Connect with us

SENI

Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II #BaliArtsVirtual Dibuka 31 Oktober 2020

BALIILU Tayang

:

Gubernur Bali Wayan Koster saat melihat karya-karya lukis pameran Bali Megarupa yang merupakan rangkaian dari Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II 2020, bertempat di Museum ARMA, Ubud, Gianyar, Rabu (28/10).

Gianyar, baliilu.com – Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II Tahun 2020 kembali digelar, menampilkan 45 sanggar/komunitas/ yayasan seni se-Bali melibatkan 1.000 seniman dan pekerja seni. Isian FSBJ II meliputi: Pawimba (Lomba); Adilango (Pergelaran); Megarupa (Pameran); Timbang Rasa (serasehan); Beranda Pustaka (Bursa Buku); dan Penghargaan Bali Jani Nugraha. Adapun pembukaan digelar pada Tanggal 31 Oktober 2020 melalui daring.

Agenda yang berlangsung sepanjang 31 Oktober 2020 hingga 7 November 2020 ini akan disajikan secara virtual di kanal youtube Disbud Prov. Bali. Festival kali ini mengusung tagar utama #BaliArtsVirtual, di mana seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui media virtual, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai bagian dari ketentuan pelaksanaan.

Perhelatan FSBJ II 2020 ini terbilang istimewa, bukan hanya karena diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19, namun juga sebagai konsistensi jawaban atas pemberlakuan Perda Nomor 4 tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali yang diundangkan 9 Juli 2020, serta sejalan dengan visi Pembangunan Provinsi Bali 2018-2023: Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

Gubernur Bali Wayan Koster melalui penetapan regulasi dan penataan program yang terpadu dan berkelanjutan, berkomitmen menjadikan Festival Seni Bali Jani sebagai wahana apresiasi sekaligus upaya membangun ekosistem pemajuan seni modern, kontemporer dan karya-karya inovatif lainnya.

Sejumlah nama penting dan mumpuni hadir sebagai Narasumber Timbang Rasa (Sarasehan) dan Timbang Buku, di antaranya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Hilmar Farid, jurnalis senior Seno Joko Suyono, Sha Ine Febriyanti, Dr. Tommy Awuy dan lain-lain. Sarasehan juga mengetengahkan topik perihal tata kelola pameran seni virtual, bersama narasumber Dr. Djuli Djati Prambudi dan Drs. Pustanto.

Baca Juga  Cegah dan Tanggulangi Covid-19, Badung Gencarkan Edukasi Prokes dan Penyemprotan Disinfektan

Kurator FSBJ II ini, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, mengungkapkan bahwa festival kali ini mengusung tajuk utama “Candika Jiwa: Puitika Atma Kerthi”. Ini bermakna semesta kreativitas terkini dalam “mencandikan” jiwa, spirit, taksu, atau ide-ide cemerlang. Kegiatan apresiasi budaya yang digelar pertama kali tahun 2019 ini berfokus pada ragam kesenian modern, kontemporer dan kesenian yang bersifat inovatif.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof. Dr. I Wayan “Kun’ Adnyana, format seni virtual ini diharapkan dapat menjangkau seluas-luasnya kemungkinan kreatif, elaborasi dan eksplorasi terkait estetik, stilistik, teknik artistik dan tematik berikut olah wahana atau media (penggunaan berbagai piranti media baru/digital dalam proses dan penyajian).

Format penyelenggaraan festival secara virtual ini, ditegaskan Kun Adnyana, merupakan sebentuk transformasi sosial bagi masyarakat Bali. Ada proses alih pengetahuan dan keterampilan yang terjadi serentak di Bali, yakni terkait proses persiapan dan produksi suatu pementasan karya seni komunal secara daring, termasuk bagaimana cara publik menikmati serta menghikmati sajian tersebut.

“Ini bukan semata festival kesenian, melainkan juga sebuah upaya bersama menjaga optimisme masyarakat di tengah rundungan berita tentang Covid-19. Melalui program seni yang berkesinambungan secara terencana, terkelola, dan terlaksana dengan baik, diharapkan menumbuhkan solidaritas masyarakat agar peduli pada sesama. Sigap tanggap dalam menghadapi kesulitan dan problematik sosial. Seni bukan hanya menghadirkan keindahan, melainkan juga seruan kesadaran, ” ujar Kun.

Di samping itu, kehadiran festival ini dapat menjadi pelebur sekat-sekat antar-bidang seni melalui interaksi, dialog, kerja sama dan kolaborasi melalui seni alih media, multimedia maupun transmedia yang bersifat lintas batas, sekaligus kontekstual dengan dinamika kekinian.

Terdapat 8 ragam Pawimba (Lomba) yang dihadirkan pada festival kali ini, yakni Video TikTok Bali Jani (tingkat umum); Musikalisasi Puisi (tingkat umum); Teater Modern (tingkat SMA/SMK); Seni Lukis (tingkat SMP/SLB); Naskah Drama (tingkat umum); Vlog Kuliner Bali Jani (tingkat umum); Artikel Jurnalistik (tingkat umum); dan Karya Cipta Fotografi (tingkat umum).

Baca Juga  Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra Mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda

Pada pembukaan festival melalui kanal daring Youtube Disbud Prov., Bali akan ditampilkan Adilango (Pergelaran) Seni Kolosal bertajuk “Malaikat Pencubit Jiwa”, berupa operet sajian Sanggar Kini Berseri berkolaborasi dengan komunitas seni SMA/SMK. Penutupan FSBJ II disemarakan “Alun Bali Bangkit”, kolaborasi musik “Sanggar Rareangon Sejati” dengan Lolot Band, The Hydrant, Meiska Adinda, Blackstarboys, Avara, Percussion Intrument, dan lain-lain.

Sejumlah komunitas seni terpilih akan turut mempresentasikan karya mereka di antaranya Teater Kalangan, Sanggar Seni Gumiart, Gus Teja World Music, Sanggar Silurbarong, Teater Mini, Komunitas Mahima, Seniman Klungkung Berani (Sekuni), Teater Mandiri, Yayasan Symphony Kasih, Kampung Seni Banyuning, Sanggar Surya Nada Mandala, Komunitas Budaya PRAMUSTI Bali, Sanggar Seni Gita Lestari, Komunitas Seni Musik Candrametu, Bali Experimental Teater (BET), Yayasan Pendidikan Dria Raba (Yapendra), Sanggar Seni Guntur Madu ‘Neo Nolin’, Teater Jineng, dan Komunitas Seni Gede Yudi Production.

Sementara itu khusus Pameran Bali Megarupa serangkaian FSBJ II, dilangsungkan di Agung Rai Museum of Arts (ARMA), Ubud, Bali, sedari 28 Oktober-10 November 2020. Tidak kurang dari 45 perupa dan 1 komunitas mural menampilkan karya berupa mural, video art, seni lukis, serta patung dan karya tiga dimensi lainnya. Pembukaan akan dimaknai Performing Art Candika Jiwa: Melampaui Warna dan Rupa dibawakan Yayasan Bumi Bajra Sandhi dengan sutradara sekaligus koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani. Penutupan pada Selasa, 10 November 2020 dimaknai dengan Web Seminar, Candika Jiwa: Melampaui Medium, Ruang dan Waktu. (gs)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SENI

Lomba Nyanyi Lagu Bali Meriahkan Gema Tridatu

Published

on

By

Lomba Nyanyi Lagu Bali Meriahkan Gema Tridatu, Sabtu (28/11)

Denpasar, baliilu.com – Masa Pandemi Covid yang cukup lama ditambah dengan sistem pembelajaran daring membuat anak-anak mengalami kejenuhan. Untuk mengisi waktu dan mengurangi kejenuhan mereka, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menggelar lomba Nyanyi Lagu Bali Bebas serangkaian kegiatan Gema Tridatu (Gelar Bersama Industri dan Perdagangan Bermutu) di areal basement Matahari Denpasar, Sabtu (28/11).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari mengatakan, kegiatan Gema Tridatu merupakan kegiatan dalam upaya pemulihan ekonomi bagi IKM/UKM. Untuk memeriahkan maka dalam kegiatan itu juga dilaksanakan lomba nyanyi lagu Bali untuk anak-anak. Kegiatan ini sekaligus mencari bakat serta menyalurkan bakat bernyanyi bagi anak-anak Kota Denpasar.

Dalam lomba ini ada tiga kategori A dari anak TK – Kls 3 SD, Kategori B Kls 4-6 SD dan Kategori C Kls 1 -3 SMP. Lomba ini dinilai dewan juri yang profesional di bidang tarik suara yakni, Ayu Tya, Ayu Sada dan Gusaka. “Dalam lomba ini masing masing kategori memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan 1 sampai 3 serta piala Dekranasda Kota Denpasar,” ungkap Sri Utari.

Lebih lanjut Sri Utari menegaskan dalam kegiatan ini mengutamakan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu harus dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Dengan digelar pameran Gema Tridatu, Sri Utari berharap IKM/UKM dapat mempromosikan produk dan menambah omzet mereka saat musim pandemi ini. Yang paling utama Sri Utari berharap dalam promosi agar lebih mengutamakan mengggunakan informasi digital karena dapat menjangkau lebih luas. (eka)

Baca Juga  Cegah dan Tanggulangi Covid-19, Badung Gencarkan Edukasi Prokes dan Penyemprotan Disinfektan
Lanjutkan Membaca

SENI

Rai Mantra Dukung Bagus Cahya Ikuti Ajang Pencarian Bakat

Published

on

By

de
Made Bagus Cahya Wibawa bersama ibunya Ni Ketut Dewi Ratih bertatap muka dan pamitan dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Graha Sewaka Dharma Lumintang.

Denpasar, baliilu.com – Putra terbaik Bali kembali lolos dalam ajang pencarian bakat yang dilaksanakan salah satu stasiun TV Nasional di Indonesia. I Made Bagus Cahya Wibawa berhasil lolos dari babak audisi dan akan mengikuti karantina untuk tampil di Jakarta. Pada Jumat (27/11) I Made Bagus Cahya Wibawa hadir bersama ibunya yakni Ni Ketut Dewi Ratih bertatap muka dan pamitan dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Graha Sewaka Dharma Lumintang.

Walikota Rai Mantra yang didampingi Kabag Humas dan Protokol I Dewa Gede Rai secara langsung memberikan dukungan dan semangat kepada Made Bagus Cahya Wibawa untuk dapat sukses dalam kompetisi di ajang pencarian bakat. Pengalaman-pengalaman putra-putri Bali harus terus diasah dalam berbagai bidang. Terlebih saat ini melalui ajang pencarian bakat yang dapat dijadikan sebagai pengalaman berharga dalam usia muda.

Walikota Rai Mantra juga berpesan untuk selalu menjaga kesehatan, terlebih saat ini di masa pandemi Covid-19 yang dapat terus menjaga kondisi kesehatan. Di samping itu dapat terus mengasah kemampuan diri dengan berkomunikasi bersama para muda-mudi Bali dan Denpasar yang pernah lolos dan masuk dalam ajang pencarian bakat sebelumnya. “Saya sangat mendukung di setiap kemampuan dan capaian positif putra putri Bali dan Denpasar khususnya. Semoga Bagus Cahya dapat lolos hingga babak final nantinya,” ujar Rai Mantra.

Sementara I Made Bagus Cahya Wibawa mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Walikota Rai Mantra. Dalam ajang pencarian bakat ini Bagus Cahya telah mempersiapkan diri dan dalam minggu ini akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti tahapan-tahapan selanjutnya. Ia juga mengaku sebagai satu-satunya putra Bali yang lolos dalam audisi kali ini. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri dalam mengasah kemampun diri yang tidak terlepas dari dukungan orangtua dan masyarakat Bali.

Baca Juga  Keluarga Besar Satria Dalem Sagening Warih Dewa Blayu Desa Tegal Mengkeb Seltim Siap Menangkan Paket Jaya Wira

Bagus Cahya Wibaya yang juga sebagai dokter muda Fakultas Kedokteran Unud ini mohon dukungan kepada seluruh masyarakat Bali dan khususnya Denpasar sehingga nantinya dapat membawa nama baik Bali di kancah nasional. (eka)

Lanjutkan Membaca

SENI

Tetap Produktif, Fun The Me Project Rilis Single “Luh Karoni Covida Devi”

Published

on

By

Fun The Me Project Rilis Single "Luh Karoni Covida Devi"

Buleleng, baliilu.com – Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia termasuk Indonesia dan Bali telah menyisakan dampak yang sangat buruk baik dari segi kesehatan maupun perekonomian masyarakatnya. Meski demikian, pandemi Covid-19 jangan sampai menurunkan daya kreativitas masyarakat dalam berkarya. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Putu Suhermayadi, vokalis group band Motifora asal Desa Munduk, Banjar, Buleleng.

Di tengah pandemi Covid, bapak 2 (dua) anak yang biasa disapa Tunick ini kemudian merilis single “Luh Karoni” yang merupakan project Fun The Me. Penggarapannya melibatkan (featuring-red) beberapa musisi di antaranya Tukaro “Def Studio” pada keybord dan sound engineering, Jonh Putra “KeepRock” penggebuk drum serta Erick Anggara “KeepRock” pegang bass.

Sedangkan, penggarapan videonya dibantu oleh Gek Anik sebagai model video klip, didukung Ajik Agung Asep dan Mok Kucita Dewi dari Bondres STI. Ditambahkan Tunick, pembuatan video klipnya di-directed oleh Gusde Ocky dari Meneer Studio yang sekaligus sebagai model cowoknya.

“Lagu Luh Karoni ini menjadi single pertama project ini (Fun The Me Project-red). Lagu ini diciptakan oleh saya sendiri, dimana lagu ini adalah lagu recycle dari project saya sebelumnya. Namun lirik, judul dan aransemen lagunya kita ganti bahkan dari segi reff ada perbaharuan nada,” jelasnya kepada awak media, Selasa (17/11).

Dikatakan Tunick, lagu ini bercerita tentang kondisi saat ini yakni “pandemi”. Akan tetapi dirinya menuangkannya lewat cinta. Dimana seorang kekasih yang namanya Karoni memiliki sikap yang sangat posesif. Ia mengharuskan pasangannya agar menjaga jarak dengan teman, harus diam di rumah dan ujung-ujungnya gara-gara cinta yang dijalani akhirnya terkena PHK. Lagu ini murni terinspirasi dari pandemi Covid-19 yang saat ini tengah melanda.

Baca Juga  Update Covid-19 (2/10) di Bali, Kasus Positif Bertambah 130 Orang, 6 Pasien Meninggal

“Untuk penggarapannya bisa dibilang tidak ada kendala sama sekali, mengalir begitu saja. Terkait dengan apa yang ingin kami sampaikan dalam pagun ini, kalau dari segi cinta sih ingin menyampaikan jika memiliki seseorang itu kita harus jangan terlalu posesif karena bisa saja itu yang akan membuat pasangan kita tidak nyaman. Sementara kalau dari segi pandemi saat ini, ya hanya menggambarkan situasi yang dialami semua orang, dan tidak ada tempat mengadu selain berjuang masing-masing,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Tunick, hikmah yang dapat diambil dari adanya pandemi saat ini yakni bisa lebih introspeksi diri. Selain itu, ia juga lebih banyak memiliki waktu untuk menyiapkan keperluan konten dan karya yang akan dibuat selanjutnya.

“Yang dilakukan paling buat konten-konten keperluan YouTube dan tetap mempersiapkan karya-karya berikutnya. Jadi saya menyikapi pandemi ini dengan positif aja. Karena kalau mengeluh ya tidak akan menjadi aluh (mudah-red),” imbuhnya.

Ia berharap lagu yang digarap hampir 1 (satu) bulan ini bisa diterima baik oleh masyarakat serta tidak ada yang merasa tersinggung.

“Ini single dari fun the me project. Bisa dibilang ini side projectnya dari saya sendiri. Tentu harapannya agar lagu ini bisa diterima dan mudah-mudahan tidak ada yang tersinggung dari lagu ini. Karena kami hanya ingin mengkritik adanya pandemi Covid-19 itu melalui lagu tapi dari unsur percintaan,” tutupnya sembari mengajak masyarakat untuk menyaksikan lagunya melalui kanal YouTube Motifora Band Bali (https://youtu.be/lFCdEVv3QC8). (*/gs)

Lanjutkan Membaca