Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Koster Buka Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023

Angkat Tema Segara Kerthi: Campuhan Urip Sarwa Prani

Loading

BALIILU Tayang

:

gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wagub Tjok. Oka Sukawati dan Sekda Bali membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 pada Rabu (1/2/2023) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Centre Denpasar. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster pada Rabu (Buda Pon Pujut) 1 Februari 2023 membuka secara resmi Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 yang diselenggarakan sebulan penuh dengan tema Segara Kerthi: Campuhan Urip Sarwa Prani‘ bertempat di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Centre Denpasar.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan bahwa kita harus menjaga baik-baik Aksara, Bahasa dan Sastra Bali. Gubernur lanjut mengajak semua krama Bali untuk melihat negara-negara di dunia yang mempunyai aksara itu adalah negara yang kuat dalam bidang budaya, ekonomi dan tata kehidupannya seperti China, Jepang, Korea, Thailand, India, dan Arab.

‘‘Itulah sebabnya di Bali kita haruslah bersyukur kepada leluhur yang telah mampu menciptakan dan mewariskan Aksara Bali. Artinya, Bali ini memiliki peradaban yang kuat. Punya Aksara, Bahasa dan Sastra Bali. Ketiga unsur ini adalah bagian dari unsur peradaban budaya Bali,‘‘ ujar Gubernur seraya mengucap, ‘‘Luar biasa warisan leluhur kita, itulah sebabnya wajib melindungi dan menggunakannya. Kalau melindungi dan menggunakan tak bisa itu kebangetan.‘‘

gubenrur
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Tjok Oka Sukawati foto bersama dengan para penari pada pembukaan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 bertempat di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Centre Denpasar. (Foto: ist)

Gubernur menyebutkan, banyak negara dan banyak daerah bahasa daerahnya punah. Karena generasi ini berubah terus dengan fasilitas baru, kebijakan baru, aktivitas baru, tuntutan baru, tantangan dan masalah baru, serta intervensi terhadap keberadaan Bahasa Bali besar. Maka jika tidak dijadikan satu kesadaran penuh untuk menjaganya lama-lama Bahasa Bali akan ditinggal.

Hal ini karena generasi kita menghadapi tantangan berbeda. Ruang bahasa Bali makin kecil, sempit. Ruang Bahasa Bali base-nya di rumah dan dalam pergaulan yang sifatnya informal. Karena itulah wajib hukumnya untuk digunakan paling tidak di rumah. Boleh bangga berbahasa Inggris, China, Jepang tetapi lebih bangga kalau bisa menggunakan Bahasa Bali secara terus-menerus.

Baca Juga  Gubernur Bali dan Gubernur NTT Sepakat Perkuat Peran Pemerintah Mendata, Membina dan Edukasi Warga Sebelum Migrasi
gubenrur
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wagub Bali Tjok Oka Sukawati saat meninjau lomba Nyurat Lontar. (Foto: gs)

Begitu juga Sastra Bali, seperti puisi, mesatua, karya sastra Bali yang sangat kaya. Ini harus dipelihara. Kalau Aksara, Bahasa dan Sastra Bali punah di Bali maka identitas kebalian kita ini hilang.

‘‘Apa buin orahang yen sube hilang ne, sing buin nyidaang ngorang kene keto buin. Budaya Bali ini adalah keunggulan utama yang kita miliki yang diwariskan oleh leluhur Bali, wajiblah hukumnya buat kita semua menjaga itu. Itulah yang diharapkan dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali betul-betul mewujudkan tatanan kehidupan yang Balinese,‘‘ tegasnya.

Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini berharap dengan mengeluarkan kebijakan ini agar generasi muda ke depan lebih terampil dengan Bahasa Bali. Gubernur pun membuatkan kebijakan untuk mengadaptasikan Aksara Bali dengan diciptakan keyboard Aksara Bali yang diapresiasi oleh Menko PMK karena lebih cepat melangkah untuk mempolakan kearifan lokalnya dengan digital. ‘‘Keyboard Aksara Bali yang saat ini dilombakan, dibuat supaya teknologi digital yang berkembang pesat tidak menikam atau mematikan kearifan lokal tapi justru kearifan lokal untuk memperkuat dalam membangun kehidupan ke depan dengan sarana teknologi ini. Jadi justru sama-sama harus hidup dan sama-sama dapat ruang,’’ ucapnya.

gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau lomba keyboard Aksara Bali. (Foto: gs)

Gubernur menegaskan, hanya di Bali ada peraturan gubernur tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali dan penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. ‘‘Astungkara sudah memasuki lima kali penyelenggaraan bulan Bahasa Bali, bahagia rasanya,‘‘ ucap Gubernur seraya berharap ke depan anak-anak generasi baru dalam segala bentuk komunikasinya tertulis maupun tidak tertulis agar menggunakan Aksara Bali.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah secara bersama-sama Bulan Bahasa Bali menjadi kegiatan yang membanggakan, dan meminta secara bersama-sama melaksanakan di wilayah masing-masing seperti di Desa Adat, Desa Dinas, Lembaga Pendidikan dari PAUD sampai Perguruan Tinggi, Lembaga Swasta, Perbankan dan lainnya. Usai membuka acara Gubernur Wayan Koster berkesempatan menyaksikan anak-anak melaksanakan lomba nyurat lontar dan keyboard Aksara Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster ‘’Groundbreaking’’ Pembangunan Jalan Shortcut Singaraja-Mengwitani Titik 7D dan 7E 

Pada pembukaan Bulan Bahasa Bali V ini turut hadir Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Forkopimda Bali, Bupati Klungkung, Sekda Bali Dewa Made Indra, pimpinan OPD dan dapat disaksikan secara live streaming. Susunan acara dapat disaksikan melalui : https://drive.google.com/drive/u/0/mobile/folders/1y-_e7DnGHTF2w8tlje5nQ74C5AqoSbCM?usp=share_link (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa“ di Banjar Adat Uma Kapal

Published

on

By

bupati adi arnawa
SERAHKAN PUNIA: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan punia saat menghadiri “Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Tawur Madya“ dan “Padudusan Alit“ di Banjar Adat Uma Kapal, Kelurahan Kapal, Mengwi, pada Minggu (29/3). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Tawur Madya dan Padudusan Alit di Banjar Adat Uma Kapal, Kelurahan Kapal, Mengwi, pada Minggu (29/3).

Upacara suci ini dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Tumbak Bayuh. Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Bawa, anggota DPRD Badung Made Suwardana, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana, jajaran prajuru Desa Adat Kapal, serta krama Banjar Adat Uma.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong-royong krama sehingga rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar. “Pelaksanaan yadnya ini tidak hanya menjadi wujud sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ia mengimbau agar warga mulai memilah sampah dari tingkat rumah tangga guna mencegah permasalahan lingkungan sekaligus menghindari potensi sanksi hukum.

Hal ini sejalan dengan kebijakan pembatasan pengiriman sampah ke TPA Suwung per 1 April mendatang, yang nantinya hanya akan menerima sampah residu. Masyarakat diharapkan mampu mengelola sampah organik dan anorganik secara mandiri.

“Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar pengelolaan sampah dapat berjalan optimal dan menjadi budaya berkelanjutan,” tegasnya seraya mengajak seluruh krama untuk bersama-sama mendoakan terciptanya kedamaian dunia, khususnya bagi negara-negara yang tengah dilanda konflik agar segera mencapai perdamaian.

Sementara itu, Perwataka Karya, I Ketut Catur Sanjaya, melaporkan bahwa pelaksanaan yadnya ini merupakan tindak lanjut dari hasil paruman (rapat) krama Banjar Adat Uma. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan berdasarkan tuntutan para penglingsir banjar serta Bendesa Adat Kapal.

Baca Juga  Angka Kesembuhan Melonjak, 33 Pasien Sembuh di Denpasar, 2 Orang Meninggal

Dikatakan pula bahwa upacara ini digelar menyusul tuntasnya pembangunan Balai Banjar Uma. Mengingat karya serupa terakhir kali dilaksanakan 30 tahun silam, krama memandang perlu untuk kembali menggelar yadnya suci ini. Tujuan utamanya adalah untuk Ngadegang Ida Ratu Betara Begawan Penyarikan yang berstana di Balai Banjar Uma, sekaligus menyucikan bangunan balai banjar yang baru serta gedung serbaguna di wilayah Dukuh.

Sebelum menuju puncak acara pada 2 April mendatang, sejumlah rangkaian upacara telah dilaksanakan, diantaranya upakara matur piuning dan nunas tirta di Pura Desa Adat Kapal serta beberapa pura lainnya di lingkungan Desa Adat Kapal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wakil Gubernur Bali Giri Prasta Hadiri “Melaspas” Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin Bangli

Published

on

By

HADIRI UPACARA: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri rangkaian Upacara Mecaru, Mendem Pedagingan, lan Melaspas Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin, Desa Adat Guliang Kangin, Bangli, pada Minggu (29/3). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri rangkaian Upacara Mecaru, Mendem Pedagingan, lan Melaspas Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin, Desa Adat Guliang Kangin, Bangli, pada Minggu (29/3).

Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, tidak hanya hadir sebagai pejabat pemerintah, namun juga turut ngayah dalam prosesi keagamaan.

Terlihat Giri Prasta mengikuti persembahyangan bersama dan ngaturang ayah-ayahan mendem pedagingan bersama Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.

Dalam sambutannya, Giri Prasta menyoroti besarnya pengorbanan krama dalam melaksanakan yadnya serta menjaga tradisi leluhur di Bali. Ia menegaskan bahwa krama telah mengorbankan banyak waktu, tenaga, dan biaya. Pengorbanan itu juga mencakup pembangunan fisik pura, pengadaan sarana dan prasarana, hingga kelengkapan upacara.

Oleh sebab itu, menurutnya, dukungan pemerintah sangatlah penting untuk membantu masyarakat dalam pembangunan pura, infrastruktur keagamaan, hingga dukungan biaya upakara, sehingga masyarakat Bali ke depan dapat lebih fokus menjalankan kewajiban spiritual melalui ngayah dalam penyelenggaraan upacara tanpa dibebani persoalan biaya.

“Semoga masyarakat Bali, khususnya Semeton Arya Kubon Tubuh, senantiasa hidup rukun sagilik saguluk sabayan taka, serta mencapai kehidupan yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” doanya.

Ia berharap pelaksanaan Upacara Mecaru, Mendem Pedagingan, lan Melaspas Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin, Desa Adat Guliang Kangin, Bangli, dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Bali, Giri Prasta, menyerahkan bantuan pribadi sebagai wujud rasa bhakti kepada krama masyarakat sebesar Rp 25 juta. Sementara itu, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyerahkan bantuan sebesar Rp 10 juta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster ‘’Groundbreaking’’ Pembangunan Jalan Shortcut Singaraja-Mengwitani Titik 7D dan 7E 
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Pimpin Prosesi “Matur Piuning” Jelang “Karya Agung” di Pura Luhur Uluwatu

Published

on

By

Nyukat genah
NYUKAT GENAH: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri upacara “Melaspas, Matur Piuning”, dan “Nyukat Genah” di Pura Luhur Uluwatu, Selasa (24/3). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri upacara Melaspas, Matur Piuning, dan Nyukat Genah di Pura Luhur Uluwatu, Selasa (24/3). Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Karya Padudusan Agung dan Balik Sumpah Agung yang puncaknya direncanakan pada 7 Juli 2026 mendatang.

Upacara yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Tegal, Denpasar, turut dihadiri Angga Puri Jero Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, Sekda Badung IB Surya Suamba, Plt. Kadisbud I Made Widiana beserta jajaran, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Perbekel Pecatu I Made Karyana Yadnya, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, serta para pengempon pura.

Dalam prosesi tersebut, Bupati Adi Arnawa berkesempatan mengikuti Panca Datu di Meru, sementara Sekda Badung mengikuti Panca Datu di Tajuk Baleran, dan Angga Puri Jero Kuta mengikuti Panca Datu di Tajuk Delodan. Seluruh rangkaian prosesi suci ini diakhiri dengan persembahyangan bersama.

Usai persembahyangan, Bupati melaksanakan prosesi matok atau nyukat genah tawur untuk menentukan lokasi pelaksanaan Tawur Agung di area Jaba Pura. Kegiatan ini dilakukan menyusul tuntasnya perbaikan sejumlah bangunan suci di kawasan Pura Luhur Uluwatu, meliputi Meru, Tajuk Kelod, Tajuk Baleran, Pelinggih Prasada, Bale Pemiosan, dan Bale Murda.

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemkab Badung, pengempon Pura dari Puri Jero Kuta, serta krama Desa Adat Pecatu dalam mempersiapkan Karya Agung yang akan digelar tiga bulan lagi, bertepatan dengan hari Pujawali.

Matur piuning ini merupakan wujud bhakti dan permohonan restu ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, agar seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, rahayu, serta memberikan kerahayuan bagi jagat,” ujarnya.

Baca Juga  Angka Kesembuhan Melonjak, 33 Pasien Sembuh di Denpasar, 2 Orang Meninggal

Ia pun berharap seluruh tahapan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan Karya Pedudusan nantinya, dapat berjalan harmonis secara sekala maupun niskala. Menurutnya, kerja sama yang solid antara pemerintah, pengemong, dan krama adalah kunci kesuksesan yadnya suci ini.

“Semoga seluruh rangkaian karya ini berjalan sesuai harapan bersama dan senantiasa mendapatkan tuntunan serta anugerah kerahayuan,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca