Connect with us

HOBIIS

I Wayan Arthana: Bonsai, Hiburan Positif di Tengah Pandemi

BALIILU Tayang

:

de
I Wayan Arthana bersama koleksinya bonsai Bougenville. (ft-ft:noer)

DI tengah pandemi Covid-19 menjadikan banyak kegiatan yang dikondisikan untuk bisa dilakukan dari rumah sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona. Ini menjadikan banyak orang yang memilih untuk melakukan kegiatan positif di saat lebih banyak waktu di rumah. Seperti yang dilakukan oleh I Wayan Arthana, memilih aktivitas berbonsai di tengah pandemi Covid-19 sebagai hiburan saat di rumah saja.

“Banyak hal positif yang bisa kita dapat dari bonsai. Selain membuat rumah lebih indah dan asri, juga membuat kita jadi terhibur. Dengan pikiran yang terhibur dan bahagia diharap bisa membuat daya tahan tubuh lebih meningkat sehingga membuat kita lebih kebal dari penyakit,” jelas I Wayan Arthana saat ditemui di rumahnya di Ketewel Gianyar yang terlihat sangat asri dengan dihiasi puluhan bonsai kualitas kontes dari berbagai jenis pohon.

Nikmati proses pembentukan bonsai

Selain itu, menurut pensiunan PNS Pemda Gianyar pada September 2019 dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Gianyar ini juga ada manfaat ekonomi yang bisa didapat dari menekuni seni bonsai. “Saya sendiri pernah menjual pohon seharga 360 juta rupiah setelah juara kontes bonsai tingkat internasional di Bandung tahun 2014. Jadi, di sini juga ada manfaat ekonomi yang bisa didapat. Yang penting kita memahami teknik juga telaten dan sabar dalam memproses pohon hingga maksimal dan juara. Banyak juga yang memilih mengembangkan bibitan bahan bonsai untuk dijual. Walau di tengah pandemi saat ini, saya lihat harganya juga masih stabil mengingat ada nilai seni dalam bonsai. Jadi, bonsai juga bisa dijadikan alternatif ekonomi kreatif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Bonsai Beringin, koleksi I Wayan Arthana saat awal bermain bonsai tahun 80-an.

Mengenai perawatan bonsai, walau banyak yang perlu dipahami namun yang terpenting menurutnya bagaimana bisa membuat pohon bisa sehat dan subur. “Kalau untuk proses pembentukan bonsai banyak yang harus kita pahami. Selain bagaimana bentuk yang sesuai dengan kriteria seninya juga bagaimana teknik pembentukannya. Namun yang terpenting bagaimana membuatnya sehat dan subur dahulu dengan menggunakan media tanam khusus untuk bonsai serta menempatkannya di bawah sinar matahari yang cukup dan jangan lupa selalu rajin menyiram tiap pagi dan sore,” papar penasehat organisasi Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Gianyar ini.

Baca Juga  Kasus Sembuh Covid-19 Melonjak di Denpasar, Hari Ini Bertambah 52 Pasien Sembuh

I Wayan Arthana sendiri ternyata juga tergolong sebagai senior di kalangan para penggemar bonsai khususnya di Gianyar. Pasalnya, pria kelahiran tahun 1959 ini sudah mulai mengenal dan aktif memelihara bonsai sejak tahun 80-an. Bahkan setiap kegiatan kontes bonsai di Gianyar selalu terlibat di kepanitiaan dan dipercaya untuk memimpin pelaksanaan.

Bonsai Santigi koleksi I Wayan Arthana

“Biasanya kontes bonsai di Gianyar kita laksanakan bulan April bertepatan dengan kegiatan HUT Kota Gianyar. Tapi di tengah pandemi kegiatan tahun ini ditiadakan. Harapannya semoga pandemi ini segera kita lalui sehingga tahun depan kita bisa melaksanakan kegiatan kontes bonsai lagi,” harapnya.

Rumah terasa asri dengan display bonsai

Sebagai senior dengan berbagai pengalaman seputar seni bonsai menjadikan rumahnya yang berada di Banjar Puseh Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar sering juga dikunjungi para penggemar bonsai. “Senangnya di sini kita juga banyak sahabat. Kalau untuk urusan bonsai, rumah saya selalu terbuka. Yang penting kita selalu menerapkan protokol kesehatan di saat pandemi ini,” pungkasnya.  (noer)

Advertisements
de

de
Advertisements
de

HOBIIS

Kontes dan Pameran Bonsai di Pecatu, Suiasa Apresiasi Komitmen Generasi Muda Tingkatkan Perekonomian

Published

on

By

PAMERAN BONSAI: Wabup Suiasa saat membuka kontes dan pameran bonsai di Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Senin (28/6).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka kontes dan pameran bonsai di Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Senin (28/6). Perlombaan bonsai yang bertemakan “Taru Prana Buana” mempunyai makna Pohon sebagai Nafasnya Bumi ini turut dihadiri Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Bendesa Pecatu I Made Sumerta yang juga anggota DPRD Badung beserta jajaran Desa Pecatu, Ketua LPM Desa Pecatu dan para peserta lomba bonsai.

Atas nama pemerintah daerah, Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi dan rasa bangga bahwa pelaksanaan kontes bonsai yang pertama kalinya sekarang dilaksanakan di Pecatu dan terlebih kegiatan ini diinisiasi oleh generasi muda yaitu ST. Widya Dharma Banjar Adat Tengah Pecatu. Ini memberikan harapan baru, optimisme bahwa kegiatan kontes ini bisa secara berkelanjutan dilaksanakan ke depannya.

“Saya berharap setelah dilaksanakannya kontes pertama ini, selanjutnya yang kedua dan ketiga dan seterusnya bisa dilaksanakan lagi, terlebih dengan dukungan perbekel dan tokoh Desa Adat Pecatu tentu akan lebih baik lagi ke depannya,” ujar Wabup Suiasa.

Wabup Suiasa mengatakan jarang ada kontes bonsai yang diselenggarakan oleh generasi muda, hal ini luar biasa dan menandakan generasi muda tidak hanya berkutat pada hal yang rutinitas tetapi mereka sudah memiliki visi yang maju dalam melestarikan lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan positif, di samping memperbaiki kualitas lingkungan juga memberikan multiplier effect baik itu meningkatkan baik itu dari segi ekonomi dan juga meningkatkan rasa kekeluargaan di antara para penggemar dan penikmat bonsai sendiri terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini. Jadi ada hiburan lain yang bisa dinikmati masyarakat, apalagi di Pecatu ini baru pertama kali dilaksanakan,” ujar Wabup Suiasa.

Baca Juga  Badung Persiapkan Penyusunan RPJMD Semesta Berencana Tahun 2021-2026

Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa membuka kontes dan pameran bonsai dengan penyematan bendera kepada bonsai yang mendapatkan juara 1 dan sekaligus memberikan dana motivasi sebesar Rp 5 juta kepada ketua panitia.

Sementara itu I Putu Aryanto selaku Ketua Panitia dan Ketua ST. Widya Dharma Banjar Adat Tengah Pecatu melaporkan kegiatan kontes dan pameran bonsai ini bekerjasama dengan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Kabupaten Badung. Kegiatan ini dilaksanakan dalam mengamalkan konsep Tri Hita Karana serta dalam memeriahkan Bulan Bung Karno Provinsi Bali yang ke-3 tahun 2021. Kegiatan yang mengundang para penggemar bonsai dari seluruh Bali ini diikuti sebanyak 306 pohon yang terdiri dari 36 bonsai dari kelas bonsai jadi dan 226 bonsai di kelas prospek dan turut partisipasi juga 5 bonsai eksibisi yakni bonsai yang sudah pernah mengikuti kontes di tingkat nasional. Dari jumlah peserta tersebut ada sekitar 95 pohon bonsai milik penggemar bonsai dari Desa Adat Pecatu yang ikut berpartisipasi. (bt)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

HOBIIS

Dua Motor Kustom Karya Builder Denpasar Tampil di Negeri Sakura

Published

on

By

Hasil karya motor Builder Denpasar mendapat apresiasi dari Negeri Sakura, Jepang.

Denpasar, baliilu.com – Hasil karya motor Builder Denpasar mendapat apresiasi dari Negeri Sakura, Jepang. Hasil karya Builder Kedux Garage dan AMS Garage akan tampil selama enam bulan di Kota Tokyo, Jepang dalam sebuah pameran motor kustom.

Pelepasan motor kustom hasil karya builder kenamaan Bali ini dilakukan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Jumat (25/6) di garage masing-masing builder. Kehadiran kedua pucuk pimpinan Pemkot Denpasar ini didampingi Kadis Pariwisata Denpasar Dezire Mulyani, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan I Dewa Gede Rai serta dari Badan Kreatif Denpasar.

Keberangkatan hasil karya motor dari Kedux Garage dengan gaya Frisco Copper menggunakan mesin Yamaha XS 650cc yang diselesaikan pada tahun 2016. Pemilik dari motor ini, Putu Agus Pratama Putra yang akrab disapa Lionk, telah memenangi beberapa kontes motor kustom baik daerah hingga nasional. Sementara AMS Garage dengan builder Putu Ajus Mulyawarman membawakan motor dengan gaya Cafe Racer dengan mesin Honda 650cc,pemilik Dewa Adi. Motor ini juga pernah memenangi perlombaan kustom motor tingkat nasional dan bahkan tampil pada Yokohama Hot Rod Custom Show di Jepang pada tahun 2019.  

Kehadiran Jaya Negara dna Kadek Agus melihat langsung Kedux Garage dan  AMS Garage sedang melakukan pembuatan salah satu motor dari konsumen yang tidak saja datang dari Denpasar dan Bali, namun juga datang dari luar Bali. Jaya Negara mengapresiasi builder Kedux Garage dan AMS Garage telah mampu menghasilkan karya cipta motor yang berprestasi hingga internasional. ‘’Masing- masing builder ini memiliki ciri khas karya motor kustom, serta apresiasi pembuatan motor secara handmade dengan alat manual,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga  Badung Persiapkan Penyusunan RPJMD Semesta Berencana Tahun 2021-2026

Jaya Negara juga mengatakan apresiasi kepada insan kreatif Denpasar yang terus berkreasi meski dalam sistuasi keterbatasan pandemi Covid-19 saat ini. Hasil-hasil karya builder ini mendapatkan kehormatan dengan karya yang ditampilkan di Kota Tokyo, Jepang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Dezire Mulyani didampingi Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf  I Wayan Hendaryana menyampaikan bahwa keberangkatan dua motor kustom hasil karya builder Denpasar ini keberlanjutan dari kerja sama Yokohama Hot Rod Custom Show di Jepang pada tahun 2019 lalu. “Kerja sama ini mendapat dukungan dari KBRI di Jepang, Atase Bank Indonesia di  Jepang, serta Garuda Indonesia untuk mempromosikan pariwisata Bali melalui builder motor kustom yang ada di Bali, khususnya Kota Denpasar,” ujarnya.

Disampaikan pula, promosi pariwisata ini sebagai langkah promosi pariwisata minat khusus melalui sektor ekonomi kreatif. Setelah dilepas Wali Kota Jaya Negara secara resmi keberangkatan kedua motor kustom ini langsung menuju Jepang dan dipamerkan selama enam bulan di Kota Tokyo. “Semoga hasil karya bilder ini mampu memberikan daya tarik tesendiri pada sektor ekonomi kreatif dalam promosi pariwisata minat khusus,” ujarnya.  (pur/ard)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

HOBIIS

Wawali Arya Wibawa Dukung Pelaksanaan Kontes Ikan Channa dari Komunitas Lebah Channa Fish Club

Published

on

By

de
AKTIVASI: Komunitas Lebah Channa Fish Club melaksanakan aktivasi di Kantor Walikota Denpasar serta disambut hangat Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar AAG Bayu Brahmasta, di Kantor Walikota Denpasar, Selasa (22/6).

Denpasar, baliilu.com – Di tengah pandemi Covid-19 yang sedang mewabah, para pencinta dan komunitas ikan Channa pun kian merebak di Kota Denpasar. Kali ini komunitas dari Lebah Channa Fish Club melaksanakan aktivasi di Kantor Walikota Denpasar serta disambut hangat Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar AAG Bayu Brahmasta, di Kantor Walikota Denpasar, Selasa (22/6).

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mendukung kegiatan kontes ikan dari Lebah Channa Fish Club yang akan diadakan di Dharma Negara Alaya pada 1 hingga 4 Juli 2020 mendatang, namun dengan tetap melaksanakan  prokes dan pembatasan peserta sehingga dapat mencegah terjadinya penularan virus yang lebih meluas. ‘’Saya berharap dengan kegiatan ini dapat lebih mengisi waktu luang para generasi muda, sehingga lebih bermanfaat. Dan mengingat habitat ikan ini sudah mulai berkurang, sehingga kegiatan ini juga bermanfaat sebagai upaya pelestarian ikan Channa (gabus) agar tidak punah,” kata Agus Arya Wibawa.

Sementara itu, Ketua Lebah Channa Fish Club Ida Bagus Eka  mengatakan, dulu ikan Channa atau ikan gabus ini merupakan ikan konsumsi. Namun setelah kita lihat dan dipilih, ikan ini sangat menarik jika ditempatkan dalam akuarium dan dapat bersaing dengan ikan hias lainnya seperti ikan Louhan dan Arwarna serta memiliki nilai jual yang tinggi.

Lebih lanjut, dia mengatakan, awalnya dari hobi kemudian membentuk komunitas dan mengadakan kontes ikan Channa yang akan digelar pada 1 hingga 4 Juli 2020 mendatang di Dharma Negara Alaya. ‘’Dalam kontes ini kami hanya menampilkan  dua kategori yakni kategori Channa lokal atau Channa Limbatta dan kategori luar negeri yakni untuk jenis ikan Channa Myanmar yaitu Channa Pulkra,’’ ujarnya.

Baca Juga  Kasus Sembuh Covid-19 Melonjak di Denpasar, Hari Ini Bertambah 52 Pasien Sembuh

‘’Harapan kami untuk ke depannya, mengingat komunitas dan peminat ikan Channa yang semakin meningkat agar para pencinta ikan ini untuk tetap menjaga ekosistem, baik dengan menjaga habitat aslinya maupun dengan mengembangbiakkan, sehingga ikan yang sudah jarang ditemui ini tetap ada dan tidak punah,” pungkas Ida Bagus Eka. (ard)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca