Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Kebangkitan Pasemetonan Bali Mula: Bangun Kebersamaan dan Satukan Persepsi Satu Kawitan Ida Bujangga Sakti Luwih Bali

BALIILU Tayang

:

de
Pertemuan Pasemetonan Bali Mula yang dihadiri pengurus Mahagotra Catur Sanak Bali Mula Provinsi Bali, Sabha Pandita, Sabha Walaka, utusan dari semeton Kayu Selem, Celagi, Trunyan dan Kayuan serta dihadiri Jro Gede Alitan Pura Batur di Toya Devasya, Toya Bungkah Kintamani, Bangli, Selasa (1/12)

Bangli, baliilu.com – Setelah lebih dari dua dasa warsa benih-benih akan terjadi penyatuan Pasemetonan Bali Mula, sesuai diungkapkan oleh Dane Jro Gede Batur Alitan, akhirnya Selasa (1/12-2020) menjadi tonggak kebangkitan Pasemeton Mahagotra Catur Sanak Bali Mula, yang ditandai dengan terselenggaranya paruman Sabha Pandita (Dharma Adyaksa), Sabha Walaka dan Pengurus Harian Mahagotra Catur Sanak Bali Mula, yang juga dihadiri semeton Kayu Selem, Celagi, Trunyan dan Kayuan. Paruman juga dihadiri oleh Jro Gede Batur Alitan di Toya Devasya, Toya Bungkah Kintamani, Bangli, yang memberi paparan tentang keterkaitan Bali Mula dan Batur khususnya.

Ketua Umum Mahagotra Catur Sanak Bali Mula, DR. I Ketut Mardjana menyampaikan bahwa digelarnya pertemuan ini utamanya untuk menyatukan satu pemahaman apa sejatinya trah Bali Mula, bagaimana proses terjadinya sejarah Bali Mula serta peran Bali Mula dalam proses terbentuknya Bali seperti sekarang ini. Untuk diperoleh pemahaman, pengertian dan persepsi yang sama, Ketua Umum Mahagotra Catur Sanak Bali Mula DR. I Ketut Mardjana mengaharapkan kepada Dharma Adyaksa agar secara terjadwal dapat mengadakan paruman/pertemuan dengan para Sulinggih Bali Mula, merumuskan hasil paruman dan lebih lanjut mensosialisasikannya kepada seluruh pasemetonan. Dengan seringnya dilakukan koordinasi di antara para pemucuk, antar-pengurus dan sosialisasi kepada pasemetonan maka, astungkara, pengertian, pemahaman dan persepsi terhadap Bali Mula akan satu, yang kemudian pasemetonan akan solid.

Ketua Umum Mahagotra Catur Sanak Bali Mula Provinsi Bali DR. I Ketut Mardjana bersama Ketua Sabha Pandita (Dharma Adyaksa) dan Sekretaris Mahagotra Catur Sanak Bali Mula.

Pasemetonan Bali Mula yang saat ini berjumlah sekitar 260.000 KK di seluruh Bali dan juga tersebar di Lampung dan Sulawesi, di mana di masing-masing kabupaten kota sudah terbentuk kepengurusan Mahagotra Catur Sanak Bali Mula merupakan perwujudan dan cerminan bahwa organisasi dan kepengurusan Mahagotra Catur Sanak Bali telah semakin terstruktur. Kondisi ini telah menjadi sarana dalam memudahkan koordinasi antara pengurus dan pasemetonan, meski semeton Catur Sanak Bali Mula sudah berada di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Visi-Misinya Luar Biasa dan Serius Membangun Karangasem, Krama Desa Adat Nongan Sepakat Berbondong-bondong ke TPS Coblos DANA-DIPA

Dalam paruman yang menghadirkan sulinggih dari Sabha Pandita (Dharma Adyaksa) Sabha Walaka, Pengurus Mahagotra Pusat/Provinsi, Kabupaten/Kota dan utusan dari semeton Kayu Selem, Celagi, Kayuan dan Trunyan itu, lanjut DR. I Ketut Mardjana, membahas secara mendalam satu keinginan tentang penyatuan pikiran, pemahaman dan persepsi tentang Pasemetonan Bali Mula. Hal ini sejalan dengan tema keberadaan Mahagotra Catur Sanak Bali Mula yakni Eling Ring Pasemetonan lan Subhakti Ring Bathara Kawitan. Diputuskan dalam paruman bahwa Pasemetonan Mahagotra Catur Sanak Bali Mula memiliki satu Bhatara Kawitan yakni Ida Bhatara Mpu Kamareka yang merupakan Bujangga Sakti Luwih Bali.

‘’Itulah kawitan kami, asal muasalnya yang mempunyai empat putra yaitu Kayu Selem, Celagi, Kayuan dan Trunyan sehingga disebut Catur Sanak Bali Mula, yang semuanya merupakan bagian dari Bali Mula,’’ tutur Ketut Mardjana seraya menyampaikan harapan agar Pasemetonan Bali Mula mampu membangun kebersamaan yang solid dan betul-betul memahami bahwa memiliki satu Bhatara Kawitan Bali Mula yakni Ida Bujangga Sakti Luwih Bali.

de
Paruman Pasemetonan Bali Mula yang dihadiri Sabha Pandita (Dharma Adyaksa), Sabha Walaka dan Pengurus Harian Mahagotra Catur Sanak Bali Mula, semeton Kayu Selem, Celagi, Trunyan dan Kayuan. Paruman juga dihadiri Jro Gede Batur Alitan.

Untuk menyatukan satu persepsi bahwa satu kawitan Bali Mula adalah Ida Bujangga Sakti Luwih Bali ini, Ketut Mardjana menyampaikan ke depan hendaknya baik pengurus mahagotra, sabha pandita (Dharma Adyaksa) dan shaba walaka betul-betul secara intens melakukan pertemuan-pertemuan membahas segala permasalahan maupun program kerja ke depan.

Salah satu program ritual untuk tahun 2021 Mahagotra Catur Sanak Bali Mula akan menyelenggarakan upacara Jana Kertih yang merupakan bagian dari program kerja Pemerintah Daerah Provinsi Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Apa yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali adalah sangat sejalan dan bahkan juga merupakan ritual dari Bali Mula,” ungkap Ida Darma Adyaksa, Ida Mpu Nabe Siwa Putra Dharma Daksa dari Geria Lingga Acala, Banjar Calo, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang Gianyar.

Baca Juga  Buka Pameran Lukisan, Ny. Putri Koster Harap Karya Seni Jadi Terapi untuk Pasien
de
Ketua Sabha Pandita Ida Mpu Nabe Siwa Putra Dharma Daksa dari Geria Lingga Acala, Banjar Calo, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang Gianyar

Ida Mpu Nabe Siwa Putra juga berharap dengan membedah sejarah keberadaan Bali Mula yang berpegang teguh pada usana, purana seperti lontar Bali Purana Bangsul, Usana Bali dll  sehingga terjadi satu kesamaan visi dan misi saat kita berjalan ke depan. Dengan demikian tidak terjadi lagi, perpecahan di antara pasemetonan dan selalu ingat pada jati diri orang Bali Mula, Bali Asli yang sudah ada sebelum masa kerajaan ada di Bali yang disebut wangsa wed.

“Besar harapan kami (para sulinggih-red), bagaimana paiketan, pakilitan Pasemetonan Bali Mula di seluruh Bali dan Nusantara bisa berjalan harmonis berdampingan bersama dengan masyarakat yang lain. Bagaimana kami dari Bali Mula bisa memberikan dan menjadi contoh apa yang sudah ditanamkan oleh leluhur kami yakni menjaga keharmonisan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, serta manusia dengan Tuhan,’’ tutur Ida Mpu Nabe Siwa Putra.

Ida Mpu lebih lanjut berharap ke depan bahwa dengan mengajegkan Tri Hita Karana yakni sukerta tata ring parahyangan seperti menyatukan pikiran pada satu bhatara kawitan, bahwa Bali Wed merupakan keturunan Ida Bujangga Sakti Luwih Bali atau Mpu Kamareka. Sukerta tata ring palemahan yang senantiasa menjaga alam semesta ini, dan sukerta tata ring pawongan dengan menjaga keharmonisan di masyarakat sesuai tujuan pokoknya mencapai satyam siwam sundaram.

Dijelaskan juga bahwa Ida Bujangga Sakti Luwih Bali yang diberikan restu dan medarma putra dari Mpu Semeru yang melinggih di Tohlangkir diberikan izin menghidupkan aksara Ida Hyang Widhi Wasa yang kemudian berputra Kayu Selem, Celagi, Kayuan dan Trunyan.  Beliau bergelar Mpu Kamareka, dengan sebutan Bujangga Sakti Luwih Bali yang berstana di Tampur Hyang yakni di Gunung Batur.

Baca Juga  Papua Jadi Prioritas Pembangunan, Presiden: Masyarakat Papua Harus Kawal
de
Jro Gede Batur Alitan

Sementara itu, dalam wejangannya Jro Gede Batur Alitan menuturkan sebelum terjadinya pertemuan di Samuan Tiga yang dihadiri Mpu Kuturan, utusan Raja Dalem Gelgel dan wakil dari Bali Mula, didahului dengan pertemuan para leluhur Bali Mula di Batur Tampur Hyang. Intinya pada pertemuan yang kemudian disebut Samuan Tiga itu bahwa pertama Bali Mula mengakui sebagai seorang raja asalkan system pemerintahan Bali Mula tetap dijaga, dimana sistemnya digunakan sampai sekarang seperti masih ada sebutan Jero Kubayan dll, sistem bulu ampad. Kedua, tata titi Bali Mula baik tatwa, susila dan upacara yang disebut agem-ageman Bali Mula yang berkembang menjadi agama Bali Mula tetap dilestarikan sampai sekarang.

Pura Jati yang kini merupakan pura sungsungan jagat, bahwa ageng alit yadnya saat wali wenang mapejati, yan tan asupunika tan sah yadnyanya. Sekecil-kecilnya ngaturang suci pejati mapekelem bebek selem jambul karena sumber kemakmuran ada di segara danu.

Jro Gede Alitan juga mengingatkan akan kepahlawanan dari seorang tokoh Bali Mula bernama Kebo Iwo dimana rela dibunuh (dengan porosan yang berisi pamor, gambir, sirih dll-red) demi perdamaian, kesatuan Bali dan Nusantara.

‘’Meski beliau tak bersalah tapi mau mengorbankan diri demi kebaikan kita bersama, masyarakat, dunia, jagat Bali ini, yang perlu ditiru pengorbanannya, dimana di zaman sekarang  ini dengan bagaimana mengisi Pasemetonan Bali Mula agar ajeg berjalan ke depan,’’ tutur Jro Gede Alitan Batur seraya mengingatkan Pasemetonan Bali Mula agar tetap rendah hati dan tidak berpikir nyapa kadiaku. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti Penyineban” di Pura Luhur Uluwatu

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI PENYINEBAN: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7). (Foto: Hms Dps)

Badung, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7).

Pengempon Pura Luhur Uluwatu yang merupakan Panglingsir Puri Agung Jro Kuta, IGN Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko mengatakan setelah Puncak Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu dilaksanakan dengan bhakti penganyar. Rangkaian upacara penyineban dipuput Ida Peranda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar.

“Dengan melakukan srada bhakti kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, astungkara mudah-mudahan kita di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari bencana serta diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga semua umat bisa rahayu,” ujar IGN Jaka Pratidnya.

Lebih lanjut dikatakan melalui bhakti ini, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan keselamatan dan perlindungan bagi umat di Bali dan seluruh masyarakat Indonesia. “Kami juga mengimbau agar dalam pelaksanaan upacara ini menghindari penggunaan plastik sekali pakai, guna menjaga kelestarian alam,” ucapnya.

Sementara, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh umat dan masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadikan sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Baca Juga  Jadikan Perayaan Natal Nasional sebagai Momentum Tumbuhnya Kesadaran Menjaga Sesama

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri Puncak “Karya Ngenteg Linggih“ di Pura Dalem Padonan Desa Adat Kapal

Published

on

By

bupati adi arnawa
SEMBAHYANG: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melakukan persembahyangan bersama saat menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). Karya yang dipuput oleh pemangku pura setempat ini digelar bersamaan di tiga pura, yakni Pura Dalem Padonan, Pura Dalem Penataran, dan Pura Ratu Ngurah Bagawan Penyarikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa melakukan penandatanganan prasasti dan mengikuti persembahyangan bersama krama. Bupati turut mengapresiasi semangat gotong royong warga Banjar Belulang yang sukses menggelar karya suci besar meski jumlah pengemponnya terbatas.

“Kebersamaan adalah kekuatan utama masyarakat Bali. Ketika krama bersatu dengan semangat ngayah dan tulus ikhlas, setiap kegiatan, termasuk pelaksanaan karya suci seperti hari ini, dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Ia berharap upacara ini membawa kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Bupati juga mengajak krama untuk terus menjaga persatuan dan kelestarian budaya Bali sebagai pondasi utama pariwisata daerah.

Sementara itu, Manggala Karya sekaligus Camat Mengwi Nyoman Suhartana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa upacara ini merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan seluruh warga.

“Kegiatan karya ini merupakan wujud semangat gotong-royong Krama Banjar Belulang yang didukung oleh Jero Bendesa Adat Kapal. Melalui rapat dan musyawarah bersama, seluruh krama bersepakat untuk melaksanakan karya ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Suhartana memaparkan, karya suci yang diempon oleh 66 Kepala Keluarga (KK) ini didukung penuh oleh bantuan dana hibah Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 400 juta. Selain itu, pembiayaan juga bersumber dari punia krama serta para pengusaha di lingkungan Banjar Belulang.

Baca Juga  Jadikan Perayaan Natal Nasional sebagai Momentum Tumbuhnya Kesadaran Menjaga Sesama

Acara ini turut dihadiri oleh Kabag Prokompim Setda Badung I Kadek Edi Putrana, Kabag Umum I Gede Wisnu Bhayangkara, Lurah Kapal Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana, Kelian Adat dan Kelian Dinas Desa Adat Kapal, unsur Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa, para pengempon pura serta prajuru adat setempat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Karya Suci “Piodalan Padudusan Agung” di Desa Adat Sibanggede

Published

on

By

bupati adi arnawa
SERAHKAN PUNIA: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan punia saat menghadiri Karya Suci Piodalan Padudusan Agung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong-royong krama Desa Adat Sibanggede dalam menyelenggarakan Karya Suci Piodalan Padudusan Agung. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri puncak upacara yang berlangsung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7/2026).

Upacara besar ini merupakan rangkaian dari Upacara Piodalan Mapadudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh Ngusaba Desa Muang Ngusaba Nini Tahun 2026 yang bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Medangsia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti serta melaksanakan persembahyangan bersama. Persembahyangan ini dilakukan sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Puseh dan Pura Desa.

Dalam sambrama wacana-nya, Bupati Adi Arnawa mengajak seluruh krama untuk senantiasa meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar selalu dianugerahi kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan.

“Saya merasa bersyukur dapat hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang melaksanakan karya suci ini. Semoga melalui karya suci ini kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kerahayuan, serta keseimbangan alam semesta,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa mendoakan agar seluruh rangkaian karya suci dapat berjalan dengan lancar dan rahayu. Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Badung, khususnya terkait kemacetan yang masih terjadi di sejumlah titik.

Menurutnya, Pemkab Badung terus berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui pembangunan ruas jalan baru dan pelebaran jalan di beberapa lokasi strategis. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan sehingga wisatawan merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung ke Badung. Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh krama untuk terus menjaga adat, tradisi, dan warisan leluhur serta mendukung program-program pemerintah.

Baca Juga  Buka Pameran Lukisan, Ny. Putri Koster Harap Karya Seni Jadi Terapi untuk Pasien

“Tantangan kita ke depan adalah kemacetan, pengelolaan sampah, dan keamanan. Untuk itu saya mengharapkan kerja sama seluruh krama. Terkait kemacetan, pemerintah telah membangun ruas jalan baru dan melakukan pelebaran jalan di beberapa titik. Sedangkan dalam penanganan sampah, kami mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar lebih mudah diolah di TPS-3R,” harapnya.

Manggala Karya, Wayan Darma, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas segala dukungan yang diberikan, sehingga pelaksanaan karya suci tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung yang di tengah kesibukannya masih berkenan hadir pada puncak karya ini. Selain itu, kami juga berterima kasih atas bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 1,5 miliar sehingga seluruh rangkaian karya suci dapat terlaksana sesuai harapan kami,” ungkapnya.

Usai puncak upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Mepasaran dan Mapeselang. Rangkaian upacara suci ini dipuput oleh sejumlah sulinggih. Upacara Padudusan Agung dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Geniten (Griya Dalem Sibanggede), Ida Pedanda Putu Peling (Griya Peling Blahbatuh), Ida Pedanda Nyoman Tulikup (Griya Tulikup), Ida Pedanda Gede Putra Singarsa (Griya Langon Sibang Kaja), dan Ida Pedanda Jelantik Giri (Griya Gunung Sari, Peliatan).

Sedangkan Upacara Mepasaran dipuput oleh Ida Pedanda Istri Ketut Kanya Mas Kajeng dari Griya Kajeng Abiansemal. Upacara Mapeselang sekaligus Majejiwan dipuput oleh Ida Pedanda Ari Dwija Simpangan dari Griya Simpangan, Sandakan, bersama Ida Pedanda Jelantik Giri dari Griya Gunung Sari, Peliatan. Selanjutnya, Upacara Ngindang dipuput oleh Ida Pedanda Istri Mayun, sedangkan Upacara Ngenyitin Linting dipuput oleh Ida Pedanda Istri Rai.

Baca Juga  KUESIONER PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN JEMBRANA PILKADA SERENTAK 2020

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Badung Nyoman Gede Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta, para Angga Puri, Angga Griya, Perbekel Sibanggede Wayan Darmika, Bendesa Adat Sibanggede I Nyoman Surianta, Kelihan Adat dan Dinas Sibanggede, serta seluruh krama Desa Adat Sibanggede. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca