Tuesday, 23 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Wayan Koster dan Tjok. Oka Sukawati Tutup Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023

99% Desa & Desa Adat di Bali Kompak Menggelar Bulan Bahasa Bali untuk Memuliakan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Gede Arya Sugiartha secara resmi menutup Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar pada, Selasa (Anggara Kliwon, Tambir) 28 Februari 2023. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Gede Arya Sugiartha secara resmi menutup Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 yang bertema ‘‘Segara Kerthi Campuhan Urip Sarwa Prani’’ ditandai dengan membunyikan suara genta yang sekaligus menjadi penanda pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VI akan segera berlangsung di Tahun 2024 dengan tema ‘‘Jana Kerthi Dharma Sadhu Nuraga’’ di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar pada, Selasa (Anggara Kliwon, Tambir) 28 Februari 2023.

Gubernur Wayan Koster dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Bali hingga Pemerintah Kabupaten/Kota, Bendesa Adat, Perbekel, Lurah, Kepala Sekolah di seluruh Provinsi Bali yang telah menyelenggarakan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023. Hal ini sebagai bukti bahwa seluruh komponen masyarakat di Bali semakin bersatu melaksanakan dan melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai bahasa Ibu sesuai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Saya perlu menegaskan, bahwa dari 38 Provinsi di Indonesia, hanya Provinsi Bali yang memiliki kebijakan untuk melaksanakan Bulan Bahasa Bali setiap tahunnya. Jadi, ini adalah wujud nyata Pemerintah Provinsi Bali untuk memuliakan Bahasa Bali sebagai Bahasa Ibu-nya Krama Bali, apalagi di dalam Bahasa Bali terdapat tata krama dan makna yang sangat mendalam. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali akan terus berupaya melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali agar tidak punah, dengan cara terus melestarikan keberadaannya.

Dalam kesempatannya, Murdaning Jagat Bali, Wayan Koster mengajak semua masyarakat Bali untuk menjadikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai laku kehidupan Krama Bali sehari-hari. Gunakanlah Bahasa Bali di rumah, sekolah atau di tempat umum. Jangan malu berbahasa Bali. Saya juga mengingatkan masyarakat Bali, terutama Yowana atau generasi muda untuk terus belajar berbahasa Bali, jangan malu mengucapkannya sehari-hari.

Baca Juga  Bank Dunia Temui Gubernur Wayan Koster di Jayasabha

“Saat pelaksanaan Presidensi G-20 di Bali tahun lalu, para Pemimpin Negara menggunakan bahasa dari negara mereka masing-masing, begitu juga dengan Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo. Ini menunjukkan kita semua sejajar, begitu pun dengan Bahasa Bali, agar terus kita tunjukkan bahwa kita juga sejajar dengan yang lain,” tegas Gubernur Wayan Koster yang telah mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

koster
Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan piagam penghargaan kepada salah satu pemenang lomba Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023. (Foto: ist)

Gubernur Bali lebih lanjut memberikan gambaran, bahwa ke depan di dalam percaturan global antar-negara akan ada persaingan ketat dan kompetitif. Seluruh negara akan memproteksi diri, baik di bidang politik, ekonomi maupun di bidang sosial budayanya masing-masing. Itulah sebabnya, Saya menyadari kita harus berupaya keras memproteksi Bali, termasuk Bahasa Bali. “Saya ingin Bali agar survive dan eksis sepanjang masa dengan memiliki kualitas dan daya saing, demi masa depan anak cucu kita di Bali,” tegas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini yang disambut tepuk tangan.

Mengenai pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023, Gubernur Bali menyebut pelaksanaannya jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Jika dibandingkan pada pelaksanaan yang pertama di Tahun 2019, dan kedua di Tahun 2020 saat itu partisipasinya tidak menyeluruh seperti saat ini, apalagi di tahun 2021 hingga 2022 saat pandemi Covid-19 melanda. Tahun ini kelihatan sangat hidup, hampir semua Desa dan Desa Adat serta Kelurahan melaksanakannya.

Saya benar-benar merasa bahagia melihat video-video tentang penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali di desa-desa, kemudian ada anak-anak yang nyurat Bahasa Bali di lontar, ada yang berpidato berbahasa Bali sampai mereka berdebat dengan menggunakan bahasa Bali. Bahkan yang mengikuti Bulan Bahasa Bali ini tidak hanya masyarakat Bali yang beragama Hindu, namun juga ada umat beragama yang lainnya. Karena memang ini (Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali) bukan agama, apapun agamanya kita sama-sama menjalankan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali di Bali.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster Tutup Bulan Bung Karno IV Tahun 2022

Untuk diketahui bersama, bahwa pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023, tercatat sebanyak 1.472 dari 1.493 Desa Adat di Bali atau 98,5% yang telah menyelenggarakan Bulan Bahasa Bali. Sementara untuk tingkat desa, hanya 5 desa dari total keseluruhan 636 desa yang belum melaksanakan Bulan Bahasa Bali, sehingga sebanyak 99% desa adat dan desa di Bali telah melaksanakan Bulan Bahasa Bali. Kemudian di tingkat kelurahan, dari total 80 kelurahan, 48 yang sudah melaksanakan dan sisanya lagi 29 kelurahan yang belum melaksanakan.

“Untuk itu, kepada Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali untuk mendata dan menanyakan pihak- pihak yang belum melaksanakan Bulan Bahasa Bali,” tegasnya sembari menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi menyukseskan pelenggaraan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023, dan dijawab oleh masyarakat yang hadir di Gedung Ksirarnawa dengan kompak memekikkan suara ‘Merdeka, Merdeka, Merdeka’ dihadapan Gubernur Wayan Koster.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Gede Arya Sugiartha melaporkan bahwa pelaksanaan Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 telah berjalan selama sebulan yang diwarnai dengan berbagai kegiatan. Pertama, saat acara pembukaan Bulan Bahasa Bali V dilakukan acara Utsawa (Festival) Nyurat Lontar dan Mengetik Aksara Bali di komputer dengan menggunakan keyboard Aksara Bali yang diikuti sekitar 200 peserta SMA/SMK; Kedua, Bulan Bahasa Bali V dimeriahkan dengan berbagai lomba yang berjumlah 18 lomba dan diikuti oleh perwakilan Kabupaten/Kota. Lomba tersebut seperti, lomba komik online dan fotografi yang disiarkan di sosial media, lomba drama Bali modern, musikalisasi puisi hingga gending rare yang diikuti 981 anak-anak dan Yowana; Ketiga, melaksanakan Widyatula (seminar) dan bedah lontar yang mendapatkan sambutan luar biasa, tidak hanya disambut baik oleh masyarakat Bali di Bali, namun juga disambut oleh masyarakat di luar Bali, karena diselenggarakan secara virtual dengan jumlah peserta sebanyak 450 orang.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster ‘’Mendem Pedagingan’’ di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek

Selanjutnya, Keempat, melaksanakan Kriyaloka (workshop) dengan jumlah peserta 200 orang; Kelima, menyelenggarakan Panggung Apresiasi Seni Sastra yang diikuti oleh empat sanggar; Keenam, menyelenggarakan Pameran Fotografi bertemakan “Sangaskara Segara Jana Bali” yang mendapat kunjungan sebanyak 278 orang; dan Ketujuh, melaksanakan Konservasi Lontar atau perawatan lontar yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Bali dan dalam pelaksanaannya dilakukan oleh staf Dinas Kebudayaan Provinsi Bali bersama Penyuluh Bahasa Bali. Tercatat dalam sebulan pelaksanaannya, terdapat 1.400 lontar yang dikonservasi. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tingkatkan Keselamatan Penerbangan, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Tingkatkan Sinergi dengan Stakeholder Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

layang
TERIMA KOMANDAN LANUD: Pj. Gubernur Mahendra Jaya saat menerima Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Stakeholder Bandara Ngurah Rai, dan perangkat daerah terkait di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (22/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penjabat (Pj) Gubernur Bali SM Mahendra Jaya, menegaskan akan segera mengambil langkah strategis guna menghindari terulangnya peristiwa helikopter jatuh akibat lilitan tali layangan belum lama ini.

Hal ini tercetus saat Pj. Gubernur menerima Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Stakeholder Bandara Ngurah Rai, dan perangkat daerah terkait di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (22/7).

Pj. Gubernur menekankan kembali Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2000 tentang Larangan Menaikkan Layang-layang dan Permainan Sejenis di Bandar Udara Ngurah Rai dan sekitarnya.

“Tentu ini akan kita sosialisasikan dengan lebih intensif lagi, melibatkan kabupaten/kota dan desa adat serta Satpol PP. Bahwa sudah ada aturan mengenai dimana, pada ketinggian berapa, dan kapan boleh menaikkan layangan,” tandasnya.

Mahendra Jaya mengakui bahwa layang-layang merupakan bagian dari kearifan lokal, budaya yang mengakar dan bahkan menjadi daya tarik pariwisata di Bali. Namun, ia menjelaskan bahwa keselamatan penerbangan dan nyawa manusia harus menjadi prioritas.

“Penting untuk dilakukan tindakan pencegahan, dan ditekankan bahwa hanya di tempat-tempat tertentu saja yang dilarang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh pihak terkait berkomitmen untuk melakukan sinergi guna mencegah hal yang sama terulang kembali.

Sebagai informasi, Perda Nomor 9 Tahun 2000 Pasal 2 ayat 1 menyebutkan larangan menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah dalam radius 5 mil laut atau 9 kilometer dari bandar udara. Selanjutnya, dalam ayat 2 disebutkan dilarang menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah di antara radius 5 mil laut atau 9 kilometer sampai dengan 10 mil laut atau 18 kilometer dengan ketinggian melebihi 100 meter atau 300 kaki. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster, Gubernur Bank Indonesia dan Menpan-RB Buka Bali Digifest II

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Produksi Lele Capai 339,1 Ton, Pemkot Denpasar Dorong Peningkatan Kelompok Budidaya

Published

on

By

lele
Kepala Dinas Perikanan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangasa. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perikanan Kota Denpasar terus mendorong peningkatan kelompok budidaya yang ada. Dari langkah dan upaya yang telah dilakukan, Dinas Perikanan Denpasar mencatat produksi ikan lele mencapai 339,1 ton pada tahun 2023 lalu.

“Produksi jenis ikan air tawar ini akan terus digenjot sehingga untuk mencukupi konsumsi masyarakat di Kota Denpasar,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangasa, yang ditemui di Denpasar, Senin (22/7).

Lebih lanjut dikatakan, kebutuhan konsumsi masyarakat di Kota Denpasar membutuhkan 8 ton ikan per harinya untuk dikonsumsi. Sementara untuk produksi baru 50 persennya atau sekitar 4 ton per hari. Sisa kebutuhan tersebut selama masih disuplai dari luar kota atau provinsi. Seperti Banyuwangi, Jawa Timur yang masuk melalui Kedonganan.

Untuk itu beragam upaya dilakukan untuk menggejot produksi. Salah satunya mendorong terbentuknya kelompok budidaya lele dan nila. Terlebih hal ini dalam pelaksanaan produksi ikan lele tidaklah sulit dan tidak membutuhkan lahan besar. Sehingga memberikan peluang bagi masyarakat, terlebih serapannya di Denpasar juga cukup tinggi.

“Selain lele, prokduksi ikan di Kota Denpasar ada dari perairan tangkap yang mencapai 3 ton per hari. Kemudian ada pula kerapu yang ada di Serangan. Produksi ikan kerapu inipun akan digenjot dengan menumbuhkan kelompok pembudidaya di wilayah tersebut,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Wayan Koster Tutup Bulan Bung Karno IV Tahun 2022
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkot Komit Cegah dan Tangani Kasus Stunting

Pemkot Denpasar Rancang Rencana Aksi Percepatan Penurunan Stunting

Published

on

By

wawali
PIMPIN RAPAT: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin rapat rencana aksi percepatan penurunan stunting di Kota Denpasar, Senin (22/7) bertempat di Gedung Wanita Santhi Graha. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen dalam mencegah dan menangani kasus stunting di Kota Denpasar. Pada Senin (22/7) bertempat di Gedung Wanita Santhi Graha, Pemkot Denpasar menggelar rapat rencana aksi percepatan penurunan stunting yang dipimpin Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Candrawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar, IGA Sri Wetrawati, Perbekel/Lurah, OPD terkait, serta stakeholder lainnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar melalui OPD dan seluruh stakeholder terkait terus menggencarkan upaya pencegahan stunting berkelanjutan. Hal tersebut sebagai upaya mewujudkan Kota Denpasar bebas stunting.

“Sebelumnya dari data kegiatan intervensi serentak yang dilaksanakan di seluruh Desa/Kelurahan di Kota Denpasar terdapat 450 kasus stunting. Karenannya, berbagai upaya terus digalakkan, mulai dari optimalisasi peran posyandu hingga jemput bola dengan door to door di kediaman masyarakat,” ujar Wawali Arya Wibawa.

Lebih lanjut Wawali Arya Wibawa yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Denpasar menyampaikan, bahwa penanganan stunting sebagai program nasional harus ditindaklanjuti secara serius. Hal ini sebagai upaya mewujudkan Denpasar bebas stunting. Komitmen yang kuat sangat penting dalam mengerahkan upaya penurunan stunting di Kota Denpasar dengan upaya intervensi yang konvergen.

Langkah tersebut meliputi intervensi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung, dan intervensi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.

Hal ini, berkaitan dengan balita yang mengalami stunting akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan. Sehingga penanganannya harus lebih fokus melalui pendekatan keluarga dengan menyasar remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster Buka Rembug Nasional dan Rapat Pengurus Pusat Pleno Ke-1 APTISI

“Dalam pertemuan ini nantinya dapat melakukan perumusan pencegahan stunting dari tahapan pra nikah, menikah, hingga ketika sudah punya anak. Serta harus ditingkatkan akselerasi agar zero stunting, termasuk optimalisasi program posyandu serta jemput bola pendataan dengan menyasar masyarakat, dan kami mengajak semua pihak, baik OPD, perbekel/lurah, keluarga hingga masyarakat umum ikut andil untuk terus menggelorakan cegah stunting,” ujarnya.

Kepala DP3AP2KB Kota Denpasar IGA Sri Wetrawati menjelaskan, dari hasil kegiatan intervensi serentak menyasar sebanyak 23.311 balita. Dari kegiatan tersebut terdapat sebanyak 450 kasus stunting dengan persentase sebanyak 1,9 persen.

“Dari jumlah tersebut tercatat 273 kasus ber KTP Denpasar dan sebanyak 177 kasus non ber-KTP Denpasar. Kami juga mengimbau untuk masyarakat khususnya para ibu-ibu yang memiliki balita, di bulan Agustus mendatang agar membawa anaknya yang  balita hadir ke posyandu terdekat karena ada bulan vitamin A,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Candrawati mengatakan, beragam upaya telah dilaksanakan, dimulai dari pendataan sasaran Balita dan Ibu Hamil, Kick Off Posyandu Intervensi penanganan stunting. Di samping itu dilakasanakan kegiatan sweeping dengan menyasar Balita dan Ibu Hamil yang tidak hadir pada Posyandu serentak, serta pendampingan dari Dokter Spesialis dengan menyasar seluruh Puskesmas secara bertahap.

“Semoga dengan beragam upaya ini stunting di Kota Denpasar dapat ditangani dengan baik, dan kami mengajak masyarakat yang memiliki Balita dan Ibu Hamil untuk aktif mengikuti kegiatan Posyandu sebagai upaya dini dalam mencegah stunting,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca