Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FMIPA Unud Raih 3 Penghargaan dalam ‘’Appreciation and Awarding Night’’ Juru Bicara Rektor 2023

BALIILU Tayang

:

FMIPA Unud
Rektor Universitas Udayana, Prof. Ngakan Putu Gede Suardana bersama Dekan FMIPA Unud dan penerima penghargaan dari Jubir Unud. (Foto: Hms Unud)

Denpasar, baliilu.com – Juru Bicara Rektor Universitas Udayana pada Jumat, 8 Desember 2023 menyenggarakan Appreciation and Awarding Night Juru Bicara Rektor tahun 2023 bertempat di Prime Plaza Hotel Sanur Bali. Acara ini digagas sebagai bentuk apresiasi kepada tim UPIKS/Unit di lingkungan Universitas Udayana dan media partner atas karya publikasi terkait kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi di Universitas Udayana.

Dalam kesempatan tersebut, hadir para undangan yakni Rektor Universitas Udayana, Ketua Senat Universitas Udayana, Wakil Rektor 1-4, Kepala Biro di Lingkungan Universitas Udayana, serta Seluruh Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua SPI, Direktur Utama RS Universitas Udayana, Ketua LPPM, Ketua UPT Bahasa, Ketua UPT Perpustakaan, Ketua USDI, Koordinator Kantor Urusan Internasional, Ketua Media Unud, pada Ketua UPIKS di seluruh fakultas, serta Media Online yang merupakan partner kerja sama Universitas Udayana.

Turut pula hadir para dewan juri pada Malam Apresiasi dan Penganugerahan Tim Juru Bicara Rektor Universitas Udayana yaitu Made Adnyana, S.H., M.H., Tjokorda Istri Priti Mahendradevi, S.Tr.Par.,M.Par., dan A. A. Ngurah Narendra Prema Pawitra S.Tr.Sn.

Rektor Universitas Udayana, Prof. Ngakan Putu Gede Suardana mengucapkan terima kasih kepada dewan juri, karena sudah berkenan untuk meluangkan waktu guna berpartisipasi dalam memberikan penilaian terhadap segenap karya jurnalistik seputar tridharma perguruan tinggi di lingkungan Universitas Udayana. Lain daripada itu, terima kasih juga diucapkan untuk semangat dan kreativitas dari Tim UPIKS, tim berita dari Fakultas/Unit, dan rekan-rekan media partner yang selama ini sudah banyak memproduksi berita-berita positif tentang Universitas Udayana. Dengan demikian, segenap citra positif tentang Universitas Udayana dapat tersampaikan dengan baik kepada seluruh elemen masyarakat.

Usaha yang dilakukan guna membangun citra positif untuk menjaga nama baik Universitas Udayana, salah satu diantaranya ialah membuat beragam karya jurnalistik yang selanjutnya harus dipublikasi secara masif dan berkelanjutan. Terlebih lagi bentuk publikasi karya sebagaimana dimaksud tidak lagi bersifat konvensional, yakni tidak cukup hanya dipublikasi melalui media cetak dan/atau elektronik, melainkan wajib untuk dipublikasi melalui beberapa aplikasi media sosial yang sedang tren untuk dikonsumsi publik.

Baca Juga  FK Unud Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Simulasi Evakuasi Gempa di Karangasem

Untuk itu, Rektor juga mengimbau agar adanya suatu inovasi-inovasi terkait cara mengemas dan menarasikan karya publikasi yang nantinya akan diunggah dalam media sosial. Guna merespon kebutuhan tersebut, diselenggarakanlah serangkaian workshop yang ditujukan kepada Tim UPIKS dan tim berita dari fakultas atau unit dengan difasilitasi oleh Tim Juru Bicara Rektor Universitas Udayana. Workshop yang telah terselenggara oleh Tim Juru Bicara Rektor tersebut ternyata tidak hanya sekedar menghadirkan narasumber untuk berbagi pengetahuan yang bersifat teoritis, melainkan turut menyisakan “pekerjaan rumah” bagi para pesertanya untuk membuat segenap karya jurnalistik yang kemudian dikompilasi guna dikompetisikan dan dinilai akhirnya oleh para dewan juri yang telah berkenan hadir pada kesempatan ini.

Melalui kegiatan  workshop dan acara Appreciation and Awarding Night ini, Rektor berharap Tim UPIKS dan Tim Berita Fakultas/Unit untuk senantiasa meningkatkan semangat dan kreativitas dalam menghasilkan karya jurnalistik yang inovatif dan berkualitas.

Dalam kesempatan ini, FMIPA dapat berbangga karena memperoleh 3 pengharagaan yakni: Juara 1 Kategori Fakultas/Unit dengan Pengelolaan Website Terbaik; Juara 2 Kategori Foto Jurnalistik Terbaik; Spesial Awards Kontributir Berita Non-UPIKS yang diraih oleh Prof. Dr. Dra. Ni Made Suaniti,M.Si, salah satu dosen Magister Kimia FMIPA Unud.

Menurut Ketua UPIKS FMIPA, Agus Muliantara, S.Kom, M.Kom apresiasi ini sangatlah spesial sebagai hadiah akhir tahun yang cukup membanggakan. Penghargaan yang diperoleh kali ini merupakan hasil kerja keras TIM yang terdiri atas Dekan beserta jajaran, WD1-3, Koordinator Program Studi di lingkungan FMIPA, Tim jurnalisme UPIKS yang merupakan gabungan dari tendik dan mahasiswa dari seluruh prodi di FMIPA. Agus berharap kerja sama ini agar dapat terus ditingkatkan sehingga FMIPA dapat selalu berkontribusi pada pemberitaan-pemberitaan yang positif.

Baca Juga  Dosen Fapet Unud Dipercaya Sebagai Narasumber Bimtek Biosekuriti

I Wayan Febriana Saputra, S.Kom salah satu tim UPIKS yang dihubungi, menyatakan kaget dan tidak menyangka akan mendapat juara 2 kategori foto jurnalistik terbaik. Febri mengatakan bahwa foto yang dikirimkan adalah salah satu foto kegiatan dies natalis Universitas Udayana pada bulan September lalu. Febri menyampaikan bahwa dia hanya berusaha menampilkan kegiatan internasional dari Universitas Udayana. ‘‘Ternyata mendapat apresiasi juara 2. Ini sungguh di luar dugaan, tapi patut disyukuri. Saya akan berusahana mengambil foto yang lebih baik lagi tandasnya,‘‘ ujarnya.

Prof. Dr. Dra. Ni Made Suaniti, M.Si yang dihubungi secara terpisah merasa kaget dan terimakasih banyak kepada Universitas Udayana melalui Jubir Rektor dengan apresiasi yang begitu besar ini. Semoga ke depan dapat bekerja dan berkarya lebih baik lagi dengan dukungan semua pihak semoga Universitas Udayana semakin maju, Fakultas MIPA semakin jaya, dan khususnya Kimia dapat unggul kedepannya. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas4130-FMIPA-raih-3-penghargaan-dalam-Appreciation-and-Awarding-Night-Juru-Bicara-Rektor-tahun-2023.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Cipayung Plus Terkait Kelangkaan BBM di Bali

Published

on

By

Kapolresta Denpasar Pimpin Pengamanan Demo Cipayung Plus
PIMPIN PENGAMANAN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan oleh kelompok Cipayung Plus terkait permasalahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bali, Sabtu (17/6/2026). Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dalam pelaksanaannya, personel Polresta Denpasar disiagakan di sejumlah titik untuk mengamankan jalannya aksi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Personel juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Kapolresta Denpasar menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat, termasuk dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Seluruh personel diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta bertindak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Selain itu, kata Kapolresta, koordinasi dan komunikasi dengan koordinator lapangan serta peserta aksi terus dilakukan guna menjaga situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya kesalahpahaman selama kegiatan berlangsung.

Ia menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polresta Denpasar dalam menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara terbuka, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Melalui pengamanan yang optimal dan sinergi antara aparat keamanan dengan peserta aksi, diharapkan kegiatan unjuk rasa Cipayung Plus dapat berlangsung dengan aman, damai, tertib, serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Program Studi Doktor Ilmu Peternakan Unud Gelar Lokakarya Kurikulum
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Buka Indonesia Tourism Marketing Week 2026, Dorong Dukungan Pemerintah Pusat untuk Penguatan Infrastruktur Pariwisata Bali

Tekankan Pentingnya Kebijakan Pembiayaan yang Memperhatikan Kontribusi dan Karakteristik Daerah

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster Buka ITMW 2026 di Sanur
BUKA ITMW 2026: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang berlangsung di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Sabtu (17/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya penguatan daya saing pariwisata Bali melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta dukungan kebijakan pembiayaan dari pemerintah pusat yang mempertimbangkan karakteristik dan kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional.

ITMW 2026 merupakan forum tahunan yang digagas MarkPlus Tourism (MCorp) dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata nasional, mulai dari pemerintah, pengelola destinasi, pelaku industri, akademisi, hingga praktisi pemasaran. Mengusung tema Reimagining Tourism: In a Fragmented World!, kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Oktober 2026, di sejumlah lokasi di Bali. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, mengembangkan inovasi, serta merumuskan strategi peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di tengah dinamika global.

Founder and Chair MCorp, Hermawan Kartajaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ITMW 2026 diarahkan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia melalui integrasi promosi digital, pemberdayaan komunitas lokal, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ia menilai Bali memiliki keunggulan dalam pengelolaan pariwisata sehingga layak menjadi tempat pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

“Saya pikir, semua harus belajar dari Bali, juaranya di Indonesia,” ujarnya.

Rangkaian ITMW 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain kompetisi meracik kopi, aksi konservasi lingkungan dan pelepasan tukik, pembahasan digitalisasi dan penerapan kecerdasan artifisial (AI), serta konferensi yang menghadirkan sejumlah pembicara nasional.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis pariwisata dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, pariwisata merupakan sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang kehidupan dan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas. Pandangan tersebut, menurut Koster, telah dipelajarinya sejak menjabat sebagai anggota DPR RI, baik dari aspek teknokratis maupun filosofi ekonomi. Dengan mengacu pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow, ia menjelaskan bahwa pada tingkatan kebutuhan tertentu, kegiatan berwisata menjadi bagian dari kebutuhan manusia.

Baca Juga  Unud Gelar Sosialisasi Beban Kerja Dosen, Hadirkan Narasumber dari Diktiristek

“Karena itu, pariwisata adalah dunia yang paling nyata. Kalau kita mampu mendorong pertumbuhan sektor ini, maka akan berdampak pada sektor yang lain. Karena itu, harus dibangun dengan sangat detail,” katanya.

Gubernur Koster selanjutnya memaparkan perkembangan sektor pariwisata Bali yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali tercatat mencapai 16,3 juta kunjungan. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sektor pariwisata Bali menghasilkan devisa sebesar Rp 176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp 319,9 triliun. Gubernur Koster juga menyebutkan besarnya peranan sektor pariwisata dalam menopang perekonomian daerah. “Kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Bali juga sangat tinggi, yaitu 66 persen,” sebutnya.

Pertumbuhan sektor pariwisata tersebut, menurut Gubernur Koster, memberikan dampak positif terhadap sejumlah indikator makroekonomi Bali, antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB), menurunkan tingkat kemiskinan, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kendati demikian, perkembangan pariwisata yang pesat juga menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan penanganan serius, mulai dari alih fungsi lahan sawah, persoalan sampah dan kemacetan, keterbatasan infrastruktur dan transportasi publik, hingga meningkatnya kasus penodaan tempat suci. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan tersebut, namun membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai agar dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, Gubernur Koster mendorong pemerintah pusat agar kebijakan pengalokasian dana transfer ke daerah tidak hanya menggunakan pendekatan yang seragam, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan, dan kontribusi masing-masing daerah terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, Bali memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan dengan daerah lain karena harus menyediakan infrastruktur dan layanan publik yang tidak hanya melayani masyarakat setempat, tetapi juga mendukung aktivitas jutaan wisatawan yang datang setiap tahun.

Baca Juga  Unud Laksanakan Seleksi UTBK SBMPTN, 6.545 Orang Terdaftar sebagai Peserta

“Setahu saya sejak duduk di DPR, kita belum pernah membuat kebijakan yang memperhatikan kondisi spesifik daerah. Transfer dana pembangunan untuk infrastruktur dipolakan dengan treatment yang hampir seragam untuk setiap daerah. Akibatnya kita tak memandang wilayah seperti Bali yang memberi kontribusi cukup besar bagi negara,” urainya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan budaya dan keindahan alam yang dimiliki Bali. Diperlukan dukungan ekosistem pariwisata yang memadai, terutama infrastruktur, transportasi, pengelolaan sampah, dan ketersediaan air bersih. Seluruh komponen tersebut harus dikembangkan secara terintegrasi untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Bali.

“Kalau budaya, itu memang sudah anugerah. Tapi untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas, itu saja tak cukup. Transportasi dan infrastruktur harus bagus, sampah teratasi, air tersedia dan lain-lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa persaingan pariwisata saat ini tidak lagi terbatas antardaerah di Indonesia, melainkan telah berlangsung pada tingkat internasional. Bali harus mampu bersaing dengan destinasi wisata di negara-negara tetangga yang terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Karena itu, ia menilai Singapura, Malaysia, dan Thailand dapat menjadi tolok ukur dalam pengembangan pariwisata Bali ke depan.

“Negara-negara itu yang kami jadikan role model untuk ditiru. Sebab kalau tidak, daya saing Bali akan turun,” tambahnya.

Untuk mempercepat pembenahan tersebut, Gubernur Koster berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pembiayaan yang lebih proporsional bagi Bali. Dari kontribusi devisa pariwisata yang disebutnya mencapai Rp 176 triliun, ia mengusulkan agar Bali dapat memperoleh dukungan pembiayaan dengan nilai setara sedikitnya 5 persen untuk memperkuat pembangunan infrastruktur antarwilayah. Menurutnya, dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan membantu Bali meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat konektivitas, serta menjaga daya saing pariwisata dalam jangka panjang.

Baca Juga  Dari 1.140 Kuota KIP 2023 di Unud, Baru Terserap 838

Gubernur Koster optimistis bahwa peningkatan kualitas infrastruktur dan penguatan daya saing pariwisata Bali tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa pariwisata. Setelah fondasi infrastruktur Bali semakin kuat, pengembangan pariwisata dapat diarahkan pada peningkatan konektivitas dan kolaborasi dengan berbagai destinasi di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan semangat penyelenggaraan ITMW 2026 yang mendorong sinergi dan pengembangan pariwisata nasional secara berkelanjutan.

“Ini juga akan mengangkat ekonomi nasional karena devisa makin tumbuh. Setelah itu, baru kita mulai bicara bagaimana mengkoneksikan pariwisata Bali dengan daerah lain, sebagaimana yang menjadi tujuan dari pelaksanaan Forum ITMW ini,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jaga Warisan Budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan Bali dan Pemkot Denpasar Gelar Aksi Pemeliharaan Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan

Published

on

By

Aksi Pemeliharaan Bale Kulkul Puri Pemecutan
AKSI PEMELIHARAAN: Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bali bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Aksi Pemeliharaan Ngayah Ring Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Sabtu (17/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai wujud kepedulian dan semangat gotong-royong dalam menjaga warisan budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bali bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar Aksi Pemeliharaan Ngayah Ring Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Sabtu (17/10).

Kegiatan yang berlokasi di Jalan Gunung Batur, Denpasar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar didampingi Kepala Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman, Ni Wayan Sri Witari, menyampaikan bahwa kegiatan yang digagas Balai Pelestarian Kebudayaan Bali (BPK) ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan cagar budaya sebagai identitas dan sejarah Kota Denpasar.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemeliharaan fisik, tetapi juga merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran, kecintaan, dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan serta keberlanjutan warisan budaya. Kebudayaan adalah jati diri bangsa yang harus kita jaga, kembangkan, dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya, Penglingsir Puri Pemecutan, jajaran Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, para kader Pelestari Budaya Kota Denpasar, serta Mahasiswa Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Melalui aksi dengan semangat gotong-royong ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah, puri, komunitas pelestari budaya, dan generasi muda dalam menjaga keberadaan cagar budaya agar tetap lestari.

“Melestarikan warisan budaya adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat ngayah, kita rawat warisan leluhur, kita jaga identitas budaya Bali,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Unud Gelar Sosialisasi Beban Kerja Dosen, Hadirkan Narasumber dari Diktiristek
Lanjutkan Membaca