Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Bacakan Pesan Megawati pada The 3rd World Civilizations Harmony Forum

Serukan Peradaban Dunia yang Berkeadilan

Loading

BALIILU Tayang

:

Gubernur Koster
PEMBUKAAN THE 3RD WORLD CIVILIZATIONS HARMONY FORUM: Gubernur Bali Wayan Koster, saat menghadiri pembukaan The 3rd World Civilizations Harmony Forum yang berlangsung di Hotel Renaissance Bali Uluwatu, Badung, Senin (29/6). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, membacakan sambutan Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, pada pembukaan The 3rd World Civilizations Harmony Forum yang berlangsung di Hotel Renaissance Bali Uluwatu, Badung, Senin (29/6). Forum internasional tersebut mempertemukan tokoh lintas negara, agama, budaya, dan akademisi untuk membahas masa depan peradaban dunia yang damai, adil, dan berkelanjutan.

Ketua Yayasan Prajna Harmonis, Kasino, dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun cita-cita menciptakan harmoni dan perdamaian dunia terasa semakin jauh akibat berbagai konflik global, seluruh peserta forum tetap memilih berkumpul untuk bersama-sama memikirkan masa depan umat manusia. Menurutnya, forum ini bertujuan menghormati keberagaman peradaban sekaligus menemukan nilai-nilai universal yang mampu menyatukan umat manusia, yakni hati nurani sebagai dasar martabat dan nilai setiap manusia tanpa memandang kebangsaan, suku, agama, budaya, maupun ideologi.

Mengutip pandangan sejarawan dunia Profesor Wang Gungwu, Kasino menjelaskan bahwa budaya merupakan identitas khas yang tumbuh dari kehidupan bersama suatu masyarakat sehingga bersifat lokal dan beragam. Namun di balik keberagaman tersebut terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Karena itu, forum ini mengusung tema Harmony in Diversity, Human Fraternity, yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus memiliki kesamaan dengan ajaran berbagai agama dan peradaban dunia, seperti Vasudhaiva Kutumbakam dalam Hindu, Ukhuwah Insaniyah dalam Islam, Tianxia Yijia dalam Konfusianisme, hingga persaudaraan universal dalam tradisi Buddha dan Kristen.

Kasino juga mengingatkan pesan Megawati Soekarnoputri pada The 2nd World Civilizations Harmony Forum bahwa dunia yang setara dan bermartabat tidak boleh dipimpin oleh “hukum rimba”, melainkan oleh “hukum hati nurani”. Menurutnya, teori benturan peradaban lahir dari sejarah panjang persaingan dan dominasi antarmanusia. Padahal, hukum yang sesungguhnya bekerja di alam semesta adalah hukum harmoni yang menjaga keseimbangan, keterhubungan, dan kerja sama. Karena itu, forum ini diharapkan menjadi ruang untuk menyumbangkan gagasan, kebijaksanaan, dan suara hati demi membangun peradaban dunia yang lebih damai, adil, dan bermartabat.

Baca Juga  Akademisi Hingga Yowana Setuju Gubernur Koster Keluarkan Peringatan Hari Arak Bali

Dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Koster, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa Bali merupakan cerminan harmoni antara alam, spiritualitas, budaya, dan keramahan masyarakat yang menjadi wajah peradaban Indonesia di mata dunia. Filosofi Tri Hita Karana yang hidup dalam masyarakat Bali disebut mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta, serta sangat relevan dengan tema forum.

Megawati juga menyoroti kondisi dunia yang semakin diwarnai persaingan hegemoni, konflik bersenjata, ketidakadilan, hingga dominasi ekonomi, teknologi, dan informasi yang berpotensi mengancam nilai-nilai kemanusiaan. Berangkat dari pengalaman Indonesia sebagai bangsa majemuk yang dipersatukan oleh Bhinneka Tunggal Ika, Megawati mengajukan lima agenda bagi keberlanjutan peradaban dunia, yakni membangun regulasi global yang berkeadilan, memperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mereformasi sistem keuangan global, mengembangkan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan, serta memperkuat sistem kebudayaan melalui pendidikan, kesehatan, dan pelestarian identitas budaya setiap bangsa.

Menutup sambutannya, Megawati mengutip pesan Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, bahwa internasionalisme tidak dapat tumbuh tanpa berakar pada nasionalisme. Karena itu, kecintaan terhadap tanah air harus berjalan seiring dengan tanggung jawab membangun dunia yang lebih baik, berlandaskan kesetaraan, kemanusiaan, keadilan, dan kemakmuran bersama. Megawati juga mengajak generasi muda di seluruh dunia menjadi pembangun jembatan persaudaraan, bukan tembok pemisah, demi terwujudnya peradaban dunia yang harmonis.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia periode 2019–2024, Mahfud MD. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Perkuat Diplomasi Ekonomi, Pemprov Bali Buka Peluang Investasi Eropa di Sektor Kesehatan

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster bertemu jajaran Kementerian Luar Negeri di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar.
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali Wayan Koster dengan jajaran Kementerian Luar Negeri di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (14/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat jejaring kerja sama internasional untuk membuka peluang investasi sekaligus mempercepat pengembangan sektor-sektor strategis daerah. Salah satunya melalui penguatan sinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, khususnya dalam membangun koneksi dengan mitra Eropa.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur Bali Wayan Koster dengan jajaran Kementerian Luar Negeri di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (14/8).

Dari jajaran Kemlu, pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Eropa II Punjul S. Nugraha, Ketua Koordinator Diplomasi Kesehatan Amerop Rossy Verona, Wakil Ketua Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) F. Bernard Loesi, Wakil Ketua IEBF Yudhono Irawan, serta Koordinator Fungsi Cluster Rusia, Belarus, Armenia, Dit Eropa II Dandy L. Soeparan.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Eropa II Punjul S. Nugraha menyampaikan perkembangan Indonesia-Europe Business Forum (IEBF), sebuah forum yang mempertemukan pemangku kepentingan, perusahaan Indonesia, perusahaan Eropa, serta mitra strategis dari kawasan Eropa.

Forum tersebut dinilai menjadi salah satu pintu masuk penting untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia, khususnya Bali, dengan mitra Eropa.

Pembahasan kemudian berkembang pada penguatan diplomasi ekonomi yang dipadukan dengan sektor kesehatan. Bali dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan layanan kesehatan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga memiliki daya tarik bagi masyarakat dari luar Bali maupun mancanegara.

Dalam konteks tersebut, Pemprov Bali bersama Kemlu membahas penyelarasan antara potensi sektor kesehatan di Bali, kebutuhan pemerintah daerah, serta dukungan yang dapat difasilitasi melalui jalur diplomasi dan jejaring internasional.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pengembangan rumah sakit dengan layanan tematik. Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas dan variasi layanan kesehatan di Bali sekaligus membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan mitra dan investor luar negeri.

Baca Juga  Pemuka Agama dan Pecalang Bersatu Jaga Kondusivitas Bali Pasca Demonstrasi, Gubernur Koster: TNI dan Polri Jaga Ketat Bandara dan Pelabuhan

Kehadiran investasi swasta maupun asing juga dipandang penting untuk mendukung pembangunan fasilitas kesehatan sehingga pengembangannya tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan APBD.

Peluang tersebut mulai mendapat respons positif dari calon mitra Eropa. Sejumlah calon mitra menunjukkan ketertarikan untuk berkontribusi dalam penyediaan peralatan medis setelah melakukan kunjungan langsung ke sejumlah rumah sakit di Bali.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk melihat secara langsung kebutuhan fasilitas kesehatan sekaligus mengidentifikasi bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Wayan Koster juga memaparkan perkembangan ekonomi Provinsi Bali, termasuk berbagai potensi investasi dan peluang kerja sama yang dapat ditawarkan kepada mitra internasional.

Menurutnya, Bali tidak hanya memiliki kekuatan pada sektor pariwisata, tetapi juga memiliki peluang pengembangan di berbagai bidang yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Karena itu, jejaring kerja sama internasional perlu terus diperluas dan diarahkan pada investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali.

Pertemuan tersebut menyepakati pentingnya memperkuat sinergi antara Pemprov Bali dan Kementerian Luar Negeri dalam menarik investasi asing ke Bali. Kerja sama akan diarahkan terutama pada sektor kesehatan serta pengembangan industri kreatif lokal.

Dengan dukungan diplomasi ekonomi dan jejaring mitra internasional, Bali diharapkan semakin mampu membuka akses terhadap investasi, teknologi, pasar, dan kolaborasi global, sekaligus memperkuat pembangunan daerah yang mandiri dan berkelanjutan dengan tetap bertumpu pada potensi lokal Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarakkan HUT Ke-81 RI, BKOW Bali dan GOW Se-Bali Adu Kekompakan dalam Lomba Ngejuk Kucit

Seniasih Giri Prasta: Jaga Kebersamaan dan Semangat Pengabdian

Loading

Published

on

By

Ketua Umum BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta menyerahkan piala bergilir kepada GOW Kabupaten Tabanan di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.
SERAHKAN PIALA: Ketua Umum BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta menyerahkan piala bergilir kepada GOW Kabupaten Tabanan dalam rangka lomba memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang berlangsung di lapangan Barat Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (15/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Suasana penuh keceriaan mewarnai Lapangan Barat Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (15/8), saat anggota Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) kabupaten/kota se-Bali mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu perlombaan yang paling menarik perhatian adalah ngejuk kucit atau menangkap anak babi. Dalam lomba ini, masing-masing kabupaten/kota mengikutsertakan dua peserta dari unsur GOW dan organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan mata ditutup menggunakan kain, para peserta harus berusaha menangkap kucit yang dilepas di arena perlombaan.

Keseruan pun tak terhindarkan. Para peserta harus mengandalkan pendengaran dan arahan rekan satu tim untuk menemukan kucit, sementara sorak-sorai peserta lainnya semakin menyemarakkan suasana.

Ketua Umum BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta mengatakan, perlombaan tersebut bukan semata-mata untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan menjaga semangat anggota organisasi perempuan di seluruh Bali.

“Saya sangat bersyukur kita berada dalam organisasi yang anggotanya berasal dari berbagai kalangan, dengan keahlian dan kesibukan yang berbeda-beda. Karena itu, kesempatan ini mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk melepas penat dari aktivitas masing-masing sekaligus mempererat kebersamaan,” ujar Seniasih Giri Prasta.

Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat anggota BKOW dan GOW untuk terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Lomba ini menjadi momentum untuk menjaga semangat dalam mengabdi dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan secara nyata. Mari kita jaga kekompakan yang terbangun hari ini dan terus kita pertahankan ke depannya,” imbuhnya.

Baca Juga  Kukuhkan BKOW, PUSPA dan BK3S, Gubernur Koster Minta Kuatkan Kolaborasi dengan Organisasi Lain Wujudkan Program Pembangunan Bali

Selain lomba ngejuk kucit, kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga diisi dengan lomba yel-yel antar-GOW kabupaten/kota, balap karung estafet, serta lomba memasak berbahan dasar ikan.

Khusus lomba memasak, penggunaan ikan sebagai bahan utama sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal dan membiasakan keluarga mengonsumsi ikan. Selain mudah diolah menjadi beragam menu yang sesuai dengan cita rasa lokal, ikan juga merupakan sumber protein dan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, khususnya untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Melalui rangkaian perlombaan tersebut, BKOW Provinsi Bali berharap semangat peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada kemeriahan semata, tetapi juga mampu menumbuhkan nilai persaudaraan, toleransi, kerja sama, kekompakan, dan kepedulian sosial di antara anggota GOW kabupaten/kota se-Bali.

Dalam hasil perlombaan, GOW Kabupaten Bangli keluar sebagai pemenang lomba yel-yel, sedangkan GOW Kabupaten Badung menjuarai balap karung estafet. Untuk lomba ngejuk kucit, juara diraih GOW Kota Denpasar, sementara GOW Kabupaten Klungkung menjadi pemenang lomba memasak pepes ikan.

Adapun piala bergilir BKOW dalam rangkaian perlombaan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diraih GOW Kabupaten Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Pimpin Rakor Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
RAKOR: Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada tanggal 15 Agustus 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada tanggal 15 Agustus 2026 di Kantor PT Angkasa Pura.

Rakor dihadiri oleh semua instansi penyelenggara pelayanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yaitu GM Angkasa Pura, Kepala Imigrasi, Kepala Otoritas Bandara, Kepala Bea Cukai, dan unsur lainnya. Rakor ini merupakan kelanjutan Rakor sebelumnya yang dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2025 dan 28 Desember 2025.

Rakor dilaksanakan untuk melaksanakan evaluasi penyelenggaraan pelayanan di Terminal Kedatangan Internasional yang berkaitan dengan ground handling, keimigrasian, bagasi/ban berjalan, bea cukai, sistem komunikasi, keamanan, kelistrikan, toilet, kebersihan, fasilitas ruang tunggu, keindahan ruangan, dan hal-hal lain.

Rakor pertama tanggal 23 Agustus 2025, dilaksanakan karena Gubernur menerima laporan langsung dari penumpang, bahwa waktu tunggu bagasi terlalu lama (lebih dari 1 jam), waktu antre imigrasi lama, dan waktu pemeriksaan di Bea Cukai cukup lama.

Dalam Rakor, Gubernur Koster melakukan evaluasi menyeluruh dan memberi arahan, meliputi: agar waktu tunggu bagasi diturunkan dari 1,5 jam menjadi 30-45 menit, antrean imigrasi tidak lama, dan percepatan pemeriksaan di Bea Cukai. Selain itu, Gubernur Koster, meminta GM Ngurah Rai agar mengganti ban berjalan di bagasi yang sudah tua, mengganti semua toilet yang sudah tua, menyediakan kursi bagi penumpang yang menunggu bagasi, mengganti furniture tua yang ada di ruang Bea Cukai, menyediakan fasilitas komunikasi, menjaga kebersihan, dan kualitas penerangan. Gubernur Koster, menugaskan agar semua instansi penyelenggara pelayanan untuk membuat model dan langkah-langkah yang harus dilaksanakan guna memperbaiki semua sistem pelayanan dan dilaporkan pada Rakor berikutnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Harap Tahun Depan Jangkauan BBTF Lebih Luas

Rakor kedua tanggal 28 Desember 2025, semua instansi penyelenggara pelayanan melaporkan kepada Gubernur Bali mengenai perbaikan sistem pelayanan. Gubernur Koster, menyetujui usulan perbaikan pelayanan oleh semua instansi penyelenggara dan memerintahkan untuk dilaksanakan dengan konsisten dan bertanggungjawab.

Rakor ketiga tanggal 15 Agustus 2026, semua instansi penyelenggara pelayanan melaporkan kepada Gubernur Koster hasil yang dicapai setelah melakukan perbaikan sistem pelayanan. Waktu tunggu bagasi untuk pesawat sedang dan kecil berkurang menjadi antara 13-30 menit dan untuk pesawat besar dengan banyak penumpang waktu tunggu bagasi berkurang menjadi 18-40 menit. Waktu antre imigrasi sudah sangat cepat karena telah memakai Auto Gate dan paspor elektronik,

kecuali masih ada beberapa negara yang memakai paspor biasa seperti India. Semua fasilitas Bandara sudah bersih, sudah diprogramkan penggantian toilet yang sudah tua, pengadaan furniture, menambah petugas pelayanan, dan perbaikan lainnya.

Berdasarkan laporan tersebut, Gubenur Koster memberi apresiasi atas upaya keras yang telah dilaksanakan, sehingga terjadi perbaikan yang sangat signifikan dalam pelayanan penumpang. Gubernur Koster, meminta agar layanan yang sudah baik bisa dipertahankan, dan hal-hal yang masih ada kekurangan agar segera dilakukan perbaikan.

Gubernur Koster, menegaskan bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai adalah pintu terdepan, mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam penyelenggaraan pelayanan kepada wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. “Pelayanan harus berkualitas dan berdaya saing mengingat Bali merupakan destinasi wisata utama dunia, Bali sekaligus merupakan etalase utama Indonesia di dunia. Dalam posisi demikian, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai harus berkelas dunia, dengan menerapkan standar kualitas pelayanan berkelas dunia, karena akan menentukan citra Bali dan Indonesia di mata dunia,” ujar Gubernur.

Baca Juga  Pemuka Agama dan Pecalang Bersatu Jaga Kondusivitas Bali Pasca Demonstrasi, Gubernur Koster: TNI dan Polri Jaga Ketat Bandara dan Pelabuhan

Sebagai gambaran pada tahun 2025, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani kedatangan sebanyak 7,05 juta wisatawan mancanegara (sekitar 45,8% dari total 15,39 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia) dan lebih dari 9 juta wisatawan domestik.

Gubernur Koster, juga menegaskan, bahwa keberadaan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan kualitas penyelenggaraan pelayanan sangat menentukan penyelenggaraan pariwisata Bali yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika kepariwisata dunia. Pariwisata Bali berkontribusi sangat besar, tidak saja untuk pertumbuhan ekonomi Bali, tetapi juga berkontribusi besar juga terhadap pertumbuhan ekonomi dan devisa pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, Gubernur Koster, sebagai wakil pemerintah pusat akan terus melakukan rapat koordinasi secara rutin untuk meningkatkan dan/atau mempertahankan kualitas pelayanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca