Monday, 15 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Hadiri Pujawali di Pura Uluwatu, Sekda Arnawa Serahkan Dana Aci Rp 200 Juta

BALIILU Tayang

:

pujawali pura uluwatu
SERAHKAN DANA ACI: Sekda Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana aci saat menghadiri Pujawali di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (19/3). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Suasana sakral menyelimuti Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung pada Pujawali yang diselenggarakan pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, Selasa (19/3).

Sekretaris Daerah (Sekda) I Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Badung, turut memberikan kontribusi berupa dana aci Disbud Badung sebesar Rp. 200 juta serta bantuan berupa seperangkat gong sebagai wujud dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan budaya di wilayah tersebut.

Pujawali dipuput Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar dan Ida Pedanda Gede Made Karang dari Griya Gede Karang Klui Tampakgangsul. Selain Sekda Adi Arnawa, persembahyangan juga turut dihadiri Kepala OPD di lingkup Kabupaten Badung, Penglingsir Jero Kuta, Camat Kuta Selatan, Bendesa Adat Pecatu, Penglingsir Jero Kuta, Pasemetonan Angga Puri Ageng Jero Kuta dan para pemedek.

Sekda Adi Arnawa menyampaikan harapannya atas keselamatan dan kekuatan bagi pemerintahan Badung, khususnya pasca-pemilihan umum (Pemilu) 2024, untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan dalam mendukung sektor pariwisata di daerah Kabupaten Badung.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Badung hadir di Pujawali Pura Luhur Uluwatu. Tentu dengan adanya kegiatan ini kami selalu berharap kita diberikan keselamatan, kekuatan dalam menghadapi perjalanan di pemerintahan di Badung, apalagi pasca-pemilu ini agar tetap menjaga keamanan dan kenyamanan dalam rangka melanjutkan pariwisata kita di Badung ini,” ujarnya.

Selain itu, Sekda Adi Arnawa juga mengimbau untuk memperkuat solidaritas dan menjaga persatuan serta kesatuan, terutama setelah berakhirnya proses Pemilihan Umum. Pada kesempatan tersebut, dia juga mengucapkan harapan akan diberikan kekuatan dan keselamatan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Uluwatu.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri HUT ST Dharma Yoga Banjar Dangin Pangkung

“Kita juga mengimbau pada kesempatan ini agar setelah Pemilu kita mulai kembali merangkul, menjaga solidaritas dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta menerangkan upacara Pujawali dilaksanakan dari tanggal 19 hingga 22 Maret 2024 mendatang. Dengan adanya dana bantuan dari pemerintah, Sumerta mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan dana yang diberikan dalam rangka mendukung pelaksanaan Pujawali di Pura Kahyangan Jagat. Sumerta menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan langkah yang wajar dan penting dalam rangka melestarikan seni, budaya, dan agama.

“Mudah-mudahan pemerintah selalu diberikan kekuatan yang baik untuk menuntun warganya ke arah yang bijak. Sehingga dengan adanya Tri Hita Karana ini juga menjadi bagian yang penting sebagai hubungan manusia dengan Tuhan. Ke depan, harapannya minimal seperti ini atau lebih dikembangkan,” ucapnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

‘’Pengelukatan Banyu Pinaruh’’, Penguatan Sisi Spiritual Masyarakat Tabanan

Published

on

By

Banyu Pinaruh
BANYU PINARUH: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri rangkaian Pengelukatan Agung Banyu Pinaruh yang berlangsung di dua lokasi berbeda yakni di Pantai Yeh Gangga, Tabanan dan di Pantai Abian Kapas, Selemadeg Timur, Minggu (14/7). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Sebagai bagian dari upaya untuk menguatkan kehidupan spiritual dan memperkokoh persatuan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembangunan secara sekala dan niskala di masyarakat. Salah satunya adalah menghadiri rangkaian Pengelukatan Agung Banyu Pinaruh yang berlangsung di dua lokasi berbeda yakni di Pantai Yeh Gangga, Tabanan dan di Pantai Abian Kapas, Selemadeg Timur, Minggu (14/7).

Lokasi pertama yang dikunjungi yakni kegiatan Banyu Pinaruh dan Baruna Astawa oleh Pinandita Sanggrahan Nusantara (PSN) Korda Tabanan di Pantai Yeh Gangga, Sudimara Tabanan yang berlangsung di Pantai Yeh Gangga, Sudimara, Tabanan, dilanjutkan di Pantai Abian Kapas, Desa Beraban, Selemadeg Timur, yaitu Pengelukatan Banyu Pinaruh massal gratis yang diselenggarakan oleh Paiketan Pemangku Bhakti Yoga Dharma bersama Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Selemadeg Timur dan Pandita Sanggraha Nusantara.

Turut hadir, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Dirga, dan salah satu anggota DPRD Tabanan I Made Muskadana, Sekda dan para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab, Ketua PHDI Kabupaten Tabanan, Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan, Camat beserta unsur Forkopimcam setempat, Ketua PSN Korda Tabanan, Ketua MGPSSR Seltim, Ketua Paiketan Pemangku Yoga Dharma serta panitia dan peserta pengelukatan di masing-masing lokasi.

Dalam acara tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan Pengelukatan ini. Pengelukatan Banyu Pinaruh memiliki makna yang dalam pada konteks kehidupan spiritual masyarakat Bali. Dilaksanakan sehari setelah Hari Saraswati, upacara ini bertujuan untuk membersihkan kegelapan pikiran dengan ilmu pengetahuan, secara harafiah disebut mandi dengan ilmu pengetahuan. Bupati Sanjaya menggarisbawahi pentingnya ritual ini sebagai sarana untuk membersihkan dan memurnikan jiwa, sehingga masyarakat Tabanan dapat hidup dalam harmoni dan kedamaian.

Baca Juga  Sekda Badung Hadiri ‘’Piodalan’’ Pura Dadia Pasek Gaduh Bualu Kutsel

Pengelukatan Banyu Pinaruh memiliki makna simbolis sebagai sarana menyucikan diri bagi masyarakat Hindu Bali. Selain sebagai sarana untuk membersihkan diri secara spiritual. Ritual ini juga mencerminkan kekayaan budaya dan nilai-nilai luhur yang masih dijunjung tinggi di tengah-tengah modernitas. Dalam acara tersebut, Bupati Sanjaya juga menekankan, bahwa menjaga tradisi dan nilai-nilai keagamaan adalah salah satu kunci untuk membangun identitas dan solidaritas sosial yang kuat di masyarakat.

“Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan hari ini dapat dikatakan bukanlah kegiatan biasa saja, tetapi dapat dimaknai sebagai sebuah kegiatan luar biasa artinya bagi upaya penguatan sisi spiritual kita Bersama,” jelas Sanjaya seraya mengajak seluruh elemen masyarakat yang hadir saat itu untuk saling bersinergi bersama-sama pemerintah daerah untuk mewujudkan visi Kabupaten Tabanan Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Pengelukatan Banyu Pinaruh massal di Tabanan bukan sekadar sebuah upacara adat, tetapi juga sebuah peristiwa yang menggambarkan komitmen yang kuat dalam membangun dan memperkuat sisi spiritual masyarakat. Bupati Sanjaya dan seluruh peserta acara menegaskan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya dan spiritualitas sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan yang berkelanjutan. Dan berharap, acara ini terus dilakukan dan memberi dampak positif yang lebih luas bagi seluruh masyarakat.

Ketua PSN Jero Mangku Wayan Mertana pagi itu menyampaikan, kegiatan Banyu Pinaruh yang diikuti kurang lebih 1.000 peserta ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan PSN setiap 6 bulan sekali. Tajuk utama yang dilakukan adalah untuk memberikan pelayanan kepada umat dari PSN, secara tulus dan ikhlas. “Terima kasih kepada Bapak Bupati Tabanan yang tetap mendukung kegiatan apapun yang dilakukan PSN dalam melayani umat. Bapak tetap mendukung dan memberikan support serta berpesan agar kegiatan-kegiatan ini bisa berlanjut, tidak di sini saja tetapi nantinya akan melibatkan kerja sama yang lebih luas,” ungkapnya. (gs/bi)

Baca Juga  SPKLU PLN di Puspem Badung Siap Digunakan

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Sekda Adi Arnawa Hadiri ‘’Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa’’ di Pura Ulun Desa Dalung

Published

on

By

Sekda Adi Arnawa
HADIRI KARYA: Sekda Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Caru Manca Rupa, Mapedudusan Alit di Pura Ulun Desa Banjar Pengilian, Desa Dalung, Kuta Utara, Sabtu (13/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bertepatan dengan Hari Saraswati Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Caru Manca Rupa, Mapedudusan Alit di Pura Ulun Desa Banjar Pengilian, Desa Dalung, Kuta Utara, Sabtu (13/7).

Karya di-puput Ida Pandita Mpu Putra Maha Agung Parama Nirbana Biru Daksa dari Griya Adika Sari Banjar Uma Kepuh Buduk dan Pemangku Pura setempat. Turut hadir Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, perwakilan Camat Kuta Utara, Perbekel Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, Bendesa Adat Dalung I Nyoman Widana, Bendesa Adat Padonan I Gede Mitarja, Kelihan Adat Banjar Pengilian I Nyoman Mursana, Kelihan Dinas Banjar Pengilian I Ketut Adi Sanjaya beserta pengempon pura.

Sebagai bentuk perhatian dan komitmen Pemkab Badung, Sekda Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana hibah fisik anggaran perubahan tahun 2023 secara simbolis sebesar Rp. 1,4 miliar dan bantuan secara pribadi sebesar Rp 5 juta yang diterima Manggala Karya I Nyoman Mursana disaksikan langsung oleh pengempon pura, sedangkan dana upakara swadaya dari pengempon pura.

Dalam sambrama wacananya, Sekda Adi Arnawa mengatakan dirinya merasa bersyukur bisa hadir menyaksikan langsung serta menyambut baik pelaksanaan yadnya tersebut. “Saya hadir mewakili Bupati Badung dalam acara Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Caru Manca Rupa dan Mapadudusan Alit di Pura Ulun Desa Banjar Pengilian, Desa Dalung. Saya merasa bersyukur bisa hadir dan menyambut baik kegiatan yadnya ini. Semoga dengan adanya kegiatan yadnya ini, Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu menganugerahi kesehatan dan kebahagiaan untuk kita semua,” ujarnya.

Adi Arnawa juga mengingatkan krama bahwa PAD Kabupaten Badung bersumber dari pariwisata, sehingga seni, adat dan budaya perlu dilestarikan. “Saya sampaikan bahwa mengingat Badung adalah daerah yang sumber pendapatannya dari pariwisata maka adat, seni dan budaya patut kita lestarikan, sehingga pemerintah sangat berkomitmen akan tetap meneruskan program-program Bupati Giri Prasta, karena adat dan budaya ini adalah hulu pariwisata kita di Badung,” imbuhnya.

Baca Juga  Tutup BBGRM, Sekda Adi Arnawa: Pertahankan Budaya dan Tradisi Gotong-royong untuk Jadikan Desa Pecatu Unggul

Sementara itu Manggala Karya I Nyoman Mursana menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Sekda Adi Arnawa dan atas bantuan Pemkab Badung. “Terima kasih kepada Bapak Sekda dan Pemkab Badung yang sudah membantu memberikan dana bantuan hibah di anggaran perubahan 2023, sehingga pembangunan pura bisa selesai sesuai harapan kami bersama. Kami juga berharap kepada Pemkab Badung kedepannya agar senantiasa terus membantu meringankan beban masyarakat,” ungkapnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara ‘’Ngaturang Bhakti’’ Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Saraswati
PERSEMBAHYANGAN: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat mengikuti rangkaian persembahyangan bersama Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (13/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (13/7). Hal tersebut merupakan wujud sradha bhakti dalam memuja Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati atau Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung bersama seluruh pemedek yang hadir dan mengikuti persembahyangan yakni Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Tampak hadir pula Sekretaris Jendral Kementerian Pariwisata dan Ekraf RI, Ni Wayan Giri Adnyani, Forkopimda Kota Denpasar, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Usai melaksanakan persembahyangan, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Sehingga, pada hari ini umat manusia memuja Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang identik disebut dengan dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra.

Dikatakan Jaya Negara, Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, dewa pencipta dalam mitologi Hindu. Hari Raya Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan dianggap sebagai bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban.

Dikatakannya, pada hari ini, umat Hindu melakukan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, Umat Hindu juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terimakasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadarma masing-masing,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga  SPKLU PLN di Puspem Badung Siap Digunakan

Sementara, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara mengatakan bahwa rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Dimana, rangkaian persembahyangan dimulai pada pagi hingga malam hari. Sehingga seluruh pemedek dapat secara bergantian melaksanakan persembahyangan dengan tertib dan khusyuk.

“Dan bagi pemedek yang hendak melaksanakan persembahyangan kami imbau untuk tidak membawa plastik sekali pakai, dan tetap menjaga kebersihan pura untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca