Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ergo-Learning Dapat Turunkan Stres Akademik dan Tingkatkan Kualitas Kesehatan Mahasiswa

BALIILU Tayang

:

Ergo-Learning
Promovenda Dra. Luh Gede Astuti, M.Kom., saat ujian Promosi Doktor di ruang sidang Lt III, Gedung Pascasarjana, Denpasar, pada Kamis, 21 Juli 2022. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Bertempat di ruang sidang Lt III, Gedung Pascasarjana, Denpasar, pada Kamis, 21 Juli 2022 telah berlangsung ujian Promosi Doktor dengan kandidat Promovenda Dra. Luh Gede Astuti, M.Kom., yang mengangkat judul disertasi “Ergo-Learning pada Pembelajaran Pemrograman Sistem Pakar Meningkatkan Kualitas, Hasil Belajar dan Usability Produk yang Dihasilkan Mahasiswa di Jurusan Ilmu Komputer Universitas Udayana.” 

Dalam pembelajaran pemrograman sistem pakar hasil belajar perlu ditingkatkan untuk menghadapi persaingan global di dunia kerja. Ada tiga beban kognitif yang wajib diterima oleh pelajar (mahasiswa). Tiga beban kognitif tersebut adalah beban intrinsik, ekstrinsik, dan konstruktif, di mana beban instrinsik dalam pemrograman cukup tinggi. Dalam mengurangi beban kognitif intrinsik pembelajaran pemrograman sistem pakar menggunakan metode konvensional di mana mahasiswa mengetik coding dari suatu aplikasi sistem pakar sederhana. 

Dari mengetik ulang coding mahasiswa diharapkan dapat menganalisis coding, dan memahami alur dari aplikasi. Pada model pembelajaran ini terdapat masalah pada bidang kesehatan dengan indikator keluhan kelelahan, kebosanan, dan stress akademik yang berdampak pada penurunan hasil belajar.

Hasil belajar yang kurang optimal berakibat juga luaran dari pembelajaran sistem pakar yaitu produk aplikasi sistem pakar. Pada pembelajaran konvensional terdapat masalah yaitu produksi tepat waktu dilakukan dalam kondisi pembelajaran yang kurang optimal. Hal ini berdampak pada aplikasi sistem pakar dengan nilai usability kurang optimal. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya untuk menciptakan desain model pembelajaran pemrograman mahasiswa yang optimal.

Setiap upaya perbaikan proses pembelajaran hendaknya dilengkapi dengan kajian dari berbagai aspek. Perbaikan proses pembelajaran telah dilakukan oleh berbagai penelitian tetapi pembahasan dan analisis masih berdasarkan satu aspek saja sehingga sering muncul masalah baru. Pendekatan Ergonomi Total (PET) merupakan salah satu model pendekatan ergonomi yang mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang manusiawi, kompetitif dan lestari.

PET bertujuan untuk mencegah timbulnya masalah baru karena masalah dianalisis secara komprehensif dan merupakan hasil kesepakatan bersama. Adapun proses penerapan PET dalam upaya perbaikan langkah pertama adalah lokakarya, dan ceramah. Subjek penelitian mahasiswa yang mengambil mata kuliah pengantar kecerdasan buatan, mahasiswa yang telah mendapatkan mata kuliah sistem pakar, mitra bestari lain hadir seluruhnya.

Dalam lokakarya disepakati bahwa akan dilakukan perbaikan dengan menambahkan pemrograman sistem pakar sederhana pada modul aplikasi sistem pakar, diidentifikasi 33 masalah, prioritas masalah yang urgent, important dan essential, rencana kerja 12 buah dan rencana aksi yang urgent 5 buah. 

Hakekat perbaikan adalah analisis masalah secara sistemik, mempergunakan teknologi tepat guna, berdasarkan kajian berbagai disiplin ilmu dan pengalaman serta partisipasi dan komitmen semua pihak. Penerapan rencana aksi didahului oleh mendesain e-learning khusus untuk pembelajaran pemrograman sistem pakar, yang disusun berdasarkan langkah-langkah dalam mengimplementasikan sistem pakar sederhana. Dalam e-learning disisipkan informasi posisi tubuh yang ergonomis dan tidak ergonomis dalam beraktivitas dengan komputer.

Rencana aksi lainnya mensosialisasi istirahat aktif, memberikan asupan snack (roti dan air putih) serta memberikan perengangan dasar yoga disela-sela pengerjaaan soal -soal dalam e-learning

Oleh karena itu perbaikan proses pembelajaran dengan PET diprioritaskan pada pengurangan beban kognitif dan fisiologis mahasiswa yang diintegrasikan ke dalam satu intervensi yang diberi nama Ergo-Learning. Setelah tercipta Ergo-learning selanjutnya dilaksanakan penelitian dengan cara eksperimen menggunakan rancangan penelitian Randomized Pre Test-Post Test Control Group Design.

Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni 2021 sampai September 2021, dengan subjek 46 mahasiswa yang mengambil mata kuliah pengantar kecerdasan buatan di Jurusan Ilmu Komputer (Ps. Informatika). Subjek dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol (KK) diberikan perlakuan melakukan pembelajaran pemrograman sistem pakar secara konvensional tanpa Ergo-Learning sedangkan Kelompok Perlakuan (KP) menggunakan Ergo-Learning. 

Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh model Ergo-Learning pada proses pembelajaran pemrograman sistem pakar. Disimpulkan bahwa Ergo-Learning pada pembelajaran pemrograman sistem pakar dapat meningkatkan kualitas kesehatan ditinjau dari penurunan stress akademik, penurunan kelelahan, dan penurunan kebosanan. Ergo-Learning juga dapat meningkatkan kualitas belajar dan meningkatkan nilai usability pada sistem pakar yang dihasilkan. 

Ujian dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes., dengan tim penguji Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M. Kes., (Promotor), Prof. Dr. dr. I Nyoman Adiputra, M.OH., PFK (Kopromotor I), Prof. dr. Ketut Tirtayasa, MS., AIF (Kopromotor II), Prof. Dr. dr. J . Alex Pangkahila, M. Sc., Sp. And (KSAAM), Prof. Dr. Drs. I Made Sutajaya, M.Kes., Dr. Ir. Ida Bagus Alit Swamardika, M.Erg., Dr. dr. Susy Purnawati, M.KK., Dr. dr. Luh Putu Ratna Sundari, S. Ked., M.Biomed.

Sedangkan undangan akademik adalah Dr. Ir. I Ketut Gede Suhartana, S.Kom., M.Kom, Dr. M.Yusuf, S. Si., M.Erg., Dr. dr. I Made Muliarta, S.Ked., M.Kes., Dr. Luh Made Indah Sri Handari Adiputra, S. Psi., M.Erg., Dr. dr. I Made Krisna Dinata, M.Erg.

Pada ujian kali ini Dr. Dra. Luh Gede Astuti, M.Kom., dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 351 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1455-Ergo-Learning-Dapat-Turunkan-Stress-Akademik-Dan-Tingkatkan-Kualitas-Kesehatan-Mahasiswa.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Polri Libatkan Ary Ginanjar dalam Assessment Jenderal, Perkuat Meritokrasi dan Keterbukaan

Published

on

By

KPRP Polri
ASSESSMENT: Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo berfoto bersama Founder ESQ Corp., Ary Ginanjar, dalam pelaksanaan Assessment Center Perwira Tinggi Polri pada Kepangkatan Brigadir Jenderal Polisi Tahun Anggaran 2026 di Mabes Polri, Selasa (9/6). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Polri terus memperkuat reformasi internal melalui penguatan sistem meritokrasi dan manajemen talenta sebagai tindak lanjut rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP). Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan Founder ESQ Corp., Ary Ginanjar, dalam pelaksanaan Assessment Center Perwira Tinggi Polri pada Kepangkatan Brigadir Jenderal Polisi Tahun Anggaran 2026 yang dibuka Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (9/6).

Keterlibatan pihak eksternal tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri untuk membangun tata kelola sumber daya manusia yang semakin transparan, objektif, dan berbasis kompetensi. Langkah ini sekaligus menjawab salah satu rekomendasi KPRP terkait penguatan sistem merit dalam kaderisasi dan pengisian jabatan strategis di lingkungan Polri.

Dalam arahannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa tantangan Polri ke depan semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global, ancaman siber, kejahatan transnasional, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Karena itu, Polri membutuhkan pemimpin yang adaptif, berintegritas, humanis, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui sistem kaderisasi yang objektif, transparan, dan berbasis meritokrasi.

Sementara itu, As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar menjelaskan bahwa Assessment Center Polri merupakan instrumen strategis dalam membangun sistem manajemen talenta yang modern dan berkelanjutan.

Menurutnya, perkembangan assessment center di berbagai institusi dunia saat ini tidak lagi sekadar digunakan untuk menilai kompetensi individu, tetapi telah berkembang menjadi instrumen untuk memetakan potensi kepemimpinan, kemampuan adaptasi, kapasitas kolaborasi, pengambilan keputusan, hingga kesiapan menghadapi perubahan yang dipicu perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Assessment Center Polri dibangun untuk memastikan bahwa pembinaan karier personel berjalan secara objektif dan berbasis data. Tujuannya bukan sekadar menilai seseorang layak atau tidak menduduki jabatan tertentu, tetapi menemukan potensi terbaik yang dimiliki setiap personel agar dapat dikembangkan secara optimal, ujar Anwar.

Ia mengatakan keberadaan Assessment Center menjadi salah satu fondasi penting dalam penerapan sistem merit dan manajemen talenta di lingkungan Polri.

Melalui assessment, kita dapat memetakan kompetensi, potensi, kesiapan, serta karakter kepemimpinan personel secara lebih komprehensif. Hasilnya menjadi dasar dalam pengembangan karier, pendidikan, promosi jabatan, maupun penyiapan kader-kader pimpinan Polri di masa depan, katanya.

Menurut Anwar, penguatan Assessment Center juga menjadi bagian dari upaya transformasi SDM Polri yang sejalan dengan Grand Strategy Polri 2025–2045 serta berbagai rekomendasi reformasi kelembagaan yang mendorong tata kelola SDM yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Kami ingin memastikan bahwa setiap personel memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kompetensi, integritas, dan potensi yang dimiliki. Inilah esensi meritokrasi yang terus diperkuat di lingkungan Polri, tegasnya.

Sementara itu, Ary Ginanjar mengatakan dunia saat ini tengah memasuki era Talentism, yaitu periode ketika keunggulan organisasi semakin ditentukan oleh kemampuannya mengelola dan mengembangkan talenta manusia.

Mengacu pada berbagai kajian global, termasuk World Economic Forum (WEF), Ary menjelaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan robotika akan mengubah banyak pola kerja konvensional. Karena itu, kemampuan yang tidak dapat digantikan teknologi seperti kepemimpinan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, pengaruh sosial, integritas, dan pengambilan keputusan akan menjadi faktor pembeda utama.

Di masa depan, organisasi tidak lagi bersaing berdasarkan siapa yang memiliki sumber daya terbesar, tetapi siapa yang paling mampu menemukan, mengembangkan, dan menempatkan talenta terbaiknya secara tepat, kata Ary.

Menurutnya, organisasi modern di berbagai negara kini mulai beralih dari pendekatan penilaian berbasis jabatan menuju pendekatan berbasis talenta dan potensi. Assessment tidak lagi dipandang sebagai alat evaluasi semata, tetapi menjadi instrumen strategis untuk memetakan kekuatan individu dan menyiapkan kepemimpinan masa depan.

Ary mengapresiasi langkah Polri yang mulai membangun Big Data talenta untuk memetakan potensi personel secara lebih akurat sebagai dasar pengembangan karier dan penempatan jabatan.

“Saya melihat Polri menjadi salah satu institusi pionir yang mulai membangun Big Data talenta untuk mengidentifikasi profil keunggulan setiap personel secara lebih presisi. Ini merupakan fondasi penting bagi sistem meritokrasi yang objektif dan terukur,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa asesmen modern tidak lagi berfokus pada pencarian kelemahan individu, melainkan mengungkap potensi autentik yang selama ini belum terpetakan.

“Assessment bukan tentang mencari siapa yang paling hebat, tetapi menemukan di mana seseorang dapat memberikan kontribusi terbaiknya. Ketika talenta ditempatkan secara tepat, organisasi akan bergerak lebih efektif dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Ary.

Menurut Ary, penempatan berbasis talenta akan menghasilkan personel yang lebih memahami makna tugasnya, lebih mandiri dalam bekerja, lebih cepat berkembang kompetensinya, dan mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi organisasi maupun masyarakat.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar menghasilkan pemimpin yang sukses secara individu, tetapi membangun organisasi yang mampu berkembang secara berkelanjutan melalui sistem yang berjalan berdasarkan kompetensi, talenta, dan integritas,” tutupnya.

Assessment Center Perwira Tinggi Polri Tahun Anggaran 2026 diikuti 100 peserta dan menjadi bagian dari langkah konkret Polri menindaklanjuti rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) dalam memperkuat sistem meritokrasi, manajemen talenta, dan tata kelola SDM yang profesional. Melalui proses yang objektif serta keterlibatan perspektif eksternal, Polri berupaya memastikan kaderisasi kepemimpinan berjalan berdasarkan kompetensi, integritas, dan potensi terbaik setiap personel. Pada akhirnya, penguatan kualitas pemimpin Polri diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, humanis, transparan, dan semakin dipercaya masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Indonesia Harus Dikelola untuk Kesejahteraan Rakyat

Published

on

By

Presiden Prabowo
BUKA MUNAS: Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada Rabu, 10 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Bandar Lampung, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemakmuran rakyat Indonesia akan terwujud apabila pengelolaan kekayaan alam dilakukan sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 33. Menurut Presiden, Indonesia merupakan negara yang dikaruniai sumber daya alam yang melimpah, sehingga tantangan utama bangsa saat ini adalah mengelolanya secara optimal demi kesejahteraan rakyat.

“Dari dulu, Nusantara kita didatangi karena kekayaannya. Bangsa-bangsa asing itu datang ke sini waktu itu, berbulan-bulan ke sini. Bukan wisata, dia ke sini mencari kekayaan, sampai sekarang. Jadi saudara-saudara, segala kekayaan kita, tantangannya adalah harus dikelola oleh kita dengan sebaik-baiknya. Dengan secerdas-cerdasnya,” ucap Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menyangkut hajat hidup orang banyak harus berada dalam penguasaan negara sebagaimana diamanatkan konstitusi. “Saudara-saudara, cabang-cabang produksi yang penting bagi negara, yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Ini bahasa Indonesia, tidak perlu ditafsirkan, tidak perlu diterjemahkan, harus dilaksanakan,” ungkap Presiden Prabowo.

Kepala Negara juga menyoroti pentingnya pengelolaan kekayaan alam nasional agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara maksimal oleh rakyat Indonesia. Kepala Negara mengatakan bahwa hasil pengelolaan sumber daya alam seharusnya menjadi modal pembangunan nasional dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

“Kita perang kemerdekaan dengan Undang-Undang Dasar ini dan logikanya, ini kekayaan kita. Masa kekayaan kita diolah, diambil, dijual ke luar negeri, hasil jualannya tidak ditaruh di Indonesia,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Indonesia. Presiden meyakini bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara yang makmur apabila mampu mengelola kekayaan dan potensi nasional secara tepat.

Presiden Prabowo pun menegaskan pentingnya persatuan, kerja sama, dan semangat gotong royong dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera. “Rakyat paling ngerti. Rakyat ngerti bahwa untuk dapat hidup yang baik harus ada kerukunan. Harus ada apa? Harus ada paguyuban. Harus ada kerja sama. Harus ada saling mengisi. Bukan saling menghantam. Tapi elit semakin pintar,” pungkas Kepala Negara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Resmi Buka Munas XVIII HIPMI, Tekankan Nasionalisme sebagai Fondasi Kemajuan Ekonomi Bangsa

Published

on

By

presiden prabowo
BUKA MUNAS: residen Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada Rabu, 10 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Bandar Lampung, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada Rabu, 10 Juni 2026. Kehadiran Kepala Negara dalam forum tertinggi organisasi pengusaha muda tersebut menegaskan dukungan pemerintah terhadap peran strategis HIPMI dalam memperkuat perekonomian nasional dan mencetak generasi wirausahawan yang berdaya saing.

Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo disambut antusias oleh ribuan peserta Munas yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Rangkaian acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Hymne dan Mars HIPMI yang menggema di ruang pertemuan. Suasana khidmat kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.

Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchar dalam laporannya menegaskan bahwa Munas XVIII menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, semangat kemandirian ekonomi yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus menjadi pedoman bagi generasi pengusaha muda Indonesia.

“Kita sangat meresapi pesan dari Bapak Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang pernah mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia tanpa kemandirian ekonomi hanyalah sebuah seremoni. Kita tidak ingin kemerdekaan kita hanya sekadar seremoni. Oleh karena itu, Munas ini menjadi ajang bagi HIPMI untuk merumuskan kontribusi nyata, memastikan Indonesia tidak hanya merdeka secara politik, tapi juga berdaulat secara ekonomi,” ujar Akbar.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberadaan HIPMI sebagai wadah pengusaha muda memiliki arti penting bagi masa depan Indonesia. Kepala Negara menilai semangat nasionalisme yang menjadi landasan lahirnya HIPMI merupakan faktor utama yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

“HIPMI sebagai wadah pengusaha muda adalah wadah yang sangat penting dan lahirnya HIPMI dengan wawasan nasionalisme sebagaimana diutarakan adalah sangat penting. Sebenarnya tidak ada kemajuan suatu bangsa tanpa nasionalisme, sudah tidak ada. Bahkan, Mbah-mbahnya kapitalisme, guru-guru kapitalisme sekalipun mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bisa datang dengan nasionalisme,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo pun secara resmi membuka Munas XVIII HIPMI yang mengusung tema ‘Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional’. Peresmian pembukaan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Lampung, oleh Presiden Prabowo didampingi oleh para tokoh HIPMI dan para calon ketua umum BPP HIPMI.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Rabu, 10 Juni 2026, saya Prabowo Subianto, dengan ini secara resmi saya buka Musyawarah Nasional ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia,” ucap Presiden. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca