Wednesday, 22 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Gambuh Maha Gita Duta Denpasar Angkat Cerita Sangging Prabangkara

BALIILU Tayang

:

gambuh
SEKAA GAMBUH: Penampilan Sekaa Gambuh Maha Gita Br. Gelogor, Denpasar Barat di Kalangan Angsaoka, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (15/7). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Hingga pengujung gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV Tahun 2023, Duta Kota Denpasar yang kali ini datang dari Sekaa Gambuh Maha Gita Br. Gelogor, Denpasar Barat ini tetap tampil maksimal. Mengangkat cerita Sangging Prabangkara, Drama Tari Gambuh yang sudah menahun berkembang di Kota Denpasar ini sukses tampil memukau dan mengundang tepuk tangan penonton di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (15/7).

Koordinator sekaligus Pimpinan Sanggar, I Ketut Sumarya, SE mengatakan, proses persipan Sekaa Gambuh Maha Gita Br. Gelogor telah berlangsung sejak dipercaya menjadi Duta Kota Denpasar pada Januari lalu. Dimana, latihan dan persiapan terus dioptimalkan dengan harapan dapat memberikan yang terbaik.

Dikatakannya, pada pementasan kali ini, adapun cerita yang diangkat berujudul Sangging Prabangkara. Dimana, dikisahkan Raja Mataram hendak mencari seorang wanita sebagai permaisuri kerajaan mengingat raja belum memiliki pendamping sejak memerintah di Kerajaaan Mataram. Karenanya, raja kemudian memerintahkan abdinya, Patih Prabangkara, untuk menelusuri seluruh wilayah Kerajaan Mataram dan kerajaan tetangga lainnya guna mencari wanita dimaksud.

Atas perintah tersebut Sumarya menuturkan, akhirnya berangkatlah Patih Prabangkara melakukan penelusuran. Dalam perjalanannya Patih Prabangkara terkesima dengan pemandangan alam yang begitu indah, gunung yang menghijau, danau nan bersih menyejukkan hati yang dilewati selama perjalanan. Terbesit keinginan sang Patih untuk mengabadikan keindahan alam tersebut dengan menggambarnya ke dalam sebuah kanvas.

“Ketika menggambar danau itu, Patih Prabangkara melihat Putri Raja Gegelang yang sedang mandi di tepian danau dan seketika itu pula menggambarnya,” tutur Sumarya.

Singkat cerita, lanjut Sumarya, Patih Prabangkara kembali ke kerajaan sembari melaporkan dan menyerahkan hasil gambar Putri Gegelang tersebut kepada raja. Raja sangat terpikat melihat kecantikan Putri Gegelang yang begitu sempurna. Karenannya, raja kemudian mengutus Patih Prabangkara untuk berangkat ke Kerajaan Gegelang dengan maksud melamar sang Putri.

Baca Juga  Arja Klasik Duta Denpasar Tampilkan Seniman Muda pada PKB XLV Nanti

Setelah tiba di kerajaan, Patih Prabangkara mengutarakan maksud kedatangannya yaitu melamar Putri Raja Gegelang agar berkenan menjadi permaisuri Raja Mataram. Namun ternyata keinginan tersebut mendapat penolakan Raja Gegelang. Dimana, pihaknya dengan berat hati menolak lamaran tersebut karena putrinya telah lama dijodohkan dengan Raden Panji.

“Patih Prabangkara dengan rasa kecewa akhirnya kembali ke Kerajaan Mataram seraya melaporkan penolakan tersebut. Begitu mendengar penolakan itu, Raja Mataram menjadi murka dan bermaksud menyerang Kerajaan Gegelang. Maka perang tidak terelakkan terjadi antara Kerajaan Mataram dan Gegelang,” ujar Sumarya.

Sumarya berharap, ke depan semakin terbuka ruang bagi kesenian Gambuh untuk terus berkembang. Sehingga kesenian ini tetap ajeg lestari di era globalisasi ini. Terlebih gambuh merupakan salah satu kesenian tua yang ada di Bali dan kita warisi hingga kini.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara memberikan apresiasi atas penampilan apik Sekaa Gambuh Maha Gita Br. Gelogor, Denpasar Barat yang membawakan Drama Tari berjudul Sangging Prabangkara. Dimana, drama tari ini mengisahkan perjalanan Raja Mataram yang hendak mencari seorang wanita sebagai permaisuri kerajaan.

“Kami memberikan apresiasi sekaligus mengucapkan terimakasih atas penampilan apik Sekaa Gambuh Duta Kota Denpasar, semoga ke depan ilmu-ilmu pegambuhan dapat diteruskan pada generasi selanjutnya, sehingga keberadaan Gambuh ajeg dan lestari sebagai warisan kesenian Bali,‘‘ ujar Raka Purwantara. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SENI

Duta Kesenian Barong dan Baleganjur PKB XLVI Duta Denpasar Siap Berikan Penampilan Terbaik

Jadi yang Pertama Tampilkan Barong dengan Pengiring Sekehe Gong Wanita

Published

on

By

duta kesenian denpasar
PEMBINAAN: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat menghadiri Pembinaan Sekeha Nayakanari dan Sekeha Gong Cittha Gurnita Kanti, Desa Dauh Puri Kauh oleh Tim Kesenian Kota Denpasar yang digelar di Jaba Puri Agung Jematang, Jumat (17/5) petang. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Duta Kesenian Kota Denpasar yang akan berlaga di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI Tahun 2024 terus melaksanakan persiapan. Tak terkecuali Sekeha Nayakanari yang akan menjadi Duta Kota Denpasar pada Lomba Barong dan Sekeha Gong Cittha Gurnita Kanti, Desa Dauh Puri Kauh yang akan menjadi Duta Kota Denpasar pada Lomba Baleganjur. Keduanya pun dipastikan siap pentas dan memberikan sajian terbaik pada event seni tahunan Provinsi Bali ini. Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan Pembinaan oleh Tim Kesenian Kota Denpasar yang digelar di Jaba Puri Agung Jematang, Jumat (17/5) petang.

Tampak hadir langsung untuk memberikan dukungan dan semangat, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana. Hadir pula Anggota DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa, Tim Pembina Seni dan Konsultan Seni Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara memberikan apresiasi atas berbagai persiapan yang dilaksanakan duta kesenian Kota Denpasar, khususnya Sekeha Nayakanari yang akan menjadi Duta Kota Denpasar pada Lomba Barong dan Sekeha Gong Cittha Gurnita Kanti, Desa Dauh Puri Kauh yang akan menjadi Duta Kota Denpasar pada Lomba Baleganjur.

Dikatakannya, secara umum kedua sekehe ini telah menunjukkan penampilan yang optimal. Terlebih Sekeha Gong Nayakanari yang merupakan sekehe gong wanita dan kali ini menjadi pengiring Tari Barong. Meski demikian, tentunya persiapan harus terus dioptimalkan pada sisa waktu yang tersedia. Sehingga nantinya saat pentas penampilan kedua sekeha ini dapat lebih maksimal.

“Saya berharap seluruh duta kesenian Kota Denpasar yang akan berlaga di PKB terus berlatih untuk memberikan hasil yang terbaik, optimalkan sisa waktu yang tersedia, astungkara memberikan hasil maksimal nantinya dan tetap jaga kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri Pembinaan PKB Tingkat Kota

Kordinator Sekeha Nayakanari, I Wayan Murda mengatakan, beragam persiapan terus dioptimalkan guna memaksimalkan penampilan Duta Barong Kota Denpasar ini. Namun hal yang menarik, tahun ini penambuh pengiringnya adalah wanita.

Dikatakannya, Barong Ket merupakan salah satu kesenian Bali yang erat hubungannya dengan upacara Agama Hindu di Bali. Dalam konsep keagamaan barong diartikan menjadi dua kata yaitu “Bar atau Bor” yang berarti poros dan “Ong” adalah aksara suci yang memiliki simbul Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). “Mohon dukungan semoga kita bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Denpasar,” ujarnya

Hal senada disampaikan Kordinator Sekeha Gong Cittha Gurnita Kanti, Desa Dauh Puri Kauh, Anak Agung Ngurah Tresna Adnyana, pihaknya berharap dapat memberikan penampilan dan hasil maksimal untuk Kota Denpasar.

Dimana, lanjut Ngurah Tresna, pada kesempatan kali ini Sekeha Gong Cittha Gurnita Kanti, Desa Dauh Puri Kauh membawakan garapan bertajuk Wala Tanda. Garapan ini menceritakan tokoh Ida Padanda Made Sidemen yang dikenal sebagai sosok sastrawan besar di abad ke-20 yang mempunyai komitmen tinggi dalam usaha mengedukasi masyarakat, guna menguasai dan mendalami Seni, Budaya, Adat dan Agama di Bali. Untuk sebuah komitmen beliau berlaku Nandurin Karang Awak yang wujudnya berupa penguasaan segala aktivitas masyarakat yang diistilahkan dengan Wala Tanda.

“Istilah Wala sebutan untuk Walaka atau masyarakat kebanyakan, sedangkan Tanda merupakan pelafalan dari Tandawa yaitu penggabungan dari dinamika, ritme dan melodi yang menghasilkan mantra atau lagu, dengan Mudra yang berupa gerak, semoga bisa memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Untuk diketahui Sekeha Nayakanari yang akan menjadi Duta Kota Denpasar pada Lomba Barong PKB XLVI akan tampil pada Minggu 16 Juni 2024. Sedangkan Sekeha Gong Cittha Gurnita Kanti, Desa Dauh Puri Kauh yang akan menjadi Duta Kota Denpasar pada Lomba Baleganjur PKB XLVI akan tampil pada 21 Juni 2024. (eka/bi)

Baca Juga  Pemkot Lepas Peserta Utsawa Dharma Gita Duta Denpasar

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pembinaan PKB Tingkat Kota

Banjar Kangin Panjer Duta Denpasar Ngelawang Barong PKB

Published

on

By

duta Parade Ngelawang Barong pkb denpasar
PARADE NGELAWANG: Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan pembinaan Parade Ngelawang Barong dari Sekaa Gong Mekar Sari, Banjar Kaja Panjer Duta Kota Denpasar di ajang PKB  XLVI Tahun 2024, Minggu (28/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri dan memberikan dukungan kepada Sekaa Gong Mekar Sari, Banjar Kangin Panjer, Kelurahan Panjer sebagai Duta Kota Denpasar pada Parade Ngelawang Barong Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI Tahun 2024.

Dukungan ini disampaikan Wawali Arya Wibawa saat menghadiri pelaksanaan pembinaan tingkat Kota Denpasar yang melibatkan konsultan seni Kota Denpasar, Minggu (28/4) malam, di Banjar Kangin Panjer.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar, Nyoman Darsa, Kadis Kebudayaan Denpasar, Raka Purwantara,  Plt. Camat Denpasar Selatan, Ketut Sri Karyawati, dan tokoh masyarakat banjar setempat.

“Kami memberikan dukungan dan apresiasi kepada Sekaa Gong Mekar Sari, Banjar Kangin Panjer yang tahun ini mewakili Kota Denpasar dalam agenda parade Ngelawang Barong PKB Tahun 2024,” ujar Wawali Arya Wibawa usai menyerahkan dana pembinaan kepada Koordinator Sekaa Gong Mekar Sari, Ngurah Krisna Murti.

Lebih lanjut Wawali Arya Wibawa menyampaikan, pelaksanaan pembinaan yang melibatkan konsultan seni kepada Sekaa Gong Mekar Sari dapat memberikan masukan dan perbaikan-perbaikan dalam mendukung pementasan nantinya di ajang PKB.

“Kami berharap dari pembinaan yang melibatkan konsultan seni Kota Denpasar ini dapat memberikan masukan kreatif untuk meningkatkan kualitas pertunjukan, seperti kriteria, tema, pengaturan panggung dan kostum yang sesuai. Serta mereka akan memberikan bimbingan tentang cara menjaga autentisitas seni Bali dalam karya Ngelawang dari Sekaa Gong Mekar Sari,” ujar Arya Wibawa.

Sementara koordinator Sekaa Gong Mekar Sari, Banjar Kangin Panjer, Ngurah Krisna Murti menyampaikan, terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan Pemkot Denpasar dalam ajang PKB tahun ini. “Kami bersama Sekaa Gong Mekar Sari, Sekaa Teruna Dharma Sentana, dan Sanggar Drupadi Banjar Kangin Panjer akan membawa garapan yang berjudul Mapajar,” ujarnya.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri Pembinaan PKB Tingkat Kota

Lebih lanjut dijelaskan, tema Mapajar tidak terlepas dari pertunjukan sakral dan memiliki nilai magis di Desa Adat Panjer. Sehingga dalam PKB tahun ini kami ingin menampilkan tradisi Desa Adat Panjer yakni Mapajar yang masih tetap ajeg hingga saat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas saran dan masukan yang telah disampaikan konsultan seni Kota Denpasar untuk perbaikan dan kesuksesan penampilan parade ngelawang Duta Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Wabup Suiasa Hadiri Penutupan Swarapala Festival I 2024

Published

on

By

Swarapala Festival 2024
TUTUP SWARAPALA FESTIVAL: Wabup Suiasa saat menghadiri sekaligus menutup secara resmi kegiatan Swarapala Festival I tahun 2024 di Puspem Badung, Minggu (21/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri sekaligus menutup secara resmi kegiatan Swarapala Festival I Tahun 2024 dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Acara dilaksanakan di Jaba Sisi Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung, Minggu (21/4).

Swarapala Festival I tahun 2024 tersebut berlangsung selama dua hari dari tanggal 20 dan tanggal 21 April Tahun 2024 dengan merebut hadiah berupa piala, piagam dan uang tunai. Kegiatan Swarapala Festival diselenggarakan oleh Komunitas Seni Swarapala lingkungan Muncan Kelurahan Kapal dengan mengusung tema “Suluh Sundih” yang berarti Api Cerminan Spirit Kreativitas. Turut hadir Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung l Gede Eka Sudarwitha, Kabid Pemasaran Pariwisata Ni Luh Ayu Rai  Saridarmini, Juri l Wayan Sudirana, Putu Tiodore Adibawa, dan Andi Pastika Putra serta masyarakat setempat.

Kegiatan Swarapala Festival dibantu dana kegiatan Kesra sebesar Rp. 30 juta. Bantuan dana tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan Pemkab Badung dalam melestarikan adat, seni dan budaya warisan leluhur.

Dalam sambutannya Wabup Suiasa mengatakan dirinya sangat mengapresiasi serta menyambut baik daripada kegiatan Swarapala Festival tersebut. Dikatakan juga bahwa kegiatan Swarapala Festival merupakan kegiatan positif dalam rangka menjaga dan melestarikan kesenian tradisional warisan leluhur.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Badung sangat mengapresiasi daripada kegiatan Swarapala Festival I, kegiatan ini merupakan kegiatan positif dalam melestarikan adat budaya warisan leluhur kita,” ujarnya.

Lebih lanjut Suiasa menyampaikan rasa senang dan bangga bahwa kegiatan Swarapala Festival merupakan suatu agenda yang begitu penting dan baik serta sangat strategis di dalam membangun khususnya sumber daya manusia para generasi muda.

”Kegiatan Swarapala Festival ini yang telah dilaksanakan merupakan suatu momentum yang sangat luar biasa dan sangat istimewa bagi kita semua, ketika kita mampu melakukan idealisme seni budaya itu, kita bisa wujudkan secara bersama-sama secara bersinergi dan tentunya yang terakhir adalah sebuah kebanggaan bagi kita semua,” ungkapnya.

Baca Juga  Walikota Hadiri Pembinaan Sekaa Gong Legendaris Werda Mimba Merdangga Desa Adat Intaran

“Dalam kegiatan ini generasi muda telah tampil dan mengambil peran begitu besar berkiprah di bidang seni dan budaya seperti sekarang ini, kegiatan ini benar-benar mempersatukan para komunitas seni muda dari berbagai latar belakang budaya, karakter, seninya mereka di daerahnya masing-masing tetapi disini bisa dipersatukan menjadi sebuah suatu variasi yang sangat indah dan sangat menarik,” imbuhnya.

Dirinya mengimbau dengan terselenggaranya kegiatan Swarapala Festival tersebut supaya bisa berkelanjutan tidak hanya berhenti di tahun 2024 sehingga para generasi muda bisa meneruskan mengembangkan bakat dan seninya. “Kegiatan ini sudah membuktikan memberikan atau mewujudkan rasa bangga maka tidak ada alasan bagi kita bahwa kegiatan ini berhenti hanya disini saja tentunya tantangan bagi kita semua bagaimana kegiatan ini Swarapala Festival ini tidak hanya berhenti di tahun 2024  tetapi saya berharap bergelora di tahun-tahun berikutnya,” harap Suiasa.

Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara I Putu Bayu Mahendra Putra menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wabup Suiasa yang sudah mendukung dan memfasilitasi kegiatan Swarapala Festival tersebut. “Terima kasih kami sampaikan kepada Wakil Bupati dan Pemerintah Kabupaten Badung yang sudah mendukung terselenggaranya kegiatan Swarapala Festival I lomba Baleganjur Ngarap se-Bali hari ini yang diikuti 23 sekaa Baleganjur dari seluruh Bali. Swarapala Festival ini menjadi event Swarapala Festival yang pertama/perdana semoga bisa diteruskan di tahun-tahun berikutnya. Swarapala Festival dengan tema ‘’Suluh Sundih’’ ini bertujuan untuk memberi ruang kreativitas kepada seluruh sekaa gong, yowana, sanggar, komunitas seni di seluruh Bali untuk berkarya khususnya baleganjur ngarap. Sekaligus sebagai bentuk pelestarian adat seni dan budaya Bali,” lapornya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca