Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Dukung Pengendalian Inflasi, BI Bali Gencarkan Pembayaran Digital Berbasis QRIS

BALIILU Tayang

:

bi bali
Digitalisasi pembayaran dan program SlAP QRIS yang dihadiri Walikota Denpasar, Kepala Perwakilan BI Bali, Ketua DPRD Denpasar, Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Direktur Utama PT. BPD Bali. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Bank Indonesia Provinsi Bali bersama-sama dengan Pemerintah Kota Denpasar dan industri perbankan terus mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di seluruh sektor termasuk pasar tradisional.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Perusahaan Daerah Pasar Sewakadarma Kota Denpasar bertempat di Plaza Pasar Badung, telah diadakan kegiatan digitalisasi pembayaran dan program SlAP (Sehat, Inovatif, Aman, Pakai) QRIS di pasar tradisional bertajuk “Bali Bangkit Melalui Belanja Digital” pada Senin (1/8/2022).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Walikota Denpasar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Ketua DPRD Kota Denpasar, Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Direktur Utama PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan perwakilan pengelola/pedagang pasar tersebut menandai secara resmi implementasi digitalisasi pembayaran berbasis QRIS di 16 (enam belas) pasar tradisional kelolaan Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar.

Pasar tradisional, sebagai jantung kegiatan ekonomi masyarakat, menjadi salah satu prioritas perluasan digitalisasi karena urgensi opsi pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan handal seperti QRIS yang meningkat seiring dengan relaksasi pembatasan mobilitas orang.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menyampaikan bahwa meningkatnya aktivitas transaksi jual beli di pasar tentu akan meningkatkan produktivitas sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, di sisi lain kelancaran ketersediaan stok dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional juga perlu dijaga agar tercipta kestabilan harga, sehingga masyarakat tetap dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Pada bulan Juni 2022, tekanan inflasi Bali tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional. Beberapa penyumbang inflasi tertinggi adalah komoditas pokok kebutuhan sehari-hari antara lain aneka cabai, bawang merah dan tomat. ‘’Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan dalam pengendalian inflasi di Provinsi Bali sekaligus untuk mendorong perluasan penggunaan QRIS di masyarakat, Bank Indonesia juga telah menyiapkan 3.000 buah ‘Paket Cabai dan Bawang’ hanya dengan harga Rp 5.000, bagi yang berbelanja menggunakan QRIS di 10 pasar tradisional di bawah Perumda Pasar Sewakardarma,’’ ujar Trisno Nugroho.

Baca Juga  BI Bali Berkomitmen Dorong Akselerasi ‘’Digital Payment’’ di Bali

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, pada kesempatan tersebut melakukan experience bertransaksi langsung dengan QRIS. Apresiasi disampaikan kepada Bank Indonesia Provinsi Bali dan BPD Bali serta Pasar Sewakadarma dalam penerapan digitalisasi ini yang diharapkan akan terus diperluas ke berbagai pasar maupun pusat perbelanjaan lainnya untuk semakin meningkatkan penggunaan QRIS sebagai solusi pembayaran guna mempercepat pemulihan ekonomi Bali dan nasional. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022

BPR Kanti is Back, Kembali Berikan yang Terbaik Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali

Published

on

By

bpr
Wakil Gubernur Bali Cok Ace menyerahkan undian utama Kijang Innova yang diperoleh nasabah atas nama Made Dwi Junihariningsih dari Banjar Panti Desa Kediri Tabanan yang telah ikut menabung di BPR Sutra. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Di tengah keterpurukan Bali yang notabene tergantung dari sektor pariwisata, BPR Kanti ingin membuktikan bahwa pasca-pandemi Covid-19, BPR Kanti kembali memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

‘’Dalam kondisi terpuruk pun ketika kita selalu berupaya yang terbaik maka tentu kinerja kita bisa kita berikan yang terbaik,’’ ujar Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba selepas acara Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022 sekaligus undian Tabungan Arisanku Bersama BPR Bali yang dilaksanakan di Hongkong Restaurant Denpasar, Senin malam (15/8/2022).

Kegiatan yang mengangkat tema ‘’BPR Kanti is Back’’ menghadirkan Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ida Rsi Putra Manuaba, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Giri Tribroto, Perwakilan dari Bank Indonesia Provinsi Bali, Bandesa Agung MDA Bali, para nasabah, para kreditor, para stakeholder lainnya serta keluarga besar BPR Kanti.

Amitaba menjelaskan, Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022, yang mengangkat tema ‘’BPR Kanti is Back’’, kembalinya BPR Kanti, karena ini mengindikasikan kepada lembaga keuangan yang lain bahwa pasca-pandemi kita harus kembali berkarya. ‘’Kami mengundang para stakeholder BPR Kanti dari pemerintah, regulator, para kreditor, bank pemberi linkage, tokoh-tokoh masyarakat semuanya kita undang ingin menyampaikan bahwa di tengah keterpurukan Bali yang notabene tergantung pada sektor pariwisata kami ingin membuktikan bahwa pasca-pandemi Covid kita harus kembali, memberikan yang terbaik kepada masyarakat untuk mendorong pertumbuhan perekonomian Bali,’’ ujar Amitaba.

bpr
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba. (Foto: gs)

Amitaba mengenang BPR Kanti di masa-masa pandemi Covid dan tentu juga dialami oleh lembaga keuangan lain yang pernah mengalami pada posisi terendah. Likuiditas sangat rendah dan pada saat itu penyaluran kredit BPR Kanti sedang tinggi-tingginya yaitu lebih dari 90%.

Baca Juga  BI Bali Berkomitmen Dorong Akselerasi ‘’Digital Payment’’ di Bali

Namun di saat endemi Covid-19 ini, kinerja BPR Kanti dalam year to year di semester kedua Juni 2022, dimana pertumbuhan kredit hampir 47,78 persen, aset tumbuh lebih dari 52 persen dan perhimpunan dana pihak ketiga sekitar 30 persen serta dengan NPL terjaga di 2 persen. ‘’Ini satu pencapaian yang sangat luar biasa. Pencapaian saat normal pun BPR Kanti belum pernah memiliki kinerja seperti ini,’’ ungkapnya.

Amitaba membeberkan, pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi BPR Kanti dimana CR sempat di titik nadir 2 %, pendapatan seret karena restrukturisasi. ‘’Akhir 2020 kami keluar dari ketakutan. BPR Kanti merambah keluar dari bisnis intinya yang dulu hanya melayani UMKM sekarang ikut membantu melayani lembaga keuangan, BPR maupun koperasi melalui beberapa produk yang merupakan penjabaran dari pelaksanaan fungsi apex bank,’’ papar Amitaba.

Berfungsi sebagai apex bank, kata Amitaba, BPR Kanti ke depan fokus pada bagaimana dapat berbagi, membantu dan melayani masyarakat. BPR Kanti bisa berbagi ilmu pengetahuan dengan menyiapkan sarana pusdiklat, demikian juga membantu BPR, Koperasi baik dalam penyiapan modal kerja, sehingga bisa fokus pada core bisnis BPR, fokus memberikan kredit kepada rakyat, serta BPR Kanti siap melayani baik secara institusi, kelembagaan maupun perseorangan.

Saat ini asset BPR Kanti telah mencapai lebih dari 500 miliar dan dalam dua tahun terakhir diharapkan mencapai 1 triliun. Namun, Amitaba menegaskan bukan pertumbuhaan asset yang menjadi fokus BPR Kanti. Tetapi, ketika assetnya besar artinya dapat melayani lebih banyak kepada masyarakat.

Undian Arisanku Bersama BPR Bali. (Foto: gs)

Oleh karena itu, dalam rangka bisa berkiprah lebih banyak, BPR Kanti telah melakukan ekspansi usaha dengan melakukan sindikasi dengan BPR ke Provinsi NTB di antaranya dengan BPR Tresna Niaga NTB yang sudah menggelontorkan kredit Rp 6,5 miliar. Ke depan, BPR Kanti akan membuka cabang di Provinsi NTB dan juga di provinsi lainnya.

Baca Juga  Kinerja Penjualan Eceran di Bali Diperkirakan Meningkat

Stakeholder Gathering BPR Kanti 2022 ditutup undian Arisanku Bersama BPR Bali dengan berbagai macam hadiah dari puluhan unit TV Led, sepeda motor PCX, mobil listrik dan hadiah utama satu unit Kijang Innova. Undian yang disaksikan Dinas Sosial Provinsi Bali, Wakil dari Polda Bali, Kejati, Notaris, dimana pengambilan bola dilaksanakan oleh Wakil Gubernur Bali, Perwakilan BI Bali, Kepala OJK, dan Bandesa Agung MDA Bali. Undian utama Kijang Innova diperoleh nasabah atas nama Made Dwi Junihariningsih dari Banjar Panti Desa Kediri Tabanan yang telah ikut menabung di BPR Sutra. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Gubernur Bali dan Ketua OJK Bentuk Tim Akselerasi Pemulihan Ekonomi Bali

Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Bali secara Komprehensif

Published

on

By

ojk
Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar di ruang Rapat di Jayasabha, Kamis (11/8/2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar di ruang Rapat di Jayasabha, yang dihadiri secara daring Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angle Tanoesoedibyo, Sekretaris Eksekutif Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Raden Pardede, dan Staff Ahli Menteri Keuangan, pada Kamis (Wraspati Wage, Medangkungan), 11 Agustus 2022.

Dalam rapat tersebut, hadir Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, Ketua BTB, IB Agung Parta Adnyana, Ketua Kadin Bali, I Made Ariandi, Ketua Himpi Bali, Agus Pande, dan Pengurus PHRI Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster, menyampaikan perkembangan ekonomi Bali yang sudah tumbuh, namun memerlukan percepatan agar dapat kembali seperti sebelum pandemi Covid-19. Ketua OJK sependapat dan tidak perlu diperdebatkan kembali bahwa Bali masih belum kembali pulih, yang utama segera merumuskan langkah kongkrit dan komprehensif agar Ekonomi Bali bisa cepat kembali pulih pasca-pendemi Covid-19.

Untuk merumuskan langkah-langkah tersebut, Ketua OJK mengusulkan membentuk Tim Akselerasi Pemulihan Ekonomi Bali, yang terdiri dari lintas Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi Bali, dan swasta. Mengingat dukungan yang diperlukan harus bersifat komprehensif, maka diperlukan pula dukungan dari unsur dunia usaha dan unsur lainnya dari Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait lainnya.

Ekonomi Bali memerlukan perhatian khusus, mengingat struktur ekonomi yang didominasi oleh sektor pariwisata menyebabkan pemulihannya sangat tergantung dengan kedatangan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Oleh karena itu, Bali memerlukan kebijakan khusus (spatial policy).

Baca Juga  Tingkatkan Kapasitas Ekonomi UMKM, BI Bali Serahkan Bantuan PSBI

Terkait kebijakan khusus tersebut, Gubernur Wayan Koster mengusulkan perpanjangan program restrukturisasi kredit yang diatur dalam Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2021 yang akan berakhir 31 Maret 2023, diperpanjang menjadi 30 Maret 2025. Ketua OJK akan membawa usulan tersebut dalam Rapat Dewan Komisioner OJK terkait dengan perpanjangan program restrukturisasi kredit di atas.

Ketua OJK menyampaikan pula bahwa perpanjangan program resturkturisasi kredit saja tidak cukup, para pengusaha sektor pariwisata dan sektor pendukung pariwisata memerlukan modal kerja untuk memulai usahanya yang sudah 2 tahun tidak dioperasikan. Kebutuhan modal kerja tersebut antara lain untuk merenovasi aset-aset yang mengalami kerusakan dan melatih tenaga kerja yang baru atau yang sebelumnya untuk bekerja kembali dan dapat memberikan pelayanan baik seperti sebelum pandemi Covid-19.

Dalam rapat tersebut, Ketua OJK juga menyampaikan bahwa telah ada kebijakan penjaminan Korporasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 27 Tahun 2022 dan penjaminan kredit UMKM melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2022 yang belum berjalan dengan baik di Bali. Oleh karen itu, Ketua OJK akan membahas bersama KC-PEN, untuk membantu dan memfasilitasi pelaksanaannya di Bali, terutama korporasi sektor pariwisata dan UMKM, pendukung pariwisata, memperoleh modal kerjanya.

Dengan kondisi perekonomian Bali yang diwarnai sektor pariwisata yang sangat tertekan, dalam jangka pendek kondisi Bali jelas memerlukan penanganan khusus. Sementara itu, dalam jangka panjang, perekonomian Bali tidak akan dapat berkelanjutan, jika terus bertumpu pada dominasi sektor pariwisata. Oleh karena itu, diperlukan proses transformasi ekonomi Bali. Langkah jangka pendek dan jangka panjang transformasi perekonomian Bali akan dirumuskan oleh Tim Akselerasi Pemulihan Ekonomi Bali, yang didalamnya juga terdapat tim Pemulihan Ekonomi Nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Kinerja Penjualan Eceran di Bali Diperkirakan Meningkat

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei Penjualan Eceran Juli 2022, Diperkirakan Terus Tumbuh

Published

on

By

trisno
Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan ritel Bali pada Juli 2022 diperkirakan meningkat secara bulanan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang tercatat sebesar 94,0 atau meningkat 0,42% (mtm) dibandingkan IPR bulan sebelumnya yang sebesar 93,6. Pertumbuhan positif ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata di Bali selama periode high season, meskipun terdapat risiko peningkatan laju inflasi terutama untuk komoditas volatile food.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa perkiraan kenaikan kinerja penjualan ritel di Bali bulan Juli 2022 bersumber dari penjualan kelompok barang Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Makanan, Minuman dan Tembakau yang masing-masing sebesar 9,9% dan 0,7% (mtm). Sementara itu, kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Barang Budaya dan Rekreasi mengalami kontraksi masing-masing sebesar 1,1% dan 0,9% (mtm).

Kinerja positif penjualan eceran pada Juli 2022 tersebut lebih baik dibandingkan kondisi nasional yang diperkirakan mengalami kontraksi. Indeks Penjualan Riil (IPR) nasional tercatat sebesar 0,81% (mtm). Penurunan IPR nasional disebabkan kontraksi penjualan eceran pada Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Suku Cadang dan Aksesori yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,7% (mtm) dan 2,0% (mtm). (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Baca Juga  Setelah 8 Tahun, Porsebank Bali 2022 Kembali Dibuka
Lanjutkan Membaca