Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

HUT Ke-13 Forum Pengelola Pasar Desa di Denpasar

Tebar 20 Ribu Benih Ikan dan Serahkan Sembako kepada Pedagang Lansia

Loading

BALIILU Tayang

:

HUT Forum Pengelola Pasar Desa denpasar
HUT FPPD: Peringatan HUT ke-13 FPPD Denpasar pada, Minggu (20/10) berlangsung di Pasar Adat Penatih, Kecamatan Denpasar Timur. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Peringatan HUT ke-13 Forum Pengelola Pasar Desa (FPPD) Kota Denpasar pada Minggu (20/10), berlangsung meriah di Pasar Adat Penatih.

Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial, olahraga, serta pelestarian lingkungan, seperti penebaran benih ikan. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Wayan Budha, Kepala Kelurahan Penatih I Wayan Murda, Jro Bendesa Adat Penatih, dan pengurus FPPD Denpasar, serta Kepala Pasar Desa se-Kota Denpasar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Wayan Budha, ditemui dis ela-sela kegiatan berharap agar FPPD Kota Denpasar dapat terus meningkatkan kekompakan dalam melanjutkan program kerja mereka. Ia juga berharap FPPD dapat berkontribusi lebih besar dalam memajukan pasar desa di Kota Denpasar, sehingga mampu mendukung kesejahteraan masyarakat dan perkembangan ekonomi lokal.

“Apresiasi pelaksanaan HUT FPPD, dan berharap dapat terus meningkatkan kekompakan dalam meneruskan program kerja untuk kemajuan Pasar Desa di Kota Denpasar,” ujar Wayan Budha.

Sementara Ketua FPPD Denpasar, I Nyoman Suwarta menyampaikan kegiatan HUT tahun ini mengangkat Tema “Melalui HUT ke-13 Forum Pengelola Pasar Desa Kota Denpasar kita gelorakan semangat Vasudhaiva Kutumbakam menuju pasar rakyat yang bersih, aman, segar dan terpercaya”.

I Nyoman Suwarta menambahkan, penebaran 20 ribu benih ikan di perairan setempat, yang bertujuan untuk melestarikan ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan populasi ikan.

Selain itu, sebagai wujud solidaritas dan dukungan terhadap para pedagang lanjut usia, juga menyerahkan paket sembako kepada pedagang lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban mereka serta memberikan apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga kelangsungan pasar desa.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Salurkan Sembako bagi Warga yang Isolasi Mandiri

“Pelaksanaan HUT ke-13 FPPD Denpasar diisi dengan berbagai kegiatan. Seperti penebaran 20 ribu ekor benih ikan di Tukad Buluh Penatih, penyerahan sembako untuk pedagang lansia, hingga senam yoga ketawa,” ujar Nyoman Suwarta.

Diharapkan pasar desa tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi tetapi juga sosialisasi bagi masyarakat desa. Selain itu, dapat memberikan manfaat bagi para pengelola pasar dalam meningkatkan pendapatan, sehingga pasar desa bisa lebih berperan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kami menyampaikam ucapan terima kasih kepada Pemkot Denpasar yang terus memberikan dukungan dalam peningkatan kapasitas pasar desa di Kota Denpasar, dan ucapan terima kasih kepada pihak donatur yakni dari Yayasan Bina Ilmu bersmaa Dinas Sosial Denpasar yang telah memberikan bantuan 330 paket sembako, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, dan dari Bali Happy,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pelepasan Siswa Kelas XII SLB Negeri 1 Buleleng, Tampilkan Pameran Vokasi dan Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus

Published

on

By

slb negeri 1 buleleng
PELEPASAN: SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan pendidikan para siswa sekaligus menampilkan berbagai potensi dan kreativitas yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan di sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SLB Negeri 1 Buleleng Made Winarsa menyampaikan bahwa saat ini sekolah tersebut memiliki 157 siswa dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan khusus. Keberagaman tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga pendidik untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal dan inklusif.

Lebih lanjut disampaikan, SLB Negeri 1 Buleleng juga telah memiliki fasilitas asrama yang mampu menampung hingga 40 siswa. Asrama tersebut diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari daerah yang jauh dari sekolah, dengan syarat telah memiliki tingkat kemandirian yang memadai. Kehadiran asrama diharapkan dapat mendukung akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Buleleng maupun wilayah sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Winarsa juga memberikan motivasi kepada para orang tua siswa agar tidak pernah merasa putus asa dalam mendampingi anak-anak mereka. Menurutnya, setiap anak berkebutuhan khusus memiliki keistimewaan dan potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Di balik keterbatasan yang dimiliki, pasti ada kelebihan yang tertanam dalam diri setiap anak. Tugas kita bersama, khususnya para guru, adalah menggali dan mengangkat potensi tersebut ke permukaan sehingga dapat berkembang secara maksimal. Karena itu, jangan pernah merasa rendah diri dan tetaplah percaya pada kemampuan anak-anak kita,” ujarnya.

Melalui pameran karya dan pentas seni yang ditampilkan, para siswa menunjukkan berbagai kemampuan di bidang seni, keterampilan, dan kreativitas. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi dan berkarya apabila diberikan kesempatan, dukungan, serta lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

Baca Juga  Sekda IB Alit Wiradana Buka Pasar Rakyat Kelurahan Panjer

Kegiatan pelepasan ini berlangsung penuh kebanggaan, tidak hanya bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah, tetapi juga bagi orang tua dan para guru yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang mereka. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memberikan perhatian serta dukungan terhadap pendidikan inklusif guna mewujudkan kesempatan yang setara bagi seluruh anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satgas Anti-Mafia Bola akan Kembali Diaktifkan, Cegah Judi Selama Piala Dunia 2026

Published

on

By

mafia bola
BERI KETERANGAN: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga penyelenggaraan Piala Dunia 2026 agar tetap menjadi ajang hiburan yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali Satgas Anti-Mafia Bola guna mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran hukum, khususnya praktik perjudian yang memanfaatkan momentum pesta sepak bola dunia tersebut.

“Beberapa waktu lalu kita pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali,” ujar Kapolri usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Kapolri menjelaskan, pengaktifan kembali Satgas Anti-Mafia Bola merupakan upaya preventif untuk mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia sebagai sarana melakukan tindak pidana, termasuk perjudian.

Menurutnya, Piala Dunia seharusnya menjadi ajang hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan.

“Jangan sampai momentum hiburan Piala Dunia ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum yang justru merusak semangat sportivitas,” tegasnya.

Kapolri juga mengimbau masyarakat agar menjadi penonton yang cerdas dan tidak terlibat dalam aktivitas perjudian selama perhelatan Piala Dunia berlangsung. Ia menekankan bahwa aturan hukum terkait perjudian di Indonesia telah diatur secara tegas sehingga harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Perjudian merupakan pelanggaran hukum yang aturannya sudah sangat jelas. Karena itu, masyarakat harus menghindari segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan perjudian,” ujarnya.

Selain melakukan langkah pencegahan terhadap praktik perjudian, Polri juga berupaya menghadirkan suasana menonton yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Untuk itu, Polri bekerja sama dengan LPP TVRI dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di berbagai satuan kewilayahan.

Baca Juga  Ikan Koi, Nambah Indah Pura Agung Jagatnatha

Kegiatan nobar tersebut akan dilaksanakan mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh Indonesia sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memastikan perhelatan Piala Dunia dapat dinikmati secara aman, tertib, dan bebas dari praktik perjudian.

“Kami dari Polri akan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan nobar, mulai dari Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Kapolri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TPID Bali Perkuat Sinergi untuk Pastikan Pasokan dan Harga Tetap Stabil Jelang Galungan-Kuningan

Published

on

By

tpid bali
HLM: Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra pimpin High Level Meeting (HLM) TPID Bali pada 10 Juni 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai upaya menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Galungan-Kuningan, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia serta seluruh pemangku kepentingan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Sebagai wujudnya, TPID Provinsi Bali mengadakan High Level Meeting (HLM) pada 10 Juni 2026, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang mewakili Ketua TPID dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani; Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Walikota/Bupati se-Bali yang diwakili oleh Sekda/Asda; Perwakilan Polda; Kepala Bulog Kanwil Bali; Anggota TPID, serta Perumda se-Provinsi Bali.

Berdasarkan data BPS, inflasi Bali Mei 2026 tercatat sebesar 2,99% (yoy), lebih rendah dibandingkan nasional yang sebesar 3,08% (yoy) dan terjaga dalam sasaran 2,5±1%. Ini menunjukkan bahwa kondisi inflasi di Bali terkendali di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam arahannya menyampaikan pentingnya pengendalian inflasi mengingat stabilitas harga sangat menentukan terjaganya kesejahteraan dan daya beli masyarakat Bali. “Harapannya, inflasi dapat dijaga, komoditas dapat tersedia dan mudah dijangkau”, jelas Dewa Made Indra.

Sekda Bali juga menekankan kelancaran distribusi, karena tidak dipungkiri saat Hari Raya Keagamaan permintaan akan kebutuhan pangan meningkat, sehingga peran TPID Bali menjadi penting untuk memastikan dari sisi supply (ketersediaan).

Menghadapi rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Galungan dan Kuningan pada Juni 2026, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani menyampaikan beberapa tantangan pengendalian inflasi, diantaranya tingginya permintaan barang dan jasa pada periode HBKN Galungan-Kuningan yang dibarengi dengan periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta berlanjutnya ketidakpastian global berpotensi pada kenaikan lanjutan harga bensin dan bahan bakar rumah tangga.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Salurkan Sembako bagi Warga yang Isolasi Mandiri

Lebih lanjut, Achris menyampaikan strategi TPID Bali menghadapi HBKN Galungan Kuningan di tengah ketidakpastian cuaca dan kondisi global, antara lain melalui optimalisasi pelaksanaan Operasi Pasar Murah serentak mengedepankan prinsip 3T (tepat waktu, tepat lokasi, tepat sasaran), penguatan pengawasan stok pangan daerah bekerja sama dengan satgas pangan dan pelaksanaan sidak pasar, optimalisasi realisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk mendukung ketersediaan stok pangan menjelang periode Galungan-Kuningan, penguatan fasilitas pengairan khususnya dalam memitigasi risiko El-Nino untuk menjaga produksi lokal daerah, dan penguatan komunikasi publik untuk membentuk optimisme masyarakat menghadapi momentum HBKN Galungan-Kuningan.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali menyampaikan bahwa salah satu tantangan pengendalian inflasi di Bali yakni mayoritas bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat Bali merupakan hasil dari provinsi lain, sehingga faktor kelancaran distribusi menjadi salah satu faktor krusial untuk mendukung keterjangkauan harga.

Lebih lanjut, Kepala Bulog Kanwil Bali menyampaikan bahwa kondisi stok pangan di Bali tetap aman. Selain itu, Bulog Kanwil Bali terus mendukung stabilisasi harga pangan melalui pelaksanaan Gerakan Pasar Murah guna menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan di masyarakat.

Sementara itu, Perwakilan Satgas Pangan melaporkan bahwa ketersediaan pangan di Bali secara umum terjaga dengan baik. Distribusi juga terus dipantau baik di pasar maupun di distributor. Satgas Pangan menekankan pentingnya memastikan distribusi pangan dan energi berjalan lancar serta tepat sasaran guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang HBKN.

Terkait dengan komoditas strategis, berdasarkan hasil pantauan Kepala Dinas ESDM stok LPG subsidi dan BBM subsidi hingga perayaan Galungan-Kuningan memadai dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan distribusi guna memastikan pasokan energi tetap lancar dan tepat sasaran, terutama pada periode meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang perayaan hari raya. Menjelang persiapan HBKN, persediaan daging babi juga terpantau aman.

Baca Juga  Semarak Perayaan Imlek Toleransi Tahun 2023 di Kota Denpasar

Sebagai upaya mitigasi ketersediaan pasokan, Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali melakukan upaya pencegahan penyakit ternak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pelaksanaan program vaksinasi setelah pemerintah pusat mengalokasikan sebanyak 50.000 dosis vaksin African Swine Fever (ASF) untuk Provinsi Bali pada tahun 2026. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan sektor peternakan babi dan meminimalkan risiko gangguan produksi.

Selanjutnya Ketua Paiketan Perumda menekankan perlunya pemantauan harga daging babi selain ketersediaan stok. Sebagai penutup, seluruh pihak diharapkan terus memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga pangan dan energi. Dengan kolaborasi yang erat antar instansi, diharapkan kebutuhan pangan terpenuhi utamanya pada saat periode Hari Raya Galungan dan Kuningan sehingga perayaan HBKN dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca