Wednesday, 28 September 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Bali Canangkan Tumpek Krulut sebagai ‘’Rahina Tresna Asih’’

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Bali Wayan Koster saat konferensi pers. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mencanangkan Rahina Tumpek Krulut sebagai Perayaan Hari Tresna Asih/Hari Kasih Sayang, yang telah dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru. Selama ini, sejumlah masyarakat Bali merayakan Valentine Day setiap tanggal 14 Februari sebagai hari Kasih Sayang, yang sesungguhnya bukan merupakan budaya Bali. 

‘’Sudah waktunya, kita melaksanakan Hari Tresna Asih/Hari Kasih Sayang pada setiap Rahina Tumpek Krulut, yang kita miliki di Bali sebagai warisan Adiluhung dari Leluhur, yang sepatutnya dilestarikan, disosialisasikan, dan dilaksanakan oleh Pemerintah bersama masyarakat Bali. Saat Rahina Tumpek Krulut pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Krulut), 23 Juli 2022 nanti, seluruh masyarakat Bali diimbau agar melaksanakan perayaan secara niskala dan sakala,’’ terang Gubernur Koster saat konferensi pers di Gedung Gajah Jayasabha, Selasa (Anggara Kasih Prangbakat), 8 Februari 2022.

Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini lanjut memaparkan, sebagaimana diketahui, untuk pertama kali, Pemerintah bersama masyarakat telah melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Uye secara serentak di seluruh Bali pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Uye), 29 Januari 2022 dengan lancar dan sukses.  Seluruh komponen masyarakat Bali mulai dari Pemerintah Provinsi Bali; Lembaga Vertikal di Bali; Pemerintah Kota/Kabupaten se-Bali; Majelis Desa Adat Provinsi Bali; Majelis Desa Adat Kota/Kabupaten se-Bali; Majelis Desa Adat Kecamatan se-Bali; Lembaga Pendidikan se-Bali; Desa/Kelurahan/Desa Adat se-Bali; Organisasi Kemasyarakatan dan Swasta  se-Bali; serta seluruh Masyarakat Bali menyambut dengan semangat, antusias, dan penuh dedikasi merayakan Rahina Tumpek Uye.

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin langsung Perayaan Rahina Tumpek Uye berlokasi di Danau Buyan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Gubernur Bali hadir didampingi oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, Sekda Provinsi Bali, Pimpinan Perangkat Daerah beserta staf, dan seluruh masyarakat di sekitar Danau Buyan, dengan jumlah lebih dari 2.000 orang. Kegiatan diawali dengan Upacara Danu Kerthi dan Otonan Sarwa Wewalungan yang dipuput oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pamayun dilanjutkan sembahyang bersama, arahan Gubernur Bali, pelepasan ikan, burung, satwa, vaksinasi anjing ras Bali, dan diakhiri dengan membersihkan sampah plastik di sekitar Danau Buyan.

Baca Juga  Pemprov Bali Umumkan Hasil Pansel Empat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

Wali Kota/Bupati se-Bali juga memimpin perayaan Rahina Tumpek Uye di daerah masing-masing, Bupati Buleleng memimpin Perayaan Rahina Tumpek Uye di Danau Tamblingan, Bupati Tabanan di Danau Beratan, Bupati Bangli di Danau Batur, Bupati Jembrana di Dam Palasari, Bupati Klungkung di Pura Watu Klotok dan Mangrove Lembongan, Bupati Karangasem di Tukad Telaga Waja, Bupati Gianyar di Empelan Pejeng, Walikota Denpasar di Dam Oongan, Kelurahan Tonja, sedangkan Bupati Badung diwakili Sekda Kabupaten Badung memimpin kegiatan di Hutan Gunung Mangu. Kegiatan di Kota/Kabupaten se-Bali diawali dengan persembahyangan, pelepasan ikan dan satwa, serta bersih-bersih lingkungan.

Lembaga Vertikal seperti Kanwil Kementrian Agama Provinsi Bali, Bank Indonesia, Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dan instansi lainnya juga melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Uye secara niskala dengan sembahyang di tempat suci masing-masing instansi. Kegiatan sakala dilakukan dengan melepas ikan ke Danau/Bendungan/Dam/Sungai/Telabah/Mata Air, melepas binatang dan/atau burung, resik sampah di sekitar Danau/Bendungan/ Dam/Sungai/Telabah/ Mata Air, menyebarluaskan dan menyosialisasikan pentingnya menjaga kesucian, kelestarian, dan kebersihan Danau/Bendungan/ Dam/Sungai/Telabah/Jelinjingan/Mata Air di berbagai media. Kegiatan dipimpin oleh pimpinan instansi diikuti seluruh pegawai masing-masing instansi. Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup memberikan apresiasi dengan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri dan Dirjen terkait berlokasi di Estuari Dam Pemogan, Kota Denpasar.

Desa/Kelurahan dan Desa Adat melaksanakan persembahyangan Tumpek Uye di Pura Puseh dan Pura Desa masing-masing. Kegiatan sakala dilakukan dengan melepas ikan ke Danau/Bendungan/Dam/ Sungai/Telabah/Mata Air, melepas binatang dan atau burung, serta resik sampah di sekitar Danau/Bendungan/Dam/Sungai/Telabah/Jelinjingan/ Mata Air. Kegiatan dipimpin oleh Perbekel/Lurah/Bandesa Adat dihadiri oleh Perangkat Desa/Kelurahan/Desa Adat dan Staff.

Tidak ketinggalan masing-masing keluarga yang memiliki binatang peliharaan melaksanakan Upacara Ngotonin Sarwa Wewalungan. Tidak sedikit masyarakat yang dengan kesadarannya masing-masing melaksanakan kegiatan melepas ikan ke Danau/Bendungan/ Dam/Sungai/Telabah/Jelinjingan/ Mata Air, melepas binatang dan/atau burung, serta resik sampah di sekitar lingkungan masing-masing.

Baca Juga  Jawaban Gubernur pada Rapat Paripurna Ke-30 Masa Persidangan III DPRD Bali

Lembaga Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Swasta melaksanakan persembahyangan Tumpek Uye di tempat suci masing-masing. Secara sakala antara lain melakukan kegiatan melepas ikan ke Danau/Bendungan/Dam/ Sungai/Telabah/ Jelinjingan/Mata Air, melepas binatang dan/atau burung, resik sampah di lingkungan masing-masing, serta menyebarluaskan dan menyosialisasikan pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan Danau Bendungan/Dam/ Sungai/Telabah/Jelinjingan/Mata Air.

Gubernur yang mantan anggota DPR-RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, perayaan Rahina Tumpek Uye untuk pertama kalinya dilaksanakan secara melembaga yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Bali sehingga mendapat apresiasi dari seluruh lapisan masyarakat Bali. Selama ini, Perayaan Rahina Tumpek Uye hanya dilakukan oleh masyarakat dan belum menjadi kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu, kegiatan-kegiatan dalam rangkaian Perayaan Rahina Tumpek Uye sangat marak dipublikasikan di berbagai media, baik media cetak, elektronik, bahkan sangat viral diberitakan di sosial media. Gubernur Bali mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh komponen masyarakat Bali dalam Perayaan Rahina Tumpek Uye.

Selanjutnya, Gubernur yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini ini menegaskan juga akan melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Wayang, Tumpek Landep, Tumpek Wariga, Tumpek Kuningan, dan Tumpek Krulut sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru. Perayaan Rahina Tumpek Wayang akan dilaksanakan pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Wayang), 5 Maret 2022, Tumpek Landep pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Landep), 9 April 2022, Tumpek Wariga pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Wariga), 14 Mei 2022, Tumpek Kuningan pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Kuningan), 18 Juni 2022, dan Tumpek Krulut pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Krulut), 23 Juli 2022. Seluruh Perayaan Rahina Tumpek, yang berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi, merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Baca Juga  Tindaklanjuti Inmendagri, Gubernur Koster Minta Bendesa Adat, Perbekel dan Lurah Se-Bali Gotong-royong Jalankan PPKM Berbasis Mikro

Gubernur Bali berharap Perayaan Rahina Tumpek dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga menjadi laku hidup/gaya hidup/lifestyle masyarakat Bali. Perayaan Rahina Tumpek merupakan salah satu upaya yang sangat fundamental, esensial, dan strategis dalam membangun karakter, jati diri, dan kualitas kehidupan masyarakat Bali, menghadapi dinamika perkembangan zaman dan modernisasi dalam skala lokal, nasional, dan global. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Pitra Yadnya Desa Adat Belantih Kintamani Bangli

Beri Bantuan Dana Pribadi Rp 40 Juta dan Doakan Karya Berjalan Sempurna dan Lancar

Published

on

By

bupati giri prasta
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta serahkan bantuan dana saat menghadiri karya Pitra Yadnya "Kusa Pranawa" Ngaben Massal Desa Adat Belantih, di Lapangan Umum Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli Selasa (27/9). (Foto: Ist)

Bangli, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri karya Pitra Yadnya “Kusa Pranawa” Ngaben Massal Desa Adat Belantih, bertempat di Lapangan Umum Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (27/9).

Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan krama Desa Belantih untuk melaksanakan yadnya secara bersama-sama. Selain memberikan dukungan, Bupati Giri Prasta juga memberi bantuan dana secara pribadi Rp 40 juta dan mendoakan semoga karya berjalan dengan baik, sempurna dan lancar.

Dalam kesempatan ini turut hadir Gubernur Bali Wayan Koster, Anggota DPR RI Dapil Bali IGN Alit Kesuma Kelakan, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Ketua DPRD Bangli, Camat Kintamani beserta unsur tripika Kecamatan Kintamani, Perbekel Desa Belantih I Nengah Wardana, Bendesa Adat Belantih, Manggala Karya I Nyoman Irmawan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambrama wacananya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, menekankan pentingnya karya pitra yadnya/atiwa-tiwa, atma wedana dan sawa prakerti ini, yang dilaksanakan lima tahun sekali, dimana karya ini merupakan sebuah sarana upacara untuk menyucikan atma sehingga menjadi dewa hyang guru dan melinggih di merajan rong tiga. Pihaknya juga mengajak semeton semua harus selalu berpedoman dengan ajaran Agama Hindu berlandaskan Dharmaning Leluhur, Dharmaning Agama dan Dharmaning Negara. Dharmaning Leluhur yaitu krama adat semua wajib ayat bakti ring leluhur karena itu ada dadia, yang kedua Dharmaning Agama kita semua ini sama beragama Hindu dan yang ketiga Dharmaning Negara seperti contoh krama memakai masker.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Manggala Karya, Bendesa, Perbekel dan para tokoh di sini sudah menjalankan utamaning utama. Dalam pelaksanaan meperoras mamukur ini krama semua sudah menjalankan yang namanya Nyurut Ayu. Banyak rangkaian dari upacara nyekah yang patut dilaksanakan oleh krama sebagai peserta nyekah. Mulai dari ngangget don bingin, murwa daksina, meprelina puspa, meajar-ajar dan terakhir mamitang ke Pura Dalem dan ngelinggihang di masing-masing merajan,” ujarnya.

Baca Juga  Pemprov Bali Umumkan Hasil Pansel Empat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

Dilanjutkan, selain itu dalam prosesi Murwa Daksina menggunakan Bebek Putih dimana perlambang Linggih Betara Siwa yang digunakan untuk mengelilingi peyadnyan/ tempat acara mamukur untuk mengantarkan Atma ke Surga dan dalam pelaksanaan upacara ini juga harus menjalankan Panca Suara yaitu pertama Ida Sulinggih Mepuja suara Kleneng/Genta, yang Kedua Mamutru/ Ngwacen Lontar Atma Prasangsa, Ketiga Sesolahan Topeng Sidakarya, Keempat Sesolahan Wayang Lemah, dan yang terakhir Kelima Geguritan Kidung/ Pesantian. Selanjutnya dalam pelaksanaan meajar-ajar yang disebut catur loka pala. Yang terakhir dan utama adalah saat ngelinggihang disebut Dewa Pratista bermakna menyatukan bumi dengan langit dengan konsep padu muka.

“Pada prosesi ngelinggihang yang disebut dewa pratista ini berdasarkan lontar Panglukuning Dasa Aksara dan lontar Panglukuning Panca Aksara Pari Kandaning Parahyangan, kami harapkan, semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kita kepada leluhur yang diupacarai,” pintanya.

 Sementara itu Manggala Karya yang diwakili Perbekel Desa Belantih I Nengah Wardana, menyampaikan ucapan banyak terima kasih atas kesediaan Bapak Murdaning Jagat Bali, Murdaning Jagat Badung, Murdaning Jagat Bangli, serta undangan lainnya sudah hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Adat Belantih, Desa Belantih dimana kami masyarakat melaksanakan upacara Pitra Yadnya “Kusa Pranawa” Ngaben Massal ring Desa Adat Belantih, dimana yang ikut dalam upakara ini sebanyak 71 sawa, Metatah/Potong Gigi 181 orang, dan Meperoras 71 sawa.

Dalam pelaksanaan upacara ini sudah diawali pada tanggal 4 September 2022 Redite Pon, Prangbakat Nyukat Genah Peyadnyan, pada tanggal 5 September 2022 Nanceb Genah Perorasan, dan puncak Pengabenan tanggal 22 September 2022 yang lalu dan setelah itu puncak Pengerorasan jatuh pada tanggal 25 September 2022 Redite Wage, Wayang, dan pada hari ini Selasa, 27 September 2022 Anggara Umanis, Wayang Ngulemin undangan ring pemerintah lan undangan umum, dan pelaksana acara meajar-ajar bertempat di wewidangan Pura Lempuyang  pada tanggal 30 September 2022 dan terakhir tanggal 2 Oktober 2022. (gs/bi)

Baca Juga  Audiensi dengan Gubernur Bali, Rektor Unud Harapkan Penambahan Armada Bus ke Kampus Jimbaran

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri Karya Ngenteg Linggih, Bupati Sanjaya Dukung Kebersamaan Krama Tangkas Kori Agung Mundeh Kauh Laksanakan Yadnya

Published

on

By

Bupati Tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menghadiri Yadnya Manca Kelud Dewa, Melaspas, Mupuk Pedagingan, Pedudusan dan Ngenteg Linggih di Merajan Ageng Semeton Tangkas Kori Agung di Banjar Adat Puncak Sari, Desa Mundeh Kauh, Selemadeg Barat, Senin (26/9). (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., konsisten hadir di tengah masyarakat. Kali ini, menghadiri undangan Yadnya Manca Kelud Dewa, Melaspas, Mupuk Pedagingan, Pedudusan dan Ngenteg Linggih di Merajan Ageng Semeton Tangkas Kori Agung di Banjar Adat Puncak Sari, Desa Mundeh Kauh, Selemadeg Barat, Senin (26/9).

Dengan mengajak seluruh jajaran terkait dalam setiap kesempatan turun ke masyarakat, orang nomor satu di Tabanan itu tiada henti-hentinya memberikan dukungan atas pembangunan secara sekala niskala yang dilaksanakan oleh masyarakat. Hal ini tiada lain untuk mempercepat terwujudnya visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Didampingi anggota DPRD, Sekda, Asisten II, OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam Selbar, Perbekel, Bendesa Adat serta tokoh masyarakat setempat, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi kepada masyarakat karena telah membangun karya yang terencana dengan baik. Nampak juga karya tersebut diimbangi dengan rasa kebersamaan dan semangat gotong-royong yang tinggi.

Politisi asal Dauh Pala Tabanan ini juga sangat meyakini, konsep kebersamaan dan gotong-royong dari masyarakat adalah salah satu kunci sukses dalam membangun karya selain materi. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat agar selalu menjaga semangat kebersamaan dan semangat gotong-royong warga guna menyongsong pembangunan yang lebih baik kedepannya.

“Seperti yang saya lihat tadi, kebersamaan dan semangat gotong-royong ini harus terus dipupuk kedepannya. Astungkara, apa yang diharapkan masyarakat di saat membangun upacara yadnya ini, doa titiang semoga memargi antar labda karya sida sidaning don,” imbuh Bupati Sanjaya.

Terkait kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran, I Made Sukarta selaku Ketua Panitia Karya, menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Bupati beserta jajaran. Dukungan dan doa restu ini dikatakannya sangat bermanfaat bagi pihaknya. “Saya menghaturkan terimakasih banyak karena dalam kesempatan yang baik ini, Bapak Murdaning Jagat beserta jajaran nyaksi karya yang kami laksanakan,” pungkasnya mewakili seluruh krama Tangkas Kori Agung Mundeh Kauh. (gs/bi)

Baca Juga  Pemprov Bali Umumkan Hasil Pansel Empat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Ny. Sagung Antari Jaya Negara Buka Pelatihan Membuat ‘’Banten Otonan’’

Published

on

By

banten otonan
Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, berbaur dengan peserta pelatihan usai membuka pelatihan Banten Otonan di Kantor Desa Sidakarya pada Sabtu (24/9). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Untuk meningkatkan pemahaman makna upakara bagi masyarakat terutama bagi wanita Hindu tentang filosofi dan makna yang terkandung dalam sarana upakara, Wanita Hindu Dharma Denpasar (WHDI) Kota Denpasar menggelar pelatihan membuat Banten Otonan secara berkelanjutan.

Kali ini pelatihan berlangsung di Kantor Desa Sidakarya dan dibuka secara resmi oleh Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Sabtu (24/9).

Dalam kesempatan itu, Ny Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pelatihan membuat Banten Otonan ini dilaksanakan karena tingginya minat masyarakat khususnya wanita Hindu untuk mengetahui makna dan cara membuat banten sesuai sastra agama.

Tidak hanya itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk menunjang program WHDI Kota Denpasar dalam bidang keagamaan. Kegiatan ini menyasar wanita Hindu, dan melibatkan peserta dari unsur WHDI Banjar Sekar Kangin Sidakarya.

Lebih lanjut Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, di tengah masa pandemi seperti saat ini aktivitas wanita Hindu di Kota Denpasar tidak menyurutkan minat masyarakat khususnya wanita Hindu untuk memahami makna dan filosofi serta unsur-unsur  yang menjadi kelengkapan suatu banten atau upakara,  sehingga pelatihan membuat Banten Otonan menjadi materi saat ini. Dengan tiga narasumber dari WHDI Kota Denpasar yakni Ni Wayan Sukerti, Ni Made Sucitawati dan Ni Nyoman Ciri.

‘’Mengingat Banten Otonan  diperlukan setiap 6 bulan sekali untuk memperingati hari kelahiran,   untuk itu kami harapkan ibu rumah tangga  bisa membuat Banten Otonan sendiri untuk keperluan anggota keluarganya sendiri  dan bila sudah  terbiasa dapat diterapkan pada lingkungan yang lebih luas lagi,” harap Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Selebihnya Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pelatihan membuat banten otonan selain  untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar bisa membuatnya sesuai dengan sastra, juga bisa mengirit biaya. Dari pelatihan ini minimal ibu- ibu rumah tangga mengetahui dan bisa membuat banten otonan untuk anggota keluarga di rumah sendiri sesuai dengan sastra agama Hindu.

Baca Juga  Audiensi dengan Gubernur Bali, Rektor Unud Harapkan Penambahan Armada Bus ke Kampus Jimbaran

Narasumber Ni Wayan Sukerti mengatakan, banyak ibu-ibu yang bisa membuat Banten Otonan, namun kebanyakan membuatnya tidak sesuai dengan yang ada dalam sastra. Maka dalam pelatihan ini pihaknya memberikan pemahaman secara detail cara membuat dan makna yang terkandung setiap sarana. “Dari pelatihan ini kami harapkan peserta bisa memahaminya secara benar,” harap Sukerti.

Sukerti menambahkan pelaksanaan pelatihan banten tahun ini berlangsung selama 16 kali. Satu kecamatan dua desa, satu kecamatan 4 kali. (ayu/eka)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca