Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Pimpin HLM Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi Jelang Idul Adha, Galungan dan Kuningan

BALIILU Tayang

:

ketahanan pangan badung
PIMPIN HLM: Bupati Wayan Adi Arnawa memimpin rapat HLM terkait upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan di ruang rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Selasa (19/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Sekda Badung IB Surya Suamba memimpin rapat High Level Meeting (HLM) terkait upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan Idul Adha, hari raya Galungan dan Kuningan.

HLM yang berlangsung di ruang rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Selasa (19/5), diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Made Agus Aryawan, Asisten Administrasi Umum I Wayan Wijana beserta Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Direktur Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Badan Pusat Statistik Badung, Tim Perumus Kebijakan serta Dosen Fakultas Pertanian Unud I Ketut Satriawan. Dalam rapat tersebut Bupati juga menyaksikan penandatanganan kerja sama memperluas akses produk-produk pertanian antara Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dengan PT. Brilliant Ecommerce Berjaya.

Dalam arahannya Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat menjelang hari besar keagamaan. Menurutnya, momentum Idul Adha serta Galungan dan Kuningan biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat terhadap sejumlah komoditas pangan. Untuk itu perlu langkah antisipatif dan sinergi lintas sektor sehingga dapat memastikan ketersediaan pangan, distribusi, kestabilan harga tetap terjaga dan dapat menekan laju inflasi.

“Kepada instansi teknis bersama TPID agar terus melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok, penguatan kerja sama antardaerah serta pengawasan distribusi pangan juga harus terus ditingkatkan guna mencegah terjadinya lonjakan harga maupun kelangkaan barang,” jelasnya.

Selain itu, Bupati menekankan bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan diperlukan langkah konkret dalam menjaga alih fungsi lahan pertanian dan menjadikan petani sejahtera. Berbicara ketahanan pangan, pemerintah harus dapat memastikan produksi pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat terlebih sektor pariwisata di Badung. Untuk itu perlu dilakukan pemetaan lahan persawahan produktif sehingga dapat mengetahui hasil produksi dan disandingkan dengan kebutuhan.

Baca Juga  Wabup Suiasa Serahkan PMT bagi Penderita TBC

“Dinas Pertanian dan Pangan agar melakukan pemetaan berapa luas lahan produksi, berapa produksinya per tahun disandingkan dengan kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata. Kalau belum terpenuhi dapat melakukan kerja sama antardaerah,” jelasnya.

Mengenai pascapanen, Perumda Pasar dan Pangan bertindak sebagai pembeli dan penjamin pasar (offtaker) juga diharapkan dapat menyerap langsung hasil panen petani lokal serta melakukan kerjasama antardaerah untuk menjaga ketersediaan stok pangan.

“Upaya ini dapat memotong rantai distribusi yang panjang, memastikan harga beli yang adil bagi petani, sekaligus mengendalikan inflasi dan ketersediaan stok di tingkat konsumen,” terangnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Bunda PAUD Denpasar Ny. Sagung Antari Komitmen Sukseskan Program Wajib Belajar 13 Tahun

Jamin Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Usia Dini Lewat 1 Tahun Pra Sekolah

Loading

Published

on

By

bunda paud denpasar
PENGUATAN BUNDA PAUD: Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat membuka secara resmi kegiatan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun di Kota Denpasar yang dipusatkan di Kantor Camat Denpasar Selatan, pada Selasa (19/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa membuka secara resmi kegiatan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun di Kota Denpasar yang dipusatkan di Kantor Camat Denpasar Selatan, pada Selasa (19/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya menjamin akses pendidikan berkualitas bagi anak usia dini lewat Program 1 Tahun Pra Sekolah.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Camat Denpasar Selatan, Komang Pendawati, Bunda PAUD Kecamatan Denpasar Selatan, Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara, Widyaprada BPMP Provinsi Bali, Arma Fetria serta Bunda PAUD Desa/Lurah se-Kecamatan Denpasar Selatan.

Widyaprada BPMP Provinsi Bali, Arma Fetria dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan hari ini dilaksanakan dalam rangka percepatan implementasi Perpres No. 12 Tahun 2025 tentang RPJM Tahun 2025-2029. Dimana, dalam upaya pencapaian sasaran prioritas nasional, salah satunya terkait Implementasi Wajib Belajar 13 Tahun yang terdiri dari 1 Tahun Prasekolah dan 12 Tahun Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Bunda PAUD Desa dalam mendukung optimalisasi pelaksanaan program wajib belajar 1 Tahun prasekolah secara efektif, inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wahana penguatan strategi dalam peningkatan akses wajib belajar 1 tahun prasekolah secara terintegrasi melalui perluasan layanan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta dukungan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu peran BPMP Bali dalam mendukung program Kemendikdasmen dalam mewujutkan program strategi implementasi Wajib Belajar 1 Tahun prasekolah kegiatan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Bali yang dilaksanakan di kantor kecamatan,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Sembahyang bersama Para Pemedek pada Puncak Karya Piodalan di Pura Penataran Pucak Antap Sai Bon

Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menegaskan bahwa implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, khususnya kewajiban mengikuti satu tahun pendidikan prasekolah, merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan hanya sebatas pemenuhan administrasi pendidikan, melainkan bagian dari komitmen negara dalam menjamin hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan usia dini yang berkualitas.

“PAUD adalah fondasi penting dalam membentuk karakter, kemampuan literasi dasar, serta kesiapan belajar anak. Karena itu, seluruh anak harus mendapatkan akses yang setara terhadap layanan prasekolah yang bermutu,” ujarnya saat membuka kegiatan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun di Denpasar Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Sagung Antari Jaya Negara juga menekankan pentingnya periode emas perkembangan anak usia dini yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Ia menyampaikan bahwa 90 persen perkembangan sel saraf anak terjadi sebelum usia enam tahun sehingga stimulasi yang tepat melalui pendidikan prasekolah menjadi sangat menentukan.

“Pendidikan prasekolah berkualitas tidak hanya mendukung kesiapan anak masuk SD, tetapi juga berperan dalam mencegah stunting, mengatasi gangguan perkembangan, dan memperkuat kapasitas kognitif maupun psikososial anak,” katanya.

Lebih lanjut, Bunda PAUD Kota Denpasar menegaskan bahwa keberhasilan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah memerlukan keterlibatan aktif Bunda PAUD di tingkat desa dan kelurahan sebagai penggerak utama di masyarakat. Ia meminta seluruh Bunda PAUD untuk melakukan pemetaan anak usia prasekolah agar tidak ada anak yang tertinggal dari layanan pendidikan. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi kepada orang tua agar memahami bahwa pendidikan prasekolah bukan sekadar pembelajaran calistung, melainkan penguatan karakter, kemandirian, dan kemampuan sosial anak secara menyenangkan.

Baca Juga  Ketua BK DPRD Badung Putu Parwata Sebut Pendapatan Fluktuatif bisa Diajukan Peroleh Bansos Tunai

“Bunda PAUD harus hadir sebagai agen edukasi yang mampu meyakinkan masyarakat bahwa prasekolah adalah hak anak sekaligus investasi masa depan bangsa,” tegasnya.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara mendorong seluruh Pokja Bunda PAUD agar menuangkan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah ke dalam rencana kerja nyata di masing-masing wilayah. Ia menekankan tiga langkah utama yang harus diperkuat, yakni advokasi anggaran dan fasilitas PAUD, sosialisasi masif kepada masyarakat, serta monitoring kualitas layanan pendidikan bagi anak usia 5–6 tahun.

“Saya berharap melalui penguatan ini, Bunda PAUD di Denpasar Selatan mampu membawa pulang rencana aksi yang konkret sehingga Denpasar dapat menjadi contoh sukses implementasi Wajib Belajar 13 Tahun di tingkat kota,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Audisi Mixologi Arak Bali Tampilkan Racikan Inovatif dengan Sentuhan Budaya Lokal

Published

on

By

mixologi arak bali
LOMBA MIXOLOGI: Lomba Mixologi Arak Bali yang digelar oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Jembrana yang berlangsung di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Selasa (19/5/2026). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Semangat kreativitas generasi muda Bali kembali terlihat dalam Audisi Lomba Mixologi Arak Bali yang digelar oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Jembrana. Kegiatan ini berlangsung di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Selasa (19/5/2026).

Ajang ini menjadi ruang bagi para bartender muda Bali untuk menunjukkan kemampuan meracik minuman berbahan dasar arak lokal dengan sentuhan inovasi, tanpa meninggalkan cita rasa khas dan nilai budaya Bali. Beragam kreasi ditampilkan para peserta dengan penuh semangat dan kreativitas, sekaligus menjadi bukti bahwa arak Bali memiliki potensi besar untuk terus berkembang di tengah generasi muda.

Audisi diawali oleh peserta dari Kabupaten Badung yang diikuti sembilan peserta. Setelah melalui proses penilaian, I Gusti Agung Gede Agung Manik Pemayun berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih I Kadek Widya Ananta, sedangkan juara ketiga diraih I Kadek Indrawan.

Seleksi kemudian dilanjutkan oleh peserta dari Kabupaten Tabanan. Meski didominasi peserta laki-laki, para srikandi Bali turut menunjukkan semangat bersaing dalam ajang ini. I Putu Bagus Andika Wijaya berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul Ni Kadek Ayu Yeni Risanti di posisi kedua, serta I Made Yogi Antara di posisi ketiga.

Persaingan semakin ketat saat audisi Kabupaten Gianyar digelar. Gianyar menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak dalam seleksi kali ini, yakni mencapai 18 peserta. Kreativitas para peserta pun mendapat perhatian karena menghadirkan racikan yang unik dan menarik. I Kadek Candra Adi Juliarta berhasil menjadi juara pertama, disusul Ni Komang Novi Meliandri sebagai juara kedua, dan I Kadek Yoga Diasa di posisi ketiga.

Tidak kalah menarik, seleksi dari Kabupaten Bangli juga menghadirkan semangat kompetisi yang tinggi. Kehadiran satu-satunya peserta perempuan tidak menyurutkan tekad untuk bersaing dengan peserta lainnya. I Putu Cahyadi Putra Andika berhasil meraih juara pertama, sementara Ni Komang Rinayani sukses menempati posisi kedua, dan I Nyoman Ari Sanjaya berada di posisi ketiga.

Baca Juga  Penandatanganan MoU Pemkab Badung dengan Kemenkumham Wilayah Bali

Sebagai penutup, peserta dari Kabupaten Jembrana atau Bumi Makepung turut menampilkan kemampuan terbaik mereka. I Kadek Febri Saputra berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul Ni Putu Andi Sivaputri di posisi kedua, dan I Putu Carsar Arjunata Sastra Buana di posisi ketiga.

Para juara dari masing-masing kabupaten nantinya akan kembali bertemu dan beradu kemampuan pada babak final yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang.

Melalui ajang ini, Arak Bali diharapkan semakin dikenal luas hingga ke tingkat internasional, sejalan dengan harapan Gubernur Bali Wayan Koster. Upaya tersebut juga diperkuat melalui Pergub Nomor 1 Tahun 2020 yang mengakui Arak Bali sebagai warisan lokal Bali yang terus diperjuangkan agar mampu mendunia dan menjadi kebanggaan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tinggi Antusiasme Generasi Muda Ikut Lomba Mixologi Arak Bali

Published

on

By

Lomba Mixologi Arak Bali
LOMBA MIXOLOGI: Suasana audisi Lomba Mixologi Arak Bali yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Buleleng, Senin, 18 Mei 2026 di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Semangat tinggi generasi muda Bali mengangkat potensi arak lokal terlihat dalam audisi Lomba Mixologi Arak Bali yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Buleleng, Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Bali ini diikuti para peserta dari empat kabupaten/kota di Bali.

Peserta yang mengikuti audisi berasal Kota Denpasar, Klungkung, Karangasem, dan Buleleng. Antusiasme peserta begitu tinggi sejak awal acara dimulai. Mereka menunjukkan kemampuan terbaik dalam meracik minuman berbahan dasar arak Bali dengan kreativitas dan sentuhan khas masing-masing.

Perempuan Muda Mix Arak Bali

Dari semua peserta yang tampil, hadir pula tiga srikandi yang ikut bersaing mewakili Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Buleleng. Kehadiran para perempuan muda ini menjadi warna tersendiri dalam kompetisi yang didominasi peserta laki-laki.

Audisi tersebut juga disaksikan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster. Kehadirannya menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta yang tampil penuh percaya diri di hadapan dewan juri.

Para juri kemudian memilih tiga peserta terbaik dari masing-masing kabupaten/kota untuk melaju ke babak final yang akan digelar pada bulan Juni mendatang.

Untuk Kota Denpasar, juara pertama diraih oleh I Kadek Ryan Budi Ardika, disusul Kadek Dika Sastrawan sebagai juara kedua, dan I Wayan Levi Johniawan di posisi ketiga.

Sementara itu, Kabupaten Karangasem didominasi peserta dari LPK Monarch Bali Candidasa. Juara pertama diraih I Kadek Agus Ariya, juara kedua I Wayan Taman Artha, dan juara ketiga I Kadek Buda Arnawa.

Di Kabupaten Buleleng, Ketut Rino Suyastrawan berhasil meraih posisi juara pertama. Posisi kedua diraih I Putu Aldy Muliastrawan, sedangkan juara ketiga diraih I Komang Tri Widhi Ardika.

Baca Juga  Aplikasi "Patriot" Badung Ikut Kompetisi Tingkat Internasional

Hal menarik justru hadir dari Kabupaten Klungkung. Jika di daerah lain para juara didominasi peserta laki-laki, berbeda dengan Klungkung yang hanya memiliki satu peserta perempuan dalam audisi tersebut. Srikandi muda bernama Dewa Ayu Sri Wahyuni tampil percaya diri di tengah 14 peserta yang mengikuti audisi.

Meski menjadi satu-satunya perempuan yang bersaing di Kabupaten Klungkung, Dewa Ayu Sri Wahyuni mampu membuktikan kemampuannya dalam meracik minuman berbahan arak Bali secara maksimal hingga berhasil keluar sebagai juara pertama. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa perempuan juga mampu bersaing dan berkreasi di dunia mixologi.

Posisi juara kedua Kabupaten Klungkung diraih I Nyoman Devan Rishikesha Sabha, sementara Arya Agung Mahendra Kusuma menempati posisi juara ketiga.

Lomba Mixologi Arak Bali kali ini berhadiah total beasiswa sebesar Rp 39 juta. Lomba ini dalam rangka memeriahkan bulan Bung Karno tahun 2026. Melalui Lomba Mixology Arak Bali, mari kita angkat potensi generasi muda untuk mencintai, melestarikan, dan mengembangkan produk lokal menjadi karya berkelas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca