Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Sanjaya Resmikan Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan

BALIILU Tayang

:

Bupati Sanjaya
TANDA TANGAN PRASASTI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menandatangani prasasti menandai upacara Pemelaspasan Gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan, Selasa (13/1). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat, budaya, serta penguatan sarana upacara keagamaan di wilayah Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri undangan ngupasaksi Upacara Pemelaspasan Gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan, Selasa (13/1). Bupati Sanjaya sekaligus meresmikan sebagai simbol dimulainya operasional Gedung Graha Yadnya yang berlokasi di Jln. Kresna No. 1 Tabanan yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Peresmian gedung tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh krama Desa Adat sebagai pusat kegiatan yadnya, sosial, dan kemasyarakatan, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta kearifan lokal masyarakat setempat. Turut hadir, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Sekda, para Asisten Sekda dan para Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bendesa Adat dan Perbekel se-Kecamatan Tabanan, jajaran, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya.

Upacara Pemelaspasan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Pesaji Dangin Carik, sebagai bentuk permohonan penyucian dan pembersihan niskala agar bangunan yang diresmikan memiliki taksu, memberikan kenyamanan, keselamatan, serta kedamaian bagi seluruh krama yang memanfaatkannya. Bupati Sanjaya menegaskan, bahwa pembangunan Graha Yadnya ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan merupakan wujud nyata kehadiran dan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung kehidupan beragama, adat, dan budaya masyarakat Bali.

“Graha Yadnya ini dibangun dengan tujuan mulia, sebagai pusat kegiatan keagamaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, mempermudah krama dalam mempersiapkan sarana upacara secara lebih tertata, serta menjadi simbol keharmonisan antara pembangunan Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan,” ujar Sanjaya. Ia juga berpesan, aktivitas yadnya merupakan nafas kehidupan masyarakat Bali yang tidak dapat dipisahkan dari keseharian krama.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Ngantor di Desa Penatahan

Oleh karena itu, dikatakannya pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan fasilitas yang layak, nyaman, dan representatif, sehingga pelaksanaan upacara adat dan keagamaan dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan bermartabat. Keberadaan bangunan yang megah dan fungsional dikatakannya juga harus diiringi dengan kesadaran kolektif untuk merawat dan menjaganya secara berkelanjutan.

“Membangun itu tidak mudah, namun merawat jauh lebih sulit. Untuk itu, saya titipkan Graha Yadnya ini kepada seluruh masyarakat dan pengelola agar dijaga kebersihan, kesucian, serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat,” tegas Sanjaya. Sekaligus menambahkan, Graha Yadnya adalah cerminan kesungguhan sradha bhakti masyarakat yang diharapkan mampu menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, gotong-royong, dan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia, I Gusti Made Adi Purama dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan dukungan penuh Bupati Tabanan terhadap Desa Adat Kota Tabanan. Ia menegaskan, bahwa Graha Yadnya Sanjayaning Singasana merupakan gagasan, konsep, sekaligus inisiatif langsung dari Bupati Tabanan, yang telah lama diimpikan oleh krama desa adat.

Disampaikan pula, kompleks Graha Yadnya ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, di antaranya kori lumbung, gedung sekretariat, ballroom, bale pawedan, hingga fasilitas pendukung lainnya yang terintegrasi dengan kawasan setra dan lingkungan desa adat. Graha Yadnya Sanjayaning Singasana akan langsung mulai beroperasi pada bulan ini, Januari 2026 dan diharapkan menjadi pusat pelayanan kegiatan yadnya, upacara adat, serta kegiatan keagamaan masyarakat, tidak hanya bagi Desa Adat Kota Tabanan, tetapi juga sebagai contoh pengelolaan fasilitas keagamaan yang tertata dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Diikuti 16 Sawa, Wagub Giri Prasta Hadiri Ngaben Massal Perdana Desa Adat Mengandang

Published

on

By

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyerahkan punia saat menghadiri upacara Ngaben Massal di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan.
SERAHKAN PUNIA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyerahkan punia saat menghadiri upacara Pitra Yadnya/Ngaben Kinembulan Sawa Prakerti di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (6/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Pitra Yadnya/Ngaben Kinembulan Sawa Prakerti di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (6/8). Ngaben massal yang diikuti 16 sawa ini menjadi yang pertama digelar di desa tersebut, sekaligus menandai kuatnya komitmen krama dalam menjaga tradisi leluhur.

Dalam sambutannya, Giri Prasta mengaku bahagia dapat hadir langsung di tengah masyarakat yang melaksanakan yadnya secara gotong-royong. Ia menyampaikan apresiasi atas kekompakan krama Desa Adat Mengandang yang bersama-sama menjalankan upacara sesuai dresta Bali.

“Apresiasi kepada krama yang telah bersatu, guyub, saling gotong-royong melaksanakan yadnya ini. Sagilik saguluk salunglung sabayantaka, paras paros sarpanaya,” ujarnya.

Wakil Gubernur Bali juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali terus mendukung pelaksanaan upacara yadnya sebagai bagian dari pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali.

Sementara itu, Bendesa Adat Mengandang Wayan Sudiana dalam laporannya menjelaskan bahwa ngaben massal ini bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga bentuk pelestarian budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Ini merupakan ngaben massal pertama yang kami laksanakan. Sebelumnya, kami melaksanakan ngaben metuun sesuai dresta Bali Aga di desa ini,” ungkapnya.

Rangkaian upacara telah berlangsung sejak 24 Juli dan akan berakhir pada 8 Agustus 2026. Puncak prosesi dijadwalkan pada 7 Agustus 2026, diawali dengan mecaru, dilanjutkan prosesi pengabenan, hingga upacara penyucian yang melibatkan pemangku, Ida Pandita, serta krama desa setempat.

Sebagai bentuk dukungan, Wagub Giri Prasta turut menyerahkan punia kepada panitia karya sebesar Rp 25 juta. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Sekaa Angklung sebesar Rp 5 juta, Sekaa Santhi sebesar Rp 2 juta, serta kepada pemangku sebesar Rp 4 juta. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan ‘’Ngupasaksi’’ Dewa Yadnya dan Rsi Yadnya di Griya Gede Jumpung Desa Sesandan

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Mapurwa Daksina”, Walikota Jaya Negara Apresiasi Pelaksanaan “Karya Atma Wedana”

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wawali I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Mapurwa Daksina rangkaian Karya Atma Wedana Maligia di Puri Agung Dangin Puri.
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar I Ngusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Mapurwa Daksina pada rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Utama di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri, Jumat (7/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Ngusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Mapurwa Daksina pada rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Utama di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri, Jumat (7/8).

Dalam acara ini juga hadir Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H, Penglingsir Puri Ageng Mengwi Ida Cokorda Mengwi XIII dan para Tokoh Puri di Kota Denpasar.

Rangkaian puncak karya diawali dengan prosesi Atetangi, dilanjutkan dengan puncak Karya Ngadegang Puspa Lingga serta Melaspas Puspa. Usai prosesi tersebut, dilaksanakan Upacara Mapurwa Daksina, yang kemudian dilanjutkan dengan Rsi Bujana dan Utpeti Stiti Puja. Seluruh rangkaian upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Made Karang, Ida Pedanda Gede Raka Timbul, Ida Pedanda Gede Putra Keniten, serta Ida Pedanda Buddha Jelantik Adnyana.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Karya Pitra Yadnya di Peyadnya Puri Agung Dangin Puri.

Menurutnya, pelaksanaan karya ini mencerminkan sinergi dan kekompakan antara Puri Agung Dangin Puri dengan krama adat Denpasar dalam menjaga serta melestarikan tradisi dan nilai-nilai luhur agama Hindu di Kota Denpasar.

“Kekompakan antara puri dan krama adat dalam mendukung pelaksanaan karya ini patut diapresiasi. Tentunya karya ini memberikan manfaat sekaligus kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya sebagai umat Hindu Bali,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar senantiasa memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Bali.

“Sebagai pemerintah kami memberikan apresiasi serta dukungan atas pelaksanaan karya ini. Semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, memberikan makna spiritual, serta kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan upacara yadnya,” tambahnya.

Baca Juga  Tanah Lot Art & Food Festival 2024, Siap Hadirkan Keindahan dan Keunikan Khas Tabanan

Sementara itu, Manggala Karya, Anak Agung Ngurah Made Mahendra menjelaskan bahwa keberadaan Puri Agung Dangin Puri dengan Desa Adat Denpasar merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan erat dan saling mendukung dalam pelaksanaan kegiatan adat maupun keagamaan.

Ia mengatakan, dalam pelaksanaan Karya Penileman Maligia Punggel Utama kali ini diikuti sebanyak 60 puspa, sebagai wujud kebersamaan dan semangat ngayah dari seluruh krama yang terlibat demi kelancaran pelaksanaan yadnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Wrespati Kalpa Agung” Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung di Pura Gunung Sari, Desa Adat Peraupan, Denpasar.
HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung, Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (5/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Wrespati Kalpa Agung, Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (5/8).

Wawali Arya Wibawa usai melaksanakan persembahyangan bersama mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Pihaknya juga mengharapkan setelah dilaksanakannya upacara Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan ini seluruh umat terutama warga Banjar Adat Jurang Asri dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal-hal negatif di lingkungan banjar setempat,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Karya, I Made Sueca mengatakan Karya Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan dilaksanakan karena rampungnya semua palinggih pura yang diperbaharui.

Pada hari ini kata Made Sueca, dilaksanakan upacara Puncak Karya Ngeteg Linggih, Mahingkup, Bangun Ayu, Padyus-dyusan. Adapun Pujawali ini yang dipuput oleh Ida Peranda Mpu Nabe Yoga Daksa Paramitha dari Griya Peraupan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Wakil Walikota Denpasar karena sudah hadir menyaksikan Puncak Karya upacara Ngenteg Linggih. Semoga karya ini labda karya dan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Hadiri Puncak Karya Pedudusan Agung di Pura Titi Gonggang Besakih
Lanjutkan Membaca