Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Dukung Semangat Nangun Yadnya, Ny. Putri Koster ‘‘Ngayah‘‘ di Pura Dalem Kupa Nongan

BALIILU Tayang

:

n koster
Manggala Utama PAKIS MDA Provinsi Bali Ny. Putri Koster foto bersama usai ngaturang ayah di Pura Dalem Kupa Desa Nongan, Karangasem, Minggu (26/3/2023). (Foto: ist)

Karangasem, baliilu.com – Ny. Putri Suastini Koster selaku Manggala Utama Pasikian Paiketan Krama Istri (PAKIS) MDA Provinsi Bali menaruh perhatian terhadap semangat Krama Hindu dalam Nangun Yadnya. Perhatian itu ditunjukkan dengan ngaturang ayah di Pura Dalem Kupa, Desa Adat Nongan, Kabupaten Karangasem, Minggu (26/3/2023). Kegiatan ngayah ini dilaksanakan untuk persiapan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih lan Tawur Agung Pura Dalem Kupa pada Buda Wage Klawu, 3 Mei 2023 mendatang.

Kegiatan ngayah diawali dengan melaksanakan persembahyangan bersama di pura setempat. Usai muspa, membaur dengan krama istri Desa Adat Nongan, Ny. Putri Koster nampak antusias ngayah membuat jajan suci. Jajan buatan Ny. Putri Koster akan menjadi bagian dalam banten suci putih yang dihaturkan di Gunung Agung.

Sebelum ngaturang ayah, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali ini melaksanakan tatap muka dengan krama Desa Adat Nongan di Wantilan Pura Dalem Kupa. Mengawali sambutan, ia menyampaikan rasa bahagia karena bisa hadir menyapa Krama Desa Nongan dan ngaturang ayah di Pura Dalem Kupa. Ny. Putri Koster mengapresiasi semangat Krama Desa Adat Nongan dalam melaksanakan upacara keagamaan. Ia mengingatkan agar pelaksanaan yadnya dilandasi rasa tulus dan ikhlas. Karena sebesar apa pun sebuah upacara, tak akan memperoleh wara nugraha kalau tanpa didasari hati yang tulus ikhlas.

Menurutnya, rasa tulus ikhlas harus ditunjukkan mulai dari proses ngaturang ayah dalam mempersiapkan sarana bebantenan. “Rasa tulus ikhlas itu tercermin manakala seluruh krama menunjukkan rasa sagilik saguluk dan pakedek pakenyum,” ucapnya sembari berharap upacara yang digelar berjalan lancar.

jajan
Manggala Utama PAKIS MDA Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat ngayah membuat jajan suci di Pura Dalem Kupa Desa Nongan, Karangasem, Minggu (26/3/2023). (Foto: ist)

Pada bagian lain, perempuan yang dikenal memiliki multitalenta di bidang seni ini memanfaatkan kesempatan bertatap muka dengan Krama Desa Adat Nongan untuk menyosialisasikan keberadaan PAKIS. Diterangkan olehnya, pembentukan PAKIS merupakan amanat dari Perda Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat di Bali. “Baru pertama kali ada organisasi yang mewadahi krama istri desa adat,” cetusnya. Dalam program kerjanya, PAKIS diarahkan mengambil tanggung jawab di lingkup desa adat seperti menyerap aspirasi dan persoalan yang dihadapi oleh krama istri.

Baca Juga  Atensi Kelompok Lansia, Ny. Putri Koster Ingin Wujudkan Gedung untuk Lansia di Areal PKB

Salah satu fenomena yang menjadi perhatiannya adalah antusiasme krama istri dalam mempertunjukkan Tari Rejang. Terkait dengan hal tersebut, ia mengingatkan agar krama istri di desa adat fokus pada upaya pelestarian tari rejang yang memang menjadi ciri khas wilayahnya dan diwariskan secara turun temurun. “Setahu saya, di Nongan ini ada Tari Rejang Pala yang memiliki filosofi sangat mendalam yaitu pelestarian buah lokal,” sebutnya. Untuk itu, ia meminta krama istri Desa Adat Nongan melestarikannya dan tidak latah menarikan rejang lain hanya karena sedang populer. Jika krama istri di seluruh Bali ikut trend dan hanya menarikan satu jenis tari rejang, ia khawatir tarian asli yang menjadi ciri khas masing-masing wilayah, lambat laun akan punah. Dalam kesempatan itu ia juga mengingatkan kalau rejang masuk kelompok tari sakral yang tak boleh sembarangan dipentaskan.

Selanjutnya, perempuan yang akrab disapa Bunda Putri menekankan tentang pentingnya upaya menjaga kebersihan pura sebagai tempat suci. “Pura itu tempat yang suci baik sekala maupun niskala,” ujarnya. Secara niskala, kesucian pura dijaga dengan upacara yang secara rutin dilaksanakan oleh umat Hindu. “Nah, kalau secara sekala, pura dijaga kesuciannya dengan tidak mengotorinya dengan sampah,” sebutnya. Karena itu, ia berharap pangempon pura di seluruh Bali menerapkan larangan bagi pemedek meninggalkan sampah dalam bentuk apa pun di areal pura. “Kalau bawa aturan dalam keben atau tempat lainnya, setelah dihaturkan oleh pemangku, langsung angkat dan canangnya jangan ditinggalkan. Pada prinsipnya, kalau sudah dihaturkan dengan doa oleh pemangku, itu artinya ketulusan hati kita telah tersampaikan. Jangan ada lagi yang meninggalkan sampah, walaupun itu hanya selembar bunga. Itu wujud tanggung jawab kita menjaga alam dan kesucian pura,” paparnya. Menurut Putri Koster, larangan meninggalkan sampah di areal pura akan diterapkan pada rangkaian karya Ida Betara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, April mendatang.

Baca Juga  Jadi Narasumber Dialog Interaktif, Ny. Putri Koster Sosialisasikan Upaya Pemprov Bali Wujudkan Kemandirian Energi

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Komang Sumarta menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Ny. Putri Koster ngaturang ayah serangkaian persiapan karya di Pura Dalem Kupa Desa Nongan. Lebih lanjut ia mengurai, persiapan karya telah dimulai sejak Januari 2023. Disungsung oleh 505 KK, karya ini dilaksanakan dengan semangat gotong-royong. Selain urunan berupa uang, pihak panitia juga menerima punia berupa barang yang diberikan secara tulus ikhlas oleh krama setempat. Ucapan terima kasih juga disampaikan Jero Bendesa Nongan I Komang Yadnya. Menurutnya, kehadiran Ny. Putri Koster ngaturang ayah merupakan wujud punia yang sangat bernilai.

Dalam kesempatan itu, Ny. Putri Koster juga menyerahkan punia untuk mendukung kelancaran karya. Selain itu, ia juga membantu sekaa gong remaja agar tetap semangat dalam melestarikan seni dan budaya Bali. Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata yang merupakan tokoh Desa Adat Nongan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

“Piodalan“ di Desa Adat Selat, Bupati Adi Arnawa Targetkan Penguatan Infrastruktur Pura

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Piodalan Desa Adat Selat
HADIRI PIODALAN: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Piodalan di Pura Alas Angker dan Pura Alas Arum Desa Adat Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Selasa (15/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen memperkuat pembangunan infrastruktur daerah yang berjalan selaras dengan pelestarian adat, tradisi, dan kebudayaan Bali. Komitmen ini ditegaskan kembali oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat bertindak sebagai upasaksi dalam upacara Piodalan Pura Alas Angker dan Pura Alas Arum di Desa Adat Selat, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Selasa (15/9).

Kehadiran orang nomor satu di Badung tersebut disambut hangat oleh warga sebagai wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan karya suci krama. Bupati menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas kebersamaan para pemangku, perangkat desa, dan krama yang telah bergotong-royong menyukseskan pujawali tersebut.

Turut hadir Anggota DPRD Badung Putu Dendi Astra Wijaya, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, Perbekel Desa Selat I Made Semawan, serta tokoh masyarakat setempat.

Menurut Bupati Adi Arnawa, keharmonisan antara pemerintah, desa adat, dan masyarakat menjadi pilar utama dalam menjaga keajegan Bali. Oleh karena itu, penataan sarana ibadah akan terus dikawal secara bertahap seiring dengan optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

“Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan serta ikut menjadi upasaksi atas karya suci yang dilaksanakan masyarakat. Semoga melalui pemelaspasan dan pemeliharaan pelawatan di pura ini, kita semua senantiasa dianugerahi keselamatan dan kerahayuan,” ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Selat Ida Bagus Made Anom melaporkan bahwa rangkaian Karya Piodalan, Ngodakan, serta Ngeratep Ida Bhatara Sakti ini telah bergulir sejak 16 Mei 2026. Prosesi diawali dengan pemugaran tiga bangunan pelinggih (termasuk Pelinggih Ida Ratu Mas) dan perbaikan pratima. Pembiayaan fisik tersebut bersumber dari pos anggaran Perubahan APBDes melalui bantuan hibah Pemkab Badung yang bersinergi dengan Pemerintah Desa Selat. Sedangkan operasional upakara dihimpun melalui urunan warga dan punia sukarela.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Gencarkan Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Dua Desa di Badung

Setelah puncak piodalan, rangkaian upacara akan ditutup dengan prosesi Mepinton di Pura Dalem hari Rabu 16 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, pihak desa adat juga menyampaikan aspirasi terkait rencana penataan kawasan Pusat Desa (Pusdes) dan fasilitas umum Petang Pleban yang mencakup kawasan Puseh Desa, Alas Sangker, dan Alas Arum.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta jajaran yang telah hadir. Kami berharap Pemkab Badung dapat memberikan dukungan paridana serta pengkondisian anggaran di masa mendatang untuk menata kembali pelinggih maupun sarana penunjang di kawasan tersebut,” harapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Karya Yadnya di Pura Dalem Sari, Bupati Adi Arnawa: Pariwisata Badung Berkembang karena Budaya

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Yadnya di Pura Dalem Sari
UPASAKSI: Bupati Adi Arnawa, hadir sebagai upasaksi saat Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, Melaspas dan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem Sari, Br. Adat Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Selasa (15/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung merealisasikan hibah upakara sebesar Rp 450 juta melalui APBD Perubahan TA 2026 untuk mendukung pelaksanaan rangkaian Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, Melaspas, Mupuk Pedagingan, dan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem Sari, Br. Adat Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal. Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen pemerintah dalam meringankan beban krama sekaligus menjaga keberlangsungan adat, seni, dan budaya Bali.

Dukungan finansial tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir sebagai upasaksi dalam acara Adining Yadnya, Selasa (15/9). Upacara yang berlangsung khidmat ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Lebah Manuaba, Ida Pedanda Griya Budha Saraswati Batuan (Gianyar), serta Ida Pedanda Istri Griya Magelung Baha selaku Tapini Karya.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjaga eksistensi kebudayaan yang menjadi tiang utama sektor pariwisata daerah. “Pariwisata Badung berkembang pesat karena bernafaskan budaya, dan budaya itu hidup karena krama yang melestarikannya. Oleh karena itu, negara harus hadir untuk memastikan kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.

Rangkaian karya suci yang telah dimulai sejak 29 Juli ini diramaikan oleh berbagai pementasan kesenian tradisi keagamaan Bali, seperti Wali Gong Tegak, Topeng, Wayang Lemah, Rejang Dewa, Baris Gede, dan Pesantian. Sinergi antara pemerintah dan krama pengempon diharapkan mampu memperkuat semangat menyama braya serta gotong-royong di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Agenda keagamaan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Dendy Astra Wijaya, Camat Abiansemal, Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kelian Banjar Adat, Prajuru Dinas, para pemangku, serta seluruh Prawartaka Karya. Seluruh rangkaian upacara adat di Pura Dalem Sari ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga prosesi penyineban pada 27 Oktober 2026 mendatang. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Keynote Speaker Webinar Series Beranda Kesehatan Mental Keluarga

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Jaga Eksistensi Adat, Pemkab Badung Dukung “Karya Agung Menawa Ratna“ di Pura Ratu Pasek

Published

on

By

SERAHKAN DANA HIBAH: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri Karya Agung Menawa Ratna Ngeteg Linggih, Padudusan Agung di Pura Ratu Pasek, Banjar Pasekan, Desa Adat Munggu, Mengwi, Selasa (15/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan adat, agama, dan kebudayaan Bali melalui dukungan nyata terhadap pelaksanaan Puncak Karya Agung Menawa Ratna Ngenteg Linggih, Padudusan Agung di Pura Ratu Pasek, Banjar Pasekan, Desa Adat Munggu, Mengwi, Selasa (15/9).

Langkah ini ditunjukkan langsung lewat kehadiran Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang juga bertindak sebagai upasaksi sekaligus menyerahkan bantuan stimulus pemerintah secara simbolis kepada pihak pengempon.

Bantuan untuk menyukseskan karya tersebut diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya, I Ketut Pujarsana, disaksikan tokoh adat serta masyarakat setempat. Upacara berskala utama ini dipuput oleh empat sulinggih, yakni Ida Sulinggih Sinuhun dari Griya Bongkasa, Ida Sulinggih dari Griya Buduk, Ida Sulinggih dari Griya Abianbase, dan Ida Sulinggih dari Griya Sempidi. Agenda keagamaan ini turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali I Wayan Bawa, Anggota DPRD Badung I Wayan Edy Sanjaya dan I Made Rai Wirata, Camat Mengwi, serta Perbekel Desa Munggu.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa sukacita serta apresiasi tinggi kepada seluruh krama pengempon Pura Ratu Pasek Banjar Pasekan atas semangat kebersamaan dan gotong-royong yang terjaga.

“Pelaksanaan karya bukan semata-mata merupakan rangkaian ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat jati diri masyarakat Bali yang berlandaskan adat, agama, tradisi, dan budaya. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pelestarian tradisi leluhur membutuhkan sinergi yang kokoh antara kebijakan pemerintah daerah dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat desa adat di tengah perkembangan zaman.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pelestarian adat dan budaya membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami di Pemerintah Kabupaten Badung akan terus hadir memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah, sekaligus memastikan nilai-nilai luhur yang menjadi kekuatan masyarakat Bali tetap terjaga,” kata Bupati Adi Arnawa.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Gencarkan Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Dua Desa di Badung

Melalui pelaksanaan yadnya utama ini, Bupati berharap vibrasi spiritualnya mampu membawa dampak positif bagi keselamatan krama dan keharmonisan daerah secara luas. “Selain sebagai sarana ngatag katatwaning agama, karya ini tentu kita maknai sebagai upaya memohon keselamatan, keharmonisan, dan kerahayuan bagi Jagat Badung, Bali, hingga Nusantara. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan lancar, memberikan ketentraman bagi krama, dan membawa kebaikan bagi kehidupan bersama,” pungkas Adi Arnawa.

Di sisi lain, Ketua Panitia Karya I Ketut Pujarsana menyampaikan terima kasih mendalam atas perhatian penuh dari Pemkab Badung dan Pemerintah Desa Munggu. Menurutnya, sokongan ini melipatgandakan semangat krama dalam bergotong-royong secara swadaya demi mensukseskan upacara suci tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Bupati Badung beserta jajaran dan Pemerintah Desa yang telah memberikan perhatian serta dukungan nyata, sehingga karya agung ini dapat terlaksana dengan lancar dan labda karya,” ungkap Ketut Pujarsana.

Rangkaian upacara besar ini sendiri dijadwalkan masih akan berlangsung hingga prosesi penutupan atau Penyineban, Rsi Bojana, dan Nuek Bagia pada Kamis, 12 November 2026 mendatang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca