Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gencarkan Program Ketahanan Pangan, Kelompok Uma Mina Segara Desa Pemogan Budidayakan Ikan Lele

BALIILU Tayang

:

Ketahanan Pangan
Kelompok Uma Mina Segara Desa Pemogan saat memanen ikan lele, Minggu (13/11). (Foto : Ist)

 Denpasar, baliilu.com – Upaya menekan laju inflasi terus dilakukan berbagai pihak. Tidak terkecuali Desa Pemogan yang pada Minggu (13/11) yang memiliki kelompok  Budidaya Ikan Uma Mina Desa Pemogan melakukan panen ikan lele.

Hal itu diungkapkan Perbekel Desa Pemogan Made Suwirya yang juga turut mendukung anggota kelompok budidaya ikan Uma Mina Desa Pemogan.

Dalam kegiatan tersebut, kolam budidaya ikan lele ada di Dusun Gelogor Carik yang melibatkan warga Desa Pemogan.

Warga masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Uma Mina diajak untuk melakukan budidaya lele. “Kami berharap kedepannya dengan budidaya ikan lele dapat menambah penghasilan dan ketahanan pangan serta ekonomi masyarakat,” kata Made Suwirya.

Made Suwirya menambahkan, strategi budidaya yang baik adalah dengan menjaga pakan dan kualitas air. Selain itu, sirkulasi air kolam setelah bibit lele sebulan harus bagus. Pencegahan penyakit pada ikan lele dilakukan dengan menebar daun pepaya dan mengkudu di air kolam sebagai antibiotik untuk ikan lele.

“Kelompok Uma Mina Desa Pemogan yang memiliki anggota 12 orang dengan jumlah 7 kolam dapat terus berkembang. Hasil panen perdana 4 kolam adalah 536 kg lele selama 72 hari dengan keuntungan 500.000, jadi total 2.000.000,” tutupnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wakil Ketua K3S Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Buka Sekolah Program Keluarga Harapan

NEWS

Kebijakan Inflasi Badung Diimplementasikan di Banjar Penyarikan

Published

on

By

banjar penyarikan
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menyerahkan bantuan saat hadir meninjau kegiatan Pasar Murah Bersubsidi di Banjar Adat Penyarikan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, pada Sabtu (13/6/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan mulai diimplementasikan hingga tingkat banjar. Salah satunya dilakukan oleh Banjar Adat Penyarikan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, dengan menggelar pasar murah bersubsidi, pembagian paket sembako, hingga tradisi mepatung be celeng gratis bagi krama adat setempat.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, yang hadir meninjau kegiatan pada Sabtu (13/6/2026). Menurutnya, aksi ini sejalan dengan komitmen Pemkab Badung dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan hari raya.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Banjar Adat Penyarikan, Koperasi Ngardi Rahayu, Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana, serta pelaku usaha lokal. Langkah ini menjadi bentuk dukungan nyata masyarakat terhadap kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Badung.

“Ini merupakan contoh konkret bagaimana semangat gotong royong masyarakat mampu mendukung program pengendalian inflasi pemerintah. Tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan UMKM,” ujar Adi Arnawa.

Bupati menegaskan, pengendalian inflasi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, lembaga adat, koperasi, dan pelaku usaha agar manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.

“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kebutuhan masyarakat pasti meningkat dan berpotensi memengaruhi harga sejumlah kebutuhan pokok. Karena itu, saya sangat mengapresiasi langkah Banjar Penyarikan yang mampu menerjemahkan semangat pengendalian inflasi menjadi gerakan gotong-royong yang langsung menyentuh masyarakat. Ini membuktikan bahwa ketika pemerintah, adat, koperasi, dan pelaku usaha bergerak bersama, manfaatnya akan jauh lebih besar dan dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Serahkan Santunan Kematian kepada Veteran Pejuang

Adi Arnawa menilai model yang dikembangkan Banjar Penyarikan layak menjadi percontohan bagi banjar maupun desa adat lainnya di Kabupaten Badung karena memadukan fungsi sosial, ekonomi, dan pelestarian tradisi.

“Banjar Penyarikan membuktikan bahwa pengendalian inflasi dapat dimulai dari komunitas. Ketika pemerintah hadir melalui kebijakan dan masyarakat bergerak melalui semangat gotong-royong, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh warga. Model seperti ini sangat baik untuk terus dikembangkan karena menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, koperasi, dan pelaku usaha mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah,” pungkas Bupati.

Kelian Adat Banjar Penyarikan, I Made Nuryana, menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan lahir dari semangat nyama braya dan gotong-royong untuk membantu masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan hari raya.

“Kami melihat pemerintah terus berupaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan kebutuhan menjelang hari raya. Sebagai bagian dari masyarakat Badung, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut mendukung upaya tersebut. Karena itu, kami menggerakkan seluruh potensi yang ada di Banjar Penyarikan, mulai dari pengusaha lokal, koperasi, hingga krama adat, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Nuryana menambahkan, keberadaan lembaga adat dan koperasi harus mampu memberikan manfaat nyata. Seluruh potensi banjar disinergikan untuk membantu krama sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

“Kami ingin kebijakan pemerintah dalam membantu masyarakat dapat kami dukung melalui gerakan nyata di tingkat banjar. Harapan kami, semangat gotong-royong ini dapat menjadi contoh bahwa pengendalian inflasi juga bisa dimulai dari lingkungan banjar,” ucapnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kadiskop UKM Badung sekaligus sebagai Dewas Perumda Kab. Badung AA Sagung Rosyawati, Dirut Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Kompiang Gede Pasek Wedha, Asisten Direktur Bank Indonesia Wilayah Bali Hero Wonida, Bendesa Adat Bulau  I Made Suarma, Kaling Br. Penyarikan, Jajaran Pengurus KSP Ngardi Rahayu, Bali, serta Krama Banjar Penyarikan. (gs/bi)

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Apresiasi Seluruh Duta Denpasar di PKB XLVI

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polres Gianyar Gelar Lomba Menembak Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

Published

on

By

polres gianyar
LOMBA MENEMBAK: Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gianyar menggelar Lomba Menembak yang berlangsung di Lapangan Tembak Paksebali, Kabupaten Klungkung, Jumat (12/6/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gianyar menggelar Lomba Menembak yang berlangsung di Lapangan Tembak Paksebali, Kabupaten Klungkung, Jumat (12/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh personel Polres Gianyar dan jajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan serta profesionalisme anggota Polri.

Lomba menembak dibuka dengan registrasi peserta, penyampaian aturan perlombaan oleh panitia, dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba sesuai kategori yang telah ditentukan serta penilaian hasil tembakan oleh tim juri.

Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C. Kesuma, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga menjadi sarana mengasah keterampilan dasar kepolisian yang harus dimiliki setiap personel.

“Lomba menembak ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Selain untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan menembak personel, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat soliditas, kekompakan, dan semangat kebersamaan di lingkungan Polres Gianyar dan jajaran,” ujar AKBP Chandra C. Kesuma.

Lebih lanjut, Kapolres Gianyar menegaskan bahwa kemampuan menembak merupakan salah satu kompetensi yang harus terus dipelihara dan ditingkatkan guna menunjang pelaksanaan tugas kepolisian secara profesional dan bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh personel dapat terus meningkatkan kompetensi diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap pelaksanaan latihan maupun perlombaan menembak,” tambahnya.

Kegiatan Lomba Menembak Polres Gianyar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Walikota Jaya Negara Serahkan Santunan Kematian kepada Veteran Pejuang
Lanjutkan Membaca

NEWS

WNA Asal Inggris Ditemukan Meninggal Dunia di Villa Wilayah Ubud

Published

on

By

polsek ubud
EVAKUASI: Personel Polsek Ubud mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris bernama Percy H. B. umur 85 tahun ditemukan meninggal dunia di Villa Ponderosa, Kelurahan/Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Rabu (10/6/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris bernama Percy H. B. umur 85 tahun ditemukan meninggal dunia di Villa Ponderosa, Kelurahan/Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Rabu (10/6/2026).

Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 Wita oleh staf villa yang sehari-hari merawat korban. Saat hendak mengantarkan makanan, saksi membuka pintu villa dan mendapati korban terbaring di atas sofa ruang tamu dalam keadaan tidak sadarkan diri. Saksi kemudian memanggil anaknya untuk membantu memeriksa kondisi korban. Selanjutnya, saksi menghubungi Bhabinkamtibmas, Pecalang setempat dan dilaporkan kepada pihak Kepolisian.

Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., bersama personel Polsek Ubud langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP pengecekan dan meminta keterangan para saksi. Tim medis juga melakukan pemeriksaan terhadap tubuh luar korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia. Pada tubuh korban ditemukan luka lecet pada siku kanan, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Selain itu, kondisi kaku mayat telah muncul dan hasil pemeriksaan EKG menunjukkan tidak terdapat aktivitas jantung.

Dari keterangan saksi diketahui bahwa korban telah lama tinggal di Villa Ponderosa dan dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan kondisi kesehatan.

Sekitar dua minggu sebelum kejadian, korban sempat terjatuh sehingga mengalami pergeseran pada tulang paha kanan.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans PMI ke RS Ari Canti Mas Ubud untuk dititipkan sambil menunggu tindak lanjut dari pihak keluarga.

Pihak Kepolisian menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun kerusakan di sekitar tempat kejadian perkara. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat faktor usia lanjut dan penurunan kondisi kesehatan. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut. Peristiwa tersebut saat ini masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Ubud. (gs/bi)

Baca Juga  Ringankan Beban Masyarakat, Walikota Jaya Negara Distribusikan Penyaluran Bantuan Pangan Beras

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca