Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FP Unud Gelar ‘’International Sharing Discussion’’ dengan Tema “Sustainable Food System: Learning from Global”

BALIILU Tayang

:

fakultas pertanian
Fakultas Pertanian Universitas Udayana saat menggelar International Sharing Discussion. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Fakultas Pertanian Universitas Udayana menggelar International Sharing Discussion dengan tema “Sustainable Food System: Learning from Global”. Diskusi ini digelar pada 2 Juni 2022 di Ruang Sidang Fakultas Pertanian Unud bertempat di Lantai 2 Gedung Agrokompleks (Laboratorium Bersama) Universitas Udayana, Jl. P.B. Sudirman, Denpasar.

Kegiatan ini digelar secara hybrid (luring dan daring) yang dihadiri oleh dosen-dosen Fakultas Pertanian Unud sebagai partisipan dan menghadirkan 2 orang pembicara yaitu Prof. Patrick van Damme, Ph.D. yang berasal dari Czech Agrotechnical University, Sidi Rana Manggala, Ph.D. dari Ghent University, Belgia, dan dimoderatori oleh Prof. Ir. IGA Sri Agung, M.Rur.Sc., Ph.D.

Diskusi internasional ini diawali sambutan Dekan Fakultas Pertanian Udayana yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada pembicara dan partisipan yang sudah hadir pada kegiatan kali ini. “Harapannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat khususnya dalam dunia pertanian,” ujarnya.

Pembicara pertama, Prof. Patrick memaparkan tentang pangan berkelanjutan khususnya tanaman kakao mulai dari budidaya sampai pascapanen. Produksi tanaman kakao tertinggi adalah di Afrika dan kedua di Ghana, namun dengan sistem yang belum maksimal. Prof. Patrick menyampaikan bahwa dengan sistem yang maksimal akan dapat meningkatkan produksi tanaman kakao. Karena dalam pengembangan kakao saat ini sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim. Prof. Patrick menambahkan untuk menjaga dan meningkatkan produksi kakao, dapat dilakukan dengan memanajemen sistem, seperti: reduction of wind speed, reduction in fruit abortion, protection against windborne spores of fungal, maintenance of soil fertility, reduction of excessive vegetative growth, reduction of nutritional imbalances and dieback, etc.

Salah satu penyebab ketidakpuasan petani dan kemiskinan adalah lebih dari 90% kakao diproduksi oleh petani kecil (memiliki kurang dari 5 hektar dengan rata-rata 3 hektar). Sumber pendapatan utama bagi 4,5 juta keluarga petani, dan secara global 14 juta orang bekerja di pertanian kakao.

Baca Juga  Logo MPIG Kusam, Rebranding Kopi Arabika Kintamani Jadi Kebutuhan Mendesak

Prof. Patrick lanjut mengungkapkan, di Afrika Barat sendiri, 58% petani kakao tidak memiliki mata pencaharian, sehingga tidak memiliki pemasukan. Dengan semakin menurunnya produksi kakao yang mampu dihasilkan oleh petani karena akibat dari perubahan iklim ini berdampak pada penghasilan petani yang ikut menurun. Sehingga perlu adanya teknologi atau sistem pengelolaan dalam budidaya kakao yang lebih maksimal. 

Selanjutnya, pembicara kedua Sidi Rana Manggala, Ph.D. memaparkan materi dengan topik ”Toward a Global Sustainable Food System”. Dr. Sidi menjelaskan untuk menjaga pangan atau pangan berkelanjutan adalah dengan menjaga ekosistem yang ada. Dalam hal ini, ekosistem yang dimaksud adalah energi, tanah, dan air. “Ketika ekosistem mampu dijaga akan menghasilkan matrik yang kompleks dengan berbagai manfaat yang dihasilkan. Seperti menghasilkan produk yang berkualitas namun tetap menjaga kuantitas untuk memenuhi kebutuhan pasar, serta akan menjadikan petani memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” jelas Dr. Sidi.

Selain itu, Dr. Sidi membeberkan untuk menjaga ekosistem tetap seimbang, hal terkecil yang bisa kita lakukan adalah dengan meminimalisir frekuensi food waste, yaitu dengan mengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan bukan sesuai keinginan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1129-Fakultas-Pertanian-UNUD-menggelar-International-Sharing-Discussion-yang-bertemakan-Sustainable-Food-System-Learning-from-Global-.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pemkab Badung Terapkan Posyandu 6 SPM, Kelurahan Lukluk Jadi Perintis

Published

on

By

Ketua Tim Pembina Posyandu Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat Sosialisasi Posyandu 6 SPM di Banjar Delod Pempatan Lukluk
SOSIALISASI: Ketua Tim Pembina Posyandu Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat Sosialisasi dan Pembinaan bertema “Posyandu Kuat, Masyarakat Sehat, Badung Hebat” di Banjar Delod Pempatan, Lukluk, Minggu (6/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemkab Badung resmi mengimplementasikan peran Posyandu sebagai pelayanan dasar melalui program Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kelurahan Lukluk di Kecamatan Mengwi terpilih menjadi salah satu wilayah perintis program transformasi tersebut.

Program ini diluncurkan lewat Sosialisasi dan Pembinaan bertema “Posyandu Kuat, Masyarakat Sehat, Badung Hebat” di Banjar Delod Pempatan, Lukluk, Minggu (6/9). Kegiatan dirangkaikan Hari Buka Posyandu, Temu Wirasa, dan penyerahan sembako kepada para kader.

Ketua Tim Pembina Posyandu Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menegaskan fungsi Posyandu saat ini telah meluas menjadi pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi. “Posyandu sekarang tidak hanya pemeriksaan kesehatan anak, ibu hamil, dan lansia. Posyandu sudah bertransformasi menjadi Posyandu 6 SPM,” ujarnya.

Enam bidang tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, Trantibum Linmas, dan sosial. Nyonya Rasniathi memuji kelancaran alur pelayanan kesehatan yang ada. “Selain pelayanan kesehatan, lima bidang lainnya juga sekarang menjadi bagian dari Posyandu 6 SPM. Tadi saya juga melihat langsung bagaimana pelayanan kesehatan tadi dari pendaftaran hingga pemeriksaan lumayan sangat bagus dan lancar agar dipertahankan bila perlu ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Lewat sistem baru ini, kader bertugas membantu mendata masalah pendidikan anak serta memastikan warga kurang mampu mendapat perhatian sosial. Warga juga bisa melaporkan masalah rumah tidak layak huni, jalan rusak, hingga ketertiban umum lewat kader Posyandu untuk diteruskan ke dinas terkait.

“Termasuk melalui kegiatan Badung Peduli, kita memastikan masyarakat Badung tidak ada lagi yang kesejahteraannya tidak diperhatikan. Semua bidang ini nantinya dapat dilaporkan melalui kader Posyandu untuk diteruskan kepada perangkat daerah terkait sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan,” ucap Rasniathi.

Baca Juga  Dihadiri Rektor, FP Unud Gelar HUT Ke-45 Badan Kekeluargaan Fakultas Pertanian

Nyonya Rasniathi juga mengingatkan pentingnya warga mengurus dokumen fisik seperti KTP, KK, dan KIA meskipun sudah ada sistem digital (IKD). Pemkab Badung menyiapkan stimulus uang tunai hingga Rp 10 juta bagi warga yang tertib mengurus akta kematian tepat waktu.

“Walaupun sudah terdaftar dalam sistem Dukcapil, dokumen fisik tetap harus dimiliki. KTP, KK, termasuk KIA harus ada fisiknya. Ini penting untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh pelayanan dan hak-haknya dengan tertib. Jangan sampai terlambat. Begitu ada anggota keluarga yang meninggal, segera urus administrasinya sehingga dokumen kependudukannya tertib dan hak masyarakat juga dapat diperoleh,” tegasnya.

Sementara Ketua Tim Pembina Posyandu Kelurahan Lukluk, Putu Dian Mas Kurnia Dewi, menyatakan kesiapan sembilan Posyandu di wilayahnya menjadi pelopor program ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung, khususnya Ibu Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung beserta seluruh jajaran atas perhatian, dukungan, dan pembinaan yang telah diberikan kepada Kelurahan Lukluk. Besar harapan kami agar sinergi ini terus berlanjut sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal,” ungkapnya.

Acara dihadiri Kadis PMD Kabupaten Badung, Kadis Sosial, Kadis Dukcapil, Kadis LHK Perwakilan kadis Pendidikan, Camat Mengwi Nyoman Suhartana beserta Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Mengwi, Lurah Lukluk beserta Ibu Lurah, Ketua Tim Pembina Posyandu Kelurahan Lukluk, serta Tim Badung Peduli. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki Gunung Agung yang Jatuh ke Jurang

Published

on

By

Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki yang terjatuh ke jurang di Gunung Agung ketinggian 2.500 mdpl
EVAKUASI: Tim SAR gabungan saat mengevakuasi seorang pendaki Gunung Agung, yang terjatuh ke jurang pada ketinggian kurang lebih 2.500 mdpl, Minggu (6/9/2026). (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki Gunung Agung, yang terjatuh ke jurang pada ketinggian kurang lebih 2.500 mdpl, Minggu (6/9/2026). Korban diketahui bernama Komang Sandi Darmawan (15), warga Banjar Yeha, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem pada pukul 08.30 Wita dari pelapor atas nama Wayan Widiyasa. Berdasarkan laporan, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 06.30 Wita. Mulanya korban bersama seorang rekannya melakukan pendakian pada dini hari sekitar pukul 00.30 Wita. Dalam perjalanan, Sandi Darmawan terjatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 12 meter.

Segera setelah menerima laporan, petugas siaga Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem segera berkoordinasi dengan pemandu lokal Gunung Agung untuk memberikan pertolongan awal kepada korban. Pada pukul 07.30 Wita diberangkatkan 1 tim untuk mempercepat proses evakuasi.

“Menggerakkan tim satu yang terdiri dari 25 orang pemandu lokal Pasar Agung untuk bergerak mendahului melakukan proses evakuasi,” jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem berjumlah 13 orang tiba di Pos Pasar Agung kurang lebih pukul 09.50 Wita dan segera melakukan pambagian tugas.

Pada pukul 10.00 Wita, tim kedua yang terdiri dari 13 personel SAR gabungan menyusul menuju lokasi dan setelah perjalanan satu jam lima belas menit akhirnya bertemu dengan tim pertama pada ketinggian sekitar 1.900 Mdpl. Untuk memperkuat proses evakuasi, pada pukul 11.50 Wita tim ketiga yang terdiri dari enam personel SAR gabungan kembali bergerak menuju lokasi.

Setelah melalui proses evakuasi, pada pukul 12.15 Wita tim SAR gabungan bersama korban berhasil tiba di posko area parkir Pura Pasar Agung, Selat, Karangasem. Korban kemudian mendapatkan penanganan awal dari tim medis Puskesmas Selat.

Baca Juga  Dihadiri Rektor, FP Unud Gelar HUT Ke-45 Badan Kekeluargaan Fakultas Pertanian

“Hampir lima jam proses evakuasi, dari tim satu sampai tim tiga sampai di Posko Pasar Agung. “Kendala yang kami hadapi di lapangan terkait cuaca, dimana cuaca hujan gerimis, kabut tebal dengan visibility 20 meter,” ungkap Bhayangkara.

Selanjutnya, pada pukul 12.25 Wita, korban dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Selama berlangsungnya operasi SAR, melibatkan unsur SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Babinsa Desa Sebudi, Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Puskesmas Selat, pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung Selat, serta pihak keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pelaksanaan Perayaan Rahina Tumpek Uye Dirayakan Serentak di Bali

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster meninjau vaksinasi rabies dan sterilisasi massal anjing di Banjar Wangaya Kaja Desa Wangaya Gede Tabanan
VAKSINASI RABIES: Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi massal terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) terutama anjing yang dilaksanakan di Banjar Wangaya Kaja, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan. (Foto: bi)  

Tabanan, baliilu.com – Perayaan Rahina Tumpek Uye yang jatuh pada Sabtu (Kliwon) Wuku Uye, 5 September 2026 di Bali dilaksanakan secara serentak di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali pada Sabtu (5/9/2026).

Tidak hanya diisi dengan persembahyangan, perayaan Tumpek Uye juga diwujudkan melalui berbagai aksi nyata untuk menjaga, melindungi dan melestarikan satwa serta lingkungan.

Untuk tingkat Provinsi Bali, perayaan Rahina Tumpek Uye dipusatkan di Pura Luhur Batukau, Tabanan yang dihadiri oleh Gubernur Bali, Wayan Koster; Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya; Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga; Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra; Sekda Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, jajaran Perangkat Daerah Pemprov Bali dan Pemkab Tabanan serta masyarakat umum.

Peringatan Tumpek Uye diawali dengan memberi makan ikan di kolam Beji Pura Luhur Batukau, dilanjutkan pelepasan ratusan ekor burung titiran ke alam bebas serta persembahyangan di Pura Beji dan Pura Penataran Luhur Batukau.

Gubernur Bali beserta rombongan kemudian meninjau pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi massal terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) terutama anjing yang dilaksanakan di Banjar Wangaya Kaja, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Pelaksanaan Tumpek Uye dilakukan sebagai wujud penghormatan manusia terhadap binatang yang telah memberi berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. Hal tersebut juga sejalan dengan falsafah Tri Hita Karana sebagai pandangan hidup umat Hindu Bali yang menekankan konsep keharmonisan dan keseimbangan hidup antara Manusia dengan Tuhan (Parhyangan), manusia dengan manusia (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan).

Di Kabupaten/Kota Pelaksanaan Peringatan Tumpek Uye (Tumpek Kandang) dilaksanakan secara serentak dengan melakukan persembahyangan dan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan kesehatan satwa.

Baca Juga  Logo MPIG Kusam, Rebranding Kopi Arabika Kintamani Jadi Kebutuhan Mendesak

Salah satunya melalui vaksinasi rabies dan sterilisasi massal terhadap HPR yang dilaksanakan secara serentak di beberapa titik di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali. Disamping juga dilakukan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat mengenai bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi rabies terhadap HPR.

Di Pantai Masceti, Gianyar dan Oemah Penyu Desa Uma Anyar, Seririt, Buleleng, dilakukan pelepasan ratusan tukik kembali ke habitatnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian aksi nyata Tumpek Uye dalam menjaga keberlangsungan fauna dan keseimbangan ekosistem khususnya laut di Bali.

Tumpek Uye menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa satwa merupakan bagian penting dari kehidupan dan keseimbangan alam. Dengan semangat tersebut, perayaan Tumpek Uye secara serentak di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali diharapkan semakin memperkuat nilai kearifan lokal Bali dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan seluruh makhluk hidup. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca