Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gandeng AFKHI dan FAO, FKH Unud Revitalisasi Kurikulum Antisipasi Isu-isu Global ‘’One Health’’

BALIILU Tayang

:

de
Workshop Revitalisasi Kurikulum FKH Universitas Udayana, Selasa (18/1/2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Untuk mengantisipasi perkembangan tiga isu global one health, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) menggelar Workshop Revitalisasi Kurikulum menggandeng Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI) dan Food and Agriculture Organization (FAO), pada Selasa (18/1/2022).

Kegiatan workshop berlangsung secara hybrid dibuka oleh Dekan FKH Prof. Dr. drh. Nyoman Suartha, M.Si. Titik poin secara luring dengan protokol kesehatan yang ketat bertempat di Ruang Seminar Lt 1 FKH Kampus Sudirman, dan secara daring.

Melalui revitalisasi kurikulum konsep pendekatan one health akan diintegrasikan ke dalam rencana pembelajaran. Ketiga isu global itu yang pertama yaitu penanggulangan penyakit Zoonosis, Emerging Diseases (EID) dan Re Emerging Diseases (REIDs). Isu kedua yaitu ancaman Antimicrobial Resistance (AMR atau resistensi antimikroba) dan ketiga tentang Poultry Health (kesehatan unggas).

Dekan Prof. Suartha dalam sambutannya mengatakan, budaya mutu harus tetap dipertahankan untuk menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dan siap di dunia kerja. Materi pembelajaran harus selalu diperbarui untuk peningkatan mutu lulusan. “Sesuai perkembangan kesehatan global saat ini dan prediksi ke depan, bahwa munculnya kasus penyakit baru yang bersifat Zoonosis, munculnya ancaman resistensi antimikroba yang kondisi ini sangat berhubungan erat dengan manajemen perunggasan, maka perlu ditanamkan secara dini dan berkelanjutan pada mahasiswa, dan diimplementasikan dalam kurikulum pembelajaran,” ujar Suartha.

Turut memberikan sambutan dari FAO Indonesia yang diwakili oleh Gozali. “Global health security program, kerja sama FAO Indonesia dan Dirjen PKH mendorong AFKHI untuk memperkaya kurikulum masing-masing FKH di Indonesia dengan cara merevitalisasi kurikulum menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” ungkap Gozali.

Untuk mendukung kelancaran proses integrasi konsep one health ke dalam pembelajaran kedokteran hewan, dihadirkan dua pakar sebagai narasumber dalam workshop ini. Pembicara pertama Prof. Ir. I Made Supartha Utama, M.S., Ph.D. dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Udayana dengan materi ‘’Revitalisasi Kurikulum: Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi di Era Industri 4.0 untuk Mendukung Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM)’’, dipandu oleh Drh. Tri Komala Sari, Ph.D.

Baca Juga  Capai Target IKU, FKH Unud Sosialisasikan Program Kreativitas Mahasiswa

Prof. Supartha mengungkapkan, Permendikbud No. 3 Tahun 2020 sebagai acuan penyelenggaraan dan evaluasi kurikulum. Capaian Pembelajaran Lulusan harus sesuai standar SKKNI yang telah ditetapkan. Perubahan-perubahan yang ada harus diimplementasikan ke dalam kerikulum pembelajaran, agar kedepannya mahasiswa siap di saat terjun ke masyarakat atau di dunia kerja.

Lebih lanjut dikatakan perlu adanya relaksasi kurikulum dan terbukti interdisiplin, multidisplin dan transdisiplin keilmuan mengarah pada kompleks problem solving (pemecahan masalah) berbasis case based learning (Pembelajaran studi kasus). ‘’Sehingga perubahan kurikulum dapat menciptakan kemampuan khusus yang dapat menjawab perubahan dan permasalahan yang terjadi,” ujar Supartha.

Pembicara kedua menghadirkan Dr. drh. Hapsari Mahatmi, M.P. yang juga pakar one health dari Universitas Udayana. Dimoderatori oleh Drh. Kadek Karang Agustina, M.P., materi yang sangat menarik disajikan yaitu ‘’Integrasi Konsep One Health pada Kurikulum FKH Unud dalam Upaya Penanggulangan Zoonosis, AMR, EIDs dan ReEIDs’’. Sekarang ini banyak kejadian penyimpangan penggunaan obat-obatan dan khususnya antibiotik, baik oleh tenaga profesional maupun masyarakat awam. Adanya ketergantungan antara kesehatan hewan, manusia dan lingkungan, mengharuskan tenaga profesional (salah satunya dokter hewan) harus berkolaborasi dengan tenaga profesional dari profesi lainnya untuk upaya pencegahan, pemberantasan penyakit, kesehatan ekosistem yang berdampak pada sosiol ekonomi.

Dr. Hapsari memaparkan, Integrasi Konsep One Health pada kurikulum FKH Unud adalah untuk menciptakan One world, one health. Perlu pendekatan kolaboratif multidisiplin baik lokal, nasional dan global. ‘’Dimana fokus one health sekarang ini mengarah ke zoonosis, EIDs, AMR-AMU, dan poultry health,” ungkapnya.

Secara daring melalui Webex, workshop ini diikuti perwakilan dari Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, Perwakilan FAO Indonsesia, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Bali, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Ketua PB PDHI, Ketua PDHI Cabang Bali, PT Charoen Pokphand Indonesia Cabang Bali, PT Japfa Comfeed Indonesia Cabang Bali, para Alumni FKH Unud, para Koordinator Mata Kuliah FKH Unud, dosen FKH Unud, perwakilan mahasiwa: BEM FKH Unud, Ketua DPM FKH Unud, Pemimpin Umum LPM Suara Satwa FKH Unud. 

Baca Juga  Kerja Sama dengan Hewania, FKH Unud Siap Berpartisipasi dalam Telehealth Layanan Kesehatan Hewan

“Seperti diketahui isu-isu global terus berkembang, yang menjadi tantangan dan peluang FKH Unud. Pada kesempatan yang baik ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada FAO atas bantuan dananya, juga supporting dari AFKHI dan Dirjen PKH, semoga kerja sama ini terus berjalan dan FKH Unud semakin maju,” tutup Prof. Suartha. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas557-FKH-UNUD-Lakukan-Revitalisasi-Kurikulum-Untuk-Antispasi-Isu-Isu-Global-One-Health-Gandeng-AFKHI-dan-FAO.html (gs/bi/mm)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Satpol PP Denpasar Tertibkan Lima Pedagang Acung dan Badut dalam Operasi SABERGEP

Published

on

By

SABERGEP: Satpol PP Kota Denpasar saat melaksanakan operasi Sapu Bersih Gelandangan dan Pengemis (SABERGEP) di sejumlah titik lampu lalu lintas di wilayah Kota Denpasar, Kamis (25/9). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan operasi Sapu Bersih Gelandangan dan Pengemis (SABERGEP) di sejumlah titik lampu lalu lintas di wilayah Kota Denpasar, Kamis (25/9). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketertiban umum, kenyamanan masyarakat, serta keselamatan pengguna jalan.

Dalam operasi tersebut, petugas Satpol PP Kota Denpasar menertibkan lima orang yang beraktivitas di kawasan lampu lalu lintas, terdiri atas tiga pedagang acung dan dua orang yang mengenakan kostum badut. Mereka selanjutnya didata dan diberikan pembinaan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, mengatakan kegiatan SABERGEP dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Denpasar menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, khususnya di ruang publik dan kawasan persimpangan jalan.

“Penertiban ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan keselamatan masyarakat, khususnya di kawasan lampu lalu lintas. Kepada mereka yang terjaring, kami juga memberikan pembinaan agar tidak kembali melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban maupun keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang secara langsung kepada gelandangan dan pengemis maupun pedagang acung yang beraktivitas di kawasan lampu lalu lintas. Menurutnya, peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan lalu lintas.

Pelaksanaan operasi SABERGEP berlangsung aman, tertib, dan lancar. Satpol PP Kota Denpasar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum serta melaporkan apabila menemukan aktivitas yang dinilai mengganggu ketenteraman dan kenyamanan masyarakat. Untuk layanan pengaduan dan tindak lanjut dapat melalui GARBASITA Satpol PP Kota Denpasar, masyarakat tidak dikenakan biaya.

Baca Juga  Meriah, Reuni Akbar & HUT Ke-12 Minat Profesi Satwa Liar Rothschildi FKH Unud

Satpol PP Kota Denpasar juga menegaskan komitmen untuk menjaga integritas seluruh jajaran serta tidak menerima pemberian dalam bentuk apa pun terkait pelayanan maupun penanganan pengaduan.

“Apabila terdapat pihak yang meminta sesuatu dengan mengatasnamakan Satpol PP Kota Denpasar, masyarakat dapat melaporkannya melalui WhatsApp Bot GARBASITA di nomor 0813-3733-8326 dengan menyertakan bukti yang autentik,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Empat Dekade SMPN 4 Abiansemal, Bupati Badung Komit Perluas Beasiswa Perguruan Tinggi

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri HUT ke-40 SMPN 4 Abiansemal
HADIRI HUT: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri perayaan HUT ke-40 SMPN 4 Abiansemal bertajuk “40 Years of Excellence: Inspiring the Future”, Jumat (25/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pembangunan pendidikan di Kabupaten Badung tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Di tengah pesatnya industri pariwisata dan investasi global, generasi muda dituntut memiliki karakter dan integritas kuat agar mampu menjadi aktor utama pembangunan daerah, bukan sekadar penonton. Hal tersebut disampaikan Bupati Adi Arnawa saat menghadiri perayaan HUT ke-40 SMP Negeri 4 Abiansemal bertajuk 40 Years of Excellence: Inspiring the Future di sekolah setempat, Jumat (25/9).

Bupati mengapresiasi inovasi SMPN 4 Abiansemal yang menyeimbangkan aspek kognitif dengan pembentukan moral siswa melalui program Kantin Kejujuran. Langkah ini dinilai efektif membangun integritas peserta didik sejak dini. “Kita tidak akan bisa menjadi bangsa yang kuat jika hanya mengandalkan kemampuan akademis, tanpa dibarengi semangat, karakter, dan integritas tinggi,” ujar Adi Arnawa.

Ia mengingatkan, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal sangat mendesak karena struktur ekonomi Badung bertumpu pada pariwisata. Tantangan ke depan semakin berat seiring derasnya modal yang masuk ke wilayah tersebut. “Bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri ketika investasi deras masuk ke Badung, tetapi kita tidak memiliki kualifikasi pendidikan? Kita akan jadi penonton,” tegasnya.

Untuk itu, Pemkab Badung mendorong penguasaan bahasa Inggris sejak tingkat dasar lewat program bimbingan belajar berbasis banjar. Namun, Adi Arnawa mengingatkan agar penguasaan bahasa internasional ini tidak mengikis identitas lokal. “Bahasa Inggris wajib dipahami untuk interaksi global. Namun, itu harus berjalan seimbang dengan pelestarian bahasa dan budaya Bali,” imbuhnya.

Guna memperluas akses perguruan tinggi, Pemkab Badung menggulirkan program beasiswa kuliah hingga delapan semester untuk anak keluarga kurang mampu dan petani. Program ini dirancang mendongkrak partisipasi pendidikan tinggi S1 di Badung yang saat ini baru menyentuh angka 30 persen.

Baca Juga  Gaungkan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa, FKH Unud Adakan Pembekalan PKMM 2022

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Abiansemal, I Made Antara memaparkan sekolah yang berdiri sejak 1984 tersebut kini mengampu 717 siswa, didukung 60 guru dan pegawai, serta mencetak lebih dari 10.500 alumni. Perayaan empat dekade diisi Festival SPEN4AB yang melibatkan siswa SD melalui ajang akademik, seni, olahraga, budaya, dan lingkungan.

“Kami konsisten mengembangkan pembiasaan karakter dan penguatan bahasa. Program bahasa Inggris diterapkan dalam komunikasi harian serta kelompok belajar internasional bersama siswa dari Jepang dan Malaysia,” jelas Made Antara.

Acara turut dihadiri anggota DPRD Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Disdikpora, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta, jajaran Tripika, Perbekel Bongkasa, Bendesa Adat, pengurus PGRI, komite, dan siswa setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

World Cleanup Day 2026, Pemkab Badung Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Kawasan Mangrove

Published

on

By

Sekda Badung Pimpin Aksi Bersih World Cleanup Day
AKSI BERSIH: Sekda Surya Suamba saat aksi bersih lingkungan memperingati World Cleanup Day Indonesia 2026 di kawasan mangrove Pantai Telaga Waja, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (25/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar aksi bersih lingkungan guna memperingati World Cleanup Day Indonesia 2026 di kawasan mangrove Pantai Telaga Waja, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (25/9).

Dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba yang mewakili Bupati Badung, kegiatan bertema “Aksi Bersih Pemuda-pemudi Merdeka dari Sampah” ini melibatkan sekitar 300 peserta dari unsur pemerintahan, dunia usaha, komunitas, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat.

Aksi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Menteri Lingkungan Hidup RI tentang Dukungan Kegiatan World Cleanup Day Indonesia 2026 guna menguatkan sinergi serta peran generasi muda sebagai pelopor pelestarian lingkungan pesisir.

World Cleanup Day menjadi momentum mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menangani sampah. “Yang ingin kita bangun adalah generasi yang tidak hanya peduli saat melihat sampah berserakan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mencegah, mengurangi, memilah dari sumbernya, dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan,” ujar Surya Suamba.

Sekda menegaskan bahwa pemilihan kawasan mangrove memiliki makna vital bagi ekosistem pesisir dan habitat biota, sehingga kebersihannya harus dijaga demi fungsi ekologis jangka panjang. “Kita berharap kegiatan hari ini tidak berhenti pada memungut dan mengangkut sampah. Yang lebih penting adalah mencegah sampah tersebut muncul dan mengubah perilaku sehari-hari. Mari kita mulai perubahan itu dari hari ini, dari tempat ini, dari diri kita masing-masing untuk mewujudkan Badung yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Semangat aksi ini diwujudkan melalui empat pilar kemerdekaan sampah, yakni merdeka dari kebiasaan membuang sampah sembarangan, penggunaan plastik sekali pakai, sikap acuh terhadap lingkungan, serta ketergantungan pengelolaan sampah. Tidak sekadar dipungut, sampah seberat ratusan kilogram yang terkumpul dari kawasan pesisir tersebut langsung ditimbang dan dipilah ke dalam jenis organik, anorganik, plastik, serta residu untuk diolah lebih lanjut secara berkelanjutan melalui fasilitas pengolahan sampah dan yayasan mitra lingkungan.

Baca Juga  Pameran Anjing Kintamani, Direktur RSHP FKH Unud Jadi Juri Spesialis

Turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten Badung, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kepala OPD di lingkup Pemkab Badung, Pimpinan Instansi Vertikal, Camat Kuta Selatan beserta jajaran, para Lurah, Bendesa Adat, BUMD, tokoh masyarakat, Karang Taruna, Yowana serta undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca