Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Gubernur Koster Luncurkan Pemberlakuan Kontribusi Wisman untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali

Wisman Belgia, Korea, Australia, Canada, USA, Inggris, Swiss, Swedia, dan Belanda Sambut Kebijakan Gubernur Koster dan Langsung Berkontribusi Melalui Aplikasi LoveBali

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi meluncurkan pemberlakuan Kontribusi Wisatawan Mancanegara untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali melalui Aplikasi 'LoveBali'. (Foto: Ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi meluncurkan pemberlakuan Kontribusi Wisatawan Mancanegara untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali melalui Aplikasi ‘LoveBali’ pada, Jumat (Sukra Umanis, Merakih), 29 Juli 2022 bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Konsul Jenderal dan Perwakilan Negara Sahabat, Kepala OJK Regional Bali, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali, Direktur Utama PT. BPD Bali, Ketua KADIN Bali, Ketua GIPI Bali, seluruh Ketua Asosiasi Pariwisata, Pimpinan Maskapai Penerbangan, hingga disaksikan oleh wisatawan dari berbagai negara yang hadir di Peninsula, Nusa Dua, Badung.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menyampaikan bahwa Pembangunan Bali diselenggarakan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Sakala-Niskala menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali sesuai dengan Prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan, yang dilaksanakan melalui Pembangunan secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Bali Era Baru, kata Gubernur Wayan Koster diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama: Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yaitu enam sumber utama kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia, yang meliputi: 1) Atma Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Atman/Jiwa; 2) Segara Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Pantai dan Laut; 3) Danu Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Sumber Air; 4) Wana Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Tumbuh-tumbuhan; 5) Jana Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Manusia; dan 6) Jagat Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Alam Semesta.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Bali United Raih Juara BRI Liga I 2021 - 2022

Nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi inilah yang diterapkan secara menyeluruh dalam berbagai aspek pembangunan Bali, sebagai gerakan perubahan untuk mengkonservasi Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali. “Gerakan ini sekaligus untuk membangun fondasi kepariwisataan Bali yang berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat,” tegas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini seraya menyatakan gerakan berupa terobosan inovatif untuk menjaga ekosistem alam yang bersih dan harmonis dilakukan dengan berbagai upaya, yaitu 1) kebijakan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018; 2) menyelenggarakan sistem pertanian organik yang diatur dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019; 3) kebijakan Bali Energi Bersih yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019; 4) penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019; dan 5) kebijakan pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020.

Dalam rangka menyelenggarakan pembangunan yang berkualitas, diperlukan Sumber Daya Manusia Bali Unggul, yang ditempuh dengan berbagai upaya, yaitu: pertama, pemenuhan pangan yang sehat dan berkualitas; kedua, pemenuhan layanan kesehatan yang berkualitas; ketiga, peningkatan akses dan kualitas pendidikan; dan keempat, menerapkan tata-titi kehidupan masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi.

Bali juga disebutkan orang nomor satu di Pemprov Bali ini memiliki kekayaan, keunikan, dan keunggulan budaya yang meliputi berbagai unsur berupa adat-istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal. Anugerah Hyang Pencipta berupa kekayaan ini harus dipelihara dengan sekuat-kuatnya melalui berbagai kebijakan untuk memperkuat dan memajukan kebudayaan Bali agar tetap kokoh dan lestari dalam menghadapi arus deras dinamika perkembangan zaman lokal, nasional, dan global. “Selain membutuhkan ekosistem alam yang sehat, sumber daya manusia yang unggul, dan budaya yang indah, penyelenggaraan kepariwisataan Bali, juga memerlukan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terkoneksi dan terintegerasi,” ungkap Gubernur Bali sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster Dukung Rencana Bupati Jembrana Kembangkan Produk Kakao dari Hulu Sampai Hilir

Saat ini, Bali masih sangat tertinggal dalam pembangunan infrastruktur dibandingkan dengan negara tetangga, sehingga kurang mampu bersaing. Oleh karena itu, saat ini, saya tengah gencar membangun infrastruktur, yaitu berupa: Jalan Shortcut yang menghubungkan Bali Utara dan Bali Selatan; Pelabuhan Segitiga Sanur-Denpasar, Pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul – Nusa Penida; dan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi. “Bersamaan dengan pembangunan itu, saya juga sedang membangun Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung dan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Kabupaten Buleleng,” jelas Gubernur Bali jebolan ITB ini yang disambut apresiasi tepuk tangan seraya menyampaikan ini merupakan pembangunan sangat monumental yang akan menjadi daya tarik pariwisata baru berkelas dunia. Bahkan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali yang sedang dibangun, dirancang melebihi 5 Tower terkenal di dunia, seperti Menara Eiffel, Tokyo Tower, Toronto Tower, Macau Tower, dan Fernsehturm Tower.

Keseluruhan upaya pembangunan Bali khususnya yang berkaitan dengan melindungi ekosistem alam yang bersih, sumber daya manusia yang unggul, budaya yang indah, dan infrastruktur yang berkualitas, benar-benar memerlukan sumber pendanaan yang memadai. Keterbatasan sumber pendanaan yang ada saat ini, memerlukan sumber pendanaan baru sesuai dengan potensi yang ada, melalui wisatawan mancanegara yang peduli dan mencintai Bali. “Itulah sebabnya, saya harus mengambil pilihan kebijakan yang paling memungkinkan, yaitu: memberlakukan kontribusi wisatawan mancanegara, yang diatur dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2020. Dimana kontribusi bersifat sukarela dalam bentuk barang atau dalam bentuk uang,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Dana kontribusi yang terkumpul, lebih lanjut disebutkan Wayan Koster akan dikelola secara profesional dengan prinsip keterbukaan dan akuntabel, yang penggunaannya akan diprioritaskan untuk pelindungan lingkungan alam, budaya, dan infrastruktur dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing penyelenggaraan kepariwisataan Bali guna melayani wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace Terima Kunjungan Dubes Negara Uni Eropa untuk Indonesia

Sejalan dengan itu, mewakili Pemerintah Provinsi Bali dan Masyarakat Bali, dengan segala kerendahan hati dan penuh rasa hormat, saya mengimbau para wisatawan mancanegara dari berbagai negara yang sungguh-sungguh menyayangi dan mencintai Bali, berkenan mendukung kebijakan ini, dengan berkontribusi secara sukarela, berapa pun besarnya. “Bali adalah milik kita bersama, milik masyarakat dunia, sepantasnya terpanggil, bergotong-royong dalam suatu tanggung jawab mulia untuk bersama-sama memelihara keindahan alam dan budaya Bali, serta keramah-tamahan masyarakatnya. Bagi yang menyayangi Bali, bagi yang mencintai Bali, saya yakin setuju untuk berkontribusi,” tutup Gubernur Wayan Koster sembari mengucapkan terima kasih.

Dengan diluncurkannya program Kontribusi Wisatawan Mancanegara (Wisman) untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali, para Wisman yang hadir di Peninsula, Nusa Dua, Badung dari negara Belgia, Korea, Australia, Canada, USA, Inggris, Swiss, Swedia, Belanda sangat menyambut kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster yang diwujudkannya dengan memberikan kontribusi secara langsung melalui aplikasi ‘LoveBali’. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Pemkot Denpasar Gelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

Tingkatkan Pengetahuan, Kompetensi, dan Motivasi

Published

on

By

Pemkot Denpasar
Pelaksanaan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Hotel Prime Plaza Sanur, Senin (08/7). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar melalui dinas pariwisata menggelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Hotel Prime Plaza Sanur, Senin (08/7) dan akan berlangsung hingga 10 Agustus mendatang. Pelaksanana kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola desa wisata. Sehingga secara berkelanjutan lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Hendaryana saat diwawancarai di sela kegiatan menjelaskan, salah satu dari kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan yaitu pemberdayaan masyarakat. Hal ini dapat mendorong terwujudnya iklim yang kondusif  bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di satu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Pengembangan desa wisata perlu didukung dengan manajemen atau pengelolaan dengan kelembagaan yang solid, fleksibel, dan sederhana serta dinamis.  Keterlibatan masyarakat lokal merupakan unsur utama dalam pengelolaan desa wisata ini,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan yang menyasar utusan desa/lurah, Pokdarwis serta organisasi pemuda peduli pariwisata ini dilaksanakan dengan menghadirkan beragam narasumber. Diantaranya, Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali Made Mendra Astawa, Institut Pariwisata dan Bisnis International dan Ketua DPD AHLI I Ketut Suabawa, Mentor Desa Wisata I Dewa Gede Wisnu Arimbawa, dan Praktisi Desa Wisata I Gusti Agung Bagus Mantra. Bahkan seluruh peserta diajak mengunjungi Desa Wisata Taro, Kabupaten Gianyar.

Hendaryana berharap, dari pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola desa wisata. Sehingga kedepannya lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Kami berharap ke depan lahir desa wisata-desa wisata yang profesional di Kota Denpasar untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Kota Denpasar dengan pengelolaan yang profesional dan berkualitas,” terangnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Minta Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih harus Selesai Akhir November 2022

Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali Made Mendra Astawa memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas semangat dan perhatian desa di Kota Denpasar untuk kemajuan pariwisata, khususnya desa wisata. Di mana, hampir sebagian besar desa/kelurahan telah memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Kami memberikan apresiasi atas komitmen Pemkot Denpasar dalam mendukung kemajuan pariwisata di masa pandemi, sehingga pelatihan ini menjadi penting untuk meningkatkan kualitas kepariwisataan yang berkelanjutan,” ujarnya. (ags/eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Terima Kunjungan Bupati Ende, Cok Ace Dukung Potensi Pengembangan Pariwisata Ende

Bupati Ende, Djafar Achmad Meminta agar Ende dapat Menjadi Sister City Bidang Pariwisata

Published

on

By

cok ace
Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati menyerahkan cinderamata kepada Bupati Ende, Djafar Achmad. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati menerima kunjungan Bupati Ende, Djafar Achmad bertempat di Ruang Tamu Wakil Gubernur Bali, Senin, Soma Wage Tambir (1/8). Kunjungan ini berkaitan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Ende dalam mengembangkan pariwisata Ende khususnya di wilayah sekitar Danau Kelimutu.

Menurut Djafar Achmad, konon ceritanya Danau Kelimutu atau danau tiga warna adalah danau yang paling indah di dunia karena kelompok Danau Kelimutu memiliki tiga buah danau yang warnanya dapat berubah. Walaupun tidak semua dan sembarang orang dapat melihatnya.

Bupati Ende menyampaikan bahwa setiap tanggal 14 Agustus masyarakat akan menggelar persembahan memberi makan roh halus yang ada di Danau Kelimutu. Upacara yang dilakukan oleh masyarakat asli Ende ini mirip dengan budaya persembahan yang ada di Bali. 

Potensi pariwisata di Ende sangat bagus. Sama seperti di Bali, Ende memiliki kekayaan alam, budaya dan sejarah yang melimpah namun pemasaran potensi wisata ini masih kurang. Oleh karena itu, Djafar Achmad meminta agar Ende dapat menjadi sister city Bali dalam mengembangkan pariwisatanya. Ia meminta agar Pemerintah Provinsi Bali dapat melirik Ende sebagai ‘beyond Bali’ untuk dapat dibuatkan paket wisatanya. “Jadi Bali adalah Hub-nya,” ujar Bupati Ende sembari menambahkan kedepannya akan ada penerbangan langsung Denpasar-Ende yang mendukung akses wisatawan dapat lebih mudah datang ke Ende.

“Kita ingin jadikan Ende sebagai wisata sejarah kebangsaan di samping wisata alam. Alam Ende memiliki kekuatan mistis, sejarah di Ende kuat khususnya pohon sukun tempat Bung Karno merenung ketika dibuang oleh pemerintah Belanda. Jadi sebenarnya Pancasila itu lahirnya bukan di Jogja atau di Jakarta tapi di Ende,” ungkap Bupati Ende.

Baca Juga  Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace Terima Kunjungan Dubes Negara Uni Eropa untuk Indonesia

Hal ini dibenarkan juga oleh Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok Oka Sukawati. Ia mengatakan bahwa potensi wisata alam, budaya dan sejarah di Ende sangat baik. Menurutnya lebih mudah menjual Danau Kelimutu karena memiliki keunikan yang tidak ada di daerah lainnya, hanya satu-satunya di dunia. “Hanya perlu dibuatkan narasi yang baik untuk menarik minat wisatawan,” ungkap Wagub yang akrab disapa Cok Ace.

Lebih lanjut Djafar Achmad meminta agar Wakil Gubernur Bali beserta Kepala Dinas Pariwisata dan industri pariwisata Bali dapat datang ke Ende untuk turut menyaksikan keindahan alam Ende serta turut hadir dalam Festival Sepekan Danau Kelimutu pada bulan Agustus ini.

Undangan ini disambut baik oleh Cok Ace. “Saya sebenarnya ingin sekali ikut hadir di festival itu, tapi tanggal 14 bertepatan sekali dengan hari jadi Pemerintah Provinsi Bali. Mungkin setelah bulan Agustus ini saya akan kesana bersama industri pariwisata Bali dan Kadispar. Saya ingin melihat potensi pariwisata apa yang menonjol disana,” ungkap Cok Ace. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Wisman Australia, Korea, Irlandia, Swiss, hingga Jepang Dukung Kebijakan Gubernur Wayan Koster Berlakukan Kontribusi Wisatawan

Keindahan Alam, Keunikan Budaya Disertai Keramahan Masyarakatnya Menjadikan Para Wisman Semakin Cinta dan Ikut Bertanggung Jawab Jaga Bali

Published

on

By

koster
Foto-foto para wisman. (Foto: Ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Pemberlakuan Kontribusi Wisatawan untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2020 melalui aplikasi ‘LoveBali’ yang diluncurkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster mendapatkan apresiasi serta dukungan positif dari Wisatawan Mancanegara (Wisman) pada, Jumat (Sukra Umanis, Merakih), 29 Juli 2022.

wisman
Asmara seorang Wisman dari Melbourne, Australia

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Asmara seorang Wisman dari Melbourne, Australia yang mengungkapkan kecintaannya terhadap budaya Bali. Saking cintanya, ia secara rutin mengunjungi Pulau Dewata ini dan sangat mendukung Bali perlu dilindungi dan dipertahankan keberlangsungan kebudayaannya. “Saya mendengar adanya Peraturan Pemerintah yang baru (Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali, red). Atas hal ini, kita turut juga bertanggung jawab terhadap kebudayaan Bali untuk memastikan kelestariannya, sehingga ke depan Kita bisa mengunjungi Bali secara terus menerus,’’ ujar Asmara seraya menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi Bali.

wisman

Mark dari Melbourne, Australia juga menyatakan Bali merupakan destinasi wisata yang sangat disenanginya. “Saya sudah datang untuk kelima kalinya ke Bali. Saya sangat cinta dengan Bali, ikarenakan keunikan kebudayaannya, keindahaan alamnya serta lingkungannya yang alami. Semua orang di sini sangat baik dan menyenangkan. Saya setuju dengan program Pemerintah Provinsi Bali tentang Kontribusi Wisatawan untuk melindungi kebudayaan dan alam Bali,” kata Mark sembari menyatakan alasan saya setuju, karena kami cinta Bali, orang Australia cinta Bali, kami senang datang ke Bali dan kami akan terus datang kembali ke Bali.

wisman

Hiroyuki, Wisman asal Jepang memberikan dukungan terhadap program baru Pemerintah Provinsi Bali tentang Kontribusi Wisatawan untuk melindungi alam dan budaya Bali. “Jadi Kami akan memberitahu kolega dan teman Kami tentang peraturan baru ini. Terima kasih,” kata Hiroyuki.

Baca Juga  Gubernur Koster Minta Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih harus Selesai Akhir November 2022
wsiman

Kevin Wisman asal Swiss menyebutkan kehadirannya di Bali sudah dua minggu dan ia sangat menyadari jika alam dan budaya Bali perlu dilestarikan, karena keberlangsungan pariwisata di Bali sangat tergantung pada kebudayaannya. “Jadi Saya setuju dengan program Pemprov Bali untuk mengundang seluruh pihak agar bertanggung jawab melestarikan kebudayaan dan alam Bali,” ungkap Kevin dengan nada setuju seraya menyatakan Kami sangat mencintai Bali, Kami menikmati Bali beserta masyarakatnya, dan mencintai staf hotel dan semua orang di Bali, jadi Kita harus menjaga Bali ini.

wisman

Andrew dari Irlandia yang berlibur ke Bali bersama pacarnya mengatakan telah menemukan kebudayaan yang unik dan kaya yang tidak bisa Kami temukan di negara Kami. Kami sangat menikmati hari-hari Kami di Bali. Karena itu, Kami setuju mendukung program Pemerintah Provinsi Bali tentang pelindungan alam dan kebudayaan Bali. Karena ini sangat penting untuk keberlangsungan Bali. “Dimana kita berada, Kita harus menjaga kebudayaan dan alam ini, termasuk di Bali, sehingga Bali tidak kehilangan rohnya. Saya cinta Bali, Saya dukung Bali dan Saya akan kembali lagi ke Bali untuk menikmati kebudayaan Bali,” cetus Wisman asal Irlandia ini.

wisman

Dukungan terhadap kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali juga mengalir dari Wisman asal Korea, Wei Kim. “Saya sangat mendukung program Pemerintah Provinsi Bali tentang Kontribusi Wisatawan ini. Saya akan memberitahu semua masyarakat Korea untuk mengikuti program yang baru ini. Kami berharap yang terbaik untuk pariwisata Bali di masa mendatang,” harap Wie Kim.

wisman

Wisman Australia, Hilmisua pula menyatakan kecintaannya terhadap Bali dan ia tercatat sebagai wisatawan yang sudah dua kali berlibur ke Bali, karena kecintaanya terhadap Bali. “Bali sangat aman dan mempunyai kebudayaan yang unik, tempat yang indah dan banyak lagi. Saya mendengar Pemprov Bali mempunyai program untuk mengundang semua pihak terutama wisatawan untuk berkontribusi melindungi kebudayaan dan alam Bali. Saya pikir sebagai wisatawan Kita mempunyai peranan untuk berkontribusi menjaga Bali. Sehingga Bali tetap menjadi Bali dan Kita bisa kembali lagi ke Bali,” ujar Hilmisua.

Baca Juga  Toast Kopi Tanpa Gula Isi Arak, Sambut Jurnalis dan Travel Agent Australia di Jayasabha
wisman

Sebagai Wisman asal Australia, Dean sudah tujuh kali mengunjungi Bali. Saya sangat senang melihat Pulau Bali sudah berangsur kembali normal pasca Covid-19, sebelumnya Saya sangat sedih melihat Bali ditutup. “Bali sangat terkenal dengan keramahan penduduknya dan itu perlu dijaga, terutama kebudayaanya. Kita tahu kebudayaan Bali sangat unik dan berbeda dengan kebudayaan lainnya di Indonesia. Agama Hindu sebagai agama yang utama di sini terus menunjukan masyarakat yang suka menolong dan ramah. Jadi Saya sangat mendukung program Pemprov Bali, karena kebudayaan dan alam Bali memang perlu dijaga. Tidak hanya alam dan kebudayaan, agama Hindu juga perlu dijaga,” tegas Dean.

Wisman Australia lainnya, Melisa pula menyadari alam dan budaya Bali harus dilestarikan, karena pariwisata Bali sangat tergantung pada kebudayaan itu sendiri. “Saya apresiasi program Pemprov Bali untuk mengundang wisatawan berkontribusi menjaga budaya dan alam Bali. Saya sangat mendukung karena saya cinta Bali,” ujar Melisa.

Selama 27 Tahun, Claer yang merupakan seorang Wisman asal Australia telah mengunjungi Bali, karena kecintaannya terhadap Pulau Bali. Untuk itulah, Saya ingin memberitahu semua tentang program Pemprov Bali ini agar wisatawan turut berkontribusi menjaga alam dan budaya Bali. “Anda bisa turut membantu pemerintah dalam menjaga alam Bali dengan cara berdonasi seiklas anda untuk masa depan tempat yang Kita cintai bersama ini. Saya dukung program ini, dan saya kira ini adalah ide yang sangat bagus,” apresiasi Claer terhadap Pemprov Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca