Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Perluas Zone Hijau, Wabup Suiasa: Vaksinisasi Pakai Strategi Gelombang Air Laut

BALIILU Tayang

:

de
RAKOR: Wabup Suiasa saat memimpin pelaksanaan rapat koordinasi dengan 23 Kepala Lingkungan se-Kelurahan Kerobokan Kaja di Kantor Lurah Kerobokan Kaja, Minggu (9/5).

Badung, baliilu.com – Dalam rangka memperluas cakupan zona hijau di wilayah Badung, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa tidak kenal lelah mengajak masyarakat untuk menyukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Bahkan tidak tanggung-tanggung, walau dalam suasana hari libur, Wabup Suiasa terjun langsung memimpin pelaksanaan rapat koordinasi dengan 23 Kepala Lingkungan se-Kelurahan Kerobokan Kaja bertempat di Kantor Lurah Kerobokan Kaja, Minggu (9/5).

Dalam rapat tersebut, Wabup Suiasa yang didampingi Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta dan Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana secara tegas mengajak masyarakat melalui kepala lingkungan di Kelurahan Kerobokan Kaja untuk berperan aktif dalam mendukung kesuksesan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Dalam rangka pelaksanaan vaksinasi kita mengedepankan gerak cepat dan akurat. Kita tidak ingin buang waktu karena dari sisi vaksin kita jaga masa expirednya. Kendatipun tenaga vaksinator kita sangat payah, namun jangan kita ada jeda, mesinnya jangan lagi didinginkan. Ibarat diesel makin panas makin kenceng,” tegas Suiasa.

Suiasa berkeyakinan bila semakin cepat dilaksanakan vaksinasi akan menimbulkan kondisi yang kondusif dan aman di tengah masyarakat sehingga dengan demikian angka penyebaran Covid-19 bisa ditekan seminimal mungkin. “Sedapat mungkin kita bisa secepatnya wujudkan Badung zona hijau di 3 kecamatan yang jadi basic pariwisata yakni Kecamatan Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan. Untuk diketahui bersama Badung sudah menyukseskan pelaksanaan vaksinasi di zona hijau yang ditetapkan pemerintah pusat meliputi Nusa Dua Benoa, Tanjung Benoa, Jimbaran dan Tuban,” ujarnya.

Selebihnya Suiasa menyampaikan dalam jangka menengah pihaknya akan mempercepat pelaksanaan vaksinasi di daerah penyangga zona hijau Kuta Selatan di antaranya Pecatu, Kutuh, Ungasan dan untuk Kecamatan Kuta terdiri dari Kuta, Legian, Seminyak dan Kedonganan. Wilayah ini sudah selesai untuk dosis 1 dan akan masuk ke dosis 2 dalam waktu dekat. Selanjutnya akan dilebarkan ke Kuta Utara dan sudah kick off mulai dari Dalung dan Tibubeneng. ‘’Dan hari ini sudah kita mulai di Canggu juga. Kita gunakan strategi gelombang air laut. Kita tidak menunggu gelombang pertama pecah baru kita buat gelombang baru, jadi baru separo aja kita sudah buat gelombang baru lagi,” tegasnya.

Baca Juga  Kontes dan Pameran Bonsai di Pecatu, Suiasa Apresiasi Komitmen Generasi Muda Tingkatkan Perekonomian

Sedangkan untuk vaksin yang digunakan, Wakil Bupati mengklaim ada 3 jenis vaksin di Kabupaten Badung yakni Biofarma, Sinovac dan Astrazeneca sesuai yang dijatahkan oleh pemerintah pusat. Untuk itu pihaknya meyakinkan masyarakat bahwa vaksin merek apa pun fungsinya sama yang membedakan hanya efeknya saja sesuai kondisi tubuh masing-masing. “Justru vaksin itu harus ada efeknya bagi tubuh penerima yang menandakan tubuh kita melakukan penyesuaian atas virus baru yang masuk ke dalam tubuh. Yang jelas ini tidak ada persoalan apa-apa dan sudah berjalan dengan baik. Maka jangan biarkan masyarakat terpengaruh oleh satu jenis merk vaksin,” imbuhnya.

Sementara itu, seusai mendengarkan pengarahan dari Wabup Suiasa, Lurah Kerobokan Kaja I Ketut Santika menyatakan kesiapannya dalam mendukung kegiatan vaksinasi yang akan dilaksanakan di wilayahnya pada 11 dan 12 Mei mendatang. “Intinya di Kerobokan Kaja ini masyarakat siap divaksin pada tanggal 11 dan 12 Mei dengan mengambil lokasi di SD 1 Kerobokan Kaja, SD 2 Kerobokan Kaja dan GOR Purna Krida. Berdasarkan data yang kami pegang kurang lebih ada 10 ribu masyarakat Kerobokan Kaja yang siap divaksin,” jelas Santika. (bt)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Naik Motor, Wabup Suiasa Bersama Forkopimda Cek Pos PAM Lebaran dan Tempat Wisata

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  BKPSDM Badung Tindaklanjuti Surat Kemendagri tentang Penyederhanaan Birokrasi, Batas Akhir Juni 2021

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Kontes dan Pameran Bonsai di Pecatu, Suiasa Apresiasi Komitmen Generasi Muda Tingkatkan Perekonomian

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca