Tabanan, baliilu.com – Wujud nyata dukungan terhadap masyarakat dalam bersinergi mewujudkan pembangunan yang harmonis sekala dan niskala menuju Tabanan Era Baru secara konsisten ditunjukkan oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, beserta jajaran. Tidak terkecuali kali ini, Bupati Sanjaya hadir langsung dalam rangkaian Karya Ngenteg Linggih yang dilaksanakan masyarakat/krama di Pura Desa Adat Selabih, Kecamatan Selbar, Jumat (31/3).
Upacara Dewa Yadnya tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga beserta dua anggotanya, Asisten II dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam Selbar, serta Perbekel, Bendesa Adat se-Kecamatan Selbar. Nampak juga saat itu para Sulinggih dan masyarakat Desa Adat Selabih sangat antusias menyambut kehadiran Bupati beserta jajaran.
Sesuai laporan Ketua Panitia Karya, Dewa Arnawa Putra, rangkaian Karya Tawur Agung, Mamungkah, Mupuk Pedagingan dan Ngenteg Linggih di Pura Desa Adat Selabih ini puncaknya akan digelar bertepatan dengan Purnama Kedasa pada Rabu, 5 April 2023 mendatang. Pihaknya menyampaikan terimakasih atas kehadiran Bupati beserta jajaran, dimana persiapan karya dikatakannya telah dilakukan dari 6 bulan silam melalui gotong-royong dan urunan dari warga.
Bupati Sanjaya foto bersama warga Adat Selabih. (Foto: ist)
Selaku Kepala Daerah, Bupati Sanjaya sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat Desa Adat Selabih yang telah bahu-membahu dari jauh hari sebelumnya dalam membangun karya. Selain itu, Sanjaya juga sangat menyambut baik di kala masyarakat Selabih mampu membangun karya yang besar dan terkonsepkan dengan baik. “Yang saya kagumi dan sangat saya apresiasi dari semeton disini adalah ada atau tiadanya anggaran ketika melaksanakan konsep upacara seperti ini, pasti bisa diselesaikan. Luar biasa,” puji Sanjaya.
Selain itu, konsep yang baik yang dibangun secara tulus ikhlas oleh masyarakat juga dikatakan Sanjaya harus diimbangi oleh dukungan pemerintah. Untuk itu, Sanjaya menyampaikan bahwa pemerintah akan selalu membantu masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. Di samping itu juga mengingatkan, bahwa dimasa kepemimpinannya saat ini pengelolaan anggaran sangat dioptimalkan dan harus tepat sasaran, sehingga Sanjaya meminta kepada seluruh masyarakat agar menjalin koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah, sehingga perencanaan APBD di Pemkab Tabanan terkonsepkan dan tercatat di E-Hibah.
Untuk itu dalam kesempatan ke depan Sanjaya meminta agar masyarakat mengkonsepkan pembangunan dari jauh hari sebelumnya. “Tolong sampaikan dari sejauh hari minimal satu tahun sebelumnya, sehingga titiang di pemerintah bisa membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam membangun upacara Panca Yadnya. Karena ini adalah juga visi misi kita di Pemkab Tabanan, mewujudkan Nangun Sat Kerti Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” pungkasnya.
Politisi asal Dauh Pala Tabanan itu juga menegaskan, bahwa pemerintah wajib hukumnya hadir di tengah-tengah masyarakat. Selain ikut memberikan kontribusi juga memberikan doa restu. Karena yang namanya yadnya yang satwika dikatakannya tidak diukur dari segi material atau banyaknya sang Sulinggih yang muput. Namun Karya yang utama ketika adanya Tri Upasaksi, yakni Yadnya yang didasari tulus ikhlas masyarakat, kapuput Ida Sang Sulinggih dan disaksikan oleh Murdaning Jagat.
Dalam kesempatan itu, Sanjaya juga mengajak seluruh masyarakat agar tetap kompak bersatu. “Bagainapun keadaannya, mari kita tetap saling menjaga, kita harus kompak bersatu. Pemerintah tanpa masyarakat juga tidak sempurna, masyarakat tanpa pemerintah juga tidak bisa apa-apa, baik Desa Dinas maupun Desa Adat. Jadi, hubungan Pemerintah dan Desa harus salingasah, asih, asuh, harus lekat dan bersatu. Maka, mari kita tetap jaga kebersamaan dan kekompakan ini untuk mewujudkan pembangunan ke depan,” pinta Sanjaya. (gs/bi)
NGUPESAKSI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri sekaligus ngupasaksi karya Upacara Pemelaspasan Pewaregan dan Gedung Serbaguna Balai Banjar Batanpoh, Sanur Kaja, yang bertepatan dengan Rahina Tilem Jiyestha, Sabtu (16/5). (Foto: Hms Dps)
Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara hadir sekaligus ngupasaksi karya Upacara Pemelaspasan Pewaregan dan Gedung Serbaguna Balai Banjar Batanpoh, Sanur Kaja, yang bertepatan dengan Rahina Tilem Jiyestha, Sabtu (16/5).
Turut hadir pula pada kesempatan itu, anggota DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, tokoh Penglingsir Sanur, Ida Bagus Ngurah Mudita, dan tamu undangan lainnya.
Suara tetabuhan mengiringi tari-tarian persembahan, berpadu dengan lantunan kidung suci, menambah khidmat dan sakral proses rangkaian upacara yang sejak pagi telah dilaksanakan itu.
Pada momentum itu, Walikota Denpasar Jaya Negara, usai meninjau gedung serbaguna Balai Banjar Batanpoh itu, menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir menyaksikan langsung pelaksanaan upacara pemelaspas bangunan tersebut.
Jaya Negara juga berharap, bangunan baru ini, utamanya gedung serbaguna nantinya akan dapat bermanfaat bagi para warga, tak terkecuali Sekaa Teruna-teruni yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan positif.
“Astungkara, nantinya pewaregan dan gedung serbaguna ini bisa memberi manfaat agar bisa digunakan untuk tempat latihan seni, atau kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” ungkap Jaya Negara.
Sementara itu, Ketua Panitia acara, I Wayan Sudiarta mengatakan, adapun pembangunan pewaregan dan gedung serbaguna ini sudah dilaksanakan sejak bulan September 2025 lalu.
“Kami segenap warga Banjar Batanpoh, Sanur Kaja mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar sehingga bangunan ini dapat diselesaikan,” katanya.
Pihaknya juga akan mendorong para warga terutama Teruna-Teruni Banjar Batanpoh agar bisa menggunakan gedung serbaguna ini untuk latihan kesenian, ataupun kegiatan kreativitas anak muda lainnya. (eka/bi)
BAKTI PUJAWALI: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat melaksanaakan bhakti serangkaian Pujawali di Pura Swagina Taman Sari, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, bertepatan dengan Purnama Sasih Jyesta, Jumat (1/5). (Foto: Hms Dps)
Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa melaksanaakan bhakti serangkaian Pujawali di Pura Swagina Taman Sari, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, bertepatan dengan Purnama Sasih Jiyestha, Jumat (1/5). Diiringi suara gambelan, kidung, hingga topeng wali, rangkaian pujawali berlangsung khidmat yang diakhiri dengan persembahyangan bersama.
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan pujawali di Pura Swagina Taman Sari ini. Dimana, pujawali merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.
Arya Wibawa berharap, seluruh masyarakat guyub dan rukun dalam melaksanakan yadnya. Hal ini sesuai dengan konsep Vasudhaiva Kutumbakam bahwa kita semua bersaudara. Sehingga, seluruh elemen masyarakat hendaknya menjadikan ini sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.
“Dengan pelaksanaan pujawali di Pura Swagina Taman Sari ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Arya Wibawa.
Sementara Ketua Pangempon Pura Swagina Taman Sari, I Nengah Narsa mengatakan, pelaksanaan piodalan ini rutin dilaksanakan setiap tahun yang jatuh pada Purnama Jiyestha. Dimana, setelah puncak pujawali, Ida Bhatara akan nyejer hingga penyineban yang akan dilaksanakan pada Senin (4/5) mendatang.
Lebih lanjut dikatakannya, serangkaian pujawali ini turut dilaksanakan juga Lomba Penjor, Lomba Ngelawar, dan Lomba Gebogan yang diikuti oleh tujuh banjar pengempon yakni Br. Kreneng, Br. Kreneng Kaja, Br. Mertanadi, Br. Kertha Bhuwana, Br. Kertha Bhuwana Kaja, Br. Merta Rauh, dan Br. Merta Rauh Kaja.
“Tentu kami berharap dengan pelaksanaan Pujawali ini kedepannya dapat meningkatkan Srada Bhakti serta mempererat tali persaudaraan antar-umat terlebih Pura Swagina Taman Sari ini merupakan milik masyarakat, sehingga tak hanya dari pengempon, melainkan kantor maupun sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah Pura Swagina Taman Sari diharapkan bisa ikut serta dalam setiap rangkaian upacaranya,” ujarnya. (eka/bi)
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta, menghadiri “Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih” di Merajan Kemimitan Puri Punggul dan Pura Batur, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (28/4). (gs/bi)
Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menghadiri rangkaian upacara (Karya) Padudusan Alit, Mamungkah, Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, hingga Mupuk Pedagingan di Merajan Kemimitan Puri Punggul dan Pura Batur, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (28/4).
Kehadiran Wabup Bagus Alit Sucipta disambut hangat oleh Penglingsir Puri Punggul, Puri Taman, Puri Gerana, dan Puri Selat. Turut mendampingi, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, Perbekel Desa Punggul I Kadek Sukarma, Bendesa Adat Punggul I Gst Ngr Wedastra, Tokoh Masyarakat I Wayan Muntra, serta krama pengempon.
Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, Wabup menyerahkan bantuan Dana Aci sebesar Rp 150 juta. Dukungan juga mengalir dari Anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini sebesar Rp 10 juta dan I Wayan Muntra sebesar Rp 5 juta.
Dalam sembrama wecana-nya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan rasa angayu bagia dapat hadir dan bersembahyang bersama masyarakat (ngrastiti bhakti) guna mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi semua.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada krama pengempon atas semangat gotong-royong yang luar biasa. Dengan ketulusan dan kebersamaan dalam ngayah, kami meyakini Ida Bhatara akan memberikan anugerah kesehatan dan kesejahteraan bagi kita semua,” ujarnya
Sementara itu, Manggala Karya I Gusti Lanang Oka mengungkapkan bahwa puncak upacara ini merupakan tindak lanjut setelah rampungnya renovasi pelinggih yang sebelumnya dibantu oleh hibah Pemkab Badung senilai Rp 2 miliar.
“Kami mewakili 375 KK pengempon mengucapkan terima kasih mendalam atas kehadiran Bapak Wakil Bupati serta dukungan dana yang diberikan. Upacara ini terlaksana berkat swadaya murni masyarakat sebesar Rp 250 ribu per KK, punia pasemetonan, serta bantuan penuh dari Pemerintah Kabupaten Badung,” jelasnya. (gs/bi)