Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri perayaan HUT Ke-63 Sekaa Teruna Yowana Pratyaksa Banjar Bualu, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, Sabtu (29/8) malam. Hadir pula anggota DPRD Badung I Nyoman Karyana, Made Retha, I Wayan Sukses, Camat Kuta Selatan Kadek Laksana, Lurah Benoa Wayan Karang Subawa, Bendesa Adat Bualu I Made Suarma, serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa memaparkan komitmen Pemkab Badung menjaga keberlanjutan pariwisata, mulai dari pembenahan infrastruktur hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Masyarakat dan pemerintah Badung sangat bergantung pada pariwisata. Sekitar 85 persen PAD ditunjang sektor ini,” ujarnya. Pada 2026, Pemkab Badung menargetkan PAD mencapai Rp 9,8 triliun.
Untuk itu, pemerintah fokus mengatasi tantangan kemacetan yang kerap dikeluhkan wisatawan. “Jika persoalan kemacetan tidak disentuh, kita akan ditinggal wisatawan,” katanya. Pemkab Badung pun menyiapkan pembangunan tiga ruas jalan utama, salah satunya Jalan Lingkar Selatan (JLS) dari Ayana menuju Uluwatu sepanjang lebih dari 10 km dengan anggaran Rp 2,9 triliun. Disiapkan pula jalan penghubung Uluwatu ke kawasan Melasti hingga JLS untuk memperlancar konektivitas dan membangun ekosistem ekonomi baru di Badung Selatan.
Bupati mengungkapkan, kemacetan di jalur Politeknik Negeri Bali/GWK menuju Uluwatu sudah sangat parah hingga memakan waktu tempuh 2-3 jam saat ada acara. Pembangunan konektivitas juga menyasar kawasan Canggu menuju Tibubeneng sepanjang 4,7 km dengan anggaran Rp 516 miliar. Infrastruktur ini mulai meningkatkan kepercayaan investor. Pada 2028, ditargetkan empat hotel baru terbangun di ITDC yang akan membuka 2.308 lapangan pekerjaan.
Pemkab Badung juga merancang akses jalan Kampus Unud menuju Jalan Dharmawangsa, penataan serta pelebaran Jalan Dharmawangsa-Siligita, hingga kelanjutan Tol Bali Mandara menuju Sawangan. Berkat keseriusan ini, investasi meningkat. Pemilik Kempinski berencana menambah 200 kamar serta membangun hotel baru, sementara Ayana berniat menambah 350 kamar. Realisasi pajak daerah semester kedua 2026 pun melonjak hingga Rp 730 miliar per bulan dari yang sebelumnya berkisar Rp 350 miliar – Rp 500 miliar.
Selain fisik, Adi Arnawa menegaskan fokus penyiapan SDM agar warga lokal menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Pemkab Badung menjalankan berbagai program beasiswa, termasuk bagi keluarga kurang mampu. Pada 2026, dibuka kuota 1.205 mahasiswa untuk pembiayaan pendidikan S1. Adi Arnawa juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya Bali, seperti nama tradisional Nyoman dan Ketut.
“Jika budaya Bali punah, pariwisata kita akan merosot,” tambahnya. Peningkatan pendidikan ini juga menjadi modal menuju Indonesia Emas 2045.
Terkait fasilitas lokal, Banjar Adat Bualu direncanakan mendapat dukungan anggaran Rp 5 miliar untuk pembangunan pada 2027.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT, I Kadek Andika Dwi Purnama menyampaikan perayaan tahun ini mengusung tema “Kaitket Antuk Rasa” (ikatan yang tumbuh karena rasa yang dijaga bersama). Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat sinergi antara sekaa teruna, krama banjar, PKK, hingga anak-anak. Total dana yang digunakan dari tahap persiapan hingga pelaksanaan mencapai Rp 35 juta, bersumber dari kas pemuda, sponsorship, dan krama Banjar Bualu. “Semoga generasi penerus dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dan terus berprestasi,” pungkasnya. (gs/bi)