Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Duta Badung Tampil Memukau di Utsawa Gong Kebyar Wanita di PKB

BALIILU Tayang

:

Gong Kebyar Wanita Badung
PENAMPILAN DUTA BADUNG: Duta Kabupaten Badung saat tampil pada Utsawa (parade) Gong Kebyar Wanita dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Minggu (28/6) malam. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Denpasar, baliilu.com – Duta Kabupaten Badung tampil memukau pada Utsawa (parade) Gong Kebyar Wanita dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Minggu (28/6) malam. Duta daerah Gumi Keris ini diwakili oleh Sanggar Seni Guntur Madu, Banjar Pundung, Desa Pangsan, Kecamatan Petang dengan menampilkan tiga garapan yang melibatkan 75 seniman.

Pembina sekaligus Komposer Tabuh Kreasi, I Putu Sofiarta, S.S.N., mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal kurang lebih sekitar lima bulan. Meski dihadapkan pada kendala penyesuaian jadwal latihan karena sebagian besar penabuh masih kuliah dan bekerja, seluruh tim tetap mampu menjaga konsistensi latihan. Dalam penampilan kali ini, Duta Kabupaten Badung membawakan tiga materi, yakni Tabuh Kreasi Panga Seni, Tari Kreasi Wana Pring, dan Sandya Gita.

“Target kami sebagai Duta Kabupaten Badung adalah memberikan penampilan yang menggelegar dan semaksimal mungkin. Kami berharap krama Badung dan krama Bali bisa menerima karya-karya yang kami tampilkan,” ujarnya, Minggu (28/6) malam.

Diuraikannya, Panga Sani sendiri mengisahkan pergulatan batin seorang perempuan yang dihadapkan pada godaan kepuasan sesaat hingga kehilangan arah hidup. Karya tabuh kreasi ini menjadi ajakan reflektif untuk menundukkan ego, kembali mendengarkan suara hati, dan menjadikan jiwa sebagai penuntun dalam menjalani kehidupan. Tema tersebut diterjemahkan melalui garapan musik Gong Kebyar yang atraktif, energik, dan penuh dinamika, menghadirkan perubahan suasana mulai dari lembut, gelisah, penuh tekanan, hingga mencapai ketenangan batin.

“Perjalanan musikal ini memperkuat pesan tentang pentingnya keseimbangan emosi dan ketulusan dalam menemukan kedamaian diri,” urainya.

Kemudian, Wana Pering merupakan karya tari yang terinspirasi dari hutan bambu sebagai simbol penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian dari tradisi adat dan ritual keagamaan, bambu juga mengandung makna filosofis sebagai lambang ketulusan, kelenturan, kekuatan, dan keharmonisan. Karya ini mengangkat konsep Atma Kerthi, yakni penyucian jiwa manusia untuk mencapai keseimbangan hidup serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Baca Juga  Duta Badung Memukau di Ajang Wimbakara Gender Wayang PKB XLVIII

“Melalui gerak tari dan iringan musik, Wana Pering menggambarkan perjalanan jiwa yang terus bertumbuh, menyucikan diri, dan hidup selaras dengan semesta,” beber Sofiarta.

Sementara Sandya Gita dengan judul Jiwa Anubhawa merupakan garapan yang terinspirasi dari Lontar Atma Prasangsa, mengangkat perjalanan atma dalam mencari hakikat kehidupan dan kesadaran sejati. Kisah dimulai saat atma terlepas dari raga dan menempuh perjalanan menuju alam spiritual dengan menghadapi berbagai rintangan dan sosok-sosok yang menakutkan. Pada akhirnya, sang atma menyadari bahwa seluruh rintangan tersebut merupakan manifestasi dari dirinya sendiri, yang terbentuk sejak awal kehidupan.

“Melalui perpaduan tari, musik, vokal, dramatika, dan visual artistik, karya ini menyampaikan pesan tentang pentingnya mengenali jati diri, memahami asal dan tujuan hidup, serta mencapai keharmonisan batin dan penyatuan dengan Sang Pencipta,” ungkapnya.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir langsung menyaksikan penampilan Duta Badung bersama jajaran pejabat Pemkab Badung beserta istri. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan moril sekaligus motivasi bagi para seniman yang tampil membawa nama daerah. Adi Arnawa mengapresiasi jalannya Parade Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Badung yang tampil berbarengan dengan Duta Kabupaten Gianyar. Menurutnya, ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menghadirkan semangat kolaborasi antardaerah. Dia menilai terbangunnya chemistry antara Duta Badung dan Gianyar menjadi nilai lebih dalam pergelaran tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa dalam membangun seni dibutuhkan kebersamaan dan kerja sama yang baik. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan masing-masing, tetapi juga membangun sinergi dalam penampilan. Ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, spontanitas kolaborasi yang terjadi di atas panggung bahkan mendapat apresiasi dari Gubernur Bali, I Wayan Koster karena mampu menunjukkan kekompakan tanpa menghilangkan karakter masing-masing penampil. Saat diminta membandingkan kualitas penampilan Badung dan Gianyar, Adi Arnawa mengaku kedua peserta sama-sama tampil baik. Namun, Bupati Adi Arnawa menilai garapan Badung lebih kuat dari sisi substansi cerita yang diangkat.

Baca Juga  Bapang Barong Badung Tampil Berwibawa, Panggung PKB XLVIII Bergelora

“Kalau saya ditanya mana yang lebih bagus, tentu saya jawab Badung. Tetapi saya melihat dua-duanya bagus, hanya saja dari sisi substansi cerita, Badung lebih kuat,” beber Bupati asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

SENI

Dari Pengasingan Menuju Gagasan Besar, “Di Bawah Pohon Sukun” Menggugah FSBJ VIII 2026

Gubernur Wayan Koster dan Ny. Putri Koster Saksikan Pementasan yang Mengangkat Perjalanan Sukarno di Ende

Loading

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ny. Putri Koster menyaksikan pementasan teater Di Bawah Pohon Sukun dalam rangkaian FSBJ VIII 2026
FSBJ 2026: Pementasan teater "Di Bawah Pohon Sukun" dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (19/7) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pementasan teater “Di Bawah Pohon Sukun” menjadi salah satu sajian yang memikat perhatian penonton dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (19/7) malam. Pertunjukan tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ny. Putri Koster.

Pementasan yang ditulis dan disutradarai oleh Putu Satria Kusuma ini mengangkat kisah perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno, saat menjalani masa pengasingan di Ende, Flores, pada 1934. Melalui alur dramatik, pertunjukan menghadirkan potret Sukarno yang tetap teguh menyalakan semangat perjuangan di tengah keterasingannya sebagai tahanan politik Pemerintah Hindia Belanda.

Meski dijauhkan dari rakyat, Sukarno tidak pernah menyerah. Ia membentuk kelompok sandiwara Tonel Kelimutu dan aktif mementaskan berbagai drama yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Di sela aktivitasnya, Sukarno kerap merenung di bawah pohon sukun, tempat yang kemudian dikenang sebagai ruang lahirnya gagasan-gagasan besar tentang kemerdekaan bangsa.

Dari ruang perenungan tersebut, Sukarno merumuskan nilai-nilai luhur yang kelak menjadi fondasi bagi cita-cita kemerdekaan Indonesia. Kisah itu dihadirkan secara dramatik sekaligus mengajak penonton merefleksikan bahwa perjuangan tidak selalu diwujudkan melalui perlawanan fisik, tetapi juga melalui pemikiran, kebudayaan, dan keteguhan menjaga cita-cita.

Pementasan “Di Bawah Pohon Sukun” mendapat apresiasi dari penonton yang memadati Gedung Ksirarnawa. Kehadirannya memperkaya rangkaian FSBJ VIII sebagai ruang ekspresi seni yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah, kebangsaan, dan semangat perjuangan melalui karya teater. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Tampil Memukau, Taksu Mandala Ungasan Hadirkan Legong Kreasi Manohara di PKB 2025
Lanjutkan Membaca

SENI

Di Antara Prasasti dan Kegelisahan Zaman: Teater Agustus Membaca Bali melalui Pentas “Prasasti” di FSBJ VIII 2026

Published

on

By

Adegan pementasan drama Prasasti karya Sanggar Teater Agustus dalam rangkaian FSBJ VIII 2026 di Gedung Ksirarnawa
PRASASTI: Salah satu adegan pementasan drama "Prasasti" karya Sanggar Teater Agustus dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (18/7/2026) malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali sekaligus seniman, Putri Suastini Koster, menyaksikan pementasan drama “Prasasti” karya Sanggar Teater Agustus dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (18/7/2026) malam. Pertunjukan tersebut menghadirkan dialog antara sejarah, mitologi, dan kritik sosial melalui sebuah narasi yang mengajak penonton menafsirkan kembali identitas Bali dan Indonesia di tengah perubahan zaman.

Di tangan tim penyutradaraan Teater Agustus yang terdiri atas Wayan Sila Sayana, Ngurah Rai Riauadi, dan Gede Sustrawan, “Prasasti” menjelma menjadi sebuah pembacaan ulang terhadap jejak sejarah yang terukir pada batu, sekaligus refleksi atas kegelisahan manusia modern yang semakin jauh dari akar peradabannya. Pementasan ini menjadi salah satu agenda penting FSBJ VIII 2026 yang berlangsung pada 11–25 Juli.

Naskah yang ditulis IB Martinaya atau Gus Martin, yang juga bertindak sebagai penata musik, berangkat dari salah satu artefak sejarah terpenting di Bali, yakni Prasasti Blanjong di Sanur. Namun, alih-alih menjadikannya materi sejarah yang kaku, Teater Agustus mengolahnya menjadi narasi dramatik yang bergerak luwes antara masa lalu dan masa kini.

Cerita dibuka dengan sekelompok anak yang melakukan wisata sejarah ke kawasan cagar budaya Prasasti Blanjong. Dalam sebuah peristiwa yang nyaris magis, mereka tiba-tiba diterpa badai dan terbawa ke masa pemerintahan Raja Sri Kesari Warmadewa.

Di masa silam, mereka menyaksikan langsung proses peresmian dan pemancangan Prasasti Jaya Sama yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Blanjong. Melalui sudut pandang anak-anak, sejarah tidak hadir sebagai deretan fakta yang membosankan, melainkan sebagai pengalaman hidup yang dapat dilihat, disentuh, dan dirasakan.

Baca Juga  Bapang Barong Badung Tampil Berwibawa, Panggung PKB XLVIII Bergelora

Lapisan dramatik kemudian berkembang melalui kisah cinta segitiga antara I Tekek, seorang pemahat prasasti, dengan dua perempuan dari latar budaya berbeda, yakni Ni Sing Lian, gadis keturunan Tionghoa, dan Ni Gadung, perempuan pribumi.

Kisah tersebut mengingatkan bahwa Bali sejak berabad-abad silam telah menjadi ruang perjumpaan berbagai kebudayaan. Kehadiran tokoh Ni Sing Lian merujuk pada sejumlah sumber sejarah yang mencatat keberadaan komunitas pedagang Tionghoa yang hidup berdampingan dengan masyarakat kerajaan pada masa itu.

Namun, “Prasasti” tidak berhenti pada romantisme sejarah.

Cerita kemudian bergeser ke masa kini melalui sekelompok ibu yang resah melihat kehidupan yang dinilai semakin kehilangan arah. Mereka memulai pencarian “Prasasti Nusantara”, sebuah artefak yang diyakini menyimpan jawaban tentang asal-usul negeri ini.

Dalam pengembaraan itu, mereka bertemu mahasiswa yang sedang menggelar aksi demonstrasi. Sejumlah peristiwa ganjil dan simbolik pun bermunculan, membawa penonton memasuki ruang tafsir yang lebih luas mengenai kehidupan, sejarah, dan identitas.

Di sinilah kekuatan dramaturgi “Prasasti” terasa. Naskah tidak menawarkan jawaban tunggal, melainkan menghadirkan pertanyaan tentang identitas, memori kolektif, serta hubungan manusia modern dengan sejarahnya sendiri. Prasasti bukan lagi sekadar batu bertulis peninggalan masa lampau, melainkan metafora tentang ingatan yang terus dicari ketika masyarakat menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat.

Bagi Teater Agustus, sejarah bukan sesuatu yang telah selesai. Sejarah menjadi ruang dialog yang terus hidup dan dapat dibaca ulang dari perspektif kekinian. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Festival Seni Bali Jani yang sejak awal dirancang sebagai wadah eksplorasi seni modern dan kontemporer yang tetap berakar pada kebudayaan Bali.

Usai pementasan, Gus Martin menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada Sanggar Teater Agustus untuk tampil dalam festival tersebut.

Baca Juga  Bunda Rai Apresiasi Pesona Busana Adat Tabanan, Angkat Jati Diri Daerah di Utsawa PKB XLVIII 2026

“Atas kesempatan untuk menampilkan pementasan ini, kami secara khusus menghaturkan dahating suksma kepada Ibu Ni Putu Putri Suastini Koster selaku penggagas utama FSBJ sebagai ranah berkreativitas para pegiat seni modern-kontemporer,” ujarnya.

Di tengah perkembangan seni pertunjukan Bali, Prasasti menunjukkan bahwa sejarah lokal dapat diolah menjadi karya teater yang tetap relevan dengan berbagai isu kontemporer. Melalui perpaduan narasi sejarah, fantasi perjalanan waktu, humor, kritik sosial, hingga refleksi kebangsaan, pementasan ini mengajak penonton menengok kembali jejak masa lalu sebagai cara memahami kegelisahan masa kini.

Pada akhirnya, yang tertinggal bukan sekadar kisah tentang Prasasti Blanjong atau pencarian artefak mitologis bernama Prasasti Nusantara. Yang tertinggal adalah kesadaran bahwa setiap generasi selalu memiliki prasastinya sendiri—sebuah penanda tentang siapa mereka, dari mana mereka berasal, dan ke mana mereka hendak melangkah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Semarak, Ny. Putri Koster Saksikan “Bintang 5 Musika Jani” FSBJ VIII di Ardha Candra

Published

on

By

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster menghadiri pentas Bintang 5 Musika Jani di Panggung Terbuka Ardha Candra
HADIRI FSBJ: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster saat hadiri pentas bertajuk “Bintang 5 Musika Jani” yang dibawakan oleh Sanggar Rareangon Sejati dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026, di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (17/7) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gelaran Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 terus menghadirkan pertunjukan kreatif dan inovatif. Pada Jumat (17/7) malam, Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, dipenuhi energi musik dalam pentas bertajuk “Bintang 5 Musika Jani” yang dibawakan oleh Sanggar Rareangon Sejati.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, turut hadir menyaksikan langsung pertunjukan yang merupakan bagian dari program Pentas (Adilango) Musika Jani tersebut.

Musika Jani menjadi wadah ekspresi bagi para musisi untuk menampilkan karya-karya modern dengan sentuhan khas Bali. Sejumlah musisi dan grup turut memeriahkan acara ini, di antaranya Lolot, Bintang, Leeyonk Sinatra, Joni Agung & Double T, Radio Koplo, serta deretan band seperti State of Mind, Hottdog, Soullast Band, dan Six Aura Band.

Digelar mulai pukul 18.00 WITA hingga selesai, acara ini sukses menyedot perhatian masyarakat dan pecinta musik yang memadati arena pertunjukan. Penampilan yang variatif, mulai dari rock, pop, hingga nuansa etnik modern, menciptakan atmosfer hiburan yang dinamis sekaligus artistik, sehingga suasana malam semakin semarak. Kehadiran ribuan penonton yang memadati tribun Panggung Terbuka Ardha Candra semakin menambah kemeriahan acara bertabur bintang tersebut.

Festival Seni Bali Jani merupakan ajang tahunan yang menitikberatkan pada pengembangan seni modern dan kontemporer di Bali. Kegiatan ini digelar setelah Pesta Kesenian Bali sebagai ruang alternatif bagi para seniman untuk berkreasi lebih bebas tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

Dengan mengusung tema “Kembara Sukma Atma Kerthi”, FSBJ VIII Tahun 2026 menjadi simbol perjalanan spiritual dan kreativitas seni menuju nilai-nilai yang lebih luhur. Festival ini juga diharapkan mampu menjadi wadah tumbuhnya talenta muda sekaligus memperkuat eksistensi seni Bali di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Saksikan Pementasan Calonarang Duta Badung di PKB 2026

Pentas “Bintang 5 Musika Jani” menjadi salah satu bukti semaraknya kolaborasi musik modern dalam balutan identitas budaya Bali yang terus berkembang dan tetap relevan bagi generasi masa kini. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca