Sunday, 5 February 2023
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Bali Canangkan Tumpek Krulut sebagai ‘’Rahina Tresna Asih’’

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Bali Wayan Koster saat konferensi pers. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mencanangkan Rahina Tumpek Krulut sebagai Perayaan Hari Tresna Asih/Hari Kasih Sayang, yang telah dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru. Selama ini, sejumlah masyarakat Bali merayakan Valentine Day setiap tanggal 14 Februari sebagai hari Kasih Sayang, yang sesungguhnya bukan merupakan budaya Bali. 

‘’Sudah waktunya, kita melaksanakan Hari Tresna Asih/Hari Kasih Sayang pada setiap Rahina Tumpek Krulut, yang kita miliki di Bali sebagai warisan Adiluhung dari Leluhur, yang sepatutnya dilestarikan, disosialisasikan, dan dilaksanakan oleh Pemerintah bersama masyarakat Bali. Saat Rahina Tumpek Krulut pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Krulut), 23 Juli 2022 nanti, seluruh masyarakat Bali diimbau agar melaksanakan perayaan secara niskala dan sakala,’’ terang Gubernur Koster saat konferensi pers di Gedung Gajah Jayasabha, Selasa (Anggara Kasih Prangbakat), 8 Februari 2022.

Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini lanjut memaparkan, sebagaimana diketahui, untuk pertama kali, Pemerintah bersama masyarakat telah melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Uye secara serentak di seluruh Bali pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Uye), 29 Januari 2022 dengan lancar dan sukses.  Seluruh komponen masyarakat Bali mulai dari Pemerintah Provinsi Bali; Lembaga Vertikal di Bali; Pemerintah Kota/Kabupaten se-Bali; Majelis Desa Adat Provinsi Bali; Majelis Desa Adat Kota/Kabupaten se-Bali; Majelis Desa Adat Kecamatan se-Bali; Lembaga Pendidikan se-Bali; Desa/Kelurahan/Desa Adat se-Bali; Organisasi Kemasyarakatan dan Swasta  se-Bali; serta seluruh Masyarakat Bali menyambut dengan semangat, antusias, dan penuh dedikasi merayakan Rahina Tumpek Uye.

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin langsung Perayaan Rahina Tumpek Uye berlokasi di Danau Buyan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Gubernur Bali hadir didampingi oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, Sekda Provinsi Bali, Pimpinan Perangkat Daerah beserta staf, dan seluruh masyarakat di sekitar Danau Buyan, dengan jumlah lebih dari 2.000 orang. Kegiatan diawali dengan Upacara Danu Kerthi dan Otonan Sarwa Wewalungan yang dipuput oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pamayun dilanjutkan sembahyang bersama, arahan Gubernur Bali, pelepasan ikan, burung, satwa, vaksinasi anjing ras Bali, dan diakhiri dengan membersihkan sampah plastik di sekitar Danau Buyan.

Baca Juga  Aparat Pemprov Geruduk Galian Pura Pasek Punduk Dawa

Wali Kota/Bupati se-Bali juga memimpin perayaan Rahina Tumpek Uye di daerah masing-masing, Bupati Buleleng memimpin Perayaan Rahina Tumpek Uye di Danau Tamblingan, Bupati Tabanan di Danau Beratan, Bupati Bangli di Danau Batur, Bupati Jembrana di Dam Palasari, Bupati Klungkung di Pura Watu Klotok dan Mangrove Lembongan, Bupati Karangasem di Tukad Telaga Waja, Bupati Gianyar di Empelan Pejeng, Walikota Denpasar di Dam Oongan, Kelurahan Tonja, sedangkan Bupati Badung diwakili Sekda Kabupaten Badung memimpin kegiatan di Hutan Gunung Mangu. Kegiatan di Kota/Kabupaten se-Bali diawali dengan persembahyangan, pelepasan ikan dan satwa, serta bersih-bersih lingkungan.

Lembaga Vertikal seperti Kanwil Kementrian Agama Provinsi Bali, Bank Indonesia, Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dan instansi lainnya juga melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Uye secara niskala dengan sembahyang di tempat suci masing-masing instansi. Kegiatan sakala dilakukan dengan melepas ikan ke Danau/Bendungan/Dam/Sungai/Telabah/Mata Air, melepas binatang dan/atau burung, resik sampah di sekitar Danau/Bendungan/ Dam/Sungai/Telabah/ Mata Air, menyebarluaskan dan menyosialisasikan pentingnya menjaga kesucian, kelestarian, dan kebersihan Danau/Bendungan/ Dam/Sungai/Telabah/Jelinjingan/Mata Air di berbagai media. Kegiatan dipimpin oleh pimpinan instansi diikuti seluruh pegawai masing-masing instansi. Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup memberikan apresiasi dengan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri dan Dirjen terkait berlokasi di Estuari Dam Pemogan, Kota Denpasar.

Desa/Kelurahan dan Desa Adat melaksanakan persembahyangan Tumpek Uye di Pura Puseh dan Pura Desa masing-masing. Kegiatan sakala dilakukan dengan melepas ikan ke Danau/Bendungan/Dam/ Sungai/Telabah/Mata Air, melepas binatang dan atau burung, serta resik sampah di sekitar Danau/Bendungan/Dam/Sungai/Telabah/Jelinjingan/ Mata Air. Kegiatan dipimpin oleh Perbekel/Lurah/Bandesa Adat dihadiri oleh Perangkat Desa/Kelurahan/Desa Adat dan Staff.

Tidak ketinggalan masing-masing keluarga yang memiliki binatang peliharaan melaksanakan Upacara Ngotonin Sarwa Wewalungan. Tidak sedikit masyarakat yang dengan kesadarannya masing-masing melaksanakan kegiatan melepas ikan ke Danau/Bendungan/ Dam/Sungai/Telabah/Jelinjingan/ Mata Air, melepas binatang dan/atau burung, serta resik sampah di sekitar lingkungan masing-masing.

Baca Juga  Pemerintah Provinsi Bali Mengucapkan Selamat Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022

Lembaga Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Swasta melaksanakan persembahyangan Tumpek Uye di tempat suci masing-masing. Secara sakala antara lain melakukan kegiatan melepas ikan ke Danau/Bendungan/Dam/ Sungai/Telabah/ Jelinjingan/Mata Air, melepas binatang dan/atau burung, resik sampah di lingkungan masing-masing, serta menyebarluaskan dan menyosialisasikan pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan Danau Bendungan/Dam/ Sungai/Telabah/Jelinjingan/Mata Air.

Gubernur yang mantan anggota DPR-RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, perayaan Rahina Tumpek Uye untuk pertama kalinya dilaksanakan secara melembaga yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Bali sehingga mendapat apresiasi dari seluruh lapisan masyarakat Bali. Selama ini, Perayaan Rahina Tumpek Uye hanya dilakukan oleh masyarakat dan belum menjadi kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu, kegiatan-kegiatan dalam rangkaian Perayaan Rahina Tumpek Uye sangat marak dipublikasikan di berbagai media, baik media cetak, elektronik, bahkan sangat viral diberitakan di sosial media. Gubernur Bali mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh komponen masyarakat Bali dalam Perayaan Rahina Tumpek Uye.

Selanjutnya, Gubernur yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini ini menegaskan juga akan melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Wayang, Tumpek Landep, Tumpek Wariga, Tumpek Kuningan, dan Tumpek Krulut sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru. Perayaan Rahina Tumpek Wayang akan dilaksanakan pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Wayang), 5 Maret 2022, Tumpek Landep pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Landep), 9 April 2022, Tumpek Wariga pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Wariga), 14 Mei 2022, Tumpek Kuningan pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Kuningan), 18 Juni 2022, dan Tumpek Krulut pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Krulut), 23 Juli 2022. Seluruh Perayaan Rahina Tumpek, yang berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi, merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Baca Juga  Pemprov Bali Tanda Tangani Kesepakatan dengan Unicef

Gubernur Bali berharap Perayaan Rahina Tumpek dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga menjadi laku hidup/gaya hidup/lifestyle masyarakat Bali. Perayaan Rahina Tumpek merupakan salah satu upaya yang sangat fundamental, esensial, dan strategis dalam membangun karakter, jati diri, dan kualitas kehidupan masyarakat Bali, menghadapi dinamika perkembangan zaman dan modernisasi dalam skala lokal, nasional, dan global. (gs/bi)

Advertisements
iklan natal dprd badung
Advertisements
dprd bali
Advertisements
dprd badung
Advertisements
walikota galungan kuningan
Advertisements
galungan pemprov
Advertisements
ucapan DPC PDI P Badung
Advertisements
imlek dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Sekda Adi Arnawa Hadiri Pujawali di Pura Dalem Penataran Mundeh Desa Adat Kapal

Published

on

By

adi arnawa
Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus melaksanakan persembahyangan bersama dengan masyarakat saat acara Pujawali di Pura Dalem Penataran Mundeh Lingkungan Tegal Saat Desa Adat Kapal, Jumat (3/2). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Mewakili Bupati Badung, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus melaksanakan persembahyangan bersama dengan masyarakat saat acara Pujawali di Pura Dalem Penataran Mundeh Lingkungan Tegal Saat Desa Adat Kapal, Jumat (3/2).  Dalam kesempatan tersebut, Sekda Adi Arnawa menyerahkan dana aci sebesar Rp.10 juta kepada I Made Nade selaku Prajuru Pura setempat.

Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Adi Arnawa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung sangat senang dan bangga atas terlaksananya upacara pujawali, dimana dengan terlaksananya pujawali ini jagat Badung agar mendapatkan kerahayuan gemah ripah loh jinawi.

“Kehadiran Pemerintah Kabupaten Badung ikut mendoakan agar pujawali dapat terlaksana dengan lancar dan masyarakat di Lingkungan Tegal Saat mendapatkan keselamatan. Pemkab Badung melalui kepemimpinan Bupati Nyoman Giri Prasta berkomitmen akan meringankan beban masyarakat Badung. Apalagi rencananya akan ada perbaikan Bale Piasan, Balai Gong. Semoga di Anggaran Perubahan Tahun 2023 ini, pembangunan bisa terlaksana sesuai apa yang disampaikan oleh krama di sini. Saya mengajak agar masyarakat tetap bersatu sesama masyarakat di sini jangan sampai ada perselisihan,” ucapnya. Di samping itu pihaknya juga mendoakan, pelaksanaan upacara pujawali ring Pura Dalem Penataran Mundeh Desa Adat Kapal, memargi antar, labda karya, sida sidaning don.

Sementara itu Prajuru Pura I Wayan Sudiasa dalam laporannya menjelaskan terkait dengan keberadaan Pura Dalem Penataran Mundeh ini sebagai payung Pratisentana Bendesa Manik Mas. Lokasi Pura ini berada di Lingkungan Tegal Saat Desa Adat Kapal. Adapun jumlah pengempon pokok yakni 14 KK. Pengempon Pura diempon oleh dua (2) Banjar yakni Banjar Tegal Saat Baleran dan Banjar Tegal Saat Delodan. (gs/bi)

Baca Juga  Bali Jadi Tuan Rumah Sertifikasi Jafung Arsiparis

Advertisements
iklan natal dprd badung
Advertisements
dprd bali
Advertisements
dprd badung
Advertisements
walikota galungan kuningan
Advertisements
galungan pemprov
Advertisements
ucapan DPC PDI P Badung
Advertisements
imlek dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Sekda I Gede Susila Buka Bulan Bahasa Bali V 2023 Kabupaten Tabanan

Published

on

By

bulan bahasa
Sekda Tabanan I Gede Susila saat membuka pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V tahun 2023 yang dipusatkan di Wantilan Desa Adat Bedha, Desa Wanasara, Tabanan, Kamis (2/2). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan yang diwakili Sekda I Gede Susila, menghadiri pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V tahun 2023 yang dipusatkan di Wantilan Desa Adat Bedha, Desa Wanasara, Tabanan, Kamis (2/2).

Kegiatan ini ditujukan sebagai usaha untuk pelestarian dan pengembangan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. Turut hadir saat itu, Ketua DPRD Tabanan, jajaran Forkopimda, para Asisten dan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Dalam kesempatan itu, Sekda Susila sesuai imbauan Bupati Sanjaya, menegaskan salam Pancasila wajib digaungkan dalam membuka kegiatan. Terlepas dari itu, perayaan Bulan Bahasa Bali merupakan perhatian pemerintah terhadap Bahasa Bali yang merupakan bahasa daerah ataupun bahasa Ibu masyarakat Bali dan merupakan akar dari budaya Bali yang sangat patut dilestarikan bersama.

Susila juga menegaskan bahwa, pariwisata di Bali yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara tidak terlepas dari budaya Bali yang adiluhung. “Budaya Bali tidak terlepas dari Bahasa, Sastra ataupun Aksara Bali. Bali sebagai daerah tujuan wisata budaya, banyak wisatawan lokal maupun mancanegara datang ke Bali karena adanya budaya yang adiluhung,” ujarnya.

Namun saat ini Susila juga tidak menapikan, bahwa pelaksanaan Bahasa, Sastra maupun Aksara Bali sudah semakin meredup dan terkikis perkembangan jaman. Hal ini tentunya menjadi masalah bersama untuk bagaimana agar mampu melestarikan dan menjaga kearifan lokal Bali yang merupakan warisan dari para leluhur.

Maka dari itu, pihaknya menekankan, bahwa sudah sepatutnya hal itu tetap dijaga serta dilestarikan. “Maka sangat tepat sekali Pemprov Bali, Pemkab Tabanan, dengan pelestarian Bahasa, Sastra dan Aksara Bali sebagai akar budaya Bali ini sudah tersirat dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali,” tegas Susila.

Baca Juga  Aparat Pemprov Geruduk Galian Pura Pasek Punduk Dawa

Selain itu, pihaknya juga menyatakan sangat bersyukur dan berbahagia karena dengan adanya kegiatan Bulan Bahasa Bali ini mampu mendukung visi Pemkab, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Dalam 5 skala prioritas pembangunan, tercantum pelestatian seni, adat dan budaya.

Pihaknya juga sangat berharap, di hari yang baik ini, pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 agar bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan bersama. Begitupun juga atas restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa pelestarian Bahasa Bali sebagai akar budaya Bali mampu dilaksanakan dengan baik dan mampu mempercepat terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (gs/bi)

Advertisements
iklan natal dprd badung
Advertisements
dprd bali
Advertisements
dprd badung
Advertisements
walikota galungan kuningan
Advertisements
galungan pemprov
Advertisements
ucapan DPC PDI P Badung
Advertisements
imlek dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Modernisasi Tak Boleh Menggerus Akar Budaya

Sekda Adi Arnawa Buka Bulan Bahasa Bali Kabupaten Badung

Published

on

By

sekda adi arnawa
Sekda Badung Wayan Adi Arnawa saat membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali Kabupaten Badung Tahun 2023 bertempat di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Kamis (2/2). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Pelaksanaan kegiatan Bulan Bahasa Bali merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam rangka melestarikan adat, seni, agama, tradisi dan budaya di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Giri Prasta saat membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali Tahun 2023 di Kabupaten Badung bertempat di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Kamis (2/2).

Turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Badung Made Suwardana, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta, Ketua Gatriwara Badung Nyonya Ayu Parwata, Ketua DWP Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Gde Eka Sudarwitha, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung Gusti Made Dwipayana, Camat Mengwi Nyoman Suhartana, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, serta Majelis Madya Desa Adat dan undangan lainnya.

“Mewakili Bapak Bupati dan Pemerintah saya berharap kepada tim pembina, tim penilai dan jajaran Dinas Kebudayaan bagaimana kedepannya kualitas kegiatan ini bisa terus ditingkatkan, karena bagaimanapun juga hal ini merupakan hal yang sangat mendasar dalam rangka menjaga budaya kita, terlebih pariwisata kita berbasis budaya, untuk ini harus tetap dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan,” ujar Sekda Adi Arnawa.

Dirinya mengungkapkan, selama ini Pemerintah Kabupaten Badung telah banyak memberikan perhatian dan apresiasi dalam hal pelestarian budaya. Bahkan terkait pelaksanaan bulan Bahasa Bali yang diimplementasikan dengan berbagai lomba, yang melibatkan Desa Adat dan anak-anak sekolah. Ditegaskan, Pemerintah Kabupaten Badung komit untuk terus melakukan peningkatan kualitas pelaksanaan sampai kepada peningkatan jumlah hadiah bagi para pemenang lomba.

sekda badung
Sekda Badung Adi Arnawa saat mengamati peserta nyurat Aksara Bali. (Foto: ist)

“Saya juga meminta kepada anak-anak, anak muda dan masyarakat Badung agar jangan sampai melupakan aksara Bali maupun bahasa Bali, meskipun sekarang banyak orang bersekolah di Sekolah Internasional tapi dia tidak boleh melupakan budayanya. Seperti apa yang sering diingatkan oleh Pak Bupati modernisasi jangan sampai menggerus akar budaya kita,” tegasnya.   

Baca Juga  Dihadiri 26 Kepala Negara, Presidensi G20 Berjalan Lancar dan Sukses

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Badung Gde Eka Sudarwitha melaporkan bulan Bahasa Bali Kabupaten Badung tahun 2023 mengambil tema “Segara Kertih Campuan Urip Sarwa Prani” yang bertujuan menjadikan Bulan Bahasa Bali sebagai lingga stana melestarikan aksara Bahasa dan Sastra Bali dalam rangka menjaga kesucian wilayah Kabupaten Badung beserta segenap isinya.

“Aksara, Bahasa dan Sastra Bali sebagai sumber sejarah, sumber ilmu pengetahuan, sumber seni budaya harus tetap dijaga dan dilestarikan oleh anak-anak, anak muda dan masyarakat Kabupaten Badung. Pelaksanaan bulan Bahasa Bali ini menggunakan dana APBD Badung tahun 2023 sebesar Rp 388 juta lebih dengan berbagai lomba seperti menulis Aksara Bali, menulis lontar, membaca lontar, bercerita Bahasa Bali, lomba pidato Bahasa Bali, debat Bahasa Bali serta panggung apresiasi Sastra Bali,” jelasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan natal dprd badung
Advertisements
dprd bali
Advertisements
dprd badung
Advertisements
walikota galungan kuningan
Advertisements
galungan pemprov
Advertisements
ucapan DPC PDI P Badung
Advertisements
imlek dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca