Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Badung Ikuti Prosesi “Mulang Pekelem” pada Puncak “Pujawali Padudusan Agung” di Pura Luhur Uluwatu

BALIILU Tayang

:

pujawali Pura Uluwatu
MULANG PEKELEM: Bupati Wayan Adi Arnawa mengikuti prosesi “Mulang Pekelem” pada puncak “Pujawali Pedudusan Agung” di Pura Luhur Uluwatu di Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (7/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengikuti prosesi Mulang Pekelem serangkaian puncak Pujawali Padudusan Agung (Catur Niri) Panca Lingga di Pura Luhur Uluwatu di kawasan Pantai Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (7/7).

Sebelum mengikuti prosesi Mulang Pekelem, Bupati bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Badung, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Bendesa Adat Pecatu, pengemong, pengempon pura, terlebih dahulu menghaturkan bhakti ring Utama Mandala Pura Luhur Uluwatu.

Mulang Pekelem merupakan salah satu proses utama dalam pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Agung sebagai simbol penyelarasan hubungan manusia dengan alam semesta serta persembahan suci ke tengah samudra untuk memohon keseimbangan, keselamatan, dan kerahayuan jagat. Prosesi ini dilaksanakan di kawasan Pantai Pura Luhur Uluwatu setelah seluruh rangkaian upacara utama di mandala pura selesai dilaksanakan. Puncak karya dipuput oleh Yadnyamana Karya Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar, Ida Pedanda Gede Putra Telaga dari Griya Telaga Sanur bersama Ida Pedanda Gede Made Darma Kerti dari Griya Saraswati, Batuan, Gianyar.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mendukung seluruh pelaksanaan karya agung di Pura Luhur Uluwatu sebagai salah satu Pura Sad Kahyangan Jagat di Bali.

“Kami hadir bersama masyarakat sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus mendukung pelaksanaan Karya Tawur Balik Sumpah Agung. Melalui yadnya ini, kita bersama-sama memohon agar alam semesta tetap harmonis, masyarakat diberikan keselamatan, serta Kabupaten Badung senantiasa berada dalam suasana yang damai dan sejahtera,” ujarnya ditemui di sela-sela upacara.

Baca Juga  Bupati Badung Ngupasaksi "Karya Ngenteg Linggih" di Pura Dalem Lebah Darmasaba

Menurutnya, pelaksanaan tawur juga menjadi bentuk doa bersama agar situasi di Kabupaten Badung, Bali, hingga Indonesia tetap aman dan kondusif, terlebih di tengah dinamika geopolitik dunia yang sedang berlangsung.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung pelaksanaan upacara keagamaan, khususnya di Pura Luhur Uluwatu yang merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan di Bali dan berada di wilayah Kabupaten Badung. Menurutnya, dukungan pemerintah telah diberikan sejak awal rangkaian karya hingga puncak pujawali sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Sebagai pemerintah, tentu kami berkomitmen mendukung seluruh rangkaian pelaksanaan karya ini. Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan yang ada di Badung, bersama Pura Luhur Puncak Mangu. Dukungan ini merupakan ungkapan rasa bhakti dan syukur kami, dengan harapan kerahajengan dan kasukertan jagat senantiasa tercipta di Kabupaten Badung,” tegasnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta menjelaskan puncak pujawali dilaksanakan tepat pada Anggara Kliwon Medangsia dan berlangsung serentak di Pura Luhur Uluwatu beserta pura prasanaknya, yakni Pura Parerepan dan Pura Kulat.

Dia mengatakan rangkaian karya sebenarnya telah dimulai sekitar satu bulan lalu dan akan berlanjut hingga prosesi penyineban pada 14 Juli 2026. Selama tujuh hari ke depan, Ida Bhatara akan nyejer di Pura Luhur Uluwatu sebelum ditutup dengan upacara penyineban bertepatan dengan Tilem.

“Rangkaian karya sudah dimulai sekitar satu bulan lalu. Hari ini merupakan puncaknya, kemudian Ida Bhatara nyejer selama tujuh hari hingga penyineban pada 14 Juli nanti,” jelas Sumerta.

Menurut Sumerta, selama masa pujawali jumlah pemedek yang datang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang setiap harinya. Berdasarkan perhitungan pengempon, jumlah pemedek yang melakukan persembahyangan dapat mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 orang dalam sehari, meski pada hari puncak biasanya jumlahnya justru lebih landai karena banyak umat juga melaksanakan pujawali di sanggah maupun paibon masing-masing.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri ‘’Pujawali’’ di Pura Puseh Desa Adat Sigaran Abiansemal

Untuk mengantisipasi kepadatan, pengempon pura menerapkan pengaturan khusus pelaksanaan persembahyangan. Pada hari puncak, pemedek diarahkan melakukan persembahyangan di area penyawang atau bagian bawah pura mulai pukul 08.00 hingga 18.00 Wita. Kebijakan tersebut diambil karena di Utama Mandala dan Madya Mandala sedang berlangsung rangkaian upacara dan upakara.

Selanjutnya, mulai Rabu (8/7) hingga penyineban, rangkaian penganyaran akan dilaksanakan secara bergiliran oleh masing-masing kecamatan di Kabupaten Badung. Selama prosesi penganyaran berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 Wita, persembahyangan umum juga tetap dipusatkan di area bawah sebelum kembali dibuka secara normal setelah rangkaian penganyar selesai.

Penglingsir Puri Agung Jro Kuta sekaligus Pengempon Pura Luhur Uluwatu, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya alias Turah Joko, mengatakan inti dari pelaksanaan Pedudusan Agung adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala anugerah yang diberikan kepada umat.

“Hari ini adalah Padudusan Agung, di mana kita mengucapkan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Luhur Uluwatu agar senantiasa memberikan kedamaian dan kesejukan bagi umat Hindu se-Nusantara, khususnya masyarakat Bali,” ujar Turah Joko. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian “Metatah” Massal PHDI Denpasar

Published

on

By

sangging jaya negara

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha Denpasar, Sabtu (3/10). Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan sekaligus kepedulian dalam membantu masyarakat melaksanakan upacara keagamaan.

Metatah massal tersebut diikuti sebanyak 157 peserta. Selain metatah, kegiatan juga dirangkaikan dengan upacara Menek Kelih yang diikuti 107 peserta dan Mewinten Saraswati sebanyak 35 peserta. Kegiatan turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang juga turut ngayah sebagai sangging.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan keterlibatannya sebagai sangging merupakan bagian dari ngayah sekaligus wujud kebersamaan bersama masyarakat dalam pelaksanaan yadnya.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong-royong dalam meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan lancar dan mendapatkan kerahayuan,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, pelaksanaan metatah massal tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai agama Hindu serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Denpasar, kata Jaya Negara, akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan, adat, dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi Walikota Denpasar yang turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan metatah massal. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Melalui pelaksanaan Metatah Massal, Menek Kelih, dan Mewinten Saraswati, PHDI Kota Denpasar berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, dan budaya Bali di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri ‘’Pujawali’’ di Pura Puseh Desa Adat Sigaran Abiansemal

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Tangkil Ngaturang Bhakti“ di Pura Bukit Mentik, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jaga Peradaban Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Hadiri Pujawali di Pura Bukit Mentik
HADIRI KARYA: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan peradaban Bali melalui penguatan desa adat dan pelestarian kawasan sakral. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Koster menyebut Pura Bukit Mentik sebagai salah satu simbol penting peradaban Bali yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang harus terus dijaga.

Menurutnya, kawasan Kintamani memiliki anugerah alam yang sangat besar dengan keberadaan Gunung dan Danau Batur. Kekayaan tersebut, kata Koster, harus dirawat secara berkelanjutan agar tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali.

“Ini harus kita rawat dengan baik,” tegas Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa dirinya memberikan perhatian serius terhadap pembangunan di Kabupaten Bangli. Pembangunan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam, budaya, adat, dan kehidupan spiritual masyarakat.

Komitmen tersebut, lanjut Koster, menjadi bagian dari haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan. Arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memastikan Bali tetap ajeg dengan kekuatan adat dan budaya sebagai fondasinya.

“Jaga Bali agar tetap ajeg,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan seluruh desa adat di Bali menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Bali ke depan. Desa adat dinilai memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai budaya, tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Badung Serahkan Bantuan Sembako di Kelurahan Lukluk
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel“ Desa Adat Kesiman

Apresiasi Kolaborasi Ringankan Masyarakat Jalankan Upacara Yadnya

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Angasti Puja Kesiman
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman, Kamis (1/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman yang dilaksanakan pada Wraspati Umanis Ugu, bertempat di Pantai Padang Galak, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (1/10).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Bendesa Adat se-Kota Denpasar, perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta undangan terkait lainnya.

Di sela rangkaian upacara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Desa Adat Kesiman.

“Sinergitas antara krama adat dengan pemerintah dalam melaksanakan upacara yadnya ini patut diberikan apresiasi. Tentunya pelaksanaan upacara yadnya yang kolaboratif ini dapat meringankan masyarakat dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Hindu di Bali,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat di Kota Denpasar sejalan dengan visi pembangunan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Pemerintah Kota Denpasar juga berharap seluruh rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat berjalan baik dan memberikan kebaikan bagi masyarakat yang melaksanakannya,” tambah Arya Wibawa.

Bendesa Adat Kesiman, Jro Mangku Ketut Wisna di sela acara mengatakan, upacara Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Puri Pemayun Kesiman.

“Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui prosesi Negteg Beras pada 9 September 2026 lalu, dilanjutkan prosesi Ngingsah pada 16 September 2026 serta Melaspas Peyadnyan pada 18 September 2026. Dilanjutkan prosesi Nganget Don Bingin pada 24 September 2026, dilanjutkan upacara Mesasap Segara yang diikuti 526 peserta pada 27 September 2026. Lalu dilanjutkan upacara Metatah Massal yang diikuti 345 peserta, dilanjutkan prosesi Ngajum Puspa pada tanggal 29 hingga 30 September 2026,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Badung Pimpin Prosesi “Matur Piuning” Jelang “Karya Agung” di Pura Luhur Uluwatu

Selanjutnya, Jro Mangku Ketut Wisna mengatakan setelah dilaksanakan rangkaian upacara tadi, dilanjutkan dengan rangkaian upacara lainnya.

“Barulah dilaksanakan puncak Karya yang diikuti 307 puspa pada 1 Oktober 2026 yang dipuput oleh lima sulinggih Siwa-Buddha. Selanjutnya seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan pelaksanaan upacara Nyegara Gunung pada 4 Oktober 2026 mendatang,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca