Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Wayan Koster Serahkan Hadiah Lomba Ogoh-ogoh Se-Bali

Gubernur Koster Diapresiasi Yowana Se-Bali Berkomitmen Gelar Lomba Ogoh-ogoh Sebagai Wadah Pelestarian Seni dan Budaya Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Bali Wayan Koster saat menyerahkan hadiah Lomba Ogoh-ogoh se-Bali Tahun 2023 di tingkat Kabupaten/Kota se-Bali pada, Kamis (Wraspati Paing, Prangbakat) 6 April 2023 di Jayasabha, Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster ‘diapplause’ tepuk tangan oleh ratusan Yowana Desa Adat se-Kabupaten/Kota di Bali, karena komitmennya memperhatikan kreativitas para pemuda di Bali dengan memberikan wadah berkesenian dan berkebudayaan melalui kegiatan Lomba Ogoh-ogoh se-Bali Tahun 2023, serangkaian Hari Suci Nyepi, Tahun Caka 1945.

Apresiasi dan ‘applause’ tepuk tangan tersebut disampaikan, saat Gubernur Bali Wayan Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menyerahkan hadiah Lomba Ogoh-ogoh se-Bali Tahun 2023 di tingkat Kabupaten/Kota se-Bali pada, Kamis (Wraspati Paing, Prangbakat) 6 April 2023 di Jayasabha, Denpasar, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, Kepala Dinas PMA Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof. Dr. Wayan ”Kun ” Adnyana, Majelis Desa Adat Provinsi Bali, dan PHDI Provinsi Bali.

Masing-masing pemenang Lomba Ogoh-ogoh se-Bali Tahun 2023 di tingkat Kabupaten/Kota untuk Juara I meraih Piagam dan Uang sebesar Rp. 50 Juta, Juara II meraih Piagam dan Uang sebesar Rp. 35 Juta, dan Juara III meraih Piagam dan Uang sebesar Rp. 25 Juta.

ogoh
Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama para pemenang Lomba Ogoh-ogoh se-Bali Tahun 2023 di tingkat Kabupaten/Kota se-Bali pada, Kamis (Wraspati Paing, Prangbakat) 6 April 2023 di Jayasabha, Denpasar. (Foto: ist)

Penyerahan hadiah tersebut diberikan dari : 1) Kabupaten Badung kepada ST. Dharma Pertiwi dari Banjar Kauh Pecatu, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan sebagai Juara I, ST. Widya Dharma dari Banjar Tengah Pecatu, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan sebagai Juara II, dan ST. Eka Bhuana Tunggal Budi Kangin dari Banjar Seminyak Kangin, Desa Adat Seminyak, Kecamatan Kuta sebagai Juara III; 2) Kabupaten Bangli kepada ST. Wisnu Sedana dari Banjar Malet Gusti, Desa Adat Penglumbaran, Kecamatan Susut sebagai Juara I, ST. Murdha Citta dari Banjar Demulih, Desa Adat Demulih, Kecamatan Susut sebagai Juara II, dan ST. Mekar Sari dari Banjar Kalanganyar, Desa Adat Merta, Kecamatan Tembuku sebagai Juara III; 3) Kabupaten Buleleng kepada ST. Tunas Teratai Tanjung Mekar dari Banjar Kajakangin-Ceblong, Desa Adat Sudaji, Kecamatan Sawan sebagai Juara I, ST. Giri Kusuma dari Banjar Giriloka, Desa Adat Pancasari, Kecamatan Sukasada sebagai Juara II, ST. Eka Stana dari Banjar Kubuanyar, Desa Adat Pacung, Kecamatan Tejakula sebagai Juara III; 4) Kota Denpasar kepada ST. Dwi Putra dari Banjar Tegal Agung, Desa Adat Denpasar, Kecamatan Denpasar Timur sebagai Juara I, ST. Yowana Werdhi dari Banjar Batan Buah, Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur sebagai Juara II, dan ST. Dharma Subhiksa dari Banjar Sasih, Desa Adat Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan sebagai Juara III.

Baca Juga  Komisi VIII DPR RI dan Pusat Serahkan Bantuan, Gubernur Koster dan Warga Bali Sampaikan Terima Kasih

Selanjutnya, 5) Kabupaten Gianyar kepada ST. Eka Budi Kusuma Giri dari Banjar Pengembungan, Desa Adat Tri Eka Citta, Kecamatan Tampak Siring sebagai Juara I, ST. Widya Dhri Sedana dari Banjar Payangan, Desa Adat Payangan Desa, Kecamatan Payangan sebagai Juara II, dan ST. Dharma Kencana dari Banjar Punusuan, Desa Adat Tegalalang, Kecamatan Tegalalang sebagai Juara III; 6) Kabupaten Jembrana kepada ST. Kembang Sari dari Banjar Banyubiru, Desa Adat Banyubiru, Kecamatan Negara sebagai Juara I, ST. Guna Widya dari Banjar Kertha Budaya Pancardawa, Desa Adat Kerta Jaya Pendem, Kecamatan Jembrana sebagai Juara II, dan ST. Swastika Karya dari Banjar Swastika, Desa Adat Pangyangan, Kecamatan Jembrana sebagai Juara III; 7) Karangasem kepada ST. Yowana Panji Saraswati dari Banjar Sangkan Aji, Desa Adat Sukahat, Kecamatan Sidemen sebagai Juara I, ST. Yowana Santhi dari Banjar Adat Belong, Desa Adat Karangasem, Kecamatan Karangasem sebagai Juara II, dan ST. Yowana Darma Kriya dari Banjar Tengah, Desa Adat Bebandem, Kecamatan Bebandem sebagai Juara III.

Kemudian, 8) Kabupaten Klungkung kepada ST. Satya Dharma dari Banjar Tengah, Desa Adat Dawan Klod, Kecamatan Dawan sebagai Juara I, ST. Dharma Yowana dari Banjar Adat Tusan, Desa Adat Tangkas, Kecamatan Klungkung sebagai Juara II, dan ST. Panji Saraswati dari Banjar Budaga, Desa Adat Budaga, Kecamatan Klungkung sebagai Juara III; dan 9) Kabupaten Tabanan kepada ST. Putra Para Jana Jaya dari Banjar Wani, Desa Adat Bale Agung Kerambitan, Kecamatan Kerambitan sebagai Juara I, ST. Eka Dharma Panca Kerti dari Banjar Subamia Bale Agung, Desa Adat Subamia, Kecamatan Tabanan sebagai Juara II, dan ST. Tunas Mekar dari Banjar Meliling Kangin, Desa Adat Meliling, Kecamatan Kerambitan sebagai Juara III.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan setiap tahun Saya mengamati kreasi dan inovasi para Yowana di Desa Adat se-Bali dalam membuat kesenian Ogoh-ogoh dengan kualitas yang semakin maju dan baik. Cara berkesenian dan berkebudayaan yang dilakoni Yowana Desa Adat di Bali berupa pembuatan Ogoh-ogoh merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk memperkuat dan memajukan berbagai karya serta produk budaya Bali yang memiliki keunikan dan kekayaan budaya yang sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dengan Prinsip Trisakti Bung Karno, Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan.

koster
Gubernur Bali Wayan Koster bersama undangan dan para Yowana pemenang lomba ogoh-ogoh se-Bali mengacungkan salam lima jari. (Foto: ist)

Dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, salah satu yang menjadi program prioritas pembangunan Bali adalah Bidang Adat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali. “Adik – adik Saya perlu pertegas, bahwa Bali ini tidak memiliki sumber daya alam seperti di daerah Bali. Bali tidak mempunyai tambang emas, batubara, minyak, gas, dan pertambangan umum lainnya yang menjadi sumber pendapatan untuk membangun perekonomian daerah. Tetapi Bali, dengan penduduk 4,3 juta lebih yang tersebar di 8 Kabupaten/1 Kota, 57 Kecamatan, 636 Desa, 80 Kelurahan, dan 1.493 Desa Adat ini ternyata diberikan anugerah luar biasa oleh Hyang Pencipta yakni berupa kekayaan, keunikan, dan keunggulan Adat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali,” tegas Gubernur Koster.

Baca Juga  BKS LPD Provinsi Bali Menghaturkan Rahajeng Rahina Suci Galungan dan Kuningan

Gubernur Wayan Koster yang berasal dari Desa Tua di Desa Sembiran, Buleleng dengan tegas menyatakan melalui Adat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali menjadikan Bali bisa berdiri tegak, survive, eksis, dan terkenal di dunia seperti sekarang, hingga menjadikan Bali sebagai destinasi wisata utama di dunia. “Jadi adik – adik Yowana sekalian, Pariwisata Bali itu lahir bukan karena desain pariwisata, rancang bangun dari pariwisata, tetapi muncul karena ketertarikan masyarakat dunia terhadap keunikan budaya Bali, yang dari dulu budaya dijadikan hulu oleh masyarakat Bali,” jelas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Itulah sebabnya, Gubernur Bali mengajak para Yowana di Desa Adat untuk menjaga budaya Bali dengan sebaik-baiknya, penuh rasa tanggung jawab, secara turun-temurun, oleh generasi ke generasi sepanjang jaman. “Kita bersyukur, leluhur kita mewarisi budaya Bali yang adi luhung, sehingga sampai saat ini kita diwarisi Desa Adat sebagai lembaga yang selalu melestarikan kebudayaan Bali. Itulah sebabnya, Saya sebagai Gubernur Bali menjadikan kebudayaan sebagai hulunya pembangunan Bali, menjadikan budaya sebagai sumber nilai kehidupan, kesantunan, kesopanan, etika, dan sumber nilai yang membuat kehidupan masyarakat Bali itu memiliki integritas serta profesionalisme,” jelasnya.

Budaya juga dikatakan Gubernur Wayan Koster sebagai karya produk seni yang meliputi seni tari, seni gambelan, seni ukir, seni patung, dan belakangan menjadi karya seni Ogoh-ogoh. Kemudian budaya sebagai basis pengembangan perekonomian Bali. Karena itulah, hulu dari tiga unsur kebudayaan yakni nilai kehidupan, produk seni, dan ekonomi kita jaga dan rawat dengan sebaik-baiknya. “Kalau budaya Bali rusak tidak terawat, maka Bali ini tidak lagi memiliki keunikan dan keunggulan apa – apa atau kita akan kehilangan kekayaan identitas,” tegas Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Secara khusus, Ogoh-ogoh adalah salah satu dari produk budaya yang dihasilkan oleh Yowana Desa Adat di Bali, dengan memiliki nilai seni dan budaya yang sangat luar biasa. Setiap tahun perayaan Hari Suci Nyepi, Saya mengikuti perkembangan Ogoh-ogoh ini sangat luar biasa kreasi dan inovasinya. Lebih membanggakan lagi, penggiat dan penekunnya didominasi oleh anak – anak muda. “Dengan adanya ketekunan dari kalangan pemuda membuat Ogoh-ogoh, itu buat Saya adalah peralihan generasi untuk menjaga budaya Bali yang berlangsung secara alamiah. Adakah Pemerintah yang sebelumnya menggerakan ini? Tidak ada. Tetapi pemuda di Bali muncul secara alamiah dan otodidak dalam berkreasi membuat kesenian Ogoh-ogoh. Itulah yang membanggakan Saya,” ungkap Wayan Koster yang disambut tepuk tangan seraya menegaskan segala hasil kreativitas seni dan budaya yang dilahirkan oleh anak – anak muda harus dihargai.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Kasus Positif Bertambah 9 Orang, Kasus Aktif 130 Orang

Bali juga memiliki fungsi strategis di dalam menggerakan nilai – nilai kebudayaannya, ketika pemuda di Bali tidak saja menggeluti dunia seni Ogoh-ogoh, namun juga menggeluti karya seni dan budaya Bali lainnya. Adik – adik Yowana boleh ceck, ceck di luar Bali adakah anak – anak mudanya yang mau bergerak secara alamiah, bergotong-royong penuh semangat, dimana ada begitu? Hanya ada di Bali. Jadi bersyukur dengan bahagia generasi muda Bali memiliki peran. Itulah yang mendorong dan mengetuk hati nurani Saya untuk mengapresiasi karya adik – adik semua menggeluti kesenian Ogoh -ogoh ini. “Sehingga mulai tahun 2019, Saya menugaskan Kadis Kebudayaan untuk mengadakan Lomba Ogoh-ogoh dan dibuatkan skema Juara I, II, III untuk Kabupaten/Kota se-Bali, serta 3 terbaik di tingkat Kecamatan se-Bali. Maksud Saya membuat skema juara yang lebih banyak, agar apresiasi penghargaan serta juara ini menyebar lebih banyak dengan kekuatan yang sama ke semua Kabupaten/Kota se-Bali, bahkan sampai ke tingkat Kecamatan,” tambah orang nomor satu di Pemprov Bali ini sembari menyatakan adik – adik Yowana Desa Adat di Bali adalah benteng dari penjaga budaya kita di Bali.

Mengakhiri sambutannya, ratusan Yowana Desa Adat di Bali yang hadir di Jayasabha secara kompak memberikan apresiasi tepuk tangan kepada Gubernur Wayan Koster, ketika mendengar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini sukses memperjuangkan RUU tentang Provinsi Bali menjadi Undang – Undang Provinsi Bali yang didalamnya memiliki kekuatan untuk mengayomi Desa Adat di Bali.

Tepuk tangan kepada Wayan Koster semakin terus disuarakan, ketika Gubernur Koster menegaskan di periode kedua pemerintahannya telah memasang ancang – ancang untuk semakin memberdayakan peran generasi muda di bidang seni dan budaya Bali. “Selamat kepada adik – adik Yowana yang telah mendapatkan juara, kepada yang belum dapat juara jangan berkecil hati, tahun depan masih ada dan siapkan dari sekarang dengan membuat desain Ogoh-ogoh seindah mungkin,” tutup Murdaning Jagat Bali. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hari Ketiga Pencarian Nelayan Hilang, Tim Gabungan Sisir Pesisir Gianyar hingga Sukawati

Published

on

By

Nelayan Hilang Pantai Saba, Pencarian SAR Gianyar, Polres Gianyar, Pantai Sukawati
Polisi saat melakukan pencarian hari ketiga nelayan yang hilang. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Memasuki hari ketiga pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Lebih yang dilaporkan hilang saat melaut, tim gabungan melaksanakan penyisiran melalui jalur laut dan darat pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan pencarian dipusatkan di kawasan Pantai Rangkan, Banjar Rangkan, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, dengan area penyisiran meliputi Pantai Purnama, Pantai Rangkan, Pantai Pabean, Pantai Gumicik, hingga Pantai Lembeng.

Operasi pencarian melibatkan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Satpolairud Polres Gianyar, Polsek Sukawati, Brimob Polda Bali, Ditsamapta Polda Bali, TNI, serta unsur terkait lainnya.

Korban diketahui bernama I Nyoman Darin (51), seorang nelayan asal Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar. Korban dilaporkan hilang pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 15.00 WITA di perairan Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh.

Sebelum pencarian dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan, kemudian dibagi menjadi dua tim. Tim laut melakukan pencarian menggunakan dua unit rubber boat milik Ditpolairud Polda Bali dan Basarnas Denpasar, serta didukung satu unit drone untuk pemantauan udara. Sementara itu, tim darat melaksanakan penyisiran secara menyeluruh di sepanjang garis pantai guna mencari keberadaan korban maupun petunjuk yang dapat mendukung proses pencarian.

Kasat Polairud Polres Gianyar, AKP I Gede Budarasa, mengatakan bahwa pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal melalui jalur laut maupun darat. Setiap sektor pencarian disisir secara sistematis dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat agar proses pencarian berjalan efektif dan aman,” ujar AKP I Gede Budarasa.

Baca Juga  Koster Siapkan 15 Perda: Lindungi Lahan Produktif, Jaga Hak Masyarakat atas Pantai

Hingga laporan ini disampaikan, operasi pencarian masih terus berlangsung dan tim gabungan tetap melakukan penyisiran di sejumlah titik yang menjadi prioritas berdasarkan hasil evaluasi di lapangan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera menyampaikannya kepada petugas guna mendukung proses pencarian. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PUPR Gianyar – Rekanan Tanda Tangani Kontrak Perbaikan Jalan 2026

Bupati Mahayastra Targetkan Seluruh Jalan Kabupaten Gianyar Tuntas dalam Tiga Tahun

Loading

Published

on

By

Bupati Gianyar I Made Mahayastra hadiri Kick Off Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng
KICK OFF: Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Kick Off  kegiatan Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng, Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (18/7). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Kick Off  kegiatan Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng, Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (18/7). Kegiatan menjadi penanda dimulainya pelaksanaan pekerjaan perbaikan dan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Gianyar sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar Ir. I Dewa Gede Putra Hartawan K, ST., MT. menyampaikan, pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan 36 paket pekerjaan penanganan jalan. Program ini merupakan bagian dari percepatan peningkatan kualitas jalan kabupaten yang telah menjadi prioritas pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, berdasarkan data kondisi di Kabupaten Gianyar tahun 2026, persentase jalan mantap di Kabupaten Gianyar telah mencapai sekitar 80,66 persen. Melalui pelaksanaan paket-paket pekerjaan tahun 2026, angka tersebut ditargetkan terus meningkat secara signifikan. Disebutkan, dari 36 paket pekerjaan penanganan jalan, 5 paket telah dikerjakan, 10 paket sedang dikerjakan, sisanya segera dikerjakan.

Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Gianyar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 189,875 miliar untuk menangani 36 paket pekerjaan di berbagai wilayah Kabupaten Gianyar.

Keto seriusne bupati membangun infrastruktur. Kami memasang target waktu tiga tahun seluruh jalan kabupaten dapat dituntaskan,” tegas Bupati Mahayastra.

Bupati Mahayastra menjelaskan, pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Gianyar telah melaksanakan 55 paket pekerjaan jalan dengan total anggaran mencapai Rp 191.513.938.800. Selanjutnya pada tahun 2026 dilanjutkan dengan 36 paket pekerjaan senilai Rp 189.875.000.000, sehingga pada akhir tahun 2026 tingkat kemantapan yang ditargetkan telah mencapai sekitar 85 persen.

Baca Juga  Kasus Positif Covid-19 di Bali Bertambah 172 Orang, Kasus Aktif 1.561 Orang

Menurutnya, kegiatan  kick off  menjadi simbol dimulainya pekerjaan fisik yang akan segera dilaksanakan di lapangan sekaligus memastikan seluruh proses pengadaan telah selesai sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal.

Memasuki tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Gianyar akan memfokuskan pembangunan pada jalan-jalan lingkungan, setelah sebagian besar ruas jalan kabupaten dalam kondisi mantap. “Astungkara, saat saya selesai menjabat sebagai Bupati, tidak ada lagi jalan kabupaten yang rusak,” ungkapnya.

Bupati Mahayastra juga menyampaikan bahwa pencapaian pembangunan infrastruktur Kabupaten Gianyar saat ini telah melampaui berbagai target yang ditetapkan dan mendapat perhatian sebagai salah satu daerah yang menjadi contoh dalam pembangunan infrastruktur.

“Membangun bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun untuk kepentingan rakyat. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan perekonomian, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Gianyar,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Tim Gabungan Diperkuat, Pemadaman Kebakaran Hutan di Pemuteran Terus Berlangsung

Published

on

By

Tim gabungan lintas instansi melakukan penanganan kebakaran hutan di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Buleleng
KEBAKARAN: Sinergi lintas instansi saat melakukan penanganan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Sinergi lintas instansi kembali ditunjukkan dalam penanganan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), pemerintah kecamatan dan desa, Satpol PP, LPHD, serta unsur terkait lainnya bahu-membahu melakukan upaya pemadaman di medan yang sulit dijangkau, Sabtu (18/7/2026).

Sejak pagi, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali melaksanakan pendakian menuju titik kebakaran. Kondisi medan yang terjal serta akses yang terbatas membuat proses pemadaman tidak memungkinkan menggunakan kendaraan maupun peralatan pemadam berukuran besar.

Sebagai alternatif, personel membawa kantong air (water bag) dan memanfaatkan dahan pohon untuk memukul serta mengendalikan kobaran api yang terus menyala di sejumlah titik. Untuk meningkatkan efektivitas penanganan, tim dibagi menjadi dua regu sehingga pemadaman dapat dilakukan dari beberapa arah sekaligus guna menahan laju penyebaran api.

Hingga pukul 15.00 Wita, api masih terlihat membakar kawasan hutan. Cuaca kering yang disertai embusan angin di kawasan perbukitan menyebabkan api terus merambat ke area vegetasi di sekitarnya. Meski demikian, seluruh personel gabungan tetap bertahan di lapangan dengan mengutamakan keselamatan selama proses pemadaman berlangsung.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, mengatakan bahwa penanganan kebakaran mengedepankan kolaborasi seluruh unsur yang terlibat mengingat tantangan medan di lokasi cukup berat.

“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur terkait. Medan yang curam dan sulit diakses membuat pemadaman hanya dapat dilakukan secara manual menggunakan water bag dan peralatan sederhana. Meski menghadapi kendala di lapangan, seluruh personel tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan api dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas,” ujar Dharma Sudana.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Tak Kenal Lelah Dorong Penurunan Angka Stunting di Bali

Ia menambahkan, hingga sore hari TRC Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali masih berada di lokasi untuk melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan perkembangan kebakaran.

“Tim masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Perkembangan kondisi di lapangan akan terus kami pantau dan dilaporkan secara berkala,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca