Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Gelar Upacara “Tawur Agung Labuh Gentuh“ di Kawasan PKB

Mohon Keharmonisan Alam Sebelum Pembangunan Zona Inti Kawasan PKB Dimulai Tahun 2026

Loading

BALIILU Tayang

:

PKB
NUWEK BAGIA: Gubernur Bali Wayan Koster saat nuwek Bagia Pulakerthi pada pelaksanaan Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh, Pangruak Bhumi, Bhumi Sudha, Panegteg Jagat, dan Pitra Dekot di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, Kabupaten Klungkung, tepat pada rahina Kajeng Kliwon Enyitan, Senin (Soma Kliwon, Krulut), 29 Desember 2025. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Klungkung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster melaksanakan persembahyangan pada Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh, Pangruak Bhumi, Bhumi Sudha, Panegteg Jagat, dan Pitra Dekot di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, Kabupaten Klungkung, tepat pada rahina Kajeng Kliwon Enyitan, Senin (Soma Kliwon, Krulut), 29 Desember 2025.

Upacara tersebut dipuput langsung oleh Ida Ratu Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, Ida Pedanda Reshi Agung Pinatih Kusuma Yoga, Ida Pedanda Gde Putra Dalem, Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda, serta Ida Pedanda Gde Jelantik Giri di kawasan Madya (tengah) Pusat Kebudayaan Bali. Pelaksanaan upacara yang berlangsung secara sakral ini juga dilaksanakan serentak di kawasan Purwa (timur), Daksina (selatan), Pascima (barat), dan Utara Pusat Kebudayaan Bali.

Usai persembahyangan, Murdaning Jagat Bali Wayan Koster melaksanakan prosesi Nyakupang Karang Kawasan Pusat Kebudayaan Bali seluas 326 hektare dan Nuwek Bagia bersama Bupati Klungkung I Made Satria. Prosesi tersebut disaksikan Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh, Pangruak Bhumi, Bhumi Sudha, Panegteg Jagat, dan Pitra Dekot di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) merupakan bagian dari rangkaian prosesi niskala sebagai bentuk penyucian serta permohonan keharmonisan antara manusia, alam, dan Hyang Widhi Wasa sebelum dimulainya pembangunan Zona Inti Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang direncanakan mulai tahun 2026.

Dalam sambutannya, Wayan Koster menyampaikan bahwa penyucian kawasan PKB dilakukan karena wilayah yang terletak di Desa Tangkas, Desa Gelgel, dan Desa Jumpai (Kecamatan Klungkung), serta Desa Sampalan Kelod dan Desa Gunaksa (Kecamatan Dawan) tersebut pernah terdampak hamparan letusan Gunung Agung pada tahun 1963 yang menimbulkan banyak korban jiwa.

Baca Juga  Wujudkan PSEL dan BMTH di Bali, Gubernur Koster Teken Dua Kesepakatan Strategis di Jakarta

“Sejak tahun 1963, kawasan ini juga menjadi lokasi aktivitas galian C, di mana seluruh sumber daya pasirnya habis dikeruk sehingga kawasan ini sempat terbengkalai dan pernah digunakan untuk hal-hal yang tidak baik,” ujar Gubernur Koster.

Ia menjelaskan, setelah upacara ini dilaksanakan, Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang terdiri atas tiga zona, yakni Zona Inti, Zona Penunjang, dan Zona Penyangga, akan mulai dibangun secara bertahap.

Pada tahun 2026, pembangunan difokuskan pada Zona Inti Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, yang meliputi pembangunan fasilitas budaya, panggung terbuka, panggung tertutup, wantilan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya Bali, seperti Pesta Kesenian Bali, Festival Seni Bali Jani, serta berbagai agenda seni budaya lainnya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas seni budaya di Zona Inti direncanakan berlangsung mulai tahun 2026 hingga 2027. Proses pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun.

“Saat ini sedang dirancang Detail Engineering Design (DED) dan ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026, sehingga pada Februari atau paling lambat April 2026 proses tender pembangunan sudah dapat dimulai, dengan total anggaran mencapai Rp 1,2 triliun,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali harus rampung paling lambat Desember 2027 agar pada tahun 2028, Pesta Kesenian Bali ke-50 dapat diselenggarakan di kawasan tersebut. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan hadirin.

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa selama ini Pesta Kesenian Bali dan berbagai kegiatan seni budaya lainnya dilaksanakan di Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar. Namun, seiring berkembangnya kreativitas budaya, meningkatnya jumlah seniman aktif, serta bertambahnya jumlah pengunjung, fasilitas tersebut dinilai sudah tidak lagi memadai.

Baca Juga  Gubernur Koster Gelar Perayaan Rahina Tumpek Wariga di Pura Pegubugan Desa Manistutu Jembrana

Sebagai penutup, Gubernur Wayan Koster memohon doa agar seluruh rencana pembangunan pada tahun 2026 dapat berjalan lancar dan sukses, serta memperoleh restu secara niskala melalui pelaksanaan upacara tersebut.

“Apa yang kita laksanakan di kawasan ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Bali. Selain untuk penguatan budaya Bali, kawasan ini juga akan menjadi destinasi wisata baru dan pusat pertumbuhan ekonomi yang berdampak bagi Kabupaten Klungkung, Karangasem, Gianyar, dan Bangli,” tutup Gubernur Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

82 Ribu KK di Badung Terima Bantuan Rp 2 Juta

Bupati Adi Arnawa Pastikan Masyarakat Badung Tetap Tenang Rayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Loading

Published

on

By

bantuan hari raya badung
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan hari raya secara simbolis di Banjar Sekarmukti Petang, Wantilan Pura Dalem Desa Adat Blahkiuh, Abiansemal serta Banjar Tengah Kaler dan Kelod Desa Gulingan Mengwi, Kamis (11/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menyalurkan bantuan keuangan Rp 2 juta per Kepala Keluarga (KK) kepada masyarakat Hindu menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026. Program tahun kedua ini menyasar 82.420 KK di seluruh Badung dengan total dana ditransfer langsung ke rekening Bank BPD Bali penerima.

Penyerahan simbolis dilakukan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di tiga lokasi, yaitu Banjar Sekarmukti (Petang), Wantilan Pura Dalem Desa Adat Blahkiuh (Abiansemal), serta Banjar Tengah Kaler dan Kelod Desa Gulingan (Mengwi), Kamis (11/6).

Hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Badung dapil terkait, Forkopimda, Sekda IB Surya Suamba, Ketua TP PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Ketua DWP Nyonya Olivia Surya Suamba, serta jajaran kepala OPD.

Bupati Adi Arnawa menyatakan bantuan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah saat kebutuhan dan harga pangan melonjak menjelang hari raya, terutama di tengah dinamika ekonomi global.

“Hari raya adalah momentum kebahagiaan, kebersamaan, dan peningkatan spiritualitas. Namun di sisi lain, menjelang hari raya biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Karena itu pemerintah harus hadir membantu masyarakat agar tetap memiliki daya beli yang memadai,” ujarnya.

Bupati menegaskan, pemerintah ingin memastikan warga merayakan hari raya dengan tenang tanpa terbebani masalah ekonomi. “Dengan kondisi ekonomi saat ini, termasuk adanya kenaikan harga bahan bakar yang berimbas pada harga-harga di lapangan, program ini sangat relevan untuk membantu masyarakat mempertahankan daya belinya. Kami ingin memastikan masyarakat Badung tetap bisa merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” tegasnya.

Selain uang tunai, Pemkab Badung menggandeng Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dan BPD Bali untuk memberikan potongan harga belanja Rp 50 ribu bagi warga yang membeli kebutuhan upacara di pasar bentukan pemerintah.

Baca Juga  Gubernur Koster Buka Bulan Bung Karno VII Tahun 2025: Satukan Semangat Nasionalisme dan Kearifan Lokal Bali

“Ini langkah yang sangat baik karena membantu masyarakat memenuhi kebutuhan upacara sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi. Kalau daya beli masyarakat ada, otomatis perekonomian akan bergerak. Itu salah satu tujuan utama program ini,” kata Adi Arnawa.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari kebijakan perlindungan sosial jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Skemanya akan terus disempurnakan agar bisa digunakan fleksibel saat terjadi krisis.

“Kalau terjadi keadaan luar biasa seperti pandemi, bencana, atau gejolak harga yang signifikan, bantuan ini bisa digunakan kapan saja sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak harus menunggu hari raya. Orientasinya tetap sama, yakni menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan dampak inflasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Badung Gede Eka Sudarwitha menjelaskan, peningkatan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan memicu kenaikan harga barang dan jasa yang berisiko menurunkan daya beli masyarakat.

“Hari raya keagamaan merupakan momentum yang penuh makna, tidak hanya sebagai sarana meningkatkan keimanan dan spiritualitas, tetapi juga sebagai momen kebersamaan dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat. Namun demikian, menjelang perayaan hari raya keagamaan umumnya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang diikuti dengan kenaikan harga sejumlah barang dan jasa,” ujarnya.

Sudarwitha menyebut kondisi lapangan inilah yang mendasari pemerintah daerah meluncurkan kebijakan jaring pengaman sosial. “Pemberian bantuan keuangan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga daya beli masyarakat, meringankan beban ekonomi keluarga, serta mendukung upaya pengendalian inflasi daerah. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat menyambut dan merayakan Hari Raya Galungan dengan lebih tenang, khusyuk, dan penuh sukacita,” tambahnya.

Secara hukum, program ini berpijak pada UU No. 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Perda Badung No. 8/2025 tentang APBD 2026, serta Perbup No. 39/2025 terkait tata cara hibah dan bansos.

Baca Juga  Gubernur Koster Gelar Perayaan Rahina Tumpek Wariga di Pura Pegubugan Desa Manistutu Jembrana

Data penerima telah divalidasi ketat lewat musyawarah berjenjang dari tingkat dusun hingga Dinas Sosial. Rincian sebaran penerima bantuan mencakup Kecamatan Petang (7.876 KK), Abiansemal (22.123 KK), Mengwi (24.166 KK), Kuta Utara (8.729 KK), Kuta (5.336 KK), dan Kuta Selatan (14.190 KK). (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wakil Bupati Badung Hadiri Prosesi “Nganyarin” di Pura Dalem Pingit Bongkasa

Published

on

By

pura dalem pingit
HADIRI NGANYARIN: Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri prosesi “Nganyarin“ rangkaian Karya Padudusan Agung, Ngenteg Linggih, Mapeselang, Manawa Ratna dan Tawur Pedana di Pura Dalem Pingit, Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa Abiansemal, Rabu (10/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, menghadiri prosesi Nganyarin yang merupakan bagian dari rangkaian Karya Padudusan Agung, Ngenteg Linggih, Mapeselang, Manawa Ratna dan Tawur Pedana di Pura Dalem Pingit, Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Rabu (10/6).

Kehadiran Wakil Bupati disambut hangat oleh warga setempat dan dihadiri perwakilan anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Kadis Kebudayaan Badung I Gede Sukadana, perwakilan Camat Abiansemal, Perbekel Desa Bongkasa, tokoh masyarakat I Wayan Muntra, serta para prajuru adat setempat.

Dalam sambutannya Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kebersamaan warga dalam melaksanakan upacara besar ini. Ia berharap seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan membawa kerahayuan bagi masyarakat.

“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat adalah wujud komitmen untuk meringankan beban warga dalam melaksanakan upacara utama seperti ini. Kami berharap masyarakat Banjar Tanggayuda tetap bersatu dan terus menjaga semangat gotong-royong,” ujarnya.

Sebagai wujud nyata dukungan, Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan bantuan dana hibah secara simbolis sebesar Rp 500 juta.

Sementara itu, Manggala Karya (Ketua Panitia), I Wayan Sunarta, menyampaikan terima kasih mendalam atas kehadiran Wakil Bupati beserta jajaran. Ia menjelaskan bahwa upacara utama ini digelar setelah rampungnya pemugaran fisik fisik pura secara menyeluruh.

“Upacara besar ini dapat kami laksanakan berkat selesainya pembangunan Pura Dalem Pingit, yang sebelumnya mendapat bantuan hibah dari Pemkab Badung pada tahun 2023 sebesar Rp 6 miliar lebih. Landasan bantuan itulah yang kami gunakan untuk menggelar upacara utama ini,” jelas Sunarta.

Sunarta menambahkan, persiapan karya ini telah berjalan matang sejak 28 Januari 2026. Adapun puncak karya telah sukses dilaksanakan pada 3 Juni 2026, dilanjutkan dengan prosesi mepeed-peedan dan diakhiri dengan prosesi nyineb/pengeluwuran pada Kamis (11/6). (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Surati Menkes, Mohon Penetapan Status Endemi untuk Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gladi Bersih PKB XLVIII, Bupati Adi Arnawa Apresiasi Taman Penasar Duta Badung

Published

on

By

taman penasar badung
SAKSIKAN GLADI BERSIH: Bupati Adi Arnawa disaat menyaksikan gladi bersih sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjungbiru di Balai Banjar Anyar, Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Rabu (10/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Semangat seniman muda Sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjungbiru semakin matang menjelang perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Hal itu terlihat saat mereka menggelar gladi bersih Wimbakara Taman Penasar di Balai Banjar Anyar, Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Rabu (10/6).

Penampilan penuh totalitas duta Kabupaten Badung ini memukau Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Turut hadir Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Plt. Camat Kuta Selatan I Wayan Sujaka Arianta, Lurah Tanjung Benoa I Wayan Sudiana, serta tokoh adat setempat.

Gladi bersih ini merupakan tahapan akhir sebelum mereka tampil di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center) Denpasar, yang berlangsung dari 13 Juni hingga 11 Juli 2026.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi kualitas vokal dan penguasaan materi peserta. Meski demikian, ia memberikan catatan agar ekspresi, gestur, penghayatan karakter, dan komunikasi di atas panggung lebih dihidupkan. Ianmenegaskan, pemain harus membangun komunikasi kuat dengan penonton dan sesama pemain agar pesan pementasan tersampaikan.

“Saya melihat kemampuan vokal dan penguasaan materi adik-adik sudah sangat baik. Tinggal bagaimana ekspresi, gerak, dan penghayatan itu lebih dimunculkan sehingga penampilan menjadi lebih hidup dan mampu menyentuh penonton. Jangan hanya fokus pada tembang yang dibawakan, tetapi bangun juga komunikasi dengan penonton. Ketika tampil di atas panggung, kepercayaan diri dan interaksi menjadi bagian penting yang akan memperkuat penyampaian pesan,” katanya.

Bupati juga menyoroti pentingnya pendalaman karakter bagi pemeran, walau ada evaluasi, ia optimistis peserta memiliki modal kuat untuk tampil maksimal. Karakter yang dimainkan harus benar-benar terasa. Ketika memerankan tokoh tertentu, ekspresi, intonasi suara, hingga gerak tubuh harus mampu menunjukkan identitas dan karakter dari tokoh tersebut,” ucap Adi Arnawa.

Baca Juga  Bahas Kemiskinan dan Ketahanan Pangan, Gubernur Koster Terima Utusan Khusus Presiden

Bupati mengajak momentum PKB ini dijadikan ajang membawa nama harum daerah. Diingatkan pentingnya menjaga disiplin fisik dan kesehatan menjelang hari H.

“Latihan sudah bagus, suara sudah bagus, tetapi kalau tidak disiplin menjaga kondisi tubuh, hasilnya tidak akan maksimal saat tampil nanti. Kesempatan mewakili Kabupaten Badung di PKB adalah sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan memberikan penampilan terbaik dan menunjukkan kualitas seni yang dimiliki,” ujarnya.

Adi Arnawa memberikan motivasi dan rasa optimistis yang tinggi kepada para seniman muda untuk menampilkan yang terbaik, menjaga kekompakan, disiplin berlatih, dan tetap percaya diri.

“Saya yakin dan optimis adik-adik mampu memberikan penampilan terbaik untuk Kabupaten Badung dan mampu tampil maksimal di PKB nanti serta menunjukkan bahwa Kabupaten Badung memiliki generasi muda yang kreatif, berbakat, serta berkomitmen menjaga budaya Bali,” tandasnya.

Sementara itu, Pembina sekaligus Ketua Sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjungbiru, I Wayan Citra, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan penuh peninjauan tersebut.

“Kehadiran Bapak Bupati dan Ibu menjadi motivasi serta penyemangat bagi kami. Masukan dan arahan yang diberikan tentu menjadi bekal berharga agar anak-anak kami bisa tampil maksimal dan memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Badung di ajang PKB nanti,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca