Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ny. Putri Koster Tak Kenal Lelah Dorong Penurunan Angka Stunting di Bali

BALIILU Tayang

:

ny. putri koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menggendong penuh akrab salah seorang anak saat menggelar Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi di Kabupaten Klungkung pada Minggu (20/11/2022). (Foto: ist)

Klungkung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster tanpa mengenal lelah komitmennya dalam mendorong penurunan angka stunting di Bali. “Meskipun di Bali jumlah penderita stunting tidak begitu banyak, namun kita tetap harus memberi perhatian agar angka stunting di Daerah Bali dapat segera dituntaskan. Stunting mesti mendapat perhatian serius karena mengancam keberlangsungan generasi penerus bangsa,‘‘ terang Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menggelar Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi serta Penyerahan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Bali dipusatkan di Kabupaten Klungkung pada Minggu (20/11/2022).

Adapun pada kesempatan pagi itu, Ny. Putri Koster menyambangi tiga tempat sekaligus, yaitu Balai Banjar Pau Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Balai Banjar Kemoning Kelurahan Semarapura Kelod, Kecamatan Klungkung, dan Balai Banjar Tengah Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.

Lebih lanjut, Ny. Putri Koster menegatakan, stunting yang dapat diartikan sebagai gagal tumbuh kembang di mana tinggi dan berat badan anak tak sesuai dengan usianya. Jika hal ini tidak diatasi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Oleh karena itu, Ny. Putri Koster meminta agar kader posyandu proaktif terhadap potensi stunting yang ada di lingkungan masing-masing dan segera melakukan koordinasi serta upaya pencegahan dengan menggandeng stakeholder terkait.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster (tegah) foto bersama saat menggelar Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi serta Penyerahan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Bali dipusatkan di Kabupaten Klungkung pada Minggu (20/11/2022). (Foto: ist)

Pada kesempatan pagi itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali yang juga akrab disapa Bunda Putri itu mengatakan bahwa aksi sosial ini sesuai dengan visi TP PKK yaitu mewujudkan keluarga yang sehat dan cerdas. “Jadi kami turun hari ini juga membawa bantuan yang diberikan untuk kader PKK, ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), balita dan lansia antara lain untuk membantu asupan mereka,” jelasnya seraya mengatakan bahwa jika ibu hamil dan balita mendapatkan asupan yang baik maka tentu saja akan melahirkan anak yang sehat, cerdas serta berdaya guna.

Baca Juga  Pegadaian Kanwil VII Denpasar Kembali Berangkatkan 250 Pemudik di Program “Mudik Gratis 2026“

Terdapat berbagai macam bantuan yang diserahkan dari berbagai pihak dalam aksi sosial yang digagas oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali antara lain diserahkannya 40 dus PMT untuk 40 orang balita oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, penyerahan bantuan berupa bibit tanaman sebanyak 500 pohon oleh Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung, penyerahan 40 paket berisi susu untuk 40 ibu hamil KEK oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bali, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis serta penyerahan bantuan kaca mata baca sejumlah 800 buah kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Bunda Putri selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali juga turut menyerahkan 4 ton beras kepada 300 penerima bantuan yang terdiri dari 100 orang masyarakat di masing-masing desa. Masing-masing orang mendapatkan bantuan 20 kg beras di samping juga mendapatkan bantuan 1 krat telur serta 8 kotak susu untuk balita serta 2 kotak susu untuk lansia.

Sementara, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan terima kasih atas perhatian Bunda Putri yang sudah berulang kali ditunjukkan di Kabupaten Klungkung. Ia pun mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Ny. Putri Koster di hadapan krama Klungkung di tiga kecamatan pagi itu memang nyata dan perlu diterapkan oleh keluarga.

“Apa yang disampaikan ibu akan bisa memotivasi masyarakat, terutama untuk hidup lebih sehat,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa sinergitas TP PKK di Kabupaten Klungkung terus dilakukan, baik dengan TP PKK Provinsi hingga TP PKK Desa. Pada pagi itu Suwirta berpesan kepada masyarakat untuk pergunakan bantuan yang diberikan oleh TP PKK Provinsi Bali dengan sebaik-baiknya. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Nyoman Gede Anom, Direktur Rumah Sakit Mata Bali Mandara Ni Made Yuniti, Pengurus IBI Bali serta kader PKK dari tingkat Kecamatan hingga Desa. (gs/bi)

Baca Juga  Puluhan Guru TK dan PAUD Denpasar Ikuti Diklat Cegah Stunting

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Lewat RUU Masyarakat Adat, Kariyasa: Dapat Perkuat Perlindungan Pura Luhur Poten

Published

on

By

Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama tim kunjungan kerja di Pura Luhur Poten Probolinggo Jawa Timur
KUNKER: Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama Tim melakukan kunjungan Kerja spesitik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Probolinggo, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menilai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat dapat menjadi momentum penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan tempat-tempat suci yang selama ini dijaga masyarakat adat, termasuk Pura Luhur Poten di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kariyasa mengatakan keberadaan pura dan ruang adat masyarakat Tengger perlu mendapatkan perlindungan yang jelas agar dapat terus dilestarikan. Menurutnya, masyarakat Tengger telah memiliki tradisi dan tempat ibadah tersebut jauh sebelum Indonesia merdeka sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian dalam penyusunan regulasi mengenai masyarakat adat.

“Kami dari Komisi VIII menuju ke Tengger itu diberikan penjelasan, sebenarnya sudah ada sebelum Indonesia. Mereka pun sudah ada pura ini, walaupun bentuknya tidak seperti ini. Ketika banyak umat Tengger sering sembahyang di sini, pura ini menjadi diperluas dan diperlebar,” ujar Kariyasa usai mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Komunitas Hindu Tengger, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mengatakan Pura Luhur Poten selama ini terus digunakan umat Hindu Tengger untuk beribadah dan secara bertahap mengalami perbaikan. Namun, status lahan pura yang berada di kawasan hutan perlu mendapatkan kepastian agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Tentu statusnya ini harus jelas. Karena bagaimanapun kalau kita melihat beberapa aset yang ada, pura-pura di seluruh Indonesia, termasuk kemarin di Rawamangun, itu sudah ada kepastian, disertifikatkan, sehingga itu sudah dimiliki oleh umat dan pengemponnya,” jelasnya.

Kariyasa mendorong agar pembahasan RUU Masyarakat Adat nantinya turut memberikan ruang bagi perlindungan terhadap tempat-tempat suci yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat adat. Ia menilai masyarakat Tengger merupakan salah satu komunitas yang selama ini konsisten menjaga adat, alam, hutan, serta tempat suci mereka.

Baca Juga  Jaga Tradisi Budaya dan Adat, Manggala Utama PAKIS Bali Ny. Putri Koster Buka Bantas Festival

“Masyarakat adat itu kan ada sebelum Indonesia merdeka dan itu menjaga kelangsungan adat-adat, menjaga hutan, menjaga tempat-tempat suci. Tentu kita inginkan nanti ketika undang-undang itu disahkan, melibatkan masyarakat adat yang ada di Tengger ini,” katanya.

Menurutnya, kepastian status Pura Luhur Poten bukan hanya menyangkut kepentingan umat Hindu Tengger dalam menjalankan ibadah, tetapi juga berkaitan dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Karena itu, perlindungan terhadap pura dan masyarakat yang menjaganya perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya mempertahankan warisan adat.

Kariyasa menambahkan, keberadaan adat dan Pura Luhur Poten juga memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan Tengger selama ini menjadi tujuan wisata alam sekaligus wisata spiritual yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Sekarang di sini kan wisata itu cukup ramai. Ada wisata spiritual, kemudian wisata alam dan sebagainya. Tentu tidak lepas dari rakyatnya dengan menjaga pura dan adat-adat itu sendiri,” pungkas Legislator Dapil Bali tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Personel Polresta Denpasar Jalani Tes Urine, Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Published

on

By

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang menghadiri pelaksanaan tes urine personel di Mako Polresta Denpasar
TES URINE: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., menghadiri pelaksanaan tes urine terhadap personel Polresta Denpasar, pada Sabtu (5/9/2026), bertempat di Mako Polresta Denpasar. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Komitmen Polresta Denpasar dalam menjaga integritas dan profesionalisme personel kembali ditegaskan dengan secara rutin melaksanakan tes urine terhadap personel Polresta Denpasar, seperti pada Sabtu (5/9/2026), bertempat di Mako Polresta Denpasar.

Hadir langsung Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., didampingi Plt. Wakapolresta Denpasar. Pemeriksaan melibatkan tim dari Personel Si Propam sebagai pengawas internal serta lima personel Si Dokkes yang menangani proses pemeriksaan secara teknis medis.

Puluhan personel Polresta Denpasar telah dijadwalkan menjalani pemeriksaan urine. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan internal secara berkala terhadap seluruh personel Polri, khususnya dalam upaya mencegah terjadinya pelanggaran kode etik maupun tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

“Tes urine ini merupakan bentuk komitmen internal Polresta Denpasar untuk memastikan seluruh personel benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba. Sebelum melakukan penindakan terhadap penyalahgunaan narkoba di masyarakat, tentunya institusi juga harus mampu memastikan personelnya terbebas dari narkoba,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H.

Ia menegaskan, pemeriksaan tersebut bukan sekadar kegiatan administratif, namun menjadi langkah preventif dan pengawasan melekat guna menjaga disiplin, integritas serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Polri harus memberikan contoh kepada masyarakat. Karena itu, pengawasan internal dilakukan secara tegas dan berkesinambungan. Ini sekaligus sebagai upaya menjaga kepercayaan masyarakat bahwa Polresta Denpasar memiliki komitmen kuat untuk menciptakan institusi yang bersih dari penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, proses pengambilan sampel urine dilakukan dengan pengawasan melekat secara ketat oleh personel Provos. Pengawasan tersebut diterapkan untuk memastikan otentisitas, integritas dan keabsahan sampel yang diperiksa serta mencegah kemungkinan terjadinya manipulasi dalam proses pemeriksaan. Berdasarkan hasil pengecekan urine pada kegiatan tersebut, belum ditemukan adanya personel yang terindikasi positif menggunakan obat-obatan terlarang.

Baca Juga  Suasana Penuh Kehangatan dalam Kunjungan TP PKK Kabupaten Balangan ke Bali

Kasi Humas menambahkan, kegiatan pengawasan seperti tes urine akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya Polresta Denpasar dalam membangun personel yang profesional, disiplin dan berintegritas.

“Harapannya seluruh personel semakin memahami bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga dapat mencoreng nama baik institusi. Polresta Denpasar akan terus melakukan langkah pencegahan dan pengawasan internal secara konsisten,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster: AI Tak Boleh Menggantikan Kecerdasan Budaya

Dorong Bali Jadi Laboratorium Lingkungan Binaan Berbasis Teknologi, Budaya, dan Keberlanjutan

Loading

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster membuka Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia ke-14 di Universitas Udayana Denpasar
BUKA TEMU ILMIAH: Gubernur Bali Wayan Koster membuka Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (TI IPLBI) ke-14 di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar, Jumat (4/9). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster membuka Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (TI IPLBI) ke-14 di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar, Jumat (4/9).

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Kecerdasan Budaya untuk Lingkungan Binaan Berkelanjutan: Kecerdasan Buatan, Konteks Lokal, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” tersebut, Gubernur Koster hadir sekaligus sebagai pembicara utama (keynote speaker).

Dalam paparannya, Gubernur Koster menekankan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus berjalan beriringan dengan kecerdasan manusia dan kecerdasan budaya. Pemanfaatan teknologi tidak boleh menghilangkan nilai, identitas, tradisi, karakter masyarakat, serta keharmonisan hubungan manusia dengan alam.

“Kecerdasan buatan tidak boleh menggantikan kecerdasan budaya. Justru kecerdasan buatan harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kecerdasan manusia dan kecerdasan budaya,” tegas Gubernur Koster.

Menurut Gubernur, prinsip tersebut menjadi penting dalam pengembangan lingkungan binaan Bali di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perubahan iklim, ancaman bencana, serta berbagai tantangan pembangunan pada masa depan.

Karena itu, pembangunan Bali harus tetap berpijak pada karakter dan jati diri Bali sebagaimana diarahkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125, yakni dengan menjaga secara berkelanjutan Alam Bali, Manusia Bali, dan Kebudayaan Bali.

Nilai-nilai Sad Kerthi juga perlu ditempatkan sebagai landasan etis dan ekologis dalam pengembangan lingkungan binaan Bali. Dengan demikian, pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan manusia, alam, dan kebudayaan.

Gubernur Koster secara khusus mendorong perguruan tinggi dan para peneliti untuk terus menggali serta mengembangkan pengetahuan lokal Bali, termasuk Arsitektur Tradisional Bali dan Subak, melalui riset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi.

“Modernisasi berbasis kebudayaan bukan kembali ke masa lalu, tetapi membawa nilai-nilai terbaik masa lalu untuk menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Buka ‘’Bali Wonder Fashion Festival’’ di Kori Maharani Gianyar

Gubernur Koster juga meminta agar riset mengenai lingkungan binaan tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Hasil penelitian harus mampu diterjemahkan menjadi solusi konkret berupa prototipe, desain, standar, kebijakan, teknologi, hingga model pembangunan yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mewujudkan lingkungan binaan Bali yang semakin tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim serta bencana, sekaligus hijau, rendah karbon, dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkannya, Gubernur Koster menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, arsitek, perencana, dunia usaha, desa adat, masyarakat, dan generasi muda dalam membangun ekosistem inovasi lingkungan binaan.

Melalui kolaborasi tersebut, Bali diharapkan dapat berkembang menjadi laboratorium pengembangan lingkungan binaan masa depan yang mempertemukan kemajuan teknologi dan AI dengan kebudayaan, pengetahuan lokal, serta prinsip keberlanjutan.

“Bali 100 Tahun bukan hanya proyek pembangunan. Bali 100 Tahun adalah proyek peradaban,” tegas Gubernur Koster.

TI IPLBI Ke-14 Berlangsung 3–5 September 2026

Ketua Panitia TI IPLBI ke-14, Prof. Ni Ketut Agusintadewi, menyampaikan bahwa Temu Ilmiah IPLBI menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif, gagasan, hasil penelitian, dan praktik mengenai masa depan lingkungan binaan.

Menurutnya, TI IPLBI ke-14 diarahkan untuk mendorong kolaborasi antara teknologi, lokalitas, dan budaya secara kontekstual dan saling melengkapi, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan lingkungan binaan pada masa depan.

Rangkaian TI IPLBI ke-14 berlangsung selama tiga hari, 3–5 September 2026, dengan berbagai agenda meliputi seminar nasional, masterclass fenomenologi dan AI, workshop, lomba fotografi, penerbitan buku, serta field trip arsitektur.

Prof. Ni Ketut Agusintadewi berharap penyelenggaraan TI IPLBI ke-14 dapat memperkuat kapasitas dan jejaring akademik sekaligus melahirkan penelitian serta praktik lingkungan binaan yang berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan tanpa kehilangan karakter lokal.

Baca Juga  Tresna lan Punia PAKIS Bali, Ny. Putri Koster Tekankan Tari Rejang adalah Identitas Tiap Desa Adat

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IPLBI Periode 2024–2027, Dr. Ir. Susilo Kusdiwanggo, bersama para peneliti, akademisi, arsitek, perencana, praktisi, serta peserta TI IPLBI ke-14. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca