“Sebagai Gubernur Bali, Titiang menyampaikan apresiasi, penghargaan, dan terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Kota/Kabupaten, instansi vertikal, lembaga pendidikan, hotel, restoran, mall, pelaku usaha lainnya, serta seluruh komponen Masyarakat Bali yang telah dengan tertib dan disiplin menggunakan busana adat Bali sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018,” ucapnya.

Atas restu Ida Bhatara yang berlinggastana di Pura Puncak Duwur Sari ini, Koster mengimbau kepada semua pihak, terutama yang belum menggunakan busana adat Bali, hendaknya dengan penuh kesadaran dan penuh tanggung jawab mematuhi Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018.

Koster menegaskan, bahwa kepatuhan dalam menggunakan busana adat Bali merupakan bentuk nyata tanggung jawab Kita bersama sebagai Masyarakat Bali dalam memuliakan Bali, melestarikan budaya Bali, menjaga masa depan Bali untuk generasi penerus.

Baca Juga  Presiden Jokowi Terima Laporan Menlu Terkait Persiapan Penyelenggaraan KTT G20

“Kalau bukan kita masyarakat Bali, siapa lagi yang harus bertanggungjawab atas keberlanjutan masa depan Bali. Busana Adat Bali adalah Kita, Nak Bali,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua WHDI Badung Dukung Lomba Tradisional di Festival Kapal

Published

on

By

Ketua WHDI Badung Hadiri Festival Kelurahan Kapal
HADIRI FESTIVAL: Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, saat menghadiri langsung rangkaian Festival Kelurahan Kapal 2026 yang dimeriahkan berbagai kegiatan pelestarian seni dan adat Bali pada Sabtu (26/9/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Rangkaian Festival Kelurahan Kapal 2026 kembali dimeriahkan oleh berbagai kegiatan pelestarian seni dan adat Bali pada Sabtu (26/9/2026). Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, hadir langsung meninjau sekaligus menyerahkan dukungan nyata pada pelaksanaan Lomba Penjor Mini, Lomba Cane antar-Sekaa Teruna, serta Lomba Ngulat Tipat tingkat SD/SMP se-Kelurahan Kapal.

Acara yang terintegrasi dengan Tradisi Siat Tipat Tabuh Rah, Aci Pengangon, dan Jong Fest ini bertujuan mempererat kebersamaan dan menjaga eksistensi kearifan lokal di kalangan generasi muda.

“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, prajuru, serta adik-adik yowana yang turut menyukseskan rangkaian Jong Festival sekaligus Tabuh Rah Aci Pengangon dan Ngulat Tipat, yang merupakan tradisi luhur dari Desa Adat Kapal,” ungkap Ny. Yunita Alit Sucipta.

Sementara Jero Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, menyampaikan rasa terima kasih atas sokongan dana yang diberikan pemerintah daerah demi kelancaran ruang kreatif edukatif ini. “Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dana hibah dari Kabupaten Badung sebesar Rp 500 juta, serta tambahan dana pribadi dari Ibu Wakil Bupati sekaligus Ketua WHDI Kabupaten Badung sebesar Rp 3 juta yang diserahkan untuk para pemenang lomba,” ujarnya.

Peninjauan lomba tradisional yang berlangsung kompetitif ini turut dihadiri Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Ketua TP PKK Kecamatan Mengwi, Ketua TP PKK Kelurahan Kapal, serta jajaran prajuru adat se-Desa Adat Kapal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  KTT G20 Dimulai, Presiden Jokowi Sambut Para Pemimpin G20 di Apurva Kempinski Bali
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Jong Festival, Bupati Badung Komit Dorong UMKM dan Lestarikan Sejarah Desa Kapal

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Buka Jong Festival 2026 di Kapal
BUKA JONG FEST: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Jong Festival (Jong Fest) 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat (25/9/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung secara resmi membuka Jong Festival (Jong Fest) 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat (25/9/2026). Festival perdana yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 25 – 27 September 2026 ini dibuka langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan pemukulan Gentora, sekaligus penyerahan dana stimulus pemerintah sebesar Rp 30 juta kepada pihak panitia penyelenggara.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi masyarakat dan yowana Desa Adat Kapal atas inisiasi festival yang dinilai sukses mengawinkan pelestarian sejarah dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Kegiatan Jong Fest 2026 ini merupakan ajang yang sangat positif, tidak hanya sebagai wadah menampilkan potensi krama, tetapi juga menumbuhkan UMKM lokal melalui produk dan kuliner setempat. Selain itu, festival ini menjadi ruang hiburan karena hidup butuh refreshing. Kalau masyarakat bahagia, tingkat kesehatan meningkat dan berujung usia panjang. Tugas pemerintah memastikan warganya bahagia,” ujarnya.

Mengingat nama “Jong” memiliki ikatan historis yang sangat kuat dengan purana lokal, Bupati meminta agar festival ini dievaluasi secara matang agar bisa naik kelas menjadi agenda pariwisata tahunan. “Jong Fest yang pertama ini harus dievaluasi dengan baik untuk persiapan di tahun 2027 dan seterusnya. Kita ingin menyajikan suguhan yang semakin berkualitas dan membuat orang selalu penasaran untuk berkunjung,” tegas Adi Arnawa.

Ketua Panitia sekaligus Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, memaparkan bahwa nama “Jong” diambil dari Purana Pura Kahyangan Jagat Purusada. Berdasarkan catatan sejarah tahun 1221 Masehi, wilayah tersebut dahulu bernama Desa Jong Karam (perahu karam) atau Paluwanegara, sebelum akhirnya berkembang menjadi Desa Kapal setelah kedatangan rombongan Kerajaan Kalingga Jawa. Melalui Jong Fest I ini, generasi muda diharapkan dapat melatih kemandirian dan menggali potensi lokal secara berkelanjutan. (gs/bi)

Baca Juga  Jelang KTT G20 di Bali, Pengurangan Risiko Bencana Dilaksanakan secara Masif

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca