Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Family Gathering, Momentum Penyemangat Karyawan Berikan yang Terbaik kepada BPR Kanti

BALIILU Tayang

:

amitaba
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba saat menyemangati putra-putri karyawan BPR Kanti untuk menuntut ilmu sehingga kelak bisa menjadi penerus kepemimpinan BPR Kanti. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Setelah dua tahun tidak melaksanakan Family Gathering karena kondisi pandemi Covid-19, tahun 2022 ini BPR Kanti kembali menyelenggarakan Family Gathering BPR Kanti dengan mengajak suami – istri, ayah-ibu juga anak-anaknya serta para pemegang saham untuk kebersamaan keluarga besar BPR Kanti yang bertempat di Taman Desa Wisata Gerih Badung pada Minggu, 31 Juli 2022.

’Family gathering ini adalah kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh karyawan-karyawati BPR Kanti. Karena pada saat family gathering mereka mendapatkan tunjangan beasiswa berupa uang tunai kepada seluruh anak dari TK sampai perguruan tinggi yang nominalnya bermacam berdasarkan tingkatan pendidikan,’’ ujar Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba di sela-sela kegiatan beragam lomba.

Amitaba lanjut mengatakan family gathering adalah budaya BPR Kanti yang sudah berjalan cukup lama. Hal ini karena disadari eksistensi BPR Kanti tidak lepas dari doa keluarga kita yang di rumah. ‘’Oleh karena itu, sangat penting bagi kami bahwa kehadiran mereka di tempat ini adalah semacam momentum untuk memberikan semangat, sebagai sebuah support yang luar biasa sehingga karyawan-karyawati BPR Kanti bisa memberikan yang terbaik untuk BPR Kanti,’’ papar Amitaba.

amitaba
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba didampingi Ketua Panitia Family Gathering I Gede Agus Atmaja. (Foto: gs)

Hal ini dibuktikan, manakala pandemi Covid-19 meluluhlantakkan perekonomian Bali yang tergantung dari sektor pariwisata, BPR Kanti masih tetap kokoh berdiri. Arya Amitaba menyebut pandemi Covid memberikan suatu pelajaran yang sangat berharga bahwa dalam konteks apa pun kita tidak boleh menyerah. Di situlah menunjukkan tingkat kedewasaan, benar-benar diuji kompetensi kita sebagai bankir.

‘’Bersyukurlah dalam pandemi Covid, BPR Kanti masih tetap mendapat kepercayaan dari nasabah, juga  munculnya kepercayaan dari lembaga-lembaga, dari bank-bank umum yang mensupport likuiditas BPR Kanti sehingga dalam masa pandemi Covid pun kita tetap bergerak. Tidak hanya membiayai masyarakat UMKM secara langsung, namun kita memberikan bantuan modal kerja kepada lembaga keuangannya,’’ ungkapnya.

Baca Juga  Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022

Bantuan modal diberikan kepada koperasi dan BPR dan dalam kurun waktu 9 bulan terakhir, BPR Kanti sudah menyalurkan Rp 117 miliar. Tidak hanya menyalurkan kepada BPR ataupun koperasi yang ada di Bali, juga di Provinsi NTB baik koperasi, BPR juga UKM dan para pengusahanya.

Jika berbicara sektor pariwisata, Amitaba mengungkapkan saat ini masih dalam pemulihan. Oleh karena itu dari sisi lembaga keuangan harus memberikan dukungan. Caranya, BPR Kanti termasuk juga BPR lain dan bank-bank umum mesti duduk bersama dengan para pengusaha pariwisata. ‘’Ayo kita sama-sama bagaimana mensupport pariwisata yang menjadi ujung tombak dari Pemerintah Provinsi Bali,’’ ucapnya.

Amitaba menjelaskan, pandemi Covid yang menghantam ekonomi pariwisata sangat mempengaruhi dari sisi NPL-nya. Bahkan kondisi non performing loan (NPL) di Bali lebih tinggi dari nasional. Namun khusus BPR Kanti pada 2020 NPL BPR Kanti di angka 8%, tahun 2021 turun menjadi 4 persen dan saat ini NPL di BPR Kanti sudah di angka 2 persen.             

‘’Jadi bagaimana BPR Kanti menurunkan NPL dari 8 persen akhir tahun 2020 menjadi 4 persen di akhir tahun 2021 dan saat ini ada di angka 2 persen, tentu yang pertama NPL itu bisa diturunkan dengan bagaimana penyelesaian kredit,’’ ujarnya seraya bersyukur nasabah BPR Kanti tidak hanya berpegang teguh pada kebijakan dari pemerintah restrukturisasi, namun bersama-sama ikut menyelesaikan kredit bermasalah.

Selain menyelesaikan kredit bermasalah bisa ditekan, tentu bagaimana meningkatkan penyaluran kredit. Dari Juni 2021 sampai Juni 2022 BPR Kanti sudah sampai peningkatan kredit 47-48 persen. Dan saat ini modal inti BPR Kanti tertinggi di atas Rp 50 miliar. Jadi dari sisi permodalan seluruh kegiatan perbankan terutama di BPR sudah bisa kita lakukan terutama dalam transformasi digital.    

Baca Juga  HUT Ke-74 Koperasi, BPR Kanti Gelar Diklat MBG bagi SDM Koperasi Se-Bali dan Salurkan Dana Rp 74 Miliar
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba foto bersama putra-putri karwayan BPR Kanti. (Foto: gs)

Amitaba lanjut memprediksi BPR Kanti tahun ini bisa menyalurkan tambahan lagi Rp 200 miliar. Terlebih lagi BPR Kanti mendapat penganugerahan sebagai Bank Sahabat Koperasi saat puncak perayaan Hari Koperasi Nasional di Bali pada 14 Juli lalu yang diserahkan oleh Ketua Umum Dekopin Dr. Sri Utari, ini menjadi tantangan, bagaimana ke depan BPR Kanti harus fokus memberikan bantuan kepada koperasi. ‘’Tidak hanya bantuan modal kerja termasuk di dalamnya liquidity mismatch kita akan bantu, terus kita buatkan produk bersama berikut juga kita akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada SDM-SDM Koperasi maupun BPR. Ini dalam konteks, kita melaksanakan fungsi apex bank, bank pengayom bagi lembaga keuangan,’’ pungkasnya.

Ketua Panitia Family Gathering I Gede Agus Atmaja menambahkan, acara ini melibatkan keluarga besar BPR Kanti yakni seluruh karyawan bersama orangtua dan putra-putrinya serta para pemegang saham. Acara diisi perlombaan, baik dari level TK, SD, SMP, SMA bahkan sampai mahasiswa. Melibatkan 200 lebih peserta, acara ditutup penyerahan hadiah dan membagikan beasiswa yang diserahkan Direktur Utama BPR Kanti Arya Amitaba. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022

BPR Kanti is Back, Kembali Berikan yang Terbaik Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali

Published

on

By

bpr
Wakil Gubernur Bali Cok Ace menyerahkan undian utama Kijang Innova yang diperoleh nasabah atas nama Made Dwi Junihariningsih dari Banjar Panti Desa Kediri Tabanan yang telah ikut menabung di BPR Sutra. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Di tengah keterpurukan Bali yang notabene tergantung dari sektor pariwisata, BPR Kanti ingin membuktikan bahwa pasca-pandemi Covid-19, BPR Kanti kembali memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

‘’Dalam kondisi terpuruk pun ketika kita selalu berupaya yang terbaik maka tentu kinerja kita bisa kita berikan yang terbaik,’’ ujar Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba selepas acara Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022 sekaligus undian Tabungan Arisanku Bersama BPR Bali yang dilaksanakan di Hongkong Restaurant Denpasar, Senin malam (15/8/2022).

Kegiatan yang mengangkat tema ‘’BPR Kanti is Back’’ menghadirkan Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ida Rsi Putra Manuaba, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Giri Tribroto, Perwakilan dari Bank Indonesia Provinsi Bali, Bandesa Agung MDA Bali, para nasabah, para kreditor, para stakeholder lainnya serta keluarga besar BPR Kanti.

Amitaba menjelaskan, Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022, yang mengangkat tema ‘’BPR Kanti is Back’’, kembalinya BPR Kanti, karena ini mengindikasikan kepada lembaga keuangan yang lain bahwa pasca-pandemi kita harus kembali berkarya. ‘’Kami mengundang para stakeholder BPR Kanti dari pemerintah, regulator, para kreditor, bank pemberi linkage, tokoh-tokoh masyarakat semuanya kita undang ingin menyampaikan bahwa di tengah keterpurukan Bali yang notabene tergantung pada sektor pariwisata kami ingin membuktikan bahwa pasca-pandemi Covid kita harus kembali, memberikan yang terbaik kepada masyarakat untuk mendorong pertumbuhan perekonomian Bali,’’ ujar Amitaba.

bpr
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba. (Foto: gs)

Amitaba mengenang BPR Kanti di masa-masa pandemi Covid dan tentu juga dialami oleh lembaga keuangan lain yang pernah mengalami pada posisi terendah. Likuiditas sangat rendah dan pada saat itu penyaluran kredit BPR Kanti sedang tinggi-tingginya yaitu lebih dari 90%.

Baca Juga  BPR Kanti Salurkan Kredit di Tengah Krisis, Gerakkan UMKM

Namun di saat endemi Covid-19 ini, kinerja BPR Kanti dalam year to year di semester kedua Juni 2022, dimana pertumbuhan kredit hampir 47,78 persen, aset tumbuh lebih dari 52 persen dan perhimpunan dana pihak ketiga sekitar 30 persen serta dengan NPL terjaga di 2 persen. ‘’Ini satu pencapaian yang sangat luar biasa. Pencapaian saat normal pun BPR Kanti belum pernah memiliki kinerja seperti ini,’’ ungkapnya.

Amitaba membeberkan, pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi BPR Kanti dimana CR sempat di titik nadir 2 %, pendapatan seret karena restrukturisasi. ‘’Akhir 2020 kami keluar dari ketakutan. BPR Kanti merambah keluar dari bisnis intinya yang dulu hanya melayani UMKM sekarang ikut membantu melayani lembaga keuangan, BPR maupun koperasi melalui beberapa produk yang merupakan penjabaran dari pelaksanaan fungsi apex bank,’’ papar Amitaba.

Berfungsi sebagai apex bank, kata Amitaba, BPR Kanti ke depan fokus pada bagaimana dapat berbagi, membantu dan melayani masyarakat. BPR Kanti bisa berbagi ilmu pengetahuan dengan menyiapkan sarana pusdiklat, demikian juga membantu BPR, Koperasi baik dalam penyiapan modal kerja, sehingga bisa fokus pada core bisnis BPR, fokus memberikan kredit kepada rakyat, serta BPR Kanti siap melayani baik secara institusi, kelembagaan maupun perseorangan.

Saat ini asset BPR Kanti telah mencapai lebih dari 500 miliar dan dalam dua tahun terakhir diharapkan mencapai 1 triliun. Namun, Amitaba menegaskan bukan pertumbuhaan asset yang menjadi fokus BPR Kanti. Tetapi, ketika assetnya besar artinya dapat melayani lebih banyak kepada masyarakat.

Undian Arisanku Bersama BPR Bali. (Foto: gs)

Oleh karena itu, dalam rangka bisa berkiprah lebih banyak, BPR Kanti telah melakukan ekspansi usaha dengan melakukan sindikasi dengan BPR ke Provinsi NTB di antaranya dengan BPR Tresna Niaga NTB yang sudah menggelontorkan kredit Rp 6,5 miliar. Ke depan, BPR Kanti akan membuka cabang di Provinsi NTB dan juga di provinsi lainnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Sebut Transaksi Digital Bukan Semata untuk Pengusaha Besar

Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022 ditutup undian Arisanku Bersama BPR Bali dengan berbagai macam hadiah dari puluhan unit TV Led, sepeda motor PCX, mobil listrik dan hadiah utama satu unit Kijang Innova. Undian yang disaksikan Dinas Sosial Provinsi Bali, Wakil dari Polda Bali, Kejati, Notaris, dimana pengambilan bola dilaksanakan oleh Wakil Gubernur Bali, Perwakilan BI Bali, Kepala OJK, dan Bandesa Agung MDA Bali. Undian utama Kijang Innova diperoleh nasabah atas nama Made Dwi Junihariningsih dari Banjar Panti Desa Kediri Tabanan yang telah ikut menabung di BPR Sutra. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Gubernur Bali dan Ketua OJK Bentuk Tim Akselerasi Pemulihan Ekonomi Bali

Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Bali secara Komprehensif

Published

on

By

ojk
Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar di ruang Rapat di Jayasabha, Kamis (11/8/2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar di ruang Rapat di Jayasabha, yang dihadiri secara daring Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angle Tanoesoedibyo, Sekretaris Eksekutif Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Raden Pardede, dan Staff Ahli Menteri Keuangan, pada Kamis (Wraspati Wage, Medangkungan), 11 Agustus 2022.

Dalam rapat tersebut, hadir Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, Ketua BTB, IB Agung Parta Adnyana, Ketua Kadin Bali, I Made Ariandi, Ketua Himpi Bali, Agus Pande, dan Pengurus PHRI Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster, menyampaikan perkembangan ekonomi Bali yang sudah tumbuh, namun memerlukan percepatan agar dapat kembali seperti sebelum pandemi Covid-19. Ketua OJK sependapat dan tidak perlu diperdebatkan kembali bahwa Bali masih belum kembali pulih, yang utama segera merumuskan langkah kongkrit dan komprehensif agar Ekonomi Bali bisa cepat kembali pulih pasca-pendemi Covid-19.

Untuk merumuskan langkah-langkah tersebut, Ketua OJK mengusulkan membentuk Tim Akselerasi Pemulihan Ekonomi Bali, yang terdiri dari lintas Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi Bali, dan swasta. Mengingat dukungan yang diperlukan harus bersifat komprehensif, maka diperlukan pula dukungan dari unsur dunia usaha dan unsur lainnya dari Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait lainnya.

Ekonomi Bali memerlukan perhatian khusus, mengingat struktur ekonomi yang didominasi oleh sektor pariwisata menyebabkan pemulihannya sangat tergantung dengan kedatangan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Oleh karena itu, Bali memerlukan kebijakan khusus (spatial policy).

Baca Juga  Kuatkan dan Sinergikan Lembaga Keuangan Daerah, BPR Kanti Gelar Seminar Regional

Terkait kebijakan khusus tersebut, Gubernur Wayan Koster mengusulkan perpanjangan program restrukturisasi kredit yang diatur dalam Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2021 yang akan berakhir 31 Maret 2023, diperpanjang menjadi 30 Maret 2025. Ketua OJK akan membawa usulan tersebut dalam Rapat Dewan Komisioner OJK terkait dengan perpanjangan program restrukturisasi kredit di atas.

Ketua OJK menyampaikan pula bahwa perpanjangan program resturkturisasi kredit saja tidak cukup, para pengusaha sektor pariwisata dan sektor pendukung pariwisata memerlukan modal kerja untuk memulai usahanya yang sudah 2 tahun tidak dioperasikan. Kebutuhan modal kerja tersebut antara lain untuk merenovasi aset-aset yang mengalami kerusakan dan melatih tenaga kerja yang baru atau yang sebelumnya untuk bekerja kembali dan dapat memberikan pelayanan baik seperti sebelum pandemi Covid-19.

Dalam rapat tersebut, Ketua OJK juga menyampaikan bahwa telah ada kebijakan penjaminan Korporasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 27 Tahun 2022 dan penjaminan kredit UMKM melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2022 yang belum berjalan dengan baik di Bali. Oleh karen itu, Ketua OJK akan membahas bersama KC-PEN, untuk membantu dan memfasilitasi pelaksanaannya di Bali, terutama korporasi sektor pariwisata dan UMKM, pendukung pariwisata, memperoleh modal kerjanya.

Dengan kondisi perekonomian Bali yang diwarnai sektor pariwisata yang sangat tertekan, dalam jangka pendek kondisi Bali jelas memerlukan penanganan khusus. Sementara itu, dalam jangka panjang, perekonomian Bali tidak akan dapat berkelanjutan, jika terus bertumpu pada dominasi sektor pariwisata. Oleh karena itu, diperlukan proses transformasi ekonomi Bali. Langkah jangka pendek dan jangka panjang transformasi perekonomian Bali akan dirumuskan oleh Tim Akselerasi Pemulihan Ekonomi Bali, yang didalamnya juga terdapat tim Pemulihan Ekonomi Nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei Penjualan Eceran Juli 2022, Diperkirakan Terus Tumbuh

Published

on

By

trisno
Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan ritel Bali pada Juli 2022 diperkirakan meningkat secara bulanan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang tercatat sebesar 94,0 atau meningkat 0,42% (mtm) dibandingkan IPR bulan sebelumnya yang sebesar 93,6. Pertumbuhan positif ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata di Bali selama periode high season, meskipun terdapat risiko peningkatan laju inflasi terutama untuk komoditas volatile food.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa perkiraan kenaikan kinerja penjualan ritel di Bali bulan Juli 2022 bersumber dari penjualan kelompok barang Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Makanan, Minuman dan Tembakau yang masing-masing sebesar 9,9% dan 0,7% (mtm). Sementara itu, kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Barang Budaya dan Rekreasi mengalami kontraksi masing-masing sebesar 1,1% dan 0,9% (mtm).

Kinerja positif penjualan eceran pada Juli 2022 tersebut lebih baik dibandingkan kondisi nasional yang diperkirakan mengalami kontraksi. Indeks Penjualan Riil (IPR) nasional tercatat sebesar 0,81% (mtm). Penurunan IPR nasional disebabkan kontraksi penjualan eceran pada Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Suku Cadang dan Aksesori yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,7% (mtm) dan 2,0% (mtm). (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Baca Juga  Tetap Optimis di Tengah Pandemi, BPR Kanti Gelar Diklat SDM BPR Se-Bali melalui Micro Business Game
Lanjutkan Membaca