Saturday, 25 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Bali Canangkan Tumpek Krulut sebagai ‘’Rahina Tresna Asih’’

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Bali Wayan Koster saat konferensi pers. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mencanangkan Rahina Tumpek Krulut sebagai Perayaan Hari Tresna Asih/Hari Kasih Sayang, yang telah dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru. Selama ini, sejumlah masyarakat Bali merayakan Valentine Day setiap tanggal 14 Februari sebagai hari Kasih Sayang, yang sesungguhnya bukan merupakan budaya Bali. 

‘’Sudah waktunya, kita melaksanakan Hari Tresna Asih/Hari Kasih Sayang pada setiap Rahina Tumpek Krulut, yang kita miliki di Bali sebagai warisan Adiluhung dari Leluhur, yang sepatutnya dilestarikan, disosialisasikan, dan dilaksanakan oleh Pemerintah bersama masyarakat Bali. Saat Rahina Tumpek Krulut pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Krulut), 23 Juli 2022 nanti, seluruh masyarakat Bali diimbau agar melaksanakan perayaan secara niskala dan sakala,’’ terang Gubernur Koster saat konferensi pers di Gedung Gajah Jayasabha, Selasa (Anggara Kasih Prangbakat), 8 Februari 2022.

Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini lanjut memaparkan, sebagaimana diketahui, untuk pertama kali, Pemerintah bersama masyarakat telah melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Uye secara serentak di seluruh Bali pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Uye), 29 Januari 2022 dengan lancar dan sukses.  Seluruh komponen masyarakat Bali mulai dari Pemerintah Provinsi Bali; Lembaga Vertikal di Bali; Pemerintah Kota/Kabupaten se-Bali; Majelis Desa Adat Provinsi Bali; Majelis Desa Adat Kota/Kabupaten se-Bali; Majelis Desa Adat Kecamatan se-Bali; Lembaga Pendidikan se-Bali; Desa/Kelurahan/Desa Adat se-Bali; Organisasi Kemasyarakatan dan Swasta  se-Bali; serta seluruh Masyarakat Bali menyambut dengan semangat, antusias, dan penuh dedikasi merayakan Rahina Tumpek Uye.

Baca Juga  Gubernur Koster Tegaskan Kebudayaan Manuskrip Kearifan Lokal Bali Harus Dijaga

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin langsung Perayaan Rahina Tumpek Uye berlokasi di Danau Buyan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Gubernur Bali hadir didampingi oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, Sekda Provinsi Bali, Pimpinan Perangkat Daerah beserta staf, dan seluruh masyarakat di sekitar Danau Buyan, dengan jumlah lebih dari 2.000 orang. Kegiatan diawali dengan Upacara Danu Kerthi dan Otonan Sarwa Wewalungan yang dipuput oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pamayun dilanjutkan sembahyang bersama, arahan Gubernur Bali, pelepasan ikan, burung, satwa, vaksinasi anjing ras Bali, dan diakhiri dengan membersihkan sampah plastik di sekitar Danau Buyan.

Wali Kota/Bupati se-Bali juga memimpin perayaan Rahina Tumpek Uye di daerah masing-masing, Bupati Buleleng memimpin Perayaan Rahina Tumpek Uye di Danau Tamblingan, Bupati Tabanan di Danau Beratan, Bupati Bangli di Danau Batur, Bupati Jembrana di Dam Palasari, Bupati Klungkung di Pura Watu Klotok dan Mangrove Lembongan, Bupati Karangasem di Tukad Telaga Waja, Bupati Gianyar di Empelan Pejeng, Walikota Denpasar di Dam Oongan, Kelurahan Tonja, sedangkan Bupati Badung diwakili Sekda Kabupaten Badung memimpin kegiatan di Hutan Gunung Mangu. Kegiatan di Kota/Kabupaten se-Bali diawali dengan persembahyangan, pelepasan ikan dan satwa, serta bersih-bersih lingkungan.

Lembaga Vertikal seperti Kanwil Kementrian Agama Provinsi Bali, Bank Indonesia, Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dan instansi lainnya juga melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Uye secara niskala dengan sembahyang di tempat suci masing-masing instansi. Kegiatan sakala dilakukan dengan melepas ikan ke Danau/Bendungan/Dam/Sungai/Telabah/Mata Air, melepas binatang dan/atau burung, resik sampah di sekitar Danau/Bendungan/ Dam/Sungai/Telabah/ Mata Air, menyebarluaskan dan menyosialisasikan pentingnya menjaga kesucian, kelestarian, dan kebersihan Danau/Bendungan/ Dam/Sungai/Telabah/Jelinjingan/Mata Air di berbagai media. Kegiatan dipimpin oleh pimpinan instansi diikuti seluruh pegawai masing-masing instansi. Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup memberikan apresiasi dengan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri dan Dirjen terkait berlokasi di Estuari Dam Pemogan, Kota Denpasar.

Baca Juga  Gubernur Bali dan Ny. Putri Koster Buka Pameran IKM Bali Bangkit VII 2023

Desa/Kelurahan dan Desa Adat melaksanakan persembahyangan Tumpek Uye di Pura Puseh dan Pura Desa masing-masing. Kegiatan sakala dilakukan dengan melepas ikan ke Danau/Bendungan/Dam/ Sungai/Telabah/Mata Air, melepas binatang dan atau burung, serta resik sampah di sekitar Danau/Bendungan/Dam/Sungai/Telabah/Jelinjingan/ Mata Air. Kegiatan dipimpin oleh Perbekel/Lurah/Bandesa Adat dihadiri oleh Perangkat Desa/Kelurahan/Desa Adat dan Staff.

Tidak ketinggalan masing-masing keluarga yang memiliki binatang peliharaan melaksanakan Upacara Ngotonin Sarwa Wewalungan. Tidak sedikit masyarakat yang dengan kesadarannya masing-masing melaksanakan kegiatan melepas ikan ke Danau/Bendungan/ Dam/Sungai/Telabah/Jelinjingan/ Mata Air, melepas binatang dan/atau burung, serta resik sampah di sekitar lingkungan masing-masing.

Lembaga Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Swasta melaksanakan persembahyangan Tumpek Uye di tempat suci masing-masing. Secara sakala antara lain melakukan kegiatan melepas ikan ke Danau/Bendungan/Dam/ Sungai/Telabah/ Jelinjingan/Mata Air, melepas binatang dan/atau burung, resik sampah di lingkungan masing-masing, serta menyebarluaskan dan menyosialisasikan pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan Danau Bendungan/Dam/ Sungai/Telabah/Jelinjingan/Mata Air.

Gubernur yang mantan anggota DPR-RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, perayaan Rahina Tumpek Uye untuk pertama kalinya dilaksanakan secara melembaga yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Bali sehingga mendapat apresiasi dari seluruh lapisan masyarakat Bali. Selama ini, Perayaan Rahina Tumpek Uye hanya dilakukan oleh masyarakat dan belum menjadi kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu, kegiatan-kegiatan dalam rangkaian Perayaan Rahina Tumpek Uye sangat marak dipublikasikan di berbagai media, baik media cetak, elektronik, bahkan sangat viral diberitakan di sosial media. Gubernur Bali mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh komponen masyarakat Bali dalam Perayaan Rahina Tumpek Uye.

Selanjutnya, Gubernur yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini ini menegaskan juga akan melaksanakan Perayaan Rahina Tumpek Wayang, Tumpek Landep, Tumpek Wariga, Tumpek Kuningan, dan Tumpek Krulut sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru. Perayaan Rahina Tumpek Wayang akan dilaksanakan pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Wayang), 5 Maret 2022, Tumpek Landep pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Landep), 9 April 2022, Tumpek Wariga pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Wariga), 14 Mei 2022, Tumpek Kuningan pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Kuningan), 18 Juni 2022, dan Tumpek Krulut pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Krulut), 23 Juli 2022. Seluruh Perayaan Rahina Tumpek, yang berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi, merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Baca Juga  Pemprov Bali Apresiasi Pemberian Kompensasi bagi Korban Bom Bali

Gubernur Bali berharap Perayaan Rahina Tumpek dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga menjadi laku hidup/gaya hidup/lifestyle masyarakat Bali. Perayaan Rahina Tumpek merupakan salah satu upaya yang sangat fundamental, esensial, dan strategis dalam membangun karakter, jati diri, dan kualitas kehidupan masyarakat Bali, menghadapi dinamika perkembangan zaman dan modernisasi dalam skala lokal, nasional, dan global. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Bupati Sanjaya Apresiasi Krama Banjar Umadiwang, Marga dan Batulumbang, Selemadeg

Published

on

By

bupati sanjaya
PERSEMBAHYANGAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melakukan persembahyangan bersama saat menghadiri upacara Dewa Yadnya yang diselenggarakan di dua pura yang ada di Kabupaten Tabanan yang bertepatan pada Sukra Wage, Wuku Uye, Jumat (17/5). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya selalu konsisten menunjukkan komitmen kuatnya dalam melestarikan adat, agama, tradisi, dan seni budaya di Kabupaten Tabanan. Hal ini diwujudkan melalui kehadirannya selaku Murdaning Jagat Tabanan dalam upacara Dewa Yadnya yang diselenggarakan di dua pura yang ada di Kabupaten Tabanan yang bertepatan pada Sukra Wage, Wuku Uye, Jumat (17/5).

Turut mengikuti persembahyangan bersama Sanjaya, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten I Setda Tabanan, Jajaran Pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Kepala bagian dilingkungan Setda. Juga hadir, Camat, Perbekel, Bendesa Adat dan tokoh adat setempat, juga para prawartaka karya dan masyarakat yang menyambut kehadiran Bupati Sanjaya dengan penuh semangat dan sukacita.

Dalam kunjungan pertamanya di Pura Luhur Manik Toya, Banjar Adat Umadiwang, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga dalam rangka pemelaspasan bangunan pura dan piodalan alit. Usai mengikuti persembahyangan, Sanjaya menandatangani prasasti pura yang diempon oleh 325 KK tersebut, turut menebar ikan di jaba sisi kauh Pura Manik Toya dan dilanjutkan dengan meninjau aliran sungai Yeh Sungi.

Selanjutnya, Sanjaya beserta jajaran menghadiri uleman Ngupasaksi Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Mupuk Pedagingan, Melaspas, Ngenteg Linggih, Ngusaba Agung, Ngusaba Nini, dan Pujawali di Pura Puseh, Pura Desa, lan Catus Pata, Desa Adat Batulumbang, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.

Usai menghaturkan sembah bhakti, melalui sambutannya, Sanjaya memberikan apresiasinya akan pelaksanaan upakara dan upacara karya yang sudah terkonsepkan sejak 15 tahun yang lalu tersebut. Sanjaya menilai segala sesuatunya bermula dari sebuah proses baik yang pendek, menengah maupun panjang, seperti halnya dengan pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih ini yang sudah terkonsepkan sejak lama.

Baca Juga  Gubernur Koster Tegaskan Kebudayaan Manuskrip Kearifan Lokal Bali Harus Dijaga

“Maka dari itu, saya dalam melaksanakan visi misi Kabupaten Tabanan untuk mencapai Tabanan yang Aman Unggul dan Madani, jadi untuk mencapai Aman Unggul Madani di masyarakat Tabanan, bagaimana menciptakan masyarakat yang sejahtera itu melalui sebuah proses. Maka tiang di pemerintah menjalankan yang namanya pelestarian adat, agama dan seni budaya. Ketika masyarakat tiang ingin membangun, pasti titiang dampingi, ikut meringankan beban, baik melalui prosesnya, baik kunjungannya dan ngupasaksi, juga ikut berkontribusi dalam karya,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya kembali mengingatkan masyarakat akan bagaimana perjuangan para leluhur dalam menjaga keharmonisan di Bali melalui konsep Tri Kahyangan yang dikonsepkan sejak ribuan tahun lalu. “Sampai saat ini kita mampu melestarikan dan menjaga Kahyangan Puseh ini, ngwangun khayangan niki sampai pujawali hingga tadi kita sudah sembahyang ngenteg linggih, luar biasa. Jadi tidak main-main leluhur kita masalalu. Lalu tugas kita generasi sekarang ini ngewangiang, yang disebut dengan pelestarian adat, agama dan budaya,” imbuh Sanjaya.

Di kesempatan yang sama, Bendesa Adat Batulumbang, I Made Ardana, menyampaikan bahwa puncak acara di Pura Puseh dan Desa Batulumbang ini nantinya jatuh pada 22 Mei 2024 mendatang. Dengan diempon oleh 99 KK, dikatakan bahwa dalam pembangunan pura selain mendapatkan dana bantuan dari Bupati Tabanan, dan reses serta dana desa. Perwujudan yadnya ini juga merupakan hasil gotong-royong swadaya masyarakat yang sudah berlangsung sejak 15 tahun dengan mengumpulkan iuran sebesar Rp. 5.000 di setiap purnama.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Ardana mewakili masyarakat Batulumbang kepada Bupati Sanjaya beserta jajaran yang hadir serta menyaksikan rangkaian yadnya, serta atas dukungan dan bantuan yang diberikan dalam upaya mewujudkan karya Dewa Yadnya tersebut. Pihaknya juga sampaikan dukungannya kepada Bupati Sanjaya dalam menjalankan berbagai program di Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-14 DPRD Bali, Gubernur Bali Beri Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah

Senada dengan Ardana, Made Suama selaku Ketua Pembangunan Pura Luhur Manik Toya juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Sanjaya atas kehadirannya juga bantuan yang diberikan dalam pembangunan, upakara dan upacara pada pura yang sebelumnya sempat rusak akibat terkena bencana banjir tersebut. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara ‘’Nuasen Ngodakin’’ Pralingga Sesuhunan Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa
UPACARA NUASEN: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana menghadiri upacara ‘’Nuasen’’ serangkaian ‘’Karya Ngetus, Melaspas, Pasupati lan Pujawali Pralingga Sesuhunan’’ Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Selasa (14/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar IB Alit Wiradana menghadiri upacara Nuasen serangkaian Karya Ngetus, Melaspas, Pasupati lan Pujawali Pralingga Sesuhunan Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Selasa (14/5).

Dalam kesempatan tersebut Wawali Arya Wibawa didampingi Sekda IB Alit Wiradana turut mengikuti prosesi nuasen Pralingga Ratu Ketut Beludru, Topeng Sidakarya, dan Topeng Dalem.

Manggala Prawartaka Karya, I Ketut Pastika mengatakan upacara nuasen ini merupakan rangkaian awal acara dalam ngodakin pererai Ratu Ketut Beludru, Topeng Sidakarya, dan Topeng Dalem di Pura Taman Buitan.

Lebih lanjut dikatakannya, adapun prosesi ini telah dimulai sejak tanggal 8 Mei 2024 yang diisi dengan upacara Ngetus Pralingga Ida Bhatara yang dilaksanakan di Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel. Dan upacara ini berakhir pada tanggal 22 Juni 2024 yang diisi dengan upacara Mecaru, Mesucian ke Beji, Mamendak, Maturan Soda Bhakti Krama, dan Piodalan.

“Tentunya kami selaku Prawartaka mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak khususnya dari jajaran Pemkot Denpasar, sehingga rangkaian upacara ini dapat terlaksana dengan lancar, dan semoga Ida Bhatara Sesuhunan senantiasa memberikan kerahayuan kepada kita semua,” ujar Ketut Pastika.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, bahwa pelaksanaan Karya di Pura Taman Buitan ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat serta pengempon untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Karena sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat, utamanya krama untuk menjadikan ini sebagai sebuah momentum dalam menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

Baca Juga  Tingkatkan Akses Transportasi Umum yang Terjangkau, Berkelanjutan, dan Aman di Bali

“Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ungkap Arya Wibawa.

Turut hadir dalam pelaksanaan tersebut Camat Denpasar Utara, I Wayan Yusswara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Surya Antara, serta tokoh masyarakat dan pengempon pura setempat. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Karya Atma Wedana ‘’Memukur’’ di Griya Agung Linggaacala Tegallalang Gianyar

Published

on

By

bupati giri prasta
HADIRI ATMA WEDANA: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Upacara Atma Wedana Memukur Ibunda Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra Dharma Daksa di Griya Agung Linggaacala Br. Calo Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar, Selasa (7/5). (Foto: Hms Badung)

Gianyar, baliilu.com – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Atma Wedana Memukur Ibunda Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra Dharma Daksa di Griya Agung Linggaacala Br. Calo Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar. Karya dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra saking Griya Agung Linggaacala, Selasa (7/5). Turut hadir Penglingsir Puri Satria A.A. Ngurah Oka Ratmadi, A.A. Gede Agung Rahma Putra dari Puri Kapal Mengwi, para sulinggih dan angga Griya.

Bupati Nyoman Giri Prasta dalam sembrama wacana-nya mengucapkan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena sudah bisa hadir dalam pelaksanaan Karya Atma Wedana yang merupakan swadharma kepada para leluhur.

“Sesuai dengan dresta di Bali sebelum Karya Atma Wedana dilaksanakan maka rangkaian upacara seperti warak kruron, ngelangkir, ngelungah dan ngaben harus dilaksanakan dengan harapan para leluhur kita akan mendapatkan tempat terbaik sesuai dengan karmanya semasih hidup sesuai dengan sastra dan keyakinan umat Hindu yang sering disebut dengan surga,” ucapnya yang dilanjutkan menghaturkan punia secara pribadi sebesar Rp. 20 juta.

Prawartaka Karya Nyoman Sariastawa ngaturang swasti prapta kepada Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan Penglingsir Puri Satria Cok. Ratmadi dalam rangka Karya Atma Wedana Ida Pandita yang sudah lebar (wafat). “Kami berharap untuk pelaksanaan upacara Karya Atma berikutnya bisa diikuti oleh anak-anak Beliau, serta besar harapan kami juga pemerintah bisa membantu dari sisi pendanaannya,” ujarnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wayan Koster Paparkan Ekonomi Kerthi Bali di ‘’World Economic Situation And Indonesia’s Prospects’’
Lanjutkan Membaca