Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

FK Unud dan WHO Indonesia Jalin Kerja Sama Pasca-Pandemi

Dalam Penguatan Layanan Penyakit Tidak Menular di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Pasca-Pandemi Covid-19

BALIILU Tayang

:

kerja sama
PSSKM FK Unud menyelenggarakan dialog ‘’Kebijakan Penguatan Layanan PTM di FKTP Pasca-Pandemi’’ secara daring. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah berlangsung lebih dari 2 tahun yang telah memberikan dampak terhadap kehidupan sosial dan kesehatan. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi dan sebaran populasi yang luas di 34 provinsi juga terdampak nyata oleh pandemi ini. Pada periode awal pandemi, sistem layanan kesehatan termasuk layanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mengalami disrupsi karena adanya pengalihan sumber daya, rasa ketakutan akan tertular dan kebijakan pembatasan mobilitas sosial oleh pemerintah.

Berlatar belakang tersebut, Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat (PSSKM) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana didukung oleh World Health Organization (WHO) Indonesia melakukan kajian mengenai dampak situasi pandemi terhadap cakupan layanan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan upaya adaptasi yang dilakukan untuk mengatasi disrupsi layanan di FKTP. Sehubungan dengan sedang dilakukannya kajian ini, PSSKM FK Unud menyelenggarakan dialog ‘’Kebijakan Penguatan Layanan PTM di FKTP Pasca-Pandemi’’ secara daring pada Kamis (30/6/2022).

Coordinator for Health Research Covid-19, Health System Research and Health Information System WHO Indonesia, Maria Intan Josi, dalam sambutannya mengapresiasi tim peneliti dari Universitas Udayana atas keterlibatannya dalam penelitian ini. 

“WHO Indonesia ingin mengundang institusi yang secara khusus yang memiliki peran dan mandat dalam menginformasikan para pemangku kebijakan, serta memiliki pengalaman sebelumnya dalam hal sintesa penelitian untuk kebijakan,’’ ujarnya.

Dikatakan, para peneliti dari Universitas Udayana merupakan member of Experts Network yang terpilih oleh WHO Indonesia. ‘’Maka dari itu kami berharap melalui dialog ini, kita dapat berdiskusi aktif dalam memberikan masukan terdahap kajian yang dilakukan. Semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan menumbuhkan lingkungan yang kondusif terhadap kebijakan yang berdasarkan penggunaan bukti,” ucapnya. 

Baca Juga  PPS Unud Kunjungi Unhas, Langkah Awal Jalin Kerja Sama

Tim peneliti yang tergabung dalam Network of Expert WHO untuk kegiatan ini adalah dr. I Nyoman Sutarsa, MPH., PhD., FHEA, dr. Putu Ayu Swandewi Astuti, MPH., Ph.D, Prof. dr. I Md Ady Wirawan., MPH., Ph.D, Ni Made Dian Kurniasari, SKM., MPH, dr. Wayan Citra Wulan Sucipta Putri, MPH, dr. I Made Dwi Ariawan, Ngakan Putu Anom Harjana, SKM., MPH.

Sementara itu, Koordinator PSSKM FK Unud dr. Putu Ayu Swandewi Astuti, MPH., Ph.D. dalam sambutannya berharap semoga para stakeholder hari ini dapat memberikan masukan dan berbagi pengalamannya guna memperkuat kajian yang dilakukan.

“Terima kasih kepada WHO Indonesia dan Australia Indonesia Center atas kesempatan, kerja sama dan pelatihan yang diberikan kepada kami. Semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan kita mendapat hasil yang optimal dari dialog ini,” ucapnya.

Agenda utama dialog ini adalah pemaparan hasil Rapid Review tentang dampak Covid-19 terhadap layanan penyakit tidak menular di layanan primer dan coping mechanism-nya, oleh dr. I Nyoman Sutarsa, MPH, Ph.D, FHEA. Selanjutnya diikuti oleh pembicara undangan.

Acara ini mengundang 3 orang narasumber yaitu Plt Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, Kepala Bidang P2 Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. A.A Dharmayudha, M.Kes, dan Kepala Puskesmas II Denpasar Barat dr. Lanawati, M.Kes serta penanggap dari WHO.

Tujuan diselenggarakannya dialog ini adalah untuk menyampaikan hasil temuan awal (preliminary finding) dari kajian terhadap dampak dan strategi mitigasi layanan PTM pada masa pandemi, mendiskusikan temuan dari kajian dari berbagai perspektif pemangku kepentingan, dan mendapatkan arahan terkait rencana policy brief yang akan disusun.

Peserta yang hadir dalam dialog ini berasal dari perwakilan Dinas Kesehatan se-Provinsi Bali, perwakilan Puskesmas di Provinsi Bali, perwakilan sekolah tinggi/perguruan di bidang kesehatan, BPJS Kesehatan, dan staf pengajar di bidang Kesehatan Masyarakat. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1298-Kerja-Sama-FK-Unud-dan-WHO-Indonesia-Dalam-Penguatan-Layanan-Penyakit-Tidak-Menular-di-Fasilitas-Kesehatan-Tingkat-Pertama-Pasca-Pandemi.html (gs/bi)

Baca Juga  FK Unud Gelar Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak XXIII

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Perkecil Angka Stunting, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Lakukan Gemarikan

Published

on

By

stunting
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Sudarsana saat melaksanakan kegiatan gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan), di Kantor Perbekel Desa Akah, Kabupaten Klungkung. (Foto: Ist)

Klungkung, baliilu.com – Melahirkan generasi sehat, kuat dan cerdas bisa dilakukan sejak dini. Mulai memahami kebutuhan asupan gizi sebelum hamil, menjelang hamil, saat hamil bahkan setelah melahirkan itu penting bagi calon ibu (perempuan saat menginjak usia remaja).

Asupan gizi ini harus seimbang antara daging, sayur mayur dan ikan. Asupan gizi yang lengkap bisa didapatkan dengan mengkonsumsi ikan. Namun tidak cukup hanya segar, untuk mendapat gizi yang cukup, maka ikan yang diolah juga harus bersih. “Makanan sehat itu tidak perlu mahal, namun harus bersih dan kaya vitamin dan sesuai dengan kebutuhan organ tubuh. Dengan lengkapnya asupan gizi untuk kebutuhan tubuh, maka secara langsung stunting dapat dihindari dari tumbuh kembang anak.” Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Sudarsana saat melaksanakan kegiatan gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan), di Kantor Perbekel Desa Akah, Kabupaten Klungkung, Soma Pon, Wuku Matal (15/8).

Mencegah stunting pada tumbuh kembang anak adalah tanggung jawab bersama, baik itu orangtua, calon ibu (semua perempuan di muka bumi), pemerintah khususnya Tim Penggerak PKK mulai dari tingkat pusat hingga desa. Tanggung jawab ini dapat dilakukan dengan sama-sama saling mengingatkan tata cara menjaga kesehatan mulai dari tata pola makan, jenis makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi untuk tubuh termasuk pola istirahat yang cukup.

Untuk menjaga kesehatan organ tubuh agar tidak mempengaruhi rahim dan perkembangan janin saat hamil nanti, perempuan remaja dapat rutin mengkonsumsi tablet penambah darah. Sedangkan bagi ibu-ibu yang sedang hamil harus menjaga asupan gizi bayi mulai dari 1.000 hari pertama kehidupannya (terhitung mulai dari dalam kandungan).

Baca Juga  FMIPA Unud dan Unsrat Manado, Jalin Kerja Sama soal Isu-isu Penelitian dan Pengabdian

Stunting atau gangguan pada tumbuh kembang bayi dan balita akan mempengaruhi kehidupan dan masa ke depannya. Karena apabila seorang bayi kekurangan asupan gizi, maka pertumbuhannya akan menghambat perkembangan organ tubuh dan juga otaknya. Hal ini tentu akan membuat si anak akan kehilangan masa depan dan dunia masa kecilnya. Dengan begitu, stunting juga akan mempengaruhi perkembangan kemajuan bangsa tanpa generasi yang sehat.

Pada gerakan memasyarakatkan makan ikan kali ini, diberikan layanan kesehatan pada bayi dan balita mulai dari dilakukan penimbangan berat badan yang nantinya disesuaikan dengan pertumbuhan tinggi badan dan usia. Karena dari sini akan diketahui bagaimana pertumbuhan bayi dan balita tersebut, sehingga apabila memiliki gejala stunting akan dapat dicegah dengan pemberian makanan tambahan termasuk susu.

Kali ini, selain sosialisasi pentingnya mengkonsumsi ikan, gerakan memasyarakatkan makan ikan juga diisi dengan pembagian paket ikan olahan dan ikan segar bagi bayi, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta yang berkesempatan hadir menyampaikan sejumlah cara untuk mengolah ikan menjadi lauk di atas meja yang disajikan agar anak-anak tidak bosan. “Mengolah ikan itu tidak perlu ribet, cukup sederhana (bisa dibentuk menjadi bakso) namun harus bersih. Karena makanan sehat itu tidak hanya berasal dari makanan yang mewah dan mahal, melainkan makanan sehat itu berasal dari olahan yang bersih. Anak-anak jangan dibiasakan makan makanan yang siap saji terus, karena penyajiannya yang cepat tentu dibarengi dengan pengawet yang sangat membahayakan tubuh dan organ dalamnya. Mari kita mulai menyajikan makanan untuk keluarga dengan olahan tangan sendiri,” ungkapnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Sebanyak 51 Orang Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar

Published

on

By

Satgas Covid
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Kasus sembuh Covid-19 di Kota Denpasar kembali bertambah signifikan. Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Senin (15/8) diketahui kasus meninggal dunia bertambah 1 orang. Kondisi ini dibarengi dengan penambahan kasus sembuh sebanyak 51 orang dan kasus positif Covid-19 bertambah 23 orang.

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 53.762 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai 52.300 orang  (97,28 persen), meninggal dunia 1.116 orang (2,08 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 346 orang (0,64 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan  Covid -19 di Kota Denpasar masih terkendali, tetapi masih ditemukan kasus penularan baru.  Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

“Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus Covid akan kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 1 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Baca Juga  Gede Widhiantara Raih Gelar Doktor Predikat Cumlaude di FK Unud

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak- anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun,  ibu hamil dan disabilitas. Selain itu, Kota Denpasar juga telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau Booster.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah merancang 6 langkah strategis mengatasi lonjakan kasus Covid 19, mulai dari peningkatan kapasitas 3 T ( tracing, testing, treatment), menggencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk Booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi, optimalisasi rumah sakit rujukan mulai dari ketersediaan bed, oksigen dan obat- obatan.

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai.  

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan, gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 5M,” kata Dewa Rai. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Ny. Putri Koster Gelorakan Pencegahan Stunting di Singaraja

Ny. Putri Koster: Cegah Stunting sangat Penting Mengingat Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental dari Generasi Emas Penerus Bangsa

Published

on

By

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber Dialog Interaktif di RRI Singaraja. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif dengan tema “Cegah Stunting Melalui Pola Asuh” bertempat di RRI Singaraja, Senin (Soma Pon Matal) 15 Agustus 2022.

Mengawali arahannya, Ny. Putri Koster menyampaikan pencegahan stunting sangat penting mengingat stunting berdampak pada kesehatan fisik dan mental dari generasi emas penerus bangsa di masa yang akan datang. Meskipun angka stunting di Provinsi Bali relatif rendah daripada angka rata-rata tingkat nasional, upaya pencegahan harus terus digelorakan agar angka stunting bisa terus kita tekan bahkan mencapai nol kasus.

Lebih jauh pendamping orang nomor satu di Bali ini menyampaikan penyebab terjadinya stunting ada banyak faktor baik itu faktor gizi, pendidikan, kemiskinan termasuk di dalamnya pola asuh. Terkait pola asuh di dalam keluarga, wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini kembali mengingatkan pentingnya peran serta seluruh anggota keluarga dalam pola asuh anak terutama di 1.000 hari usia tumbuh kembang anak. Pola asuh yang saling asah, asih dan asuh diterapkan dalam keluarga disamping pemenuhan terhadap kebutuhan akan gizi, pendidikan, komunikasi serta sanitasi yang sehat di lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar.

Bunda Putri juga mengingatkan pentingnya perhatian gizi serta kesehatan dari para remaja putri yang nantinya akan menjadi calon calon ibu yang akan mengandung, melahirkan serta mengasuh anak anak mereka yang merupakan generasi bangsa di masa yang akan datang. Terlebih, di tahun 2045 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi sehingga generasi yang lahir sekarang akan menjadi pemimpin bangsa di masa akan datang, dengan demikian kita jangan sampai lengah, kita jaga pola makan, pola hidup serta pola asuh dari para remaja putri kita remaja putri diingatkan bagaimana menjaga kesehatan tubuh, istirahat yang cukup, makanan yang bergizi sehingga mereka tidak mengalami kekurangan energi kronis ataupun anemia.

Baca Juga  Prodi SKM FK Unud Terima Kunjungan Asesor LAM-PTKes

Di akhir arahannya, Ny. Putri Koster meminta seluruh kader PKK untuk bergerak untuk melakukan upaya pencegahan terjadinya stunting baik melalui sosialisasi maupun edukasi sehingga tumbuh kesadaran di tengah masyarakat untuk bergotong-royong, bersinergi dalam upaya menjaga kesehatannya yang dimulai dari kesehatan diri sendiri dan keluarga sehingga akan terwujud anggota keluarga yang sehat, terasah kecerdasannya, berdaya guna, berakhlak mulia dan berbudi pekerti sehingga tercipta anakku sehat, bangsaku kuat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S yang juga hadir dalam dialog interaktif pada siang hari ini menyampaikan, stunting kenapa harus dicegah karena stunting menghambat pembangunan sumber daya manusia berkualitas untuk menciptakan generasi emas. Stunting bukanlah sebuah penyakit melainkan suatu kondisi gangguan perkembangan pertumbuhan anak terutama di 1.000 hari masa pertumbuhan, yang diakibatkan karena kurangnya asupan gizi yang dapat mengganggu pertumbuhan otak dan jasmaninya sehingga muncul keluhan anak akan lebih pendek dari teman usianya, sakit-sakitan, kecerdasan menurun sehingga produktivitas juga menurun. Selain itu sunting juga bisa disebabkan faktor lain seperti pola asuh, sanitasi yang buruk, lingkungan yang kurang sehat sehingga anak sakit sakitan, infeksi berulang dan lahir prematur

BKKBN telah melakukan berbagai upaya pencegahan stunting dari hulu diantaranya dengan penyuluhan kesehatan reproduksi, pemberian vitamin penambah darah serta melakukan screening terhadap calon pengantin, dimana calon pengantin wajib screening kesehatan 3 bulan sebelum menikah untuk memeriksa status gizi dan HB dari calon pengantin remaja putri. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap calon pengantin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.

BKKBN sendiri telah meluncurkan Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL). ELSIMIL adalah aplikasi skrining dan pendampingan untuk calon pengantin (Catin). Setiap pasangan Catin akan mendapatkan pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berada di Desa/Kelurahan yang sama dengan wilayah domisili Catin. Tujuan aplikasi ELSIMIL adalah untuk melakukan deteksi dini terhadap kesehatan Catin untuk mitigasi risiko melahirkan bayi stunting.

Baca Juga  Program Studi Spesialis Ilmu Penyakit Dalam FK Unud Gelar Lokakarya Kurikulum Pendidikan

Upaya pencegahan stunting harus dilakukan dengan sinergitas semua komponen masyarakat melibatkan multipihak baik itu pemerintah, akademisi, media, serta Tim Penggerak PKK yang merupakan mitra kerja Pemerintah yang mendapat amanat dan tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam percepatan penurunan angka stunting. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca