Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Family Gathering BPR Kanti 2025, Nyalakan Semangat Positif dan Bangun Solidaritas Lintas Generasi

BALIILU Tayang

:

FAMILY GATHERING: BPR Kanti saat menggelar Family Gathering 2025 pada Sabtu, 19 Juli 2025, bertempat di Aula Taman Asoka UNHI Denpasar. Tampak Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba berfoto bersama anak-anak penerima bantuan. (Foto: Hms BPR Kanti)

Denpasar, baliilu.com – Suasana Aula Taman Asoka UNHI Denpasar pada Sabtu, 19 Juli 2025 begitu meriah penuh tawa dan ceria ketika BPR Kanti menggelar Family Gathering. Acara  yang dihadiri seluruh keluarga besar BPR Kanti ini digelar sebagai bagian dari komitmen mempererat hubungan kekeluargaan dan membangun semangat kolektif di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.

Dengan mengangkat tema Color Up Your Spirit, Light Up Your Happiness, acara ini mengajak seluruh keluarga besar BPR Kanti untuk menyalakan semangat positif, menghadirkan tawa, dan membangun solidaritas lintas generasi.

Acara berlangsung penuh warna dan semangat, dimulai dengan senam bersama, disusul oleh games seru antaranak karyawan dan antarkantor yang penuh sportivitas. Anak-anak juga mendapat panggung khusus lewat Kanti Got Talent, yang menampilkan bakat-bakat luar biasa dari generasi muda keluarga besar BPR Kanti.

KAFAYA: Menghargai Generasi Hebat Berprestasi Penerus BPR Kanti

arya

Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba. (Foto: gs)

Puncak acara ditandai dengan penganugerahan KAFAYA – Kanti Family Youth Award, sebuah bentuk apresiasi kepada anak-anak karyawan yang menunjukkan prestasi tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pengembangan soft skills, kepemimpinan, seni, dan olahraga. Dalam sambutannya, Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba, menyampaikan bahwa KAFAYA bermakna ‘cukup’. Ini mencerminkan kesiapan generasi penerus generasi ‘‘peLANJUT” BPR Kanti untuk menjadi pribadi yang cukup siap menghadapi persaingan di masa depan.

Tak hanya itu, acara ini juga menjadi momen pemberian tunjangan (beasiswa) pendidikan kepada seluruh anak-anak karyawan dari TK hingga perguruan tinggi sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia sejak dini.

Puasa Intermittent: Budaya Sehat Baru di BPR Kanti

amitaba2

Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba menyerahkan bingkisan kepada anak-anak keluarga besar BPR Kanti saat Family Gathering BPR Kanti. (Foto: Hms BPR Kanti)

Dalam momentum ini, Arya Amitaba juga menegaskan kembali kebijakan yang mulai diterapkan sejak tahun 2024 yaitu budaya puasa sehat (intermittent fasting) sebagai bagian dari gerakan hidup sehat di BPR Kanti.

Baca Juga  BPR Kanti Gelar Pelatihan Nasional Penguatan Proses Legal, Etika Bisnis, dan Digitalisasi BPR/Koperasi

“Di BPR Kanti, kami memilih tidak memberikan sanksi bagi yang tidak berpuasa, tapi justru memberikan reward bagi yang berhasil. Tahun pertama, puasa 16 jam diberi Rp 10.000, puasa 12 jam diberi Rp 5.000. Kini, durasinya ditingkatkan — 16 jam: Rp 5.000, 18 jam: Rp 10.000. Kita menuju pada kondisi ideal: tiga tahun ke depan, seluruh karyawan BPR Kanti akan menjalani puasa secara sadar dan sehat,” ucap Arya Amitaba.

Arya Amitaba lanjut mengungkapkan bahwa hal ini didukung fakta bahwa puasa 16-18 jam secara medis telah terbukti mampu memperbaiki metabolisme dan bahkan membantu membersihkan sel-sel tubuh dari potensi penyakit.

Menjawab Tantangan, Melangkah dengan Kecerdasan dan Visi

Dalam sambutannya, Direktur Utama BPR Kanti Arya Amitaba juga menyoroti tantangan berat yang dihadapi industri keuangan di Bali, mulai dari dampak pandemi, ketidakstabilan global (perang, politik), hingga tutupnya beberapa BPR karena kredit bermasalah.

“BPR Kanti berada dalam tekanan besar. Namun, kami tetap tumbuh karena strategi dan kecerdasan kolektif. Tahun 2022, kredit tumbuh 48,7% meski kami menolak 80% permohonan  itu bukan pertanda buruk, tapi cermin dari kehati-hatian kami karena Bali belum benar-benar pulih,” ujarnya. Namun di balik itu, Arya Amitaba menekankan pentingnya memiliki tim yang satu visi.

“Karyawan yang diberhentikan bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak memiliki visi yang sama. Perform bukan soal bisa atau tidak, tapi mau atau tidak. Saya sendiri menjadi Direktur Utama Bank BPR Kanti dari 27 tahun yang lalu tanpa pengalaman di dunia perbankan, tapi dengan semangat belajar, saya bisa membawa BPR Kanti menjadi BPR penyalur kredit terbesar kedua di Bali,” katanya.

Baca Juga  HUT Ke-33 BPR Kanti, Bertabur Prestasi dan Penghargaan

Karena itu, Arya Amitaba menegaskan, “Kami percaya bahwa BPR Kanti hebat karena orang-orangnya hebat. Siapa mereka? Karyawan, pasangannya, anak-anaknya, para pemegang saham dan seluruh keluarga besar Bank BPR Kanti.”

Pesan untuk Generasi Penerus

Dalam sambutannya Direktur Utama Bank BPR Kanti Arya Amitaba juga memberikan pesan khusus bagi keluarga besar karyawan. “Saya telah menyerahkan memberikan anak-anak terbaik saya untuk BPR Kanti, sebagai wujud bakti keluarga. Saya mengajak Bapak/Ibu semua untuk juga mempercayakan generasi terbaik Anda kepada Kanti — sebagai wujud syukur kita dalam kehidupan ini,” pesannya

Family Gathering 2025 menjadi tidak hanya ajang rekreasi, tetapi juga ajang refleksi dan penyatuan visi. Visi bahwa BPR Kanti bukan hanya tempat bekerja, tetapi rumah bersama untuk tumbuh, bertahan, dan menang menghadapi tantangan zaman. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

DWP Badung Kunjungi Pasien Anak di RS Mangusada, Berbagi Ceria di Hari Anak Nasional

Published

on

By

Penasehat DWP Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama Ketua DWP Nyonya Oliviana Surya Suamba mengunjungi pasien anak di RS Mangusada.
KUNJUNGAN: Penasehat DWP Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama Ketua DWP Nyonya Oliviana Surya Suamba melakukan kunjungan kasih ke pasien anak-anak yang sedang dirawat di Ruang Cilinaya RS Mangusada Badung, Senin (3/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Menyemarakkan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba dan jajaran pengurus serta anggota melakukan kunjungan kasih ke pasien anak-anak yang sedang dirawat di Ruang Cilinaya RS Mangusada Badung, Senin (3/8).

Kegiatan ini diharapkan dapat membawa keceriaan, semangat baru, dan kenyamanan bagi anak-anak yang sedang berjuang memulihkan diri.

Penasehat DWP Nyonya Rasniathi Adi Arnawa dan Ketua DWP Nyonya Oliviana Surya Suamba menyerahkan bantuan berupa buku cerita berwarna dan mainan edukatif yang aman dan bermanfaat untuk menumbuhkan imajinasi, melatih keterampilan, serta menghibur selama masa perawatan di rumah sakit.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan doa tulus dan semangat kepada seluruh anak dan orang tua yang mendampingi.

“Anak-anak adalah anugerah terindah dan harapan masa depan. Wajar jika kita berikan perhatian dan kasih sayang sepenuhnya, terlebih saat mereka sedang sakit dan butuh perjuangan ekstra untuk sembuh. Semoga buku dan mainan ini bisa menjadi teman yang menyenangkan, mengusir rasa bosan, dan membawa senyum lebar di wajah anak-anak. Semoga lekas sembuh, kuat kembali, dan bisa bermain serta belajar dengan ceria seperti sedia kala,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Nyonya Oliviana Surya Suamba menambahkan bahwa kepedulian terhadap tumbuh kembang dan kesejahteraan anak menjadi perhatian utama bagi seluruh anggota DWP.

“Kami ingin hadir bukan sekadar berbagi benda, melainkan berbagi kasih dan perhatian tulus. Semoga kehadiran kami sedikit meringankan beban keluarga dan mengingatkan bahwa diluar sana banyak yang mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan anak-anak semua. DWP Badung akan terus berupaya hadir dan berbagi kebaikan untuk anak-anak Badung tercinta,” ungkapnya.

Baca Juga  BPR Kanti Raih LPS Banking Award 2022

Turut hadir mendampingi rangkaian kegiatan Direktur RS Mangusada Badung beserta jajaran manajemen dan perawat ruangan, serta para anggota DWP Badung. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Eddy Mulya Pimpin Apel Disiplin di Lingkungan Bapenda Denpasar

Tekankan untuk Bersama Wujudkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Optimal 

Loading

Published

on

By

Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya memimpin apel disiplin di lingkungan Badan Pendapatan Daerah Denpasar.
PIMPIN APEL: Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, memimpin apel disiplin di lingkungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar (Disdikpora), Senin (3/8). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, memimpin apel disiplin di lingkungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar (Disdikpora), Senin (3/8). Kegiatan yang digelar di halaman kantor dinas tersebut diikuti pejabat struktural hingga staf di kantor tersebut.

Dalam arahannya, Sekda Eddy Mulya menegaskan pentingnya tata kelola keuangan daerah yang kredibel, akuntabel, dan berlandaskan integritas, khususnya dalam pelayanan publik sektor keuangan daerah.

Ia mengingatkan bahwa kualitas layanan menjadi cerminan profesionalitas aparatur pemerintah.

“Sebagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar yang membidani tentang keuangan daerah, maka saya berpesan kepada seluruh perangkat di Bapenda agar memiliki integritas dan juga komitmen kuat untuk mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Eddy Mulya, untuk dapat merealisasi tata kelola keuangan dijelaskan bahwa tugas tersebut meliputi koordinasi penyusunan APByang optimal, yang didalamnya terdapat susunan perubahan APBD, hingga laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, maka diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik antar seluruh perangkat.

“Dengan koordinasi yang baik, pengelolaan keuangan daerah Kota Denpasar diharapkan dapat berjalan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan serta prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Eddy Mulya juga menegaskan pentingnya peran perangkat daerah untuk berkomitmen dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, serta menyelaraskan tata kelola keuangan daerah dengan baik. Terlebih, Badan Pendapatan Daerah memiliki peran strategis sebagai koordinator dalam optimalisasi pendapatan daerah. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  BPR Kanti Raih LPS Banking Award 2022
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Pimpin Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Percepatan Perlinsos Kota Denpasar

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin Rapat Koordinasi TKPK dan Percepatan Perlinsos di Graha Sewakadarma.
PIMPIN RAKOR:  Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan Percepatan Perlinsos di Denpasar, bertempat di Ruang Sewaka Mahottama, Graha Sewakadarma, Lumintang, Senin (3/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan Percepatan Perlinsos di Denpasar. Dimana rakor ini dipimpin langsung Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa,  di Ruang Sewaka Mahottama, Graha Sewakadarma, Lumintang, Senin (3/8).

Rakor turut dihadiri Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan  Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku bapak angkat di desa dan kelurahan, camat se-Kota Denpasar, serta perbekel dan lurah se-Kota Denpasar. Keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pemutakhiran data sosial masyarakat.

Dalam arahannya, Wawali Arya Wibawa menegaskan bahwa untuk TKPK merupakan sebagai bentuk evaluasi berkala terhadap program penanganan kemiskinan di Kota Denpasar. Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga lurah/kepala desa dalam memastikan program tepat sasaran dan berdaya guna.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran OPD, camat, dan perbekel/lurah atas kerja keras serta kolaborasi aktif yang telah ditunjukkan selama ini,” ujarnya.

Secara makro, lanjut Arya Wibawa kinerja pembangunan dan indikator kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar menunjukkan capaian yang sangat positif yakni untuk Pertumbuhan Ekonomi mengalami pertumbuhan sebesar 6,11%, berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali, untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menempati posisi tertinggi di Provinsi Bali serta masuk dalam jajaran 10 besar nasional.

Untuk Kesejahteraan Sosial, menunjukkan peningkatan pada indikator Umur Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, serta Rata-rata Lama Sekolah. Dan untuk Rasio Gini serta Kemiskinan Tingkat kemiskinan secara persentase berada di angka 2,6% (salah satu yang terendah). Kendati demikian, intervensi tetap berfokus pada kedalaman dan keparahan kemiskinan mengingat jumlah penduduk Kota Denpasar yang relatif besar.

Baca Juga  Disaksikan Gubernur Bali, MDA Bali Tanda Tangani MoU dengan BPR Kanti

Guna mencegah masyarakat berpenghasilan rendah turun ke kategori miskin ekstrem, Pemkot Denpasar menekankan pentingnya menjaga masyarakat yang berada di ambang batas kemiskinan (Desil 5 dan Desil 6, memperhitungkan sekitar 18.000 warga rentan).

Lebih lanjut Arya Wibawa menjelaskan, untuk evaluasi berkala pelaksanaan program pendataan Kartu Keluarga (KK) Populasi dan Perlindungan Sosial (Perlinsos). Meskipun target agresif jangka pendek sebesar 60% belum sepenuhnya tercapai secara merata di seluruh wilayah, tren pertumbuhan populasi terdata mengalami peningkatkan signifikan sebesar 21% dalam sepekan terakhir.

Ditegaskan pula bahwa program layanan ini dipastikan berlanjut hingga batas akhir (cut-off) pemerintah pusat pada akhir Agustus. Pemerintah Pusat menetapkan ambang batas capaian minimal antara 40% hingga 60%. Wilayah yang belum mencapai batas minimal tersebut diwajibkan untuk terus menggenjot kinerja pendataan hingga batas waktu akhir Agustus.

Adapun kalkulasi target awal yang dirancang dalam rentang waktu 20 hari kerja. Target awal mencakup pengumpulan data hingga 111.000 KK, dengan target harian sebesar 5.000 KK atau rata-rata 1.250 KK per kecamatan. Dengan status realisasi saat ini berada di kisaran 35.000 KK dan terus bergerak naik dengan rata-rata input 2.000 – 3.600 KK per hari. Yang mana penetapan target tinggi di awal merupakan strategi psikologis untuk mendorong percepatan kerja di lapangan. Semakin panjang durasi pelaksanaan tanpa target ketat, potensi kelelahan (fatigue) pada petugas lapangan maupun masyarakat akan semakin tinggi.

Program di daerah mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat atas lompatan capaian data dalam satu minggu terakhir dengan kenaikan populasi terdata sebesar 21%.

“Dimana keunggulan utama daerah Denpasar terletak pada keberadaan Balai Banjar dan Balai Desa yang sangat efektif sebagai wadah kumpul masyarakat. Dibandingkan kota besar lain seperti Surabaya yang mengandalkan hingga 37.000 agen untuk melakukan penyisiran rumah ke rumah (canvassing/door-to-door), struktur adat dan kemasyarakatan di Denpasar memberikan efisiensi yang jauh lebih tinggi jika dimanfaatkan secara optimal,” papar Arya Wibawa.

Baca Juga  Perkuat Ekosistem Perbankan, BPR Kanti Inisiasi Jaringan BPR Nusantara

Guna mengejar target akumulatif minimal 60% (sekitar 90.000 KK terdata dari posisi 35.000 KK saat ini), rapat ini kemudian menyepakati penyesuaian operasional bagi para Perbekel, Lurah, dan Kepala Dusun/Kaling dalam Pembaruan Jadwal Turun Lapangan dengan seluruh jadwal aktivitas penjangkauan untuk 1 minggu ke depan diwajibkan telah terbarukan (updated). Monitoring Berkala Harian dengan Pemantauan data harian tetap dilakukan tiga kali sehari (Pukul 06.00 WITA, 18.00 WITA, dan 22.00 WITA) untuk memetakan banjar/wilayah yang mengalami penurunan aktivitas malam hari. Adapun Target Ambang Batas Harian dengan menetapkan batas minimal input harian sebesar 2.000 hingga 2.500 KK per hari untuk menjamin tercapainya target 60% sebelum cut-off akhir Agustus. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca