Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dorong UMKM Bali Tingkatkan Kualitas Produk, Gubernur Koster Ingatkan Harus Berkemasan Aksara Bali

BALIILU Tayang

:

UMKM Bali
HADIRI KUNKER: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Acara Kunjungan Kerja Menteri Perdagangan RI, Pelepasan Ekspor Produk Vanila, Kayu Manis dan Madu bertempat di CV Naralia Grup Indonesia, Denpasar, pada Selasa (29/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa produk-produk UMKM Bali mampu bersaing di pasar internasional. Namun, beberapa kualitas seperti kemasan memang perlu ditingkatkan agar bisa menembus pasar global lebih baik lagi, terlebih Bali terkenal akan SDM yang bertalenta di bidangnya masing-masing.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Acara Kunjungan Kerja Menteri Perdagangan RI, Pelepasan Ekspor Produk Vanila, Kayu Manis dan Madu bertempat di CV Naralia Grup Indonesia, Denpasar, pada Selasa (29/7).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi produk-produk UMKM yang diekspor oleh CV Naralia Grup yang sudah berstandar baik, seperti kemasan yang menarik dan kualitas yang bagus, sehingga UMKM lain diharapkan mampu mencontohnya agar bisa menembus pasar internasional.

“Kurangnya hanya satu, belum ada aksara Bali, padahal ini produk asli Bali. Ke depan harus ditambahkan karena ini bisa menambah nilai pride kita,” ujarnya.

Ia pun tidak memungkiri jika hasil Sumber Daya Alam Bali memiliki kualitas yang sangat baik. “Bali terkenal akan kopi arabika, coklat, produk pangan, garam, arak Bali, dan lain lain. Ini yang sedang kita kembangkan dari hulu ke hilir agar UMKM bisa memasarkannya hingga ke luar negeri,” imbuhnya.

Khusus untuk garam tradisional Bali, ia mengungkapkan jika garam tersebut mempunyai rasa yang khas dan disukai oleh masyarakat internasional. Namun, dulu pemasaran garam tradisional lokal Bali dihambat oleh peraturan garam beryodium dengan kandungan di atas 30 ppm, sedangkan garam tradisional lokal Bali belum mencapai kandungan yodium yang disyaratkan.

“Setelah kami perjuangkan Sertifikat Indeks Geografis (IG) melalui Kementerian Hukum dan HAM, akhirnya garam Bali bisa diperjual belikan, dan Hotel maupun restoran sudah banyak yang menggunakan,” jelasnya seraya berharap agar Kementrian Perdagangan merevisi beberapa regulasi lama yang dinilai kurang berpihak pada industri lokal dan menyebabkan banyak produk impor yang masuk ke Indonesia.

Baca Juga  Gubernur Koster Jadi Pembicara pada Forum World Bank Group, Washington DC

Lebih lanjut, Gubernur Koster pun menyatakan Pemprov Bali saat ini sedang mengembangkan Transportasi Ekonomi Bali dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali yang mencakup enam sektor penunjang perekonomian, yaitu; sektor pertanian dengan sistem pertanian organik, sektor kelautan dan perikanan, sektor industri manufaktur dan industri berbasis budaya branding Bali, sektor industri kecil menengah (IKM) usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi, kelima sektor ekonomi kreatif dan digital serta terakhir sektor pariwisata.

“Sehingga ke depan Bali tidak tergantung lagi dengan sektor Pariwisata yang saat ini mendominasi sekitar 66%, dimana sektor itu sangat rentan dengan pengaruh-pengaruh eksternal seperti keamanan, bencana alam dan juga isu kesehatan salah satunya pandemi Covid-19 yang sempat melumpuhkan perekonomian Bali selama 2,5 tahun,” tutupnya.

Sementara Menteri Perdagangan Budi Santoso setuju dengan Gubernur Koster tentang keberpihakan terhadap industri lokal, sehingga Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan pun meluncurkan program “UMKM BISA Ekspor” agar bisa bersaing di pasar global. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ekspor produk UMKM dan memberikan berbagai pelatihan serta pendampingan bagi para pelaku usaha. Program “UMKM BISA Ekspor” juga mencakup kegiatan seperti business matching dan pitching untuk mempertemukan UMKM dengan calon pembeli potensial di pasar internasional.

“Kita bergerak dari Kabupaten/Kota bahkan hingga desa, sehingga ke depan kita juga luncurkan program Desa Bisa Ekspor,” jelasnya.

Untuk mendukung UMKM, Kementerian Perdagangan pun membuka Perwakilan Kementerian Perdagangan di luar negeri disebut Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang bertugas untuk mempromosikan perdagangan dan ekonomi antara Indonesia dengan negara tempat mereka bertugas, serta memantau dan menganalisis pasar luar negeri.

“Sudah ada 46 kantor perwakilan di 33 negara. UMKM bisa melakukan business meeting secara online dengan mereka setiap harinya untuk mempresentasikan produk mereka, perwakilan kita bisa carikan calon buyer,” imbuhnya.

Baca Juga  Program Gubernur Bali "In Line" dengan Presiden Prabowo, Koster: Sejalan Asta Cita, Harmoni antara Budaya dan Alam

Hingga saat ini sudah ada 609 UMKM terfasilitasi menjualkan produk ke pasar internasional dengan total nilai USD 87 juta atau sebesar Rp. 1,3 triliun.

“Kami dorong pelaku UMKM lainnya untuk menggunakan fasilitas tersebut, sehingga makin banyak UMKM yang bisa melakukan ekspor,” tutupnya.

Sebelumnya Direktur CV Naralia Grup Nusantara Mulianingsih menjelaskan ekspor ini merupakan hasil dari pameran di Hongkong yang telah berhasil memikat buyer di sana. Perusahaannya sejak tahun 2009 berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan UMKM dan mengembangkan produk UMKM Bali ke pasar global. Untuk saat ini pihaknya menjual produk UMKM Bali berupa kayu manis, vanila dan madu dengan total nilai USD 350 ribu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Lomba Seksi Kewanitaan Meriahkan PKB Badung 2026

Published

on

By

pkb badung
LOMBA SEKSI KEWANITAAN: Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa didampingi Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta saat lomba seksi kewanitaan dalam rangka memeriahkan PKB XLVIII Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (7/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung menggelar berbagai lomba seksi kewanitaan dalam rangka memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Diikuti Organisasi Wanita se-Kabupaten Badung, kegiatan tahunan ini bertujuan melestarikan seni budaya sekaligus meningkatkan kreativitas kaum perempuan di daerah tersebut.

Pembukaan lomba ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, didampingi Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta dan Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (7/6).

Ragam lomba yang digelar meliputi Lomba Busana Kerja Kantor Berbahan Kain Tenun Ikat (Endek), Lomba Busana Kerja Adat Berbahan Endek, Lomba Anyaman Janur, Lomba Membuat Gebogan, Lomba Membuat Daksina Payas, serta Lomba Membuat Kwangen.

Dalam sambutannya, Ny. Rasniathi Adi Arnawa menekankan bahwa ajang ini bukan semata-mata mencari pemenang. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi perempuan untuk memperkuat kebersamaan dan mengasah potensi diri.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mendorong tumbuhnya kreativitas, inovasi, dan motivasi diri para peserta, sekaligus menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan kolaborasi antar organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta tampil percaya diri dan sportif sebagai media pembelajaran melestarikan budaya Bali. Rasniathi juga berpesan agar dewan juri bekerja secara profesional dan objektif untuk menghasilkan penilaian berkualitas. Ia berharap seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan memberikan dampak positif bagi pemberdayaan perempuan di Kabupaten Badung.

Turut hadir jajaran Ketua Organisasi Wanita Kabupaten Badung, Gatriwara, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Ikatan Adhyaksa Dharma Karini, Jalasenastri Lanal Denpasar, Forum PUSPA, ILDI, IWAPI, Tiara Kusuma, dan IBI, TP PKK Kecamatan se-Badung, para peserta, serta dewan juri. (gs/bi)

Baca Juga  Ruang Berbahasa Bali Semakin Sempit, Gubernur Koster Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Denpasar Fashion Street 2026 Bertabur Karya Desainer Lokal dan Usung Misi Lingkungan 

Published

on

By

denpasar fashion street
DFS: Denpasar Fashion Street (DFS) ke-3 tahun 2026, berlangsung di Pedestrian Patung Melanting, Sabtu (6/6) malam. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Denpasar Fashion Street (DFS) ke-3 tahun 2026, berlangsung di Pedestrian Patung Melanting, Sabtu (6/6) malam. Selain bertabur puluhan karya desainer Kota Denpasar, gelaran DFS tahun ini juga membawa misi lingkungan yang kuat, yaitu menghadirkan stan khusus Recycle Use.

Stan ini sendiri didedikasikan untuk mengedukasi masyarakat mengenai sustainable fashion (fesyen berkelanjutan), yang menampilkan produk-produk upcycling dari limbah kain, serta membuka wadah bagi pengunjung yang ingin mendonasikan atau menukarkan pakaian layak pakai mereka.

Hadir pada acara malam itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyampaikan, dengan menghadirkan stan Recycle Use pada gelaran DFS tahun ini, Pemerintah Kota Denpasar sendiri ingin menunjukkan komitmen kuat terhadap aksi nyata Eco-Fashion, sekaligus mengajak masyarakat agar dengan bijak mengelola sampah tekstil.

“Melalui DFS 2026, Pemerintah Kota Denpasar ingin mewujudkan pergerakan fashion yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi sirkular,” kata Eddy Mulya.

Lebih jauh, Eddy Mulya menyampaikan, pelaksanaan DFS tahun 2026 kali ini sengaja digelar di area Pedestrian Pura Melanting yang berada di kawasan Pasar Badung. Hal ini lantaran, Pemerintah Kota Denpasar tengah berupaya untuk melestarikan kawasan heritage, sebagai kekayaan budaya Kota Denpasar agar menjadi pusat ekonomi kreatif bagi masyarakat.

“Pemkot Denpasar ingin menghadirkan DFS sebagai ajang fashion yang dekat dengan masyarakat, dan dapat secara langsung dinikmati oleh masyarakat,” ujar Eddy Mulya.

Baca Juga  Gubernur Koster: Pemerintah Wajib Fasilitasi Kebutuhan Sulinggih demi Jaga Budaya Bali

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Kepala Disperindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari menjelaskan, DFS tahun ini mengusung tema “Senarai Renjana”, yang berarti rangkaian rasa yang dikenakan. Setidaknya, terdapat 12 desainer lokal binaan Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar yang ikut dalam acara ini.

Adapun desainer yang dimaksud kata Sagung Antari adalah, Rhea Cempaka, Dewi Anyar, Harmaita, Signature, Tenun Ikat Bali Nusa, Gita/Kwace Bali, Bali Puspa by Jro Puspa, Tresna / De’vastra, Jegeg Tribusana, Nethica Indonesia, Paras Bali, Lului dan juga Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Sagung Antari kemudian menjelaskan, DFS 2026 yang juga digelar serangkaian dengan peringatan Bulan Bung Karno di Bulan Juni, ini menggunakan konsep Fashion on The Street, yakni akses public untuk semua warga Kota Denpasar.

“Pelaksanaan DFS tahun ini mengusung campaign fashion for all, bahwa siapapun bisa turut berpartisipasi, karena fashion semestinya bisa dinikmati siapa saja. DFS menghadirkan ruang kreatif yang menampilkan karya para desainer Kota Denpasar lebih dekat dengan masyarakat,” kata Sagung Antari.

Lebih jauh, Sagung Antari juga mengatakan, beberapa komunitas juga dilibatkan dalam acara ini. Lorakaca, produk Kerajinan dari perca kain, kemudian Rekynd yang menampilkan manajemen sampah tekstil, serta Membumi dengan ikonik workshop upcycle.

“Lewat DFS kami ingin menunjukkan bahwa fashion bukan hanya soal pakaian, tapi tentang rasa, identitas, dan tanggung jawab,” ujar Sagung Antari. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Lepas Peserta NCC Motorun 2026 di Sanur

Published

on

By

ncc motorun
LEPAS NCC: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, melepas (flag off) peserta NCC (No Club Club) Motorun 2026 yang berlangsung di area Central Parkir Restoran Naga 8, Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Minggu (7/6) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, melepas (flag off) peserta NCC (No Club Club) Motorun 2026 yang berlangsung di area Central Parkir Restoran Naga 8, Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Minggu (7/6) pagi.

Sejak dini hari, ratusan peserta tampak antusias mengikuti event tahunan tersebut. Kegiatan ini juga diikuti sejumlah atlet lari internasional yang turut memeriahkan pelaksanaan NCC Motorun 2026.

Turut mendampingi Wawali Arya Wibawa yakni Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Camat Denpasar Selatan Ida Bagus Made Purwanasara, serta sejumlah undangan lainnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyambut baik penyelenggaraan NCC Motorun 2026 yang digelar di kawasan Sanur.

“Sebagai daerah tujuan wisata internasional, kawasan Sanur di Kota Denpasar sangat tepat menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai event berskala lokal, nasional, maupun internasional. Kegiatan seperti ini tentu menjadi nilai tambah bagi pengembangan industri pariwisata sekaligus pemberdayaan UMKM lokal,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar senantiasa mendukung berbagai kegiatan yang mampu menarik kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar, khususnya kawasan Sanur.

“Melalui penyelenggaraan event seperti ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Kota Denpasar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia NCC Motorun 2026, Agus Darmayuda, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas No Club Club (NCC). Pada tahun ini, rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 6–7 Juni 2026.

“Komunitas NCC merupakan komunitas otomotif yang berdiri sejak tahun 2019. Dalam pelaksanaan NCC Motorun 2026, kami juga bekerja sama dengan sejumlah sponsor untuk mendukung suksesnya kegiatan ini,” ujarnya.

Baca Juga  Hanya Gubernur Bali Koster yang Support Penuh Sepakbola, Konsisten Bantu Bola untuk Pembinaan

Agus menjelaskan, pada 6 Juni 2026 telah dilaksanakan kategori Children Sprint untuk anak-anak, sedangkan pada 7 Juni 2026 digelar kategori lari 5K dan 10K. Selain itu, panitia juga menghadirkan berbagai stand sponsor, komunitas, dan UMKM lokal, serta hiburan bagi para peserta dan pengunjung.

“Kami berharap NCC Motorun 2026 dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pariwisata di Sanur dan Kota Denpasar pada umumnya, sekaligus mendukung promosi serta pengembangan UMKM lokal,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca