Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

HLM TP2DD dan TPID Kota Denpasar Tahun 2026: Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi Berkelanjutan

BALIILU Tayang

:

tpid denpasar
HLM: Pemerintah Kota Denpasar menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD ) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar Tahun 2026 pada tanggal 24 Juni 2026 di Aston Denpasar Hotel & Convention Center. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD ) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar Tahun 2026 pada tanggal 24 Juni 2026 di Aston Denpasar Hotel & Convention Center.

Kegiatan ini turut bersinergi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar dalam rangka penguatan sinergi dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah, sekaligus menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Denpasar, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bali, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Denpasar, Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar, Direktur Teknologi dan Informasi BPD Bali, serta perwakilan Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali.

Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan ekonomi Kota Denpasar melalui penguatan pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam arahannya menekankan bahwa capaian pembangunan Kota Denpasar perlu terus didukung oleh stabilitas harga, penguatan daya beli masyarakat, serta percepatan transformasi digital layanan publik. Pemerintah Kota Denpasar memberikan perhatian khusus terhadap pengendalian inflasi, terutama dalam menjaga pasokan pangan, memperkuat pemantauan harga, serta meningkatkan sinergi dengan Bank Indonesia, Bulog, BPS, OJK, perbankan, dan perangkat daerah terkait.

Di sisi lain, percepatan dan perluasan digitalisasi daerah juga menjadi agenda penting untuk meningkatkan kualitas layanan, efisiensi transaksi, dan transparansi penerimaan daerah. Pada kesempatan ini, seluruh perangkat daerah diarahkan agar memperluas penggunaan non-tunai, memperkuat integrasi layanan digital, serta meningkatkan literasi digital masyarakat.

Baca Juga  Wawali Denpasar Buka HLM TP2DD Kota Denpasar

Lebih lanjut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali , Ronald D. Parluhutan, menyoroti bahwa Kota Denpasar memiliki peran strategis sebagai pusat ekonomi, pemerintahan, perdagangan, jasa, dan pariwisata di Provinsi Bali. Kondisi tersebut mendorong tingginya permintaan pangan, baik dari penduduk, wisatawan, maupun mobilitas masyarakat. Pada Mei 2026, inflasi Kota Denpasar tercatat sebesar 3,19% (yoy) dan masih berada dalam kisaran sasaran inflasi. Namun demikian, sejumlah komoditas pangan strategis seperti beras, daging ayam ras, minyak goreng, telur ayam ras, daging babi, bawang merah, serta komoditas hortikultura tetap perlu menjadi perhatian.

Untuk itu, Bank Indonesia mendorong penguatan strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi pasar murah, penguatan peran Perumda sebagai pemasok dan offtaker, koordinasi dengan Bulog dalam penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), aktivasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD), penguatan data harga dan stok, serta komunikasi publik untuk menjaga ekspektasi masyarakat, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kuningan dan periode libur sekolah.

Selain pengendalian inflasi, Ronald juga menyoroti capaian positif digitalisasi daerah Kota Denpasar, yang ditunjukkan melalui peningkatan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dari 91,9% menjadi 94,0% pada Semester II 2025 serta kenaikan peringkat Championship TP2DD dari posisi 19 menjadi 10 se-Jawa Bali. Ke depan, percepatan digitalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah perlu terus diperkuat melalui perluasan kanal pembayaran seperti QRIS, virtual account, EDC, dan e-commerce, peningkatan literasi masyarakat, serta optimalisasi pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI).

Bank Indonesia Provinsi Bali berkomitmen untuk terus mendukung implementasi TP2DD melalui capacity building, pendampingan pengisian indeks ETPD, studi banding, serta advisory dalam mendorong transaksi pemerintah daerah yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Terus Galakkan Beragam Inovasi Jaga Stabilitas Inflasi Berkelanjutan

Dalam pemaparannya, Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adi Merta, menyampaikan bahwa digitalisasi daerah menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat tata kelola penerimaan daerah. Capaian digitalisasi pembayaran pajak daerah Kota Denpasar pada tahun 2026 telah mencapai 95%, yang didukung melalui berbagai inovasi, antara lain Pagi Bersinar, KLADI 5B, SIPARQI, dan SIPERDI. Digitalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan, memperluas penggunaan transaksi non-tunai, memperkuat transparansi penerimaan daerah, serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bali, Simon Melkisedek, menyampaikan kesiapan Bulog dalam mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan di Kota Denpasar dan Provinsi Bali. Per 23 Juni 2026, Bulog Kanwil Bali memiliki stok yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali, meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, dan jagung, dengan ketahanan stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 10 bulan. Selain itu, Bulog juga terus memperkuat penyerapan gabah/beras petani, penyaluran bantuan pangan, distribusi Minyakita, serta penyaluran beras SPHP untuk mendukung keterjangkauan harga masyarakat.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Denpasar, I Made Juli Ardana, menyampaikan bahwa pada Mei 2026, inflasi Kota Denpasar tercatat sebesar 0,50% secara bulanan, 1,56% secara tahun kalender, dan 3,19% secara tahunan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok dengan andil terbesar terhadap inflasi tahunan, dengan komoditas penyumbang inflasi antara lain cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, beras, dan biaya pendidikan SMA. Dari sisi bulanan, tekanan inflasi terutama dipengaruhi oleh beras, pepes, bahan bakar rumah tangga, dan cabai rawit, sementara b eberapa komoditas seperti canang sari, daging ayam ras, emas perhiasan, pepaya, dan labu siam memberikan andil deflasi.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Kembali Gelar Bazar Pangan, Jaga Stabilitas Inflasi Pastikan Stok Sembako Aman Jelang Nyepi dan Idul Fitri

Kegiatan HLM TP2DD dan TPID Kota Denpasar Tahun 2026 juga dirangkaikan dengan launching Klaster Ekonomi Digital Terintegrasi Kawasan Panjer, Sesetan, dan Sidakarya (Kedai Pasar), sebagai upaya pengembangan klaster digital untuk mengoptimalkan perolehan pajak. Selain itu, turut dilakukan seremoni pemberian penghargaan transaksi digital tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja terbaik dalam mendukung ETPD dan digitalisasi layanan publik. Penghargaan diberikan kepada penerima reward penggu naan transaksi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) serta Puskesmas dengan capaian transaksi QRIS Dinamis terbanyak. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh anggota TP2DD dan TPID berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan, menjaga stabilitas harga, dan memperluas digitalisasi transaksi daerah, untuk mendukung perwujudan visi Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Polres Gianyar Bersama BNNK Gianyar Sisir Tempat Hiburan Malam Lewat Operasi Bersinar

Published

on

By

Polres Gianyar Gelar Operasi Bersinar di Tempat Hiburan
OPERASI BERSINAR: Polres Gianyar bersama instansi terkait melaksanakan Operasi Bersinar (Bersih Narkoba) di sejumlah lokasi yang diindikasikan rawan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar, Sabtu (26/9/2026) malam hingga Minggu (27/9/2026) dini hari. (Foto: Hms Polres Gianyar)  

Gianyar, baliilu.com – Polres Gianyar bersama instansi terkait melaksanakan Operasi Bersinar (Bersih Narkoba) di sejumlah lokasi yang diindikasikan rawan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar, Sabtu (26/9/2026) malam hingga Minggu (27/9/2026) dini hari.

Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk, S.I.K., M.H., diawali apel kesiapan di Lapangan Apel Tribrata Polres Gianyar pada pukul 23.20 WITA. Operasi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan tes urine terhadap pengunjung maupun staf tempat hiburan malam.

Dalam pelaksanaannya, petugas mendatangi Amiysta Bali Hall & Room Karaoke di Jalan Raya Pantai Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Dari 86 orang yang menjalani pemeriksaan dan tes urine, terdapat satu orang yang terindikasi positif mengandung zat adiktif.

Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan di Hallo Hall & Bar Karaoke di Jalan Raya Pantai Siyut, Desa Tulikup. Sebanyak 25 orang menjalani pemeriksaan dan tes urine dengan hasil nihil indikasi mengandung zat adiktif.

Kapolres Gianyar AKBP James I. S. Rajagukguk mengatakan, Operasi Bersinar merupakan bentuk sinergi Polri bersama instansi terkait dalam mencegah serta menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar.

“Kegiatan ini merupakan langkah preventif dan sinergis untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk pengelola dan pengunjung tempat hiburan, untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar terbebas dari narkoba,” ujar Kapolres Gianyar.

Operasi tersebut melibatkan personel Polres Gianyar, BNNK Gianyar, Kodim 1616 Gianyar, Polisi Militer, Satpol PP Kabupaten Gianyar, Badan Kesbangpol Kabupaten Gianyar serta unsur terkait lainnya.

Kegiatan berakhir pada pukul 01.12 WITA dengan apel konsolidasi yang dipimpin Kapolres Gianyar di area parkir Amiysta Bali Hall & Room Karaoke. Kegiatan berlangsung sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan situasi kamtibmas yang aman sekaligus memperkuat komitmen Kabupaten Gianyar dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. (gs/bi)

Baca Juga  Antisipasi Dampak El Nino, TIM TPID Denpasar Pantau Stok Beras Bulog

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dekranasda Tabanan Bawa Kriya Lokal Tembus Panggung Global Kriyanusa 2026

Published

on

By

Bupati Sanjaya dan Dekranasda Tabanan Hadiri Kriyanusa 2026
HADIRI PAMERAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Ketua Dekranasda Tabanan Bunda Rai Sanjaya saat hadir di Pameran Kerajinan Kriya Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Dari tanah Pejaten, hingga karya kerajinan kulit dari Marga Dauh Puri, Marga, kreativitas perajin Tabanan mendapat ruang untuk tampil di panggung kerajinan berskala nasional. Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membawa karya lokal Tabanan untuk diperkenalkan lebih luas, sekaligus membuka peluang menembus pasar nasional hingga global melalui keikutsertaan dalam Pameran Kerajinan Kriya Nusantara (Kriyanusa) 2026.

Kriyanusa 2026 berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Pameran yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, menghadirkan 410 stand dengan melibatkan 257 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, hingga pelaku UMKM.

Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Tabanan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi kriya unggulan daerah melalui dua IKM binaan, yakni produsen terakota Surya Wenawan Abadi asal Pejaten, Kecamatan Kediri, Tabanan serta Mahataksu Leather asal Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan. Kehadiran keduanya sekaligus menunjukkan ragam produk kriya Tabanan yang memiliki nilai kreativitas dan potensi pengembangan pasar.

Ketua Panitia Kriyanusa 2026, Ayu Heni Rosan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Kriyanusa tahun ini tidak hanya menjadi menjadi ajang promosi dan pengembangan kriya, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kriya Indonesia. “Kita ingin agar tradisi tetap hidup, tetapi pada saat yang sama terus berkembang melalui kreativitas, inovasi, teknologi, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar,” ujarnya saat pembukaan Kriyanusa 2026 di JICC, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9).

Sejalan dengan semangat tersebut, Pemkab Tabanan memberikan dukungan terhadap keikutsertaan para perajin. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya terhadap karya IKM Tabanan. “Selamat dan sukses untuk IKM dan Dekranasda Kabupaten Tabanan. Kita bangga menjadi orang Tabanan, bangga membawa karya, budaya dan kreativitas Tabanan di Pameran Kriyanusa 2026,” ungkap Bupati yang akrab disapa Komang Sanjaya tersebut.

Baca Juga  Wawali Denpasar Buka HLM TP2DD Kota Denpasar

Bupati Sanjaya juga menilai, keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa produk kriya Tabanan memiliki ruang pengembangan yang luas. Ia mencontohkan produk terakota dari Surya Wenawan Abadi yang tidak hanya dapat menjadi pajangan, tetapi juga dikembangkan sebagai hiasan dinding maupun berbagai kreasi lainnya, bahkan terakota tersebut banyak terpasang di setiap pembangunan gedung dan pagar di Kantor Bupati Tabanan. Produk kulit dari Mahataksu Leather dikatakannya juga memiliki kualitas sangat baik dan juga banyak dipakai khususnya oleh para ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

“Inilah jati diri dan kekuatan kerakyatan kita. Melalui Kriyanusa ini, mari kita buktikan bahwa produk lokal kita di Tabanan khususnya, tidak kalah saing, bahkan mampu menembus pasar nasional dan global bahkan di seluruh dunia,” tegasnya. Ia juga berharap keikutsertaan ini dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang secara langsung memberikan dukungan dan partisipasinya dalam Kriyanusa 2026 merupakan wujud komitmen untuk membawa karya terbaik para perajin daerah naik kelas. “Tiang dengan penuh bangga dan sangat antusias, Dekranasda Kabupaten Tabanan turut serta dalam Pameran Kriyanusa 2026, pameran kerajinan terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Dekranas Pusat. Kekayaan kriya Tabanan sangat beragam dan berkualitas, tercermin dari beragam produk yang dihasilkan para perajin, mulai dari tenun, keramik, anyaman, terakota, kulit hingga craft inovatif yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Bunda Rai menambahkan, Tabanan memiliki kekayaan kriya yang luar biasa. Mengacu pada tema Kriyanusa 2026, ia mendorong para IKM binaan Dekranasda Tabanan untuk terus berinovasi, menjaga kualitas, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin luas.

Baca Juga  Antisipasi Dampak El Nino, TIM TPID Denpasar Pantau Stok Beras Bulog

“Melalui Kriyanusa dengan tema Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia, kami ingin mendorong seluruh IKM binaan kami untuk terus berani berinovasi, menjaga kualitas dan percaya diri bersaing di pasar global,” imbuhnya.

Selain itu, Bunda Rai juga mengatakan dukungan terhadap produk lokal akan terus diperkuat agar karya para perajin Tabanan tidak berhenti di tingkat daerah, melainkan mampu dikenal lebih luas. Kriyanusa 2026 juga menghadirkan Lomba Kriya Potensial dan Lomba Stand Terbaik yang mendorong peserta meningkatkan kreativitas, kualitas, inovasi, serta kemampuan dalam menampilkan dan memasarkan produk kriya.

Dalam wawancara singkat saat menghadiri stan pameran, Bunda Rai menyampaikan kesannya terhadap Kriyanusa 2026. “Kesan kami, Kriyanusa ini luar biasa untuk menggali potensi kerajinan dari masing-masing daerah. Ajang ini menjadi sarana promosi sekaligus upaya melestarikan kerajinan dari seluruh Indonesia. Bagi kami, ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kerajinan Kabupaten Tabanan. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilanjutkan, sehingga para perajin kami, khususnya di Tabanan, memiliki kesempatan yang lebih merata untuk menampilkan karya-karya mereka,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tanamkan Moderasi Beragama Sejak Dini, Ketua GOW Badung Hadiri Peringatan BKSN 2026

Published

on

By

Yunita Alit Sucipta Hadiri Peringatan BKSN 2026
HADIRI BKSN: Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta saat hadir di Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Gedung Serbaguna Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Minggu (27/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung sekaligus Agen Kerukunan FKUB Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, memberikan pembekalan dan sosialisasi moderasi beragama kepada anggota Serikat Misi Anak-Anak Misioner (SEKAMI) dan Misdinar dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Gedung Serbaguna Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Minggu (27/9). Kegiatan bertema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius” ini dirangkaikan dengan edukasi literasi media digital serta berbagai perlombaan edukatif bagi anak-anak.

Dalam arahannya, Nyonya Yunita menegaskan pentingnya pembentukan karakter yang tidak hanya terpaku pada penguatan iman, tetapi juga penanaman nilai kasih dan toleransi di era digital. “Melalui momentum BKSN 2026, kita mendorong adik-adik Misdinar dan SEKAMI untuk tumbuh menjadi pribadi yang teguh dalam iman, solider, dan terbuka. Di era digital saat ini, penting bagi anak-anak untuk memahami etika bermedia sosial, selalu saring sebelum sharing, agar terhindar dari penyebaran hoax dan ujaran kebencian,” ujarnya.

Menurutnya, nilai kasih beragama selaras dengan kearifan lokal Bali seperti prinsip Tat Twam Asi (Aku adalah Engkau, Engkau adalah Aku) sebagai landasan menjaga keharmonisan Badung yang berdampak langsung pada kenyamanan pariwisata.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Sejak dini kita perlu memberikan pemahaman bahwa perbedaan bukan menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menghargai. Inilah nilai-nilai moderasi yang perlu kita tanamkan bersama,” ucap Yunita Alit Sucipta.

Sinergi berkelanjutan antara lembaga keagamaan, FKUB, Forpela, dan Kesbangpol ini diharapkan mampu mempertahankan serta meningkatkan capaian indeks kerukunan umat beragama Kabupaten Badung yang saat ini sudah sangat tinggi, yakni berada pada angka 98,1 persen.

Baca Juga  Pantau Gudang Bulog, TPID Denpasar Pastikan Stok Beras Aman Jelang Galungan dan Kuningan

Di akhir acara yang berlangsung meriah dengan unjuk bakat lagu nasional ini, Nyonya Yunita turut menyerahkan doorprize sebagai motivasi kepada para peserta anak-anak sebelum ditutup dengan sesi foto bersama Pastor Paroki Tuka Romo Paskalis Nyoman Widastra, SVD. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca