Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Koster Ajak Pakis, Pasikian Pecalang dan Yowana Berperan Sukseskan Visi Misi Wujudkan Bali Era Baru

BALIILU Tayang

:

bt
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua Paiketan Krama Istri, Bendesa Agung Majelis Desa Adat Bali dan Ketua Yayasan Dharma Naradha melakukan pemukulan kulkul menandai dibukanya Sosialisasi 1 Juta Krama Bali dan 1 Juta Yowana Bali, di Ruang Rapat Gedung Gajah Jayasabha, Denpasar, Jumat (4/12-2020).

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Paiketan Krama Istri (Pakis) Provinsi Bali, Pasikian Pecalang Bali dan Pasikian Yowana Bali untuk bersama memantapkan pelaksanaan program dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang belum terlaksana secara sempurna.

Dalam mewujudkan perekonomian yang seimbang dan merata, peran aktif Paiketan Krama Istri, Pasikian Pecalang dan Pasikian Yowana Bali sangat diperlukan dalam mensukseskan visi misi untuk mewujudkan Bali Era Baru. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Sosialisasi 1 Juta Krama Bali dan 1 Juta Yowana Bali, di Ruang Rapat Gedung Gajah Jayasabha, Denpasar, Jumat (4/12-2020).

Gubernur Bali Wayan Koster lanjut mengatakan setelah menuntaskan 40 peraturan daerah (Perda) dan peraturan gubernur (Pergub) selama 2 (dua) tahun, Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati akan melanjutkan kinerjanya dengan lebih memfokuskan pada pembangunan infrastruktur di Bali. Hal ini guna menunjang kesejahteraan masyarakat yang seimbang, aman, nyaman dan bangkit khususnya dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Perda dan Pergub, kata Gubernur, penting dibuat sebagai pondasi dan landasan pembangunan daerah yang memang sebelumnya sudah direncanakan. Sehingga setiap langkah pembangunan akan diikat sebuah aturan yang jelas agar tidak ada ketimpangan dan penyimpangan di kemudian hari.

Sejumlah visi yang ingin diwujudkan dalam perencanaan pembangunan Bali Era Baru menjadi tantangan bagi semua pihak untuk turut serta melakukan pengawasan yang transparan agar setiap rupiah yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas dan instansi terkait.

Gubernur Bali yang juga berkedudukan sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengatakan dengan tegas dan lugas bahwa salah satu Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 yang telah diresmikan Pusat menjadi contoh positif bagi 7 (tujuh) daerah lain di Indonesia. Sehingga Bali menjadi inspirasi bagi pengembangan tata laksana kewenangan yang mengatur terkait desa adat sebagai salah satu mitra pemerintah daerah dalam rangka menangani wilayah kabupaten/ kota di setiap desanya, khususnya memberikan perlindungan apalagi di masa pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga  Ajak Para Atlet Fokus dan Jaga Kesehatan,<br>Sekda Adi Arnawa Lepas Atlet Bola Basket Ke Bangka Belitung

Dengan diaktifkannya Paiketan Krama Istri (PAKIS) Provinsi Bali dan Pasikian Yowana Bali diharapkan mampu bekerja beriringan dengan Pasikian Pecalang Bali untuk terus mensosialisasikan pentingnya sebagai warga Bali yang berdomisili di Bali untuk sama-sama menjaga Bali untuk tetap aman, nyaman, penuh toleransi dan tanggung jawab serta rasa persaudaraan yang tinggi juga tetap untuk dijaga dan dipelihara demi keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang kokoh.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas dilaksanakan dan ditumbuhkannya lagi gerakan satu juta Krama Bali dan gerakan satu juta yowana Bali yang diprakarsai oleh Yayasan Dharma Naradha dengan tujuan untuk kembali membumikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Yakni “Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Sakala-Niskala Menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali sesuai dengan Prinsip Trisakti Bung Karno : Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan Sscara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.”

Sementara itu Manggala Utama Paiketan Krama Istri (Pakis) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster memaparkan Paiketan Krama Istri memiliki peran mensosialisasikan sekaligus menyampaikan tugas-tugas sebagai seorang istri dan juga pendamping dalam rumah tangga, adalah melaksanakan kewajiban menjaga keluarga dengan tata kelola kekeluargaan yang mampu memproteksi diri dan anggota keluarga untuk terhindar dari kegiatan atau hal-hal yang bersifat negatif atau buruk. “Bagaimanapun kesuksesan sebuah keluarga ditentukan oleh pendidik pertamanya yakni orangtua khususnya seorang ibu, sehingga wanita itu harus cerdas dan telaten agar generasi yang tumbuh mampu menjadi putra-putri dengan karakter yang mandiri,” kata Ny. Putri Koster. Sosialisasi ini akan terus digerakkan agar Bali Era Baru menjadi prinsip dan landasan dari tatanan kehidupan yang terjaga persatuan dan keutuhannya di tengah keberagaman, dan sosialisasi ini akan terus digaungkan ke seluruh wilayah Bali agar semua bersatu dan tidak mudah terpecah belah.

Baca Juga  Update Covid-19 (6/10) di Denpasar, 2 Pasien Meninggal, Kasus Positif Bertambah 33 Orang

Komitmen untuk turun ke lapangan bersama Majelis Desa Adat (MDA) dan Paiketan Krama Istri (Pakis) serta Pasikian Yowana Bali agar semua yowana yang ada di seluruh Bali kembali bergerak dalam rangka mendukung visi dan misi Gubernur untuk menjaga budaya, seni, tradisi, adat dan nasionalisme berbangsa yakni mengemban persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya daerahnya Bali.

Sosialisasi ini ditandai pemukulan kulkul oleh Gubernur Bali Wayan Koster, yang didampingi oleh Ketua Paiketan Krama Istri, Bendesa Agung Majelis Desa Adat Bali dan Ketua Yayasan Dharma Naradha. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Wakil Walikota Denpasar Hadiri “Metatah“ Massal Desa Dangin Puri Kaja, Diikuti 42 Peserta

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Metatah Massal di Pura Agung Lokanatha, Desa Dangin Puri Kaja.
HADIRI METATAH MASSAL: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Desa Dangin Puri Kaja di Pura Agung Lokanatha, Rabu (19/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Desa Dangin Puri Kaja di Pura Agung Lokanatha, Rabu (19/8). Kegiatan ini diikuti sebanyak 42 peserta dan menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam melaksanakan salah satu rangkaian upacara Manusa Yadnya.

Kehadiran Wakil Walikota Denpasar dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong-royong dalam kehidupan sosial masyarakat Bali.

Metatah atau Mepandes merupakan salah satu upacara penting dalam kehidupan umat Hindu di Bali. Pelaksanaan secara massal juga dinilai dapat membantu meringankan beban masyarakat, karena berbagai kebutuhan upacara dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan semangat kebersamaan.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, mengapresiasi pelaksanaan Metatah Massal tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan rasa kebersamaan antarwarga.

“Pelaksanaan Metatah Massal ini merupakan bentuk nyata semangat gotong-royong masyarakat. Selain membantu meringankan beban, kegiatan bersama seperti ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan adat, budaya serta tradisi Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Dangin Puri Kaja, A.A.N. Gede Cahyadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga pelaksanaan Metatah Massal dapat berjalan dengan baik.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan keluarga, serta semakin memperkuat kebersamaan masyarakat Desa Dangin Puri Kaja.

“Dengan dilaksanakannya Metatah Massal ini, diharapkan tradisi dan nilai-nilai luhur masyarakat Bali dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya, sekaligus menjadi wadah memperkuat persatuan dan gotong-royong di tengah masyarakat,” harapnya. (eka/bi)

Baca Juga  Tim Gabungan Yustisi Denpasar Gelar Operasi, 28 Orang Terjaring Langgar Protokol Kesehatan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Karya Agung”, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya

Giri Prasta Ajak Krama Adat Guyub

Loading

Published

on

By

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Agung di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari, Desa Adat Ekasari, Jembrana.
HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Mendasar Tawur Agung Labuh Gentuh di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari Desa Adat Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Kamis (Wraspati Paing, Tambir) 13 Agustus 2026 malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta melakukan penandatanganan prasasti Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Mendasar Tawur Agung Labuh Gentuh di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari Desa Adat Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Penandatanganan Prasasti yang dilakukan Wagub Giri Prasta disaksikan langsung oleh Ida Pedanda Kawi Sunia, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, Perbekel, Bendesa dan Krama Desa Adat Ekasari pada, Kamis (Wraspati Paing, Tambir) 13 Agustus 2026 malam.

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta dalam kesempatannya mengajak seluruh krama Desa Adat Ekasari untuk selalu guyub dalam menjalankan swadharma agama dan adat, seni budaya Bali. Giri Prasta juga mengingatkan agar seluruh masyarakat di Desa Adat untuk senantiasa menjaga kelestarian adat istiadat, tradisi, seni budaya Bali. boleh maju, tetapi dengan kemajuan Desa Adat Ekasari jangan sampai mengerus akar adat dan budaya Bali.

Titiang nyaksi, ida dane krama sami sampun ngemargiang pemargi Karya Agung puniki. Astungkara memargi antar, sida – sidaning don lan nemu labda karya,” doa Wakil Gubernur Bali asal Desa Pelaga, Kabupaten Badung ini sembari menghaturkan punia sebesar Rp 25 juta ke Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta.

Sebagai bentuk apresiasi Wagub Nyoman Giri Prasta terhadap pelestarian seni budaya Bali di Desa Adat Ekasari, mantan Bupati Badung 2 periode ini juga menghaturkan dana motivasi senilai Rp 5 juta masing – masing kepada Sekaa Baleganjur, Sekaa Tari Rejang Dewa, Sekaa Gong Kebyar Sadnyasari dan Sekaa Gong Kebyar Adnyasari. “Matur Suksma Bapak Wakil Gubernur Bali,” ucap seluruh perwakilan sekaa sembari berfoto bersama.

Baca Juga  Pospam GBB Sanur Terima Kunjungan Tim Kemenko Polhukam

Di akhir sambrama wacananya, Wakil Gubernur Bali mengingatkan seluruh tokoh masyarakat dan krama adat setempat untuk tetap menjaga kelestarian adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali. Kata Giri, Desa Adat Ekasari boleh maju, tetapi dengan kemajuan Desa Adat ini, jangan sampai mengerus akar adat dan budaya Bali. “Setuju?,” tanya Wagub Bali dihadapan masyarakat, yang langsung dijawab serentak dengan nada setuju.

Terakhir di sektor ekonomi, Wagub Giri meminta pelestarian Taman Gumi Banten harus kita wujudkan secara bergotong-royong, tujuannya agar semua bahan upakara adat dan agama Hindu di Bali pada umumnya, atau Kabupaten Jembrana pada khususnya bisa didatangkan dari wilayah Desa Adat kita masing-masing atau tidak dari luar wilayah.

“Saya sudah berbicara dengan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, agar mengajak masyarakat melestarikan Taman Gumi Banten, di saat ada upacara semua bahan upakara seperti busung bisa kita datangkan dari taman ini langsung, agar Kabupaten Jembrana Berdikari secara Ekonomi,” jelasnya.

Sementara Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta melaporkan Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Mendasar Tawur Agung Labuh Gentuh ini sudah kita siapkan pelaksanaannya sejak tanggal 31 Mei 2026 lalu. Karya ini digelar selama 30 tahun, dan sebelum terlaksananya Karya Agung tersebut, kami pada tahun 2024 sangat dibantu oleh program Bapak Nyoman Giri Prasta sewaktu menjabat sebagai Bupati Badung, dengan adanya program pembangunan atau revitalisasi Pura.

“Suksma Bapak Wakil Gubernur Bali atas bantuannya, demogi Ida Bhatara mapaice kerahayuan. Saking sayangnya Bapak Nyoman Giri Prasta ring Krama Desa Adat Ekasari, malam ini beliau meluangkan waktunya menghadiri uleman puncak karya ini, sekali lagi matur suksma,” ujar Manggala Prawartaka Karya sembari menyampaikan Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari ini diempon oleh 5 Banjar Adat dengan jumlah mencapai 600 KK. Untuk mensukseskan Karya Agung ini, setiap krama bergotong-royong mengeluarkan rezekinya senilai Rp 1.500.000, dan ada juga bantuan punia dari warga yang merantau di luar Desa Adat. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Apresiasi Pemberian Penghargaan dalam Penyaluran Stimulus Ekonomi

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wagub Giri Prasta Doakan “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah “Labda Karya”

Krama Adat Apresiasi Kehadiran Wagub Giri sebagai Bukti Kepedulian Pemprov Bali terhadap Kelestarian Adat dan Budaya Bali

Loading

Published

on

By

HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa” di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (Wraspati Paing, Tambir), 13 Agustus 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh krama Desa Adat Delodbrawah untuk masikian dalam menjalankan swadharma agama serta melestarikan adat dan budaya Bali.

Pesan persatuan tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta saat menghadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (Wraspati Paing, Tambir), 13 Agustus 2026.

Wagub Giri Prasta yang hadir didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna turut mendoakan agar pelaksanaan Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa tersebut prasida memargi antar, sida-sidaning don lan nemu labda karya.

“Titiang merasa bangga atas terlaksananya karya ini. Semoga krama Desa Adat Delodbrawah senantiasa sagilik saguluk, salunglung sabayantaka, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujar Wagub Giri Prasta.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta juga menghaturkan punia senilai Rp 25 juta yang diterima Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya. Selain itu, Wagub Giri Prasta menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 5 juta kepada sekaa gamelan jegog serta masing-masing Rp 500 ribu kepada para penari.

Wakil Gubernur Bali asal Desa Pelaga, Kabupaten Badung, tersebut menegaskan bahwa upacara yang diselenggarakan merupakan wujud bhakti seluruh krama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah.

“Jadi, apa yang sudah baik ini agar terus dilestarikan supaya generasi penerus kita, oka-oka atau anak-anak, alit-alit, hingga cucu, menjadikannya sebagai landasan dalam menjalankan swadharma di desa adat agar berjalan dengan baik,” jelas mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Baca Juga  Papua Jadi Prioritas Pembangunan, Presiden: Masyarakat Papua Harus Kawal

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya menyampaikan bahwa rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah telah dimulai sejak 31 Juli 2026. Puncak karya berlangsung pada 11 Agustus 2026, sedangkan seluruh rangkaian upacara dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026.

“Karya ini kami selenggarakan dengan tujuan menstanakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa di Pura Desa lan Pura Puseh sekaligus sebagai pengikat keharmonisan alam beserta isinya secara niskala dan sekala di desa adat, dengan doa agar seluruh krama dianugerahi keamanan dan kesejahteraan,” ujar I Ketut Narya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dalam pelaksanaan karya tersebut.

“Kedatangan Bapak Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta pada upacara ini merupakan kehormatan bagi kami semua. Kehadiran ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Jembrana terhadap kelestarian adat dan budaya Bali yang telah menjadi jati diri desa adat,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca