Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Gubernur Koster Buka Pameran IKM Bali Bangkit VII 2022

Angkat Kerajinan Bali, Gubernur Berharap Terus Diselenggarakan secara Konsisten

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama saat membuka secara resmi Pameran Bali Bangkit Tahap 7 Tahun 2022 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster membuka secara resmi Pameran Bali Bangkit Tahap 7 Tahun 2022 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar pada Jumat (Sukra Paing Matal), 19 Agustus 2022 malam.

Mengawali sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas kerja keras dari Ny. Putri Koster selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali yang sudah dengan sangat sabar, konsisten dan tekun dalam mengangkat kerajinan Bali, menguatkan branding produk lokal Bali sehingga kelasnya meningkat. Pameran IKM Bali Bangkit yang merupakan gagasan cemerlang dari Bunda Putri ini telah dikunjungi mulai dari jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, Istri Wakil Presiden RI, Bapak Kapolri, Ketua DPR RI hingga orang nomor satu di Indonesia Bapak Presiden Joko Widodo telah terbukti mampu menggerakkan IKM Bali untuk bangkit, terus berkreativitas dan berperan nyata dalam upaya kita bersama menjaga warisan leluhur.

Untuk itu, Gubernur Bali berharap kegiatan ini dapat terus diselenggarakan secara konsisten, jangan melemah dan kedepannya diharapkan bisa dilaksanakan juga di seluruh  kabupaten/kota di Bali.

koster
Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: Ist)

Gubernur jebolan ITB Bandung ini menambahkan sejak IKM Bali Bangkit pertama kali dilaksanakan saat pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020, Bunda Putri menanganinya dengan sangat serius tidak hanya menata Gedung Ksirarnawa menjadi bersih dan rapi seperti saat ini tetapi juga menemukan permasalahan-permasalahan yang dihadapi para perajin selama ini. Salah satunya adalah lemahnya kita dalam memproteksi produk lokal kita yang notabene adalah warisan dari nenek moyang kita. ‘’Produk lokal kita khususnya kain tenun banyak diproduksi di luar Bali baik dengan menggunakan mesin maupun tangan. Hal ini berdampak signifikan bagi Bali jika dibiarkan, kita tidak hanya akan kehilangan tenaga kerja, kehilangan pelaku usaha, kehilangan pasar tetapi juga kita kehilangan warisan leluhur kita yang adiluhung yang seharusnya kita lindungi dan jaga dengan ketat,’’ terang Gubernur Koster.

Baca Juga  Wisman Stop Berlaku Seenak Jidat di Bali, Koster Terbitkan SE Nomor 7 Tahun 2025, Larangannya Keras dan Tegas

Untuk itu, kita bersama-sama harus bisa menjaga produk lokal kita yang sangat kaya akan ragam  jenisnya dan sangat unik. Jangan sampai karena kesalahan kita sendiri produk kita diambil oleh pihak luar. Produk-produk lokal kita baik itu sandang dan pangan harus kita jaga dengan ketat dari hulu hingga ke hilir.

Gubernur yang juga menjabat Ketua DPD PDIP Bali ini juga mengingatkan para pelaku usaha / pedagang agar turut menjaga kualitas produk dan membangun branding Bali. Para pedagang diharapkan konsisten, tertib dan disiplin dalam menjual produknya. Misalnya dengan menjual dengan harga yang pantas dan memasang label harga dengan disiplin. ‘’Dengan demikian image produk kita akan bagus, memiliki standar kualitas dan pada akhirnya branding Bali semakin kuat,’’ ucapnya.

Orang nomor satu di Bali ini juga menegaskan Pemerintah Provinsi Bali dengan visinya Nangun Sat Kerthi Loka Bali sangat konsisten dalam meningkatkan penggunaan produk lokal Bali sehingga identitas kita tidak hilang dan perekonomian kita bisa bergerak. Kita gunakan semua produk berlabel Bali, Beras Bali, Ayam Bali, Manggis Bali, Salak Bali, Garam Bali, Arak Bali,Tenun Bali dan produk lainnya berlabel Bali. Produk yang diproduksi di Bali, dijual di Bali dan dibeli terutamanya oleh orang Bali. ‘’Dengan demikian perekonomian kita akan berputar dan masyarakat akan lebih sejahtera,’’ ujarnya.

bunda
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster. (Foto: Ist)

Sementara Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Bapak Gubernur Bali Wayan Koster yang telah memberi perhatian besar kepada para pelaku IKM dengan menyediakan ruang berpameran bagi pelaku IKM secara gratis di areal Taman Budaya Denpasar. Hal ini memberi angin segar bagi para perajin terlebih saat pandemi melanda dimana para perajin mengalami kesulitan dalam memasarkan produk kerajinan mereka. Pameran IKM Bali Bangkit ini membangkitkan semangat para perajin untuk terus berkarya dan berkreativitas di tengah hantaman pandemi Covid-19.

Baca Juga  Gubernur Koster Siap Kawal Percepatan Transformasi Digital Pemerintah melalui Adopsi Infrastruktur Digital Publik

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri menambahkan tidak hanya memberi ruang berpameran secara gratis, Gubernur Bali juga mengeluarkan regulasi keberpihakannya kepada para perajin yang salah satunya dengan diterbitkannya surat edaran tentang penggunaan kain tenun endek setiap hari Selasa, dimana hal ini berdampak signifikan terhadap keberadaan kain tenun dan para perajin semakin bergeliat untuk berproduksi.

‘’Jika biasanya keberadaan IKM hanya sebagai pemanis bibir, hanya mengatakan peduli kemudian selesai acara tidak ada tindak lanjut, namun tidak demikian dengan Bapak Wayan Koster. Bapak Gubernur benar-benar konsisten dalam mendukung IKM dan menjaga warisan leluhur,’’ ujar Ny. Putri Koster. Untuk itu pihaknya sangat berterima kasih atas kepedulian dan dukungan penuh dari orang nomor satu di Bali ini dalam menjaga warisan nenek moyang.

Bunda Putri menambahkan pelaksanaan IKM Bali Bangkit ini bukan semata-mata hanya untuk berpameran atau berjualan tetapi juga untuk menemukan permasalahan yang dihadapi para perajin dan mengedukasi mereka. Dari pelaksanaan pameran ini, Bunda Putri menemukan bahwa kondisi kain tenun kita dalam ambang memprihatinkan. Kain kita banyak ditenun di luar Bali dan motif kita banyak ditiru dan diproduksi secara massal. Hal ini tentu saja tidak dapat kita biarkan karena berdampak signifikan, tidak hanya kita bisa kehilangan warisan budaya kita tetapi juga kita kehilangan pasar, kehilangan konsumen yang menyebabkan perekonomian kita menjadi lemah.

‘’Jika kondisi ini kita biarkan, tenun tidak akan bertahan di rumahnya sendiri, tenun hanya sebuah cerita. Untuk itu diperlukan langkah-langkah nyata untuk melindungi dan melestarikan tenun Bali. Dekranasda Provinsi Bali juga akan terus menjembatani permasalahan yang dihadapi para perajin dengan stakeholder yang ada sehingga produk kerajinan kita lestari dan dapat memperkuat perekonomian Bali,’’ kata Ny. Putri Koster.

Baca Juga  Gubernur Koster Ajak Mahasiswa Unwar Miliki Kepribadian dalam Kebudayaan

Seniman multitalenta ini juga meminta dukungan dari semua elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi dan melestarikan warisan nenek moyang kita, termasuk di dalamnya para perajin agar jangan hanya berpatokan pada keuntungan tetapi turut menjaga kelestarian dari warisan nenek moyang. Inovasi ataupun kreativitas yang kita lakukan jangan sampai melenceng dari akar dan budaya yang merupakan ciri khas dari produk kerajinan kita.

Pembukaan Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 7 Tahun 2022 yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Direktur BPD Bali, Pemilik Balimall.id juga diisi dengan penampilan fashion show berbusana tenun Bali dari Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali beserta istri, Kelompok Ahli Pembangunan Pemprov Bali, para pejabat eselon 3 dari OPD di lingkungan Pemprov Bali serta para pengurus TP PKK Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

September 2026, Inflasi Bali Melandai

Published

on

By

BI Bali
Infografis inflasi Provinsi Bali per September 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Oktober 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada September 2026 mengalami inflasi sebesar 0,32% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan Agustus yang mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh meningkatnya biaya produksi, khususnya harga pakan, yang mendorong kenaikan harga ayam ras di tingkat Konsumen, serta kemarau berkepanjangan yang diiringi oleh El Nino dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang mempengaruhi harga cabai dan beras. Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 3,45% (yoy) pada Agustus 2026 menjadi 3,79% (yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,28% (yoy).

Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa secara spasial, seluruh kabupaten/kota IHK di Bali mencatat inflasi bulanan pada September 2026. Kabupaten Badung mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,55% (mtm), diikuti Kabupaten Tabanan sebesar 0,46% (mtm), Kota Denpasar sebesar 0,21% (mtm), dan Singaraja sebesar 0,19% (mtm). Sementara secara tahunan, inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Tabanan sebesar 4,54% (yoy), diikuti Kabupaten Badung sebesar 3,95% (yoy), Singaraja sebesar 3,87% (yoy), dan Kota Denpasar sebesar 3,42% (yoy).

Berdasarkan komoditas, lanjut Achris Sarwani, secara bulanan inflasi pada September 2026 bersumber dari peningkatan harga daging ayam ras, cabai rawit, air kemasan, biaya akademik/perguruan tinggi, jeruk, bahan bakar rumah tangga, dan beras. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga angkutan udara, canang sari, cabai merah, bawang putih, sawi hijau, ketimun, emas perhiasan, bawang merah, terong, dan kangkung.

Achris Sarwani menegaskan bahwa Bank Indonesia Provinsi Bali terus mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar agar capaian inflasi Provinsi Bali pada akhir tahun dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%. Ke depan, beberapa risiko inflasi yang perlu dicermati antara lain berlanjutnya fenomena El Niño dan mundurnya awal musim hujan yang berpotensi mengganggu produksi pangan, khususnya komoditas hortikultura. Selain itu, potensi gangguan distribusi pangan antardaerah termasuk melalui jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, serta masih tingginya biaya angkutan barang global juga perlu menjadi perhatian. Di sisi lain, meredanya aktivitas kunjungan wisatawan setelah periode puncak liburan diprakirakan dapat mengurangi tekanan inflasi dari sisi permintaan.

Baca Juga  Gubernur Koster Jelaskan Kebudayaan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, kata Achris Sarwani, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkah-langkah implementasinya diantaranya melalui Rakor Inflasi TPIP-TPID, intensifikasi Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga secara berkala, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, pemberian bantuan sarpras kepada kelompok tani, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Dengan dukungan sinergi yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah melalui TPID se-Bali, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%, sehingga dapat mendukung stabilitas perekonomian dan daya beli masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Survei Agustus 2026, Penjualan Eceran Bali Tetap Kuat

Published

on

By

Penjualan Eceran Bali Tetap Kuat pada Agustus 2026
Infografis indeks penjualan riil Provinsi Bali bulan Agustus 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kinerja penjualan eceran Bali tetap menunjukkan tren positif pada Juli 2026. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang berada pada level 128,6 dan meningkat 1,7% (mtm), sekaligus mempertahankan level optimis (indeks >100). Peningkatan kinerja tersebut terutama didorong oleh meningkatnya permintaan pada kategori sandang sebesar 7,9% (mtm), kategori makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,9% (mtm), serta kategori barang budaya dan rekreasi sebesar 3,5% (mtm). Penguatan tersebut mencerminkan tetap kuatnya permintaan ritel pada periode libur sekolah serta meningkatnya aktivitas pariwisata Bali yang memasuki periode peak season. Kinerja penjualan eceran yang tetap kuat juga sejalan dengan membaiknya fundamental perekonomian Bali. Pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,78% (yoy), didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, dan aktivitas sektor pariwisata yang tetap kuat. Di sisi lain, inflasi Bali pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,42% (yoy), menurun dibandingkan bulan sebelumnya dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi nasional. Kondisi ini mendorong terjaganya daya beli masyarakat. Selain itu, aktivitas pariwisata Bali yang memasuki periode puncak kunjungan pada Juli-September 2026 turut mendorong permintaan barang dan jasa serta menjaga momentum konsumsi rumah tangga sebagai motor utama perekonomian daerah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengungkapkan bahwa kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 diprakirakan tetap kuat. Hal ini tercermin dari IPR Agustus 2026 yang diprakirakan berada pada level 129,2, atau meningkat 0,5% (mtm), ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori bahan bakar kendaraan bermotor, barang budaya dan rekreasi, serta suku cadang dan aksesori. Perkembangan tersebut terutama didukung oleh berlanjutnya aktivitas pariwisata selama periode peak season, meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum Hari Kemerdekaan RI, serta tingginya kegiatan sosial dan adat yang mendorong permintaan berbagai komoditas ritel.

Baca Juga  Gubernur Koster Siap Kawal Percepatan Transformasi Digital Pemerintah melalui Adopsi Infrastruktur Digital Publik

Sementara itu, Achris Sarwani menegaskan bahwa ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Oktober 2026 dan Januari 2027 diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Oktober 2026 dan Januari 2027 masing-masing sebesar 198 dan 200. Meskipun meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, inflasi Bali pada Agustus 2026 sebesar 3,45% (yoy) masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Kondisi tersebut mendukung terjaganya daya beli masyarakat dan memberikan ruang bagi konsumsi rumah tangga untuk tetap tumbuh.

Optimisme pelaku usaha tetap terjaga meskipun mengalami moderasi dibandingkan survei sebelumnya. Hal tersebut tercermin pada Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) yang masih berada pada level optimis (indeks >100), baik untuk tiga bulan maupun enam bulan mendatang. IEP enam bulan mendatang (Januari 2027) lebih rendah menjadi 188 dari 198 pada survei sebelumnya.

Sementara itu, Achris Sarwani menyampaikan bahwa IEP tiga bulan mendatang (Oktober 2026) tercatat sebesar 180, sedikit lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya sebesar 184. Meskipun mengalami moderasi jangka pendek, pelaku usaha tetap meyakini prospek penjualan ritel Bali akan meningkat, terutama didukung aktivitas pariwisata dan konsumsi rumah tangga yang masih kuat. Keyakinan pelaku usaha tersebut turut didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha Perdagangan yang hingga Juli 2026 tercatat tumbuh 1,86% (yoy).

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. Sejalan dengan itu, implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) akan terus diperkuat untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan menopang momentum pertumbuhan ekonomi daerah. (gs/bi)

Baca Juga  Wisman Stop Berlaku Seenak Jidat di Bali, Koster Terbitkan SE Nomor 7 Tahun 2025, Larangannya Keras dan Tegas

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Optimisme Konsumen Bali Tetap Kuat di Tengah Normalisasi Aktivitas Ekonomi

Published

on

By

Infografis Indeks Keyakinan Konsumen Bali Agustus 2026
Infografis indeks keyakinan konsumen di Provinsi Bali. (Foto; Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada Agustus 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada pada level optimis sebesar 123,1 (indeks >100), serta lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 118,5. Sejalan dengan proses normalisasi aktivitas ekonomi pasca periode libur sekolah dan tingginya basis keyakinan pada bulan sebelumnya, IKK Bali mengalami penyesuaian terbatas dari 126,3 pada Juli 2026 menjadi 123,8 pada Agustus 2026. Optimisme konsumen tetap terjaga terutama pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran lebih dari Rp 8 juta, Rp 6-7 juta, dan Rp 3-4 juta per bulan.

Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor formal (128,3) dan sektor informal (116,8). Optimisme yang terjaga didukung oleh membaiknya kinerja pariwisata dan tetap kuatnya aktivitas sektor jasa.

Lebih detail, penurunan IKK pada periode Agustus 2026 turut dipengaruhi oleh penurunan pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mengalami penurunan dari 122,3 pada Juli 2026 menjadi 118,0 pada Agustus 2026 atau turun sebesar 3,5% (mtm). Penurunan IKE bersumber dari ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (128,0), penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (124,5), serta konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (101,5). Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan dari 130,3 pada Juli 2026 menjadi 128,2 pada Agustus 2026 atau turun sebesar 1,7% (mtm). Penurunan terutama terjadi pada komponen perkiraan penghasilan (127,0), perkiraan ketersediaan lapangan kerja (129,5) dan perkiraan kegiatan usaha (128,0).

Kepala kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa meskipun mengalami penyesuaian, tingkat keyakinan konsumen Bali masih berada pada zona optimis. Perkembangan tersebut mencerminkan proses normalisasi pasca periode libur sekolah dan tingginya aktivitas konsumsi pada bulan sebelumnya. Di sisi lain, masyarakat tetap menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan seiring dengan masih kuatnya aktivitas sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa yang menjadi penggerak utama perekonomian Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster Siap Kawal Percepatan Transformasi Digital Pemerintah melalui Adopsi Infrastruktur Digital Publik

Tetap terjaganya optimisme konsumen juga sejalan dengan berbagai indikator ekonomi Bali yang masih menunjukkan kinerja positif. Aktivitas pariwisata yang memasuki periode peak season pada Juli-September 2026 turut mendorong peningkatan mobilitas wisatawan dan permintaan barang serta jasa di Bali. Di sisi lain, inflasi Bali pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,45% (yoy) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Kondisi tersebut menjadi faktor penopang keyakinan konsumen terhadap prospek perekonomian Bali ke depan.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, TP2ED, TPID, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. Di tengah dinamika perekonomian global, sinergi tersebut diharapkan dapat menjaga optimisme masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi Bali ke depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca