Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Johnny G Plate Buka DTE, Gambarkan Berbagai Aspek Digitalisasi dengan Rasa yang Unik

BALIILU Tayang

:

dte
DTE menggambarkan berbagai aspek digitalisasi dalam penceritaan imersif masing-masing dengan rasa yang unik. (Foto: gs)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia Johnny G Plate menyampaikan bahwa Digital Transformation Expo tidak hanya hadir untuk memberikan kesempatan bagi negara-negara untuk bertukar pengetahuan, tetapi yang lebih penting untuk menunjukkan kepada dunia akan komitmen kita dalam membangun kemakmuran di era digital.

“Bagi yang masih ada reservasi tentang upaya digitalisasi dalam G20 biarkan pameran ini meredakan keraguan mereka dan bagi mereka yang percaya pada manfaat dari upaya digital biarkan pameran ini berlanjut menginspirasi langkah mereka,‘‘ demikian kata sambutan Johnny G Plate saat membuka Digital Transformation Expo (DTE), yang diselenggarakan Kemenkominfo yang merupakan bagian dari side event KTT G20, Minggu, 13 November 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Badung, Bali. Turut hadir Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Arifin Tasrif, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, dan para delegasi G20.

dte
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia Johnny G Plate saat memberikan sambutan. (Foto: gs)

“Saya pikir kita semua setuju bahwa tahun lalu adalah perjalanan panjang dan berat untuk Ekonomi Digital Working Group (DEWG). Tidak saja merupakan yang pertama bagi DEWG tetapi juga dilanda  ketidakpastian, baik karena gangguan Covid-19 dan juga meningkatnya ketegangan geopolitik. Karena itulah mengapa saya benar-benar memuji semua komitmen yang ditunjukkan oleh anggota G20 yang terlibat dalam perjalanan ini,’’ ujar G Plate seraya mengucapkan selamat datang kepada para delegasi G20 yang hadir di Digital Transformation Expo sekaligus memaparkan arti pameran dan peran yang dimainkannya dalam perjalanan transformasi digital G20.

G Plate mengungkapkan bahwa Digital Transformation Expo adalah tempat untuk mengakhiri perjalanan DEWG ke-1. Ia mengharapkan  pameran ini bisa menjadi suatu hal yang menyenangkan dan sekaligus sebagai pengingat yang kuat akan hal-hal yang kita perjuangkan di era digital.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Genjot Digitalisasi Belanja Daerah Lewat KKPD, Sasar 5 OPD Jadi Percontohan

‘’Setiap kali saya memikirkan tentang Digital Transformation Expo, saya ingat pepatah lama ‘Melihat Berarti Percaya’.  Kita tidak akan pernah bisa meremehkan kekuatan visualisasi, kesegeraan dampaknya terhadap pikiran dan jiwa kita,’’ ungkapnya.

dte
Menkominfo Johnny G Plate saat membuka Digital Transformation Expo (DTE), Minggu, 13 November 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Badung, Bali.

Karena itu, kata G Plate, pada kesempatan ini Kemenkominfo mencoba memanifestasikan secara visual  transformasi digital khususnya kepada negara-negara anggota G20 dan seluruh dunia yang akan menuju lebih digital. ‘’Ini mewakili dampak nyata dan merupakan tonggak yang telah kita capai baik sebagai komunitas global di G20 maupun sebagai masing-masing negara, seperti kita lanjutkan dengan keyakinan kita bahwa apa yang diperjuangkan adalah perbaikan untuk masyarakat kita serta mempercepat pemulihan dunia,’’ ucapnya.

DTE menggambarkan berbagai aspek digitalisasi dalam penceritaan imersif masing-masing dengan rasa yang unik. Pertama, pengunjung akan disambut oleh area pintu masuk yang mana akan menampilkan dunia data yang sedang kita tinggali tentang bagaimana interkoneksi digital akan menjadi jalannya menuju inovasi masa depan.

Kedua, kita akan memasuki terowongan keajaiban (Tunnel of Wonders) yang menampilkan keajaiban alam yang luar biasa dari Indonesia diciptakan kembali secara realistis melalui cutting edge virtual technology.

dte
Perjalanan digital Indonesia. (Foto: ist)

Ketiga, Digital Archipelago yang mensyaratkan perjalanan digital Indonesia, tonggak digital serta harapan kita untuk digital di masa depan. Keempat, area khusus yang didedikasikan untuk mencontohkan sinergi G20 dimana anggota-anggota G20 mengungkapkannya perjalanan transformasi digital yang menginspirasi. Terakhir, ada juga area bermain interaktif yang meyakinkan anda sangat instagrammable.

Ada juga pameran khusus teknologi metaverse yakni Metaverse Corner persembahan Meta dan WIR, untuk melihat sekilas masa depan realitas virtual. Ini sebagai tanda kerja sama multistakeholder dimana DTE dibangun di atas dasar kolaborasi. Di akhir pameran memperkenalkan kontribusi berharga dari semua anggota G20, 39 kementerian dan lembaga Indonesia, serta 42 perwakilan industri.  Hal ini melambangkan semangat Transformasi Digital dalam Harmoni.

Baca Juga  Digital Transformation Expo di KTT G20, Tampilkan Perkembangan Transformasi Digital Indonesia dan Negara G20

“Ini semuanya teknologi terapan yang akan sangat memudahkan sektor hilir digital Indonesia,‘‘ katanya.

dte
Ketua Komisi I Meutya Hafid saat menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: gs)

Sementara Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid selepas acara mengatakan bahwa Indonesia telah memiliki Undang-Undang ITE. Maka dengan kesiapan infrastruktur dengan pagar-pagarnya yang melindungi masyarakat, insyaallah Indonesia siap lepas landas untuk bertransformasi digital.

”Mari kita nikmati dengan pelan pencapaian kita untuk selanjutnya bergerak maju. Perjuangan yang inklusif pemberdayaan ekonomi digital yang berkelanjutan masih berlanjut. Dan mari kita ambil momen ini untuk berkumpul kembali dan lebih memperkuat kolaborasi kita. Recover Together, Recover Stronger,’’ ajak G Plate. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Sudah Berjalan 9 Tahun, Gubernur Koster: Masyarakat Bali Respons Sangat Positif Kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Sampaikan Pergub Busana Adat Bali
SAMPAIKAN PERGUB: Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampaikan Pergub berkaitan dengan Penggunaan Busana Adat Bali bertepatan menghadiri Karya Pamahayu Bumi Wana Kerthi lan Danu Kerthi, Mamungkah Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mepeselang Mepedudusan Agung Menawa Ratna di Pura Puncak Duwur Sari, Desa Adat Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Rahina Purnama Kapat, Sabtu (Saniscara Umanis, Bala), 26 September 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa masyarakat Bali memberikan respons yang sangat positif terhadap kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali yang sudah berjalan 9 tahun. Hal ini terlihat dari semaraknya para pegawai pemerintah, hotel, restoran, bank, mall, para siswa, dan generasi muda, serta berbagai komponen masyarakat lainnya yang dengan bangga menggunakan Busana Adat Bali.

Antusiasme terlihat dari kegemaran masyarakat yang demikian semarak menggunakan Busana Adat Bali, tidak saja pada hari Kamis, Purnama, dan Tilem, tetapi juga tampak digunakan pada hari-hari lain.

“Titiang menyampaikan, bahwa penggunaan Busana Adat Bali merupakan bagian dari strategi untuk semakin memperkuat identitas, karakter, dan jati diri, serta rasa cinta masyarakat Bali dalam menampilkan diri sebagai Nak Bali yang berbudaya,” ujar Gubernur Koster saat menyampaikan Pergub berkaitan dengan Penggunaan Busana Adat Bali bertepatan menghadiri Karya Pamahayu Bumi Wana Kerthi lan Danu Kerthi, Mamungkah Tawur Balik Sumpah, Melaspas Ngenteg Linggih Mepeselang Mepedudusan Agung Menawa Ratna di Pura Puncak Duwur Sari, Desa Adat Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Rahina Purnama Kapat, Sabtu (Saniscara Umanis, Bala), 26 September 2026. Pura yang sakral dan bersejarah ini sebagai titik awal peradaban Bali Kuno.

Gubernur Koster lanjut mengungkapkan ternyata, penggunaan Busana Adat Bali berdampak sangat positif terhadap perkembangan industri busana adat, meliputi: penenun, penjahit, desain busana adat Bali untuk kegiatan adat dan kantor, peningkatan produksi busana adat Bali, UMKM, Butik, dan mata rantai lainnya yang berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Masyarakat Bali.

Sebagai Gubernur Bali, pada Periode 2018-2023 pihaknya telah memberlakukan kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018, mulai berlaku tanggal 26 September 2018, diluncurkan tanggal 11 Oktober 2018. Tepat pada hari ini, hari suci yang penuh anugerah ini, angayubagia kebijakan Penggunaan Busana Adat Bali telah berjalan selama 9 tahun.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Genjot Digitalisasi Belanja Daerah Lewat KKPD, Sasar 5 OPD Jadi Percontohan

Dalam Peraturan Gubernur diatur Penggunaan Busana Adat Bali, pada setiap Hari Kamis, Purnama, Tilem, dan Hari Jadi Provinsi pada tanggal 14 Agustus.

Penggunaan Busana Adat Bali dilaksanakan berdasarkan pertimbangan bahwa Busana Adat Bali merupakan bagian dari kekayaan budaya nasional yang perlu dilestarikan dalam rangka pembinaan dan pengembangan budaya nasional.

Gubernur Koster menegaskan bahwa Hari Penggunaan Busana Adat Bali bertujuan untuk: menjaga dan memelihara kelestarian Busana Adat Bali dalam rangka meneguhkan jati diri, karakter, dan budi pekerti; menyelaraskan fungsi Busana Adat Bali dalam kehidupan masyarakat sejalan dengan arah pemajuan Kebudayaan Bali dan Indonesia; mengenali nilai-nilai estetika, etika, moral, dan spiritual yang terkandung dalam budaya Bali untuk digunakan sebagai upaya pembinaan dan pengembangan kebudayaan Nasional; dan mendorong peningkatan pemanfaatan produk dan industri busana lokal Bali.

Penggunaan Busana Adat Bali berlaku di lingkungan Lembaga Pemerintahan dan Lembaga Swasta. Diatur bahwa, bagi masyarakat adat Nusantara lainnya yang tinggal di wilayah Provinsi dapat menggunakan Busana Adat Bali atau busana adat daerah masing-masing.

“Sebagai Gubernur Bali, Titiang menyampaikan apresiasi, penghargaan, dan terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Kota/Kabupaten, instansi vertikal, lembaga pendidikan, hotel, restoran, mall, pelaku usaha lainnya, serta seluruh komponen Masyarakat Bali yang telah dengan tertib dan disiplin menggunakan busana adat Bali sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018,” ucapnya.

Atas restu Ida Bhatara yang berlinggastana di Pura Puncak Duwur Sari ini, Koster mengimbau kepada semua pihak, terutama yang belum menggunakan busana adat Bali, hendaknya dengan penuh kesadaran dan penuh tanggung jawab mematuhi Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018.

Koster menegaskan, bahwa kepatuhan dalam menggunakan busana adat Bali merupakan bentuk nyata tanggung jawab Kita bersama sebagai Masyarakat Bali dalam memuliakan Bali, melestarikan budaya Bali, menjaga masa depan Bali untuk generasi penerus.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Buka BALIGIVATION 2024

“Kalau bukan kita masyarakat Bali, siapa lagi yang harus bertanggungjawab atas keberlanjutan masa depan Bali. Busana Adat Bali adalah Kita, Nak Bali,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua WHDI Badung Dukung Lomba Tradisional di Festival Kapal

Published

on

By

Ketua WHDI Badung Hadiri Festival Kelurahan Kapal
HADIRI FESTIVAL: Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, saat menghadiri langsung rangkaian Festival Kelurahan Kapal 2026 yang dimeriahkan berbagai kegiatan pelestarian seni dan adat Bali pada Sabtu (26/9/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Rangkaian Festival Kelurahan Kapal 2026 kembali dimeriahkan oleh berbagai kegiatan pelestarian seni dan adat Bali pada Sabtu (26/9/2026). Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, hadir langsung meninjau sekaligus menyerahkan dukungan nyata pada pelaksanaan Lomba Penjor Mini, Lomba Cane antar-Sekaa Teruna, serta Lomba Ngulat Tipat tingkat SD/SMP se-Kelurahan Kapal.

Acara yang terintegrasi dengan Tradisi Siat Tipat Tabuh Rah, Aci Pengangon, dan Jong Fest ini bertujuan mempererat kebersamaan dan menjaga eksistensi kearifan lokal di kalangan generasi muda.

“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, prajuru, serta adik-adik yowana yang turut menyukseskan rangkaian Jong Festival sekaligus Tabuh Rah Aci Pengangon dan Ngulat Tipat, yang merupakan tradisi luhur dari Desa Adat Kapal,” ungkap Ny. Yunita Alit Sucipta.

Sementara Jero Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, menyampaikan rasa terima kasih atas sokongan dana yang diberikan pemerintah daerah demi kelancaran ruang kreatif edukatif ini. “Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dana hibah dari Kabupaten Badung sebesar Rp 500 juta, serta tambahan dana pribadi dari Ibu Wakil Bupati sekaligus Ketua WHDI Kabupaten Badung sebesar Rp 3 juta yang diserahkan untuk para pemenang lomba,” ujarnya.

Peninjauan lomba tradisional yang berlangsung kompetitif ini turut dihadiri Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Ketua TP PKK Kecamatan Mengwi, Ketua TP PKK Kelurahan Kapal, serta jajaran prajuru adat se-Desa Adat Kapal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gen Matic 2025: Angkat Peran Generasi Muda Sebagai Motor Ekonomi Kreatif Masa Depan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Jong Festival, Bupati Badung Komit Dorong UMKM dan Lestarikan Sejarah Desa Kapal

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Buka Jong Festival 2026 di Kapal
BUKA JONG FEST: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Jong Festival (Jong Fest) 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat (25/9/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung secara resmi membuka Jong Festival (Jong Fest) 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat (25/9/2026). Festival perdana yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 25 – 27 September 2026 ini dibuka langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan pemukulan Gentora, sekaligus penyerahan dana stimulus pemerintah sebesar Rp 30 juta kepada pihak panitia penyelenggara.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi masyarakat dan yowana Desa Adat Kapal atas inisiasi festival yang dinilai sukses mengawinkan pelestarian sejarah dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Kegiatan Jong Fest 2026 ini merupakan ajang yang sangat positif, tidak hanya sebagai wadah menampilkan potensi krama, tetapi juga menumbuhkan UMKM lokal melalui produk dan kuliner setempat. Selain itu, festival ini menjadi ruang hiburan karena hidup butuh refreshing. Kalau masyarakat bahagia, tingkat kesehatan meningkat dan berujung usia panjang. Tugas pemerintah memastikan warganya bahagia,” ujarnya.

Mengingat nama “Jong” memiliki ikatan historis yang sangat kuat dengan purana lokal, Bupati meminta agar festival ini dievaluasi secara matang agar bisa naik kelas menjadi agenda pariwisata tahunan. “Jong Fest yang pertama ini harus dievaluasi dengan baik untuk persiapan di tahun 2027 dan seterusnya. Kita ingin menyajikan suguhan yang semakin berkualitas dan membuat orang selalu penasaran untuk berkunjung,” tegas Adi Arnawa.

Ketua Panitia sekaligus Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, memaparkan bahwa nama “Jong” diambil dari Purana Pura Kahyangan Jagat Purusada. Berdasarkan catatan sejarah tahun 1221 Masehi, wilayah tersebut dahulu bernama Desa Jong Karam (perahu karam) atau Paluwanegara, sebelum akhirnya berkembang menjadi Desa Kapal setelah kedatangan rombongan Kerajaan Kalingga Jawa. Melalui Jong Fest I ini, generasi muda diharapkan dapat melatih kemandirian dan menggali potensi lokal secara berkelanjutan. (gs/bi)

Baca Juga  Gencarkan Digitalisasi Aksara Bali, Walikota Jaya Negara Buka Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca