Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Gubernur Koster Manfaatkan Hari Libur Sidak Vaksinasi di Puskesmas Karangasem

BALIILU Tayang

:

de
SIDAK: Gubernur Bali Wayan Koster sidak vaksinasi di sela-sela hari liburnya, pada, Minggu (Redite Keliwon Pujut) tanggal 9 Mei 2021 di Kabupaten Karangasem.

Karangasem, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster terus memantau pelaksanaan vaksinasi di Pulau Bali. Setelah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak, red) terhadap pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Bangli pada, Sabtu (Saniscara Wage Medangsia) tanggal 8 Mei 2021, orang nomor satu di Pemprov Bali ini kemudian melanjutkan kegiatan sidak vaksinasi tersebut di sela-sela hari liburnya, pada, Minggu (Redite Keliwon Pujut) tanggal 9 Mei 2021 di Kabupaten Karangasem.

Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa, serta Kadis Kesehatan Kabupaten Karangasem, Gusti Bagus Putra Pertama, Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut menyasar 2 lokasi vaksinasi, yakni di Puskesmas Karangasem I dan Puskesmas Bebandem.

Dalam sidaknya, mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini mencatat pelaksanaan vaksinasi di 2 Puskesmas Karangasem ini sudah berjalan lancar dan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Namun untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Karangasem, Wayan Koster meminta kepada Gede Dana untuk menggencarkan vaksinasi berbasis banjar. “Karena vaksinasi berbasis banjar ini dinilai telah berjalan tertib, tidak terjadi kerumunan, serta warga yang divaksin bisa diselesaikan dalam waktu yang cepat dan terukur targetnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Gubernur Bali jebolan ITB ini mengingatkan kepada Bupati Karangasem, agar kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan wajib menyasar kelompok masyarakat yang meliputi lansia, masyarakat perkotaan, hingga pelayan publik (petugas keamanan, pegawai pemerintah, petugas transportasi, pelaku pariwisata, pasar swalayan, pedagang pasar, tenaga pendidik, pegawai Bandara Ngurah Rai, pegawai pelabuhan, pegawai perbankan, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, atlet, dan wartawan, red).

Mendengar hal tersebut, Bupati Karangasem, I Gede Dana bersama Wabup Wayan Artha Dipa, dan Kadiskes Karangasem, Gusti Bagus Putra Pertama melaporkan kepada Gubernur Bali bahwa pelaksanaan vaksinasi berbasis banjar ini telah dilaksanakannya di Kabupaten Karangasem, lengkap dengan menugaskan 2 orang OPD Karangasem untuk bertanggung jawab di setiap Pos Vaksinasi.

Baca Juga  Update Covid-19 (27/4) di Bali, Total Kasus Sembuh Capai 94,06 Persen

“Kemudian kami laporkan cakupan vaksinasi per tanggal 8 Mei 2021 untuk vaksinasi dosis ke-2, dimana sudah mampu menyasar lansia sebanyak 8,1%, cakupan vaksinasi petugas publik mencapai 66,1%, dan cakupan vaksinasi SDMK sudah mencapai 119,8%,” jelasnya.

Sementara khusus untuk pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Karangasem I pada tanggal 9 Mei 2021, dilaporkan bahwa sebanyak 106 orang yang teregistrasi untuk menjalani vaksinasi, kemudian ada 104 orang yang berhasil divaksin, dan lagi 2 orang tidak bisa mengikuti vaksin akibat memiliki penyakit penyerta (Komorbid, red).

“Sedangkan di Puskesmas Bebandem sebanyak 129 orang yang teregistrasi, kemudian ada 123 orang yang sukses menjalani vaksinasi, dan lagi 6 orang tidak bisa mengikuti vaksin akibat memiliki penyakit penyerta,” kata Kadiskes Karangasem, Gusti Bagus Putra Pertama saat mendampingi Gubernur Koster dan Bupati Gede Dana dalam sidak vaksinasi.

Sebagai penutup, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini tidak henti-hentinya menegaskan bahwa pencapaian target vaksinasi sangat tergantung dengan jumlah vaksin yang dialokasikan Pemerintah Pusat untuk Bali, mengingat ketersediaannya yang terbatas.

“Untuk itu, saya berupaya keras agar Bali mendapat alokasi yang mencukupi untuk mempercepat pembentukan kekebalan komunitas guna mencegah penularan Covid-19.  Pencapaian ini sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat dalam rangka pemulihan perekonomian dan pariwisata di Bali,” pungkasnya. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Kasus Aktif 565 Orang, Pasien Sembuh Bertambah 88 Orang

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Kasus Meninggal Nihil

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Kasus Positif Bertambah 2 Orang, Kasus Aktif 54 Orang

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca