Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Bali dan Direktur BCA Tandatangani KB-PKS Pemberian Fasilitas BCA E-Commerce Payment Gateway

BCA Dukung Pelaksanaan Penerimaan Kontribusi Wisatawan Guna Melindungi Alam dan Budaya Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

bca
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, Jahja Setia Atmadja Santoso menunjukkan dokumen Kesepatan Bersama (KB) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pemberian Fasilitas BCA E-Commerce Payment Gateway untuk Mendukung Pelaksanaan Penerimaan Kontribusi Wisatawan pada, Selasa (Anggara Paing, Watugunung) 18 Oktober 2022 di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, Jahja Setia Atmadja Santoso menandatangani Kesepatan Bersama (KB) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pemberian Fasilitas BCA E-Commerce Payment Gateway untuk Mendukung Pelaksanaan Penerimaan Kontribusi Wisatawan pada, Selasa (Anggara Paing, Watugunung) 18 Oktober 2022 di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar yang disaksikan secara langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali, I Made Santha, dan Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi dan penghargaan atas kehadiran Direktur PT. BCA Tbk. Jahja Setia Atmadja Santoso bersama jajaran Direksi lainnya ke Bali guna menandatangani KB dan PKS tentang Pemberian Fasilitas BCA E-Commerce Payment Gateway untuk Mendukung Pelaksanaan Penerimaan Kontribusi Wisatawan. “Saya mewakili Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali mengucapkan terimakasih atas dukungan PT. BCA Tbk di dalam menjaga alam dan budaya Bali, yang sebelumnya PT. BCA Tbk juga telah berkontribusi memberikan CSR senilai Rp 1 miliar untuk mendukung pembangunan Kantor Majelis Desa Adat (MDA) serta CSR satu unit mobil Toyota Avanza untuk mendukung tugas dan fungsi MDA Provinsi Bali di dalam melestarikan Adat Istiadat, Tradisi, Seni Budaya dan Kearifan Lokal Bali,” ujar Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Sebelum kerja sama ini terjalin, Gubernur Bali menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali. “Namun belum bisa berjalan optimal tanpa adanya dukungan sistem yang memadai dan dukungan lembaga Perbankan yang kompeten,” ujar orang nomor satu di Pemprov Bali ini.

Baca Juga  Gubernur Bali dan Ny. Putri Koster Buka Pameran IKM Bali Bangkit VII 2023

Karena itulah, kami kembali adakan observasi serta diskusi, dan memutuskan perlu dilakukan perluasan akses membangun kerja sama dengan memilih PT. BCA Tbk, karena BCA memiliki akses pelayanan yang lebih luas jam terbangnya.

Sehingga kerja sama yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dengan PT. BCA Tbk di dalam mengoptimalkan potensi Pendapatan Daerah dari Kontribusi Wisatawan dengan memanfaatkan BCA E-Commerce Payment Gateway agar terwujudnya efektivitas dan efisiensi pelaksanaan penerimaan Kontribusi Wisatawan untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali adalah bentuk komitmen kita bersama dalam menjaga alam dan budaya Bali.

“Pembangunan budaya di Bali merupakan satu keharusan yang mutlak dan wajib dilakukan guna menjaga eksistensi Bali, agar Bali survive dalam menghadapi berbagai tantangan kedepannya. Karena Bali yang hidup dari sektor pariwisata memiliki keterikatan kuat akan budaya, tanpa budaya pariwisata Bali tidak bisa hidup. Begitu pula kaitannya dengan ekonomi, apabila pariwisata Bali tidak berjalan, maka perekonomian Bali juga tidak berkembang, sehingga akan mempengaruhi pula sektor Perbankan yang tidak bisa beroperasi mengembangkan usahanya,” ujar Gubernur Bali jebolan ITB ini yang telah mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Penguatan ekosistem kepariwisataan di Bali juga sedang diberlakukan dengan Enam Pilar Kepariwisataan Bali, yang meliputi : Pilar Pertama, Bali memiliki kekayaan, keunikan, dan keunggulan adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal Bali serta keindahan alam yang harus dibangun dan dijaga dengan serius, konsisten dan terarah. Adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal Bali menyatu dalam satu kesatuan tatanan kehidupan beragama di Bali, sehingga Bali memiliki aura, taksu, dan tenget yang menjadikan Bali memiliki kekuatan daya tarik bagi masyarakat dunia, Bali menjadi destinasi wisata utama dunia. Pilar Kedua, Bali harus memiliki destinasi/daya tarik pariwisata baru dan produk wisata baru yang berkelas dunia dan mampu bersaing, serta memiliki segmen wisata baru. Oleh karena itu, saat ini sedang dibangun sejumlah program monumental, seperti Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, Bali Maritime Tourism Hub di Denpasar, dan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng. Pilar Ketiga, Bali harus menjaga ekosistem alam yang bersih.

Baca Juga  Jawaban Gubernur pada Rapat Paripurna Ke-30 Masa Persidangan III DPRD Bali

Oleh karena itu, telah diberlakukan berbagai kebijakan guna mewujudkan ekosistem alam ramah lingkungan, yang dituangkan dalam regulasi/peraturan, antara lain: Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai; Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber; Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik; Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih; Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai; Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut; dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

Pilar Keempat, Bali harus memiliki infrastruktur darat, laut, dan udara secara terkoneksi dan terintegrasi dengan transportasi yang memadai. ‘’Saat ini, Saya sedang gencar membangun infrastruktur, antara lain: Jalan Shortcut Singaraja-Mengwitani yang menghubungkan Bali Utara dan Bali Selatan; Jalan Tol Jagat Kerthi Bali, yang menghubungkan Gilimanuk-Mengwi, Bali Barat dan Bali Selatan; Pelabuhan Sanur-Denpasar; Pelabuhan Sampalan serta Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Penida, Klungkung; dan Pembangunan sarana-prasarana strategis penyediaan air baku,’’ ujar Gubernur.

Pilar Kelima, Bali harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada semua level usaha pariwisata.

Pilar Keenam, menerapkan tata kelola pariwisata yang berdaya saing dan berpihak pada sumber daya lokal Bali. ‘’Untuk mewujudkanya, Saya telah memberlakukan kebijakan yang dituangkan dalam regulasi/peraturan, antara lain: Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali; Peraturan Gubernur Bali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali,’’ paparnya.

Baca Juga  Owner Pondok Nyoman: Berkomitmen Dukung Program Gubernur Bali

Direktur PT. BCA Tbk. Santoso dalam sambutannya menyatakan siap mendukung rencana – rencana besar yang digagas Gubernur Bali Wayan Koster demi kemajuan Bali, yang tidak hanya memihak masyarakat lokal Bali, wisatawan domestik, namun juga wisatawan mancanegara sebagai pendatang devisa yang juga berhak mendapat pelayanan yang memadai. “Salah satu program yang sangat luar biasa telah dirancang melalui aplikasi Love Bali, dimana wisatawan mancanegara bisa berkontribusi langsung, dan Saya melihat di aplikasi Love Bali ini menjadi titik awal yang baik untuk menjadi alat indechment antara turis, Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

PKK Sosialisasikan Badung Peduli Residu dan Optimalisasi Bank Sampah Mangu Srikandi

Published

on

By

badung peduli residu
SOSIALISASI: Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri Sosialisasi Badung Peduli Residu dan Optimalisasi Bank Sampah Mangu Srikandi di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (4/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mengurangi residu sampah melalui pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan Tim Penggerak (TP) PKK sebagai motor penggerak di tingkat keluarga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Badung Peduli Residu dan Optimalisasi Bank Sampah Mangu Srikandi di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (4/6). Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.

Pada kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis 600 paket popok kain dan pembalut pakai ulang ramah lingkungan kepada TP. PKK Kecamatan se-Kabupaten Badung serta enam perwakilan sekolah. Penyerahan ini menjadi bentuk edukasi nyata untuk mengkampanyekan pengurangan sampah residu rumah tangga.

Seusai acara, Ketua TP. PKK Badung menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat peduli terhadap sampah residu yang sulit terurai dan mengancam lingkungan. Ia berharap masyarakat beralih dari produk sekali pakai ke produk ramah lingkungan.

“Ini bukan semata-mata untuk masalah kebersihan saja, tetapi kita menjaga bagaimana alam dan bumi yang kita cinta ini bersih dari sampah. Kalau kita pikirkan mungkin itu akan kelihatan sulit, karena harus mencuci popok dan pembalut yang ramah lingkungan ini, kenapa juga itu mencuci jadikan pekerjaan yang sulit sedangkan selama ini pakaian dalam kita, kita cuci sendiri. Nah apa bedanya dengan pembalut atau popok ini, saya kira kalau ini sudah kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan bumi kita, ini tidak akan sulit,” ujarnya.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, yang juga menjabat sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Kabupaten Badung, menegaskan akan terus menggulirkan gerakan Badung Peduli Residu. Ia meminta seluruh kader PKK di Kabupaten Badung aktif mensosialisasikan gerakan ini demi mengajak warga lebih bijak mengelola produk berpotensi sampah residu.

Baca Juga  Gubernur Bali dan Ny. Putri Koster Buka Pameran IKM Bali Bangkit VII 2023

“Kita sering turun ke masyarakat untuk mensosialisasifikasi gerakan ini dan saya pun akan sering-sering turun ke masyarakat mungkin melalui Banjar, Desa, Kelurahan, Kecamatan juga dan saya berharap juga jajaran PKK, Posyandu dan semua organisasi yang saya koordinir, mulai dari anggotanya, pengurusnya dan semua juga lapisan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Made Rai Warastuthi, melaporkan bahwa berkat dukungan semua pihak, capaian pemilahan sampah di Badung saat ini menyentuh angka 72 persen. Adapun pengurangan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) telah mencapai sekitar 33 persen. Meski begitu, tantangan sampah residu yang belum termanfaatkan optimal masih membayangi.

“Untuk itu, melalui Program Badung Peduli Residu, kita terus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin bijak dalam memilih, menggunakan, dan mengelola produk sehari-hari sehingga residu yang dihasilkan dapat ditekan semaksimal mungkin. Selain itu, tujuan kegiatan ini untuk mengoptimalkan peran Bank Sampah Mangu Srikandi sebagai sarana edukasi dan penguatan ekonomi sirkular masyarakat dan memperkuat peran Tim Penggerak PKK sebagai agen perubahan dalam membangun budaya pengurangan sampah dan residu sejak dari rumah tangga,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri dan diikuti oleh Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Kementerian LH/BPH RI, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, para Camat se-Badung, Organisasi Kewanitaan di lingkungan Pemkab Badung, TP PKK Kecamatan, Kelurahan, dan Desa se-Kabupaten Badung, Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR) Kabupaten Badung, Siswa-siswi SMA dan SMP, serta unsur pelaku usaha di Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perahu Terbalik, Enam Pemancing Berhasil Diselamatkan Tim SAR

Published

on

By

SELAMATKAN: Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 6 orang pemancing yang mengalami kecelakaan laut akibat perahu yang mereka gunakan terbalik di Perairan Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pada Rabu malam (3/6/2026). (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 6 orang pemancing yang mengalami kecelakaan laut akibat perahu yang mereka gunakan terbalik di Perairan Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pada Rabu malam (3/6/2026). Seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat dan dievakuasi dini hari tadi, Kamis (4/6/2026).

Awal informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Rabu (3/6/2026) pukul 23.15 Wita dari Dana selaku petugas KSOP Celukan Bawang. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa kecelakaan laut terjadi sekitar pukul 22.49 Wita. Sebelumnya mereka melaut kurang lebih pukul 18.00 Wita untuk aktivitas memancing. Namun, beberapa jam kemudian, menjelang tengah malam, perahu yang mereka gunakan terbalik sehingga seluruh penumpang berada dalam kondisi darurat di perairan dan membutuhkan bantuan segera.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Operator Komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera melakukan koordinasi dengan Pos Polairud dan instansi terkait lainnya. “Kami melaksanakan persiapan, kurang lebih 11.30 (malam) kami melaksanakan pencarian target berangkat dari Celukan Bawang,” terang Kadek Donny Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng. Sebanyak 6 personel digerakkan menuju lokasi perahu terbalik dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 04 Buleleng.

Tak memerlukan waktu lama, pada pukul 00.58 Wita, tim SAR gabungan menemukan keenam korban pada koordinat 8°09’12.4″ LS dan 114°46’03.2″ BT dalam keadaan selamat. Selanjutnya melaksanakan proses evakuasi hingga pukul 01.13 Wita dan langsung kembali menuju Pelabuhan Celukan Bawang.

Adapun identitas keenam korban yang berhasil diselamatkan yakni Hamdan (50) asal Yeh Biu, Singaraja; Herry Noval Putra (28) asal Singaraja; Basirun (40) asal Candi Kuning; Amirul Umara (29) asal Singaraja; Haris Maulana (36) asal Singaraja; serta Amir Sarifudin (43) asal Singaraja.

Baca Juga  Jawaban Gubernur pada Rapat Paripurna Ke-30 Masa Persidangan III DPRD Bali

Operasi SAR ini melibatkan unsur dari Pos SAR Buleleng, Pos TNI AL Celukan Bawang, Pos Polairud Celukan Bawang, KSOP Celukan Bawang, Polsek Celukan Bawang, keluarga korban, serta masyarakat setempat. Keberhasilan penyelamatan seluruh korban menunjukkan pentingnya koordinasi dan sinergi antar-instansi dalam memberikan respons cepat terhadap kondisi kedaruratan di wilayah perairan, sehingga seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkot Denpasar Bangun Kolaborasi Bersama BWS dan The Ocean Clean Up, Optimalisasi Penanganan Sampah di Tukad Badung

Published

on

By

trash barrier bws
AUDIENSI: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima audiensi BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (4/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar berkolaborasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida dan The Ocean Clean Up terus berupaya mewujudkan optimalisasi penanganan sampah di sungai. Berbagai inovasi akan terus diterapkan, salah satunya adalah pemasangan Trash Barrier dengan tata kelola modern di Sungai Badung, Denpasar.

Demikian terungkap saat Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menerima audiensi BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (4/6).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Bali Penida, Made Denny Satya Wijaya, Senior Business Development Manager The Ocean Clean Up, Maike van Grootel, dan Manager River Indonesia The Ocean Clean Up, Dhanang Tri Wuriyandoko. Tampak hadir pula Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Mertha, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja.

Manager River Indonesia The Ocean Clean Up, Dhanang Tri Wuriyandoko mengatakan bahwa, kolaborasi ini menjadi penting untuk bersama-sama dalam penanganan sampah di aliran sungai. Dimana, The Ocean Clean Up merupakan organisasi sosial asal Belanda dalam menjaga kebersihan lautan dan sungai. Khusus untuk Kota Denpasar, upaya yang akan dilaksanakan yakni memasang dua Trash Barrier di Tukad Badung. Keduanya akan dipasang di hulu yakni di Kawasan Tukad Badung depan Banjar Buagan dan di hilir yang berlokasi di Kawasan Pura Tanah Kilap.

“Nantinya Trash Barrier ini akan dikemas dengan teknologi otomatis, sehingga dapat mendukung optimalisasi penjaringan sampah di aliran sungai, dan sinergi bersama BWS dan Pemkot Denpasar ini merupakan angin segar dan sangat positif,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Bali Sampaikan Tanggapan Terhadap Raperda Inisiatif Dewan tentang Penanggulangan Bencana

Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Bali Penida, Made Denny Satya Wijaya mengaku siap mendukung pelaksanaan program tersebut. Tentunya, BWS selaku pemilik lahan yang berada di bantaran Tukad Badung akan memberikan dukungan maksimal terhadap penanganan sampah di aliran sungai.

“Kami tentu sangat mendukung, dan berharap program ini dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up. Dimana, kolaborasi ini menjadi angin segar dalam mewujudkan penanganan sampah terintegrasi di Kota Denpasar, utamanya di aliran sungai.

“Pada prinsipnya kami di Pemerintah Kota Denpasar sangat mengapresiasi dan mendukung langkah konkret dalam penanganan sampah di aliran sungai, dan kami (Pemkot Denpasar) merasa sangat terbantu dengan hadirnya inovasi ini di aliran Tukad Badung,” ujarnya.

Arya Wibawa menambahkan, dengan hadirnya inovasi Trash Barrier ini tentu akan melengkapi pola penanganan sampah di aliran sungai wilayah Kota Denpasar. Tukad Badung sebagai sungai utama di Kota Denpasar memang memiliki peran sentral dalam pengendali banjir, karenanya penanganan sampah di aliran sungai harus terus dioptimalkan.

“Kalau inovasi ini bisa diterapkan, maka optimalisasi penanganan sampah di alur sungai dapat dioptimalkan, termasuk sungai lainnya yang sudah ditangani langsung oleh Tim Biru Dinas PUPR Kota Denpasar, jadi ini saling melengkapi,” ujar Arya Wibawa. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca