Denpasar, baliilu.com – Pascasarjana Universitas Udayana (Unud) bekerja sama dengan Pascasarjana Universitas Brawijaya menggelar seminar internasional IISS & IWESC 2022 “The 15th International Interdisciplinary Studies Seminar (Strengthening the Role of Multidisciplinary Studies towards the Endemic Era) dan The 1st Interdisciplinary Webinar on Environmental, Social, and Community (Post Pandemic COVID-19 Implication).
Seminar dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.IPU serta dilaksanakan secara luring di dua lokasi berbeda yaitu di Aula Lantai 3 Pascasarjana Unud dan di Prime Plaza Hotel Sanur, Selasa (18/10/2022).
Seminar internasional IISS & IWESC 2022 ini menghadirkan pembicara-pembicara dari dalam dan luar negeri. Pembicara utama yaitu Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia) hadir secara daring dan Mr. Trisno Nugroho (Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Denpasar Bali) yang mana hadir secara luring. Turut hadir juga pembicara yang diundang dari institusi baik di dalam maupun luar negeri yaitu Prof. Nor’Ain Othman (Universiti Teknologi Mara Malaysia), Prof. Takahiro Osawa (Yamaguchi University Japan), Prof. Ming An Lee (NTOU Taiwan), Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut.,M.P (Sekretaris PKTL, Direktorat Jenderal, Kementrian Kehutanan dan Lingkungan), Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, Dra.,Ph.D (Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kemendikbudristek), Prof. Sun-Kee Hong (Mokpo National University Korea), Prof. Azman Azwan Azmawati (Universiti Sains Malaysia Penang Malaysia), Prof. Djoni Hartono (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia), serta Dr. Ir. IB Putu Adnyana, IPU, ASEAN Eng (Koordinator Program Profesi Insinyur Universitas Udayana).
Peserta seminar internasional. (Foto: Ist)
Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya Prof. Dr. Moh. Khusaini, S.E., M.Si., MA dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Universitas Udayana khususnya Pascasarjana Unud atas kerjasamanya yang telah memfasilitasi serta mensupport penyelenggaraan seminar internasional ini. Mewujudkan visi dan rencana strategis yang lebih baik dari Pascasarjana Universitas Brawijaya untuk menjadi pusat unggulan di bidang ilmu lingkungan dan interdisipliner untuk masa depan yang berkelanjutan, pihak Universitas Brawijaya terus mengembangkan kontribusi yang signifikan dalam mencari solusi terhadap program nasional melalui penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebijakan, serta melakukan pengabdian masyarakat. Harapannya konferensi ini dapat menginspirasi dan memberikan inspirasi juga motivasi baru kepada semua peserta sehingga kita dapat berkontribusi untuk membangun bangsa kita dengan mengembangkan kapasitas nasional dan perlindungan lingkungan.
Selaku tuan rumah, Direktur Pascasarjana Universitas Udayana Prof. Ir. Linawati, M.Eng.Sc.,Ph.D dalam sambutannya mengucapkan terimakasih karena telah dipercayakan menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan kegiatan IISS & IWESC 2022 bekerja sama dengan Universitas Brawijaya. Seminar ini dilaksanakan selama 2 hari dan menghadirkan pembicara yang luar biasa di bidangnya. Tentunya menjadi bagian dalam seminar ini merupakan sebuah keberuntungan sehingga dapat mendengarkan semua pengalaman hebat dan mendiskusikan berbagi hal di bidang pembelajaran dan pendidikan multidisiplin. Setelah lebih dari 2 tahun kita menghadapi situasi yang buruk karena Covid-19 akhirnya sekarang menjadi lebih baik. Selain itu pertemuan ini dapat memperkaya pengetahuan tentang isu terkini, opini, ide-ide cemerlang untuk masa depan yang lebih baik yang mulai bermunculan, khususnya di bidang multidisiplin. Diharapkan juga pertemuan ini menargetkan untuk terciptanya kolaborasi antara industri universitas dan pemerintah dalam mengembangkan peradaban.
Rektor Universitas Udayana Prof. Nyoman Gde Antara. (Foto: Ist)
Sementara itu Rektor Universitas Udayana Prof. Nyoman Gde Antara dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan dimulainya dua acara bersamaan ini diyakini sangat strategis dan sangat mendukung kemajuan program ilmiah dan harus didukung juga oleh kebijakan kelembagaan yang dibangun dengan baik. Selain itu Rektor juga mengucapkan selamat kepada Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana dan Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya beserta semua pihak yang telah mendukung dan bekerja sama dengan baik sehingga acara seminar ini dapat terselenggara.
Rektor Unud sangat berharap bahwa usaha bersama semacam ini akan terus dipertahankan dengan baik di masa depan. Unud membuka kerja sama untuk memperkuat kebijakan untuk memberikan pendidikan bagi siswa dari semua kalangan dengan semangat belajar mandiri, kampus mandiri atau MBKM. Rektor berharap agar semua peserta dapat saling berbagi pada komunitas internasional, berdiskusi, belajar, dan praktik terbaik di bidang studi interdisipliner untuk menciptakan jalan yang lebih baik secara berkelanjutan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4969-Hadirkan-Menteri-Parekraf-RI-Unud-Bekerjasama-dengan-Universitas-Brawijaya-Gelar-Seminar-Internasional-IISS-dan-IWESC-2022.html(gs/bi)
HADIRI HAN: Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri peringatan Hari Anak Nasional dengan tajuk Ambawarna Raya di Wantilan Kantor Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Jumat (31/7). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri peringatan Hari Anak Nasional dengan tajuk Ambawarna Raya, yang digelar di Wantilan Kantor Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Jumat (31/7).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kecamatan Abiansemal sebagai wadah positif bagi anak-anak TK untuk menyalurkan bakat, mengembangkan kreativitas, serta membangun rasa percaya diri sejak dini lewat rangkaian acara yang edukatif, inspiratif, dan penuh kegembiraan.
Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat, meliputi lomba mewarnai dan lomba kolase yang diikuti secara antusias oleh sebanyak 64 peserta dari berbagai TK se-Kecamatan Abiansemal. Melalui kegiatan tangan dan seni ini, anak-anak bebas mengekspresikan imajinasi, melatih ketelitian, serta menumbuhkan apresiasi terhadap keindahan dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat ini. “Ambawarna Raya menjadi bukti indah bahwa setiap anak memiliki potensi dan warna keunikan masing-masing yang perlu kita dukung dan asah. Anak-anak adalah amanah sekaligus penerus bangsa, yang berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, menyenangkan, mendukung kebebasan berkreasi, serta membentuk karakter yang baik dan berlandaskan kearifan lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bagi kita semua untuk senantiasa hadir mendampingi, melindungi, serta memberikan kesempatan luas bagi anak-anak tumbuh menjadi generasi emas yang cerdas, santun, berbudaya, dan penuh percaya diri. Pemerintah Kabupaten Badung akan terus mendukung berbagai program positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak di seluruh wilayah desa dan kecamatan.
Turut hadir mendampingi acara ini Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung, perwakilan dinas terkait lingkup Pemkab Badung, Perbekel Desa Ayunan, Bendesa Adat Ayunan, guru pendamping, Gerakan Badung Peduli, KKN Universitas Warmadewa dan Dyana Pura serta para undangan dan orang tua peserta lainnya. (gs/bi)
SERAHKAN PIAGAM: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan Piagam Penghargaan Tertib Administrasi Pengurusan Akta Kematian dan KK di Lingkungan Karang Suwung, Kelurahan Sading, Mengwi, Kamis (30/7). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan Piagam Penghargaan Tertib Administrasi Pengurusan Akta Kematian dan Kartu Keluarga (KK) kepada ahli waris I Gede Agus Ary Sanjaya, putra dari almarhum (alm.) I Gede Agus Ary Wibawa, beralamat di Lingkungan Karang Suwung, Kelurahan Sading, Mengwi, Kamis (30/7). Selain itu, ahli waris juga berhak mendapatkan reward sebesar Rp. 10 juta
Bupati Wayan Adi Arnawa pada kesempatan ini menyampaikan bahwa penyerahan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Badung kepada masyarakat yang tertib dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan, khususnya akta kematian dan pembaharuan Kartu Keluarga. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Badung dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan yang tertib, akurat, dan tepat waktu.
“Tertib administrasi kependudukan memiliki peran penting dalam menjamin kepastian hukum serta memudahkan masyarakat memperoleh berbagai pelayanan publik. Karena itu, masyarakat diharapkan segera mengurus dokumen kependudukan apabila terjadi peristiwa penting, seperti kelahiran maupun kematian anggota keluarga,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum sekaligus berharap penghargaan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Program penghargaan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah sekaligus apresiasi kepada masyarakat yang telah tertib mengurus administrasi kependudukan sesuai ketentuan,” ujar Adi Arnawa.
Turut hadir pada kesempatan ini, Asisten Administrasi Umum Kabupaten Badung I Wayan Wijana, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung I Nyoman Rudiarta, Lurah Sading Ida Bagus Rai Pujawatra beserta Kepala Lingkungan dan Kelian Adat setempat. (gs/bi)
KUNKER: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bali pada Jumat (31/7/2026). (Foto: Hms KPU)
Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bali pada Jumat (31/7/2026). Pertemuan ini berfokus pada diskusi dan sinkronisasi data kependudukan demi kelancaran proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di wilayah Bali.
Anggota KPU Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya, mengapresiasi penerimaan dari pihak Dukcapil. Dalam pertemuan tersebut, Ia mengungkapkan adanya temuan ribuan data kependudukan dari KPU RI (bersumber dari Dukcapil) yang belum sinkron dengan fakta di lapangan.
“Kami menemukan data yang tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya, ada warga yang di data Dukcapil tercatat masih aktif, namun ternyata yang bersangkutan pada pemilu sebelumnya sudah meninggal. Kami tidak mencari siapa yang salah, kami hanya berharap kita bisa bekerja dengan cara mengecek bersama di lapangan untuk memastikan data pemilih dan juga data kependudukan di wilayah Bali tersinkronisasi menjadi data yang valid,” ujar Darma Sanjaya.
Lebih lanjut, KPU Provinsi Bali telah melaporkan temuan tersebut agar data yang keliru tidak diturunkan kembali. KPU juga meminta pencocokan data Warga Negara Asing (WNA) serta pembaruan data kependudukan agar jumlah pemilih selaras dengan jumlah penduduk yang sebenarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Fasilitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Dukcapil Provinsi Bali, I Made Mahadi Sanatana, menyambut baik inisiatif KPU. Ia menjelaskan bahwa Dukcapil berfungsi secara administratif, di mana perubahan data sangat bergantung pada pelaporan dari masyarakat.
“Untuk kasus-kasus seperti ini, kami mengharapkan adanya regulasi dari pusat. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, perubahan data dapat kami proses jika ada dukungan administratif seperti Surat Pernyataan atau Surat Pertanggungjawaban dari Kepala Desa yang mengonfirmasi bahwa data warganya memang telah berubah,” jelas I Made Mahadi Sanatana.
Senada dengan hal tersebut, staf Dukcapil, Anthony Sitorus, memaparkan kendala teknis yang kerap terjadi di lapangan, salah satunya akibat kesamaan nama. Ia mencontohkan kasus jangan sampai nanti KPU melaporkan seorang warga belum meninggal tapi dilaporkan meninggal lalu dukcapil diterbitkan akta kematiannya. Hal ini berdampak pada akhirnya menyulitkan warga yang bersangkutan dalam mengurus administrasi lain, seperti BPJS. Sebagai solusi, Anthony menyarankan agar KPU menyerahkan data tersebut kepada Dukcapil terlebih dahulu untuk dilakukan pengecekan silang (cross-check) ke pihak desa, yang hasilnya akan dikembalikan ke KPU. Ia juga berharap KPU dan pemerintah desa dapat turun bersama melakukan verifikasi faktual di lapangan.
Selain sinkronisasi data pemilih dan kependudukan, diskusi tersebut juga membahas beberapa isu teknis kependudukan lainnya, seperti perkawinan di bawah umur yaitu pembahasan mengenai pencatatan dan persyaratan kepemilikan akta agar tercatat sebagai pemilih, perekaman data odgj (orang dengan gangguan jiwa) dukcapil menegaskan perlunya pendampingan keluarga saat proses perekaman data agar petugas merasa aman, pemenuhan data wna (warga negara asing) yang pindah menjadi penduduk wni yaitu pihak dukcapil berkomitmen untuk mengusahakan permintaan KPU terkait data WNA dan data kependudukan umum demi menjaga akurasi jumlah pemilih.
Pertemuan yang berlangsung secara konstruktif ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus meningkatkan sinergi antar-lembaga dan saling membantu untuk kepentingan masyarakat dan pemilu yang berkualitas. (gs/bi)