Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Garapan Dramatikal “Bibi Anu” Puncaki Gebyar Literasi Denpasar 2026

Wawali Arya Wibawa: Literasi Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Loading

BALIILU Tayang

:

Wawali Denpasar Saksikan Dramatikal Bibi Anu
GEBYAR LITERASI: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dan Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, saat menyaksikan garapan dramatikal “Bibi Anu” pada Gebyar Literasi Denpasar 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang, Jumat (2/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Garapan dramatikal bertajuk “Bibi Anu” menjadi sajian pemuncak Gebyar Literasi (Gelis) Kota Denpasar Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang, Jumat (2/10). Pertunjukan yang memadukan drama, seni, dan pesan literasi tersebut diperankan langsung oleh Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, bersama Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, berkolaborasi dengan Naluri Manca.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa; Ketua Gatriwara Kota Denpasar, Ny. Purnawati Ngurah Gede; serta Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya. Tampak pula pimpinan perangkat daerah, siswa-siswi, pegiat literasi, dan undangan lainnya. DWP Kota Denpasar turut memeriahkan kegiatan melalui penampilan paduan suara.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan Gebyar Literasi Denpasar bukan sekadar rangkaian lomba, pameran, atau kegiatan membaca dan menulis, melainkan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, serta bijak menyikapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

“Literasi hari ini tidak cukup hanya dengan kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga harus mampu memahami, memilah, dan mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat, termasuk menggunakan teknologi secara bijak,” ujarnya.

Arya Wibawa menjelaskan, pembangunan literasi di Kota Denpasar menunjukkan capaian yang terus berkembang. Berdasarkan kajian Perpustakaan Nasional RI, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kota Denpasar pada 2024 mencapai 83,38 atau berada pada kategori tinggi, meningkat dari 71,34 pada 2023. Sementara itu, TGM 2025 tercatat 59,65 seiring adanya perubahan mekanisme dan rumus penghitungan.

Baca Juga  Rangkaian HUT Ke-237, Pemkot Denpasar Gelar Weekend Dog Festival dan Kontes Ikan Mas Koki Bali

“Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Denpasar tahun 2024 juga mencapai 76,11, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Bali yang berada di kisaran 66. Capaian ini menjadi gambaran bahwa pembangunan literasi di Denpasar terus kita kuatkan melalui berbagai program dan kolaborasi,” jelasnya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak semata-mata diukur dari angka maupun jumlah kunjungan ke perpustakaan. Literasi harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat, mulai dari kemampuan memahami bacaan, berpikir kritis, berkarya, memecahkan persoalan, hingga menjadi masyarakat yang bertanggung jawab.

“Di tengah perkembangan era digital dan kecerdasan artifisial, masyarakat menghadapi arus informasi yang semakin cepat dan luas. Karena itu, kemampuan literasi menjadi semakin penting agar masyarakat mampu menyaring informasi dan memanfaatkannya secara positif,” katanya.

Pihaknya juga mengajak keluarga dan satuan pendidikan membangun kebiasaan membaca sejak dini. Menurutnya, budaya literasi dapat dimulai dari lingkungan keluarga dengan menjadikan membaca sebagai kebiasaan dan kebutuhan sehari-hari.

“Budaya literasi sesungguhnya dimulai dari rumah kita sendiri. Mari kita jadikan membaca sebagai kebiasaan dan kebutuhan hidup, serta menjadikan perpustakaan sebagai rumah pertama bagi anak. Dengan semangat ‘Literasi Kuat, Melangkah Serentak Ciptakan Dampak’, mari kita wujudkan Denpasar sebagai kota literasi yang adaptif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, mengatakan Gebyar Literasi Denpasar 2026 merupakan pelaksanaan tahun kedua yang mengusung tema “Literasi Kuat, Melangkah Serentak Ciptakan Dampak”. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Hari Kunjung Perpustakaan tersebut menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan minat baca, kemampuan menulis, serta apresiasi terhadap karya dan budaya literasi.

“Gebyar Literasi Denpasar kami rancang sebagai ruang bersama untuk membudayakan gemar membaca dan literasi secara masif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelajar, guru, pegiat literasi, komunitas, pengelola perpustakaan, ASN, hingga masyarakat untuk berkarya, berbagi pengetahuan, dan berkolaborasi,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Raih Dua Penghargaan pada Ajang APBD Awards 2024

Cok Parta menjelaskan, rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai pelatihan dan pembekalan, seperti pelatihan bertutur bagi siswa SD, pelatihan membuat resensi buku bagi siswa SMP, pelatihan menulis cerita pendek bagi guru dan masyarakat umum, serta program ASN Menulis Artikel bagi perangkat daerah. Selain itu, digelar Bincang Literasi Perempuan bertema “Perempuan Literat, Denpasar Berdaya”, Bincang Literasi Kota bertema “Inovasi, Literasi Masa Depan”, kelas literasi terbuka, Meet and Greet dan peluncuran buku, serta nonton bareng video konten berbahasa Bali “Putu Arya”.

Gebyar Literasi juga menghadirkan berbagai lomba, meliputi Bertutur tingkat SD, Menulis Resensi tingkat SMP, Menulis Cerpen Berbahasa Indonesia kategori guru dan umum, Paduan Suara tingkat desa/kelurahan, serta Menulis Artikel Perangkat Daerah kategori ASN Menulis. Rangkaian kegiatan turut dilengkapi pameran atau book fair yang diikuti 11 penerbit, Pojok ISBN, Pameran Arsip dan Dokumentasi, Pojok Pintar, Lapak Literasi Sekolah, serta Pentas Literasi berupa drama dan tari siswa bersama Bunda Literasi.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada perpustakaan desa dan kelurahan, perpustakaan sekolah, serta para pegiat literasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menggerakkan budaya literasi di Kota Denpasar,” katanya.

Gebyar Literasi Denpasar 2026 berlangsung selama dua hari, 2–3 Oktober 2026, di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang. Kegiatan ini terlaksana melalui dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Bank BPD Bali Cabang Denpasar, Yayasan Bina Ilmu, Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma, Jasa Marga, Perumda Bhukti Praja, IKAPI Provinsi Bali, APSAI, Fairme Indonesia, serta pegiat dan komunitas literasi Denpasar.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Gebyar Literasi Denpasar. Besar harapan kami, kegiatan ini semakin memperkuat budaya gemar membaca dan literasi di Kota Denpasar, sehingga kita dapat melangkah serentak menciptakan dampak dalam mewujudkan Denpasar Maju, yakni Makmur, Aman, Jujur, dan Unggul,” pungkasnya. (eka/bi)

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

DPRD Denpasar Setujui Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027

Published

on

By

DPRD Denpasar Setujui Ranperda APBD 2027
RAPAT PARIPURNA: Ketua DPRD Kota Depasar dan Wakil Walikota Denpasar memperlihatkan dokumen persetujuan terhadap Ranperda tentang APBD Tahun Anggaran 2027 untuk ditetapkan menjadi Perda pada Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan III yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Denpasar, Jumat (2/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – DPRD Kota Denpasar menggelar Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan III dengan agenda penyampaian pandangan umum, pendapat akhir, dan persetujuan fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Rapat paripurna berlangsung di Gedung DPRD Kota Denpasar, Jumat (2/10).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna. Turut hadir Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, unsur Forkopimda Kota Denpasar, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Dalam rapat tersebut, masing-masing fraksi DPRD Kota Denpasar menyampaikan pandangan umum dan pendapat akhir terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027. Setelah melalui pembahasan dan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku, seluruh fraksi DPRD Kota Denpasar menyatakan persetujuan terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027.

Persetujuan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2027. Selanjutnya, Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027 akan diproses sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2027.

Pandangan umum pertama dari Fraksi PSI-NasDem yang dibacakan I Wayan Gatra menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Walikota dan Wakil Walikota Denpasar beserta jajaran yang telah menyusun dan menyampaikan dokumen Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.

Gatra menyebutkan, dokumen ini merupakan fondasi strategis dalam menentukan arah pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. Penyampaian Rancangan APBD TA 2027 ini menjadi momentum untuk menyelaraskan program prioritas daerah dengan kebutuhan nyata masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Maka, pendapat akhir Fraksi PSI-NasDem Kota Denpasar dinyatakan menyetujui Ranperda tersebut.

Baca Juga  Penglukatan Wayang Sapuh Leger Astapungku di Pura Kahyangan Badung

Selanjutnya, pandangan umum Fraksi Gerindra yang dibacakan Ketut Ngurah Aryawan juga menyetujui Rancangan APBD TA 2027. Berdasarkan arah kebijakan umum, strategi dan prioritas yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi daerah dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip anggaran yang transparan, akuntabel, efisien, dan efektif. Pihaknya mengharapkan agar OPD penghasil lebih optimal lagi menggali potensi PAD lainnya.

Selain dua fraksi tersebut, pandangan umum Fraksi Golkar yang dibacakan I Wayan Suwirya menyatakan pihaknya menyepakati Rancangan APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2027 untuk dapat ditetapkan menjadi Peraturan Daerah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Selanjutnya, Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan pandangan umumnya yang dibacakan Ni Luh Gede Ernawati. Pihaknya menyampaikan bahwa dari pemaparan Walikota Denpasar serta hasil rapat kerja dengan TAPD Denpasar, Rancangan APBD TA 2027 merupakan rancangan yang optimistis dengan target pendapatan yang maksimal.

“Dengan demikian kami berpendapat Ranperda tentang Rancangan APBD TA 2027 dapat disetujui dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Denpasar bersama DPRD Kota Denpasar dalam seluruh tahapan pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027.

Menurutnya, persetujuan bersama terhadap Ranperda APBD tersebut mencerminkan komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat Kota Denpasar.

“Persetujuan bersama ini merupakan bagian dari proses penyelenggaraan pemerintahan yang harus kita jalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Tentunya kami menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Denpasar atas sinergi dan masukan yang telah diberikan dalam pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027,” ujar Arya Wibawa.

Baca Juga  Kasus Meninggal Dunia Nihil, 30 Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Sembuh

Ia menambahkan, dengan disetujuinya Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Pemerintah Kota Denpasar akan terus berkomitmen melaksanakan program dan kegiatan yang telah direncanakan dengan mengedepankan efektivitas, efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas.

“Yang paling penting adalah bagaimana APBD ini nantinya dapat diimplementasikan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan Kota Denpasar,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda Literasi Denpasar Dorong Perempuan Berdaya Melalui Literasi

Published

on

By

Bunda Literasi Denpasar Jadi Narasumber Bincang Literasi Perempuan
NARASUMBER: Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menjadi narasumber kegiatan Bincang Literasi Perempuan "Perempuan Literat, Denpasar Berdaya" yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar di Ruang Audio Visual Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Jumat (2/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengajak perempuan untuk terus meningkatkan kemampuan literasi sebagai bekal dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan perkotaan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Bincang Literasi Perempuan “Perempuan Literat, Denpasar Berdaya” yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar Dalam Rangka Gebyar Literasi Denpasar Tahun 2026 di Ruang Audio Visual Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Jumat (2/10).

Mengangkat tema “Apa yang Dibaca, Apa yang Ditulis, Apa yang Dilakukan”, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pentingnya literasi bagi perempuan, tidak hanya dalam kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dalam memahami informasi, mengambil keputusan, meningkatkan kapasitas diri, hingga berkontribusi di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pengalaman terjun langsung ke masyarakat juga menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga. Menurutnya, dalam menghadapi persoalan di masyarakat, setiap kasus memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda sehingga diperlukan pemahaman yang tepat sebelum mengambil tindakan.

“Saya tahu dari mengerjakan sesuatu, sama seperti ketika kita terjun ke masyarakat. Dari sana kita melihat berbagai persoalan. Saya tidak selalu belajar dari teori, tetapi melihat kasus-kasus yang ada di masyarakat. Dari situ kita belajar bahwa setiap kasus berbeda dan harus disikapi dengan cara yang tepat,” ujarnya.

Ia mencontohkan ketika berhadapan dengan persoalan anak penyandang disabilitas. Menurutnya, diperlukan pemahaman mengenai kondisi dan kebutuhan masing-masing anak agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai.

Dari pengalaman tersebut, dirinya juga belajar untuk selalu bersyukur atas kehidupan yang dijalani sekaligus memahami langkah apa yang dapat dilakukan ketika menemukan persoalan di masyarakat.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

“Saya bertanya kepada Dinas Sosial, apa yang bisa dibantu oleh Pemerintah Kota. Dari sana saya mendapatkan arahan. Jadi bukan saya yang membantu semuanya, saya hanya membantu membuka jalan. Selanjutnya perangkat daerah memberikan arahan mengenai apa yang bisa dibantu. Dari sana saya juga belajar,” jelasnya.

Menurutnya, menjadi perempuan yang mampu menjalankan banyak peran tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman. Membaca dan belajar tetap penting untuk memperluas wawasan sehingga setiap persoalan dapat disikapi secara lebih tepat.

“Menjadi perempuan super tidak harus selalu membaca teori, tetapi idealnya kita harus membaca. Dari membaca kita menjadi tahu dan bisa melakukan sesuatu dengan benar. Apa yang kita lihat di masyarakat bisa kita selesaikan dengan lebih tepat,” katanya.

Lebih lanjut, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan bahwa kota tidak hanya dibangun oleh gedung, pusat perbelanjaan, maupun jalan, tetapi juga oleh orang-orang yang hidup di dalamnya. Dalam konteks tersebut, perempuan memiliki peran penting sebagai benih pertama literasi dalam keluarga.

Literasi perempuan juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi berkembang pada kemampuan membaca informasi, menggunakan teknologi, meningkatkan keterampilan, serta mengembangkan potensi diri hingga mampu menjadi perempuan yang berdaya.

“Dari membaca menjadi berdaya. Literasi akan terasa manfaatnya ketika pengetahuan yang kita miliki dapat dihubungkan dengan kesejahteraan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perempuan saat ini menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan peran. Perempuan yang bekerja dituntut profesional, di dalam keluarga dituntut mampu mengelola keuangan, menjadi pendidik sekaligus penjaga moral anak, serta tetap aktif dalam kegiatan adat dan sosial.

Beragam peran tersebut dapat menguras energi fisik dan mental perempuan sehingga diperlukan ruang untuk terus belajar, membaca, mengembangkan diri, dan merawat kapasitas diri.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Raih Dua Penghargaan pada Ajang APBD Awards 2024

Selain itu, pengalaman perempuan juga menjadi bagian penting dari sejarah kehidupan masyarakat yang perlu terus didokumentasikan. Perjalanan perempuan sejak lahir, menikah, menjalani kehidupan keluarga hingga memasuki usia lanjut, termasuk kiprahnya dalam seni dan budaya, merupakan pengetahuan yang berharga bagi generasi berikutnya.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara menegaskan bahwa perempuan yang berliterasi tidak hanya mencerdaskan dirinya sendiri, tetapi juga memiliki peran dalam mencerdaskan keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Mengutip pepatah bijak, “Jika kamu mendidik seorang pria, kamu mendidik seorang individu. Namun jika kamu mendidik seorang perempuan, kamu mendidik sebuah bangsa.”

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana menyampaikan terima kasih kepada Bunda Literasi Kota Denpasar yang telah mengajak perempuan untuk terus meningkatkan kemampuan literasi sebagai bekal dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan perkotaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut membuka wawasan perempuan mengenai pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memperkaya materi, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, yakni Nyoman Wirayuni, S.H., M.M.; Prof. Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor Akademik Undiknas University; serta Prof. Dr. Kadek Aria Prima Dewi, P.F., S.Ag., M.Pd., Direktur Pascasarjana Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja.

Nyoman Wirayuni dan Prof. Dr. Ni Wayan Widhiasthini menyampaikan materi “Perempuan Literat Denpasar Berdaya: Aksi Nyata” serta “Urgensi Literasi Digital Menciptakan Ruang Aman bagi Perempuan”. Sementara itu, Prof. Dr. Kadek Aria Prima Dewi membawakan materi “Perempuan Membaca, Menulis, dan Menggerakkan”.

Melalui kegiatan tersebut, perempuan diharapkan semakin memiliki kesadaran untuk terus membaca, belajar, berkarya, dan mengambil peran di tengah masyarakat. Semangat literasi tersebut sejalan dengan tema Gebyar Literasi Tahun 2026, yakni membangun masyarakat yang berpengetahuan dan sejahtera, serta mendukung visi Pemerintah Kota Denpasar menuju Denpasar Maju (Makmur, Aman, Jujur, dan Unggul). (eka/bi)

Baca Juga  Awali Tahun 2023, Banjar Prajasari Gelar Posyandu dan Penimbangan Sampah  

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara Dampingi Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Revitalisasi SDN 15 Dangri

Pastikan Tambahan Perbaikan 26 Sekolah Tahun Ini

Loading

Published

on

By

Mendikdasmen dan Walikota Denpasar Tinjau Revitalisasi Sekolah
TINJAU PROYEK: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti didampingi Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat meninjau proyek bantuan revitalisasi di SD Negeri 15 Dangin Puri, Desa Dangin Puri Kelod, Jumat (2/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti didampingi Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara meninjau proyek bantuan revitalisasi di SD Negeri 15 Dangin Puri, Desa Dangin Puri Kelod, Jumat (2/10).

Pada kesempatan itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah pusat meningkatkan alokasi program revitalisasi satuan pendidikan di Bali pada 2026. Sebanyak 401 sekolah di seluruh jenjang pendidikan di Bali akan mendapatkan bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp 272,66 miliar.

Program revitalisasi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah. Abdul Mu’ti menyebutkan, pada 2025 terdapat 2.649 tenaga kerja yang terserap dalam pelaksanaan revitalisasi sekolah di Bali. Jumlah tersebut meningkat menjadi 5.580 tenaga kerja pada 2026.

Untuk Kota Denpasar sendiri, kata Abdul Mu’ti pada 2025 terdapat sembilan sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp 6,139 miliar. Pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 26 sekolah dengan total anggaran Rp 18,891 miliar.

“Ini menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu satuan pendidikan, tapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan pembangunan dan perbaikan satuan pendidikan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas, terutama sekolah yang mengalami kerusakan berat. Dengan program tersebut, pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia dapat diperbaiki pada akhir 2028.

Sementara itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara pada kesempatan yang sama mengatakan Pemerintah Kota Denpasar telah menyampaikan format-format yang diperlukan terkait program revitalisasi kepada pemerintah pusat.

Khusus SD Negeri 15 Dangin Puri, bantuan revitalisasi yang diterima mencapai sekitar Rp 478 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk revitalisasi empat ruang kelas, penataan halaman, serta sejumlah fasilitas kamar mandi.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Dangri Kangin Festival Ke-8 Tahun 2025

“Ini juga sangat membantu kami di Kota Denpasar, apalagi sekarang di tahun 2026 itu totalnya hampir Rp 80 miliar, ada peningkatan yang sangat signifikan,” kata Jaya Negara.

Ia menyampaikan terimakasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Denpasar.

“Terimakasih untuk perhatian yang diberikan kepada Kota Denpasar. Kami berharap, peningkatan sarana pendidikan ini dapat juga menunjang program pendidikan di Kota Denpasar,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca