Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

ICMI Bali Gelar Pesantren Kilat dan Buka Bersama

BALIILU Tayang

:

de
Ketua ICMI Bali Ir. Farida Hanum Ritonga, M.Si. memberikan keterangan pers. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Organisasi Wilayah (Orwil) Bali mengadakan pesantren kilat dan buka puasa bersama di ITB STIKOM Bali Convention Center, Sabtu (9/4/2022). Ketua ICMI Bali Ir. Hj. Farida Hanum Ritonga, M.Si menerangkan kegiatan ini adalah bentuk silaturahim anggota ICMI Bali dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta anak-anak asuhannya.

Menurut Dosen Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar itu, kegiatan pesantren kilat ini sebagai bentuk implementasi program ICMI Bali di bidang pendidikan mental spiritual, pengembangan ekonomi, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan keluarga.

“Kita juga mengajak Unit Pengumpul Zakat, mereka itu juga dari ICMI Orda Bali untuk mengadakan kegiatan pesantren kilat ini dengan maksud agar anak-anak asuh kita yang ada di UPZ, juga dari Orda hadir di sini sehingga mereka diharapkan mendapatkan tambahan wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun wawasan terkait dengan kaidah-kaidah Islam. Karena memang ICMI ini adalah ormas cendekia, kita harapkan nanti kuat keimanan dan ketakwaannya maupun ilmu pengetauhan dan teknologi,” terang Farida Hanum.

Kegiatan ICMI lainnya dalam bulan Ramadhan ini, kata Fraida Hanum, adalah bazar terbuka, bekerja sama dengan salah seorang anggota pemilik kedai di Food Court di Jl. Raya Puputan, Renon dari tanggal 05 – 24 April 2022. “ICMI berkolaborasi dengan Wanita Islam dan ormas lainnya. Kami menyediakan paket menu berbuka puasa dengan harga terjangkau. Hasilnya untuk santunan kepada anak-anak dan guru-guru,” kata Farida.

Ketua UPZ Bali Imam Asrorie menambahkan, ICMI adalah organisasi cendekia namun di dalamnya ada unsur kesalehan sosial yang dilakukan oleh ICMI yang dilaksanakan oleh UPZ. Disebutkan, UPZ hadir untuk mengembangkan potensi anak-anak yang tidak mampu agar mendapat pendidikan yang layak dan memadai. Apalagi selama pandemi ini banyak anak-anak tidak bisa sekolah, maka ICMI bersama UPZ berusaha untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang tidak mampu itu.

Baca Juga  Rayakan Hari Bumi, BEM FKH Unud Adakan ''Beach Clean Up'' dan Buka Bersama

 “Untuk tahap awal, prioritas UPZ adalah anak-anak tingkat SD – SMA sederajat. Meskipun demikian ICMI sudah bekerja sama dengan ITB STIKOM Bali untuk pendidikan mahasiswa kurang mampu,” kata Imam. “Untuk di STIKOM Bali, tiap tahun rata-rata 50 anak, termasuk  SMK TI Bali Global,” tambah Farida Hanum.

Pesantren kilat ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Drs. H. Arifmulakmal, M.Hum dengan materi tentang mental dan spiritual, materi pendidikan dan teknologi dibawakan oleh Dr. H. Dadang Hermawan, dan materi ekonomi & kewirausahaan oleh H. Mardi Soemitro, S.E.

Sementara itu Ketua Umum ICMI Pusat Prof. Dr. Arif Satria dalam sambutannya secara virtual mengatakan mengapresiasi kegiatan ramadhan yang diadakan oleh ICMI Orwil Bali karena hal itu menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

“Ibadah ramadhan adalah ibadah untuk meningkatkan kecerdasan spiritual kita, kemudian bisa meningkatkan kecerdasan emosional kita dan kecerdasan sosial kita. Salah satu komponen penting dalam kecerdasan sosial adalah membangun solidaritas sosial. Dan saya yakin kita semua sudah sangat memahami bahwa kita akan terus membangun solidaritas sosial, membangun kebersamaan dan membangun empati dan saya kira ini adalah outcame dari ibadah kita selama bulan ramadhan, dan saya yakin ICMI Orwil Bali akan tetap eksis dengan kegiatan-kegiatan yang memberi impact positif kepada masyarakat,” kata Arif Satria yang juga Rektor IPB Bogor itu.

Dalam acara ini juga diserahkaan santuan kepada 22 ustadz atau guru, penandatanganan MoU kerja sama antara ICMI Bali dengan Bank Fajar Sejahtera Bali serta  penyerahan bantuan Rp 10 juta dari Bank Fajar Sejahtera Bali kepada UPZ ICMI Bali. Acara ini juga dihadiri oleh anggota DPD RI Bambang Santoso. (rsn/gs/bi)

Baca Juga  Silaknas ICMI 2025 Dibuka di Bali, Sekda Dewa Indra Soroti Harmoni Sebagai Fondasi Bangsa

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Pria Lanjut Usia yang Hilang di Gunung Batukaru

Published

on

By

batukaru
HENTIKAN PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (2/5/2026). Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda – tanda baru keberadaan korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

“Sesuai dengan regulasi Undang – Undang Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan,” ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda – tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu – pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Pelantikan MPD ICMI ORDA Badung Periode 2024-2029

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Revitalisasi Bahasa Pedawa Digelar, Sekolah Adat Manik Empul Libatkan Lintas Generasi

Published

on

By

Sekolah Adat Desa Pedawa
REVITALISASI: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa Kecamatan Banjar menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Lisan Pedawa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengimbasan program revitalisasi yang selama ini secara berkelanjutan dilakukan oleh Manik Empul, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bali. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa Pedawa.

Berbagai materi disajikan dalam kegiatan ini, di antaranya mesatua (bercerita), banyolan atau lawakan menggunakan bahasa Pedawa, pembacaan puisi, serta pidato (pidarta) berbahasa Pedawa. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Sekolah Adat Mani Empul, Wayan Sadnyana ditemui saat kegiatan, Sabtu (2/5) menyampaikan kegiatan revitalisasi ini memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat keberadaan bahasa Pedawa sebagai salah satu dialek Bahasa Bali, serta menggali kembali kearifan lokal yang terkandung dalam berbagai istilah khas Pedawa yang kini mulai terlupakan.

“Banyak istilah lokal yang sesungguhnya sarat makna, namun sudah jarang dipahami generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjembatani transfer pengetahuan antar generasi,” ujar Sadnyana.

Secara teknis disampaikan, kegiatan dilaksanakan di wantilan Desa Adat Pedawa setiap akhir pekan sepanjang bulan Mei, dengan melibatkan instruktur dari kalangan relawan serta tokoh adat setempat. Peserta kegiatan mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar, remaja SMP dan SMA, hingga mahasiswa dan masyarakat umum.

“Pelibatan lintas generasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra lisan Pedawa sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat ikatan komunitas berbasis tradisi,” pungkasnya.

Baca Juga  IKWI Bali Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Yayasan Al Islam Hidayatullah Tabanan

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Sekolah Adat Manik Empul berharap bahasa Pedawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup dan berkembang di tengah masyarakat sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh: DPR Apresiasi Langkah Pemerintah Tata Aturan Outsourcing

Published

on

By

outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Munchen/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan menyambut positif langkah Pemerintah yang dalam rangka Hari Buruh 2026 menerbitkan aturan baru melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pekerjaan Alih Daya. Salah satu poin dalam Permenaker ini adalah pembatasan jenis pekerjaan dalam outsourcing.

Menurut Puan, penataan aturan outsourcing juga perlu memastikan bahwa fleksibilitas hubungan kerja tidak berkembang menjadi ruang yang memperbesar kerentanan pekerja terhadap kehilangan pekerjaan mendadak.

Puan memandang pembatasan outsourcing pada jenis pekerjaan tertentu pun harus diikuti kejelasan implementasi. “Ini diperlukan agar aturan tersebut tidak menimbulkan pola baru yang justru memindahkan ketidakpastian ke bentuk hubungan kerja lain yang belum sepenuhnya terlindungi,” imbaunya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Kemudian mengenai isu perlindungan pekerja transportasi digital, Puan menilai hal tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kerja yang perlu dibaca lebih luas. Pada peringatan May Day kali ini, Pemerintah disebut akan memberi kejutan bagi para buruh dan pengemudi ojek online (ojol).

“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan semua upaya regulasi yang ada bermuara pada satu hal yakni memastikan masyarakat bekerja tetap memiliki rasa aman terhadap masa depannya dan keluarga.

“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.

Puan lalu menyinggung 2 kejadian yang menjadi perhatian beberapa waktu terakhir yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan kasus kekerasan pada anak di Tempat Penitipan Anak atau Daycare di Yogyakarta.

Baca Juga  Rayakan Hari Bumi, BEM FKH Unud Adakan ''Beach Clean Up'' dan Buka Bersama

“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.

“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.

Untuk itu, Puan mendorong agar Pemerintah semakin meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan untuk mendukung pekerja. Termasuk keamanan pada transportasi dan kenyamanan pada kebutuhan domestik.

Puan menyatakan, DPR akan terus mengawal setiap kebijakan bagi pekerja, dan mendorong adanya peningkatan kesejahteraan untuk semua masyarakat bekerja. Bahkan DPR juga baru-baru ini mengesahkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) untuk keadilan bagi pekerja di sektor domestik.

“Pengesahan UU PPRT yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan berdekatan dengan momen May Day, kita harapkan menjadi sebuah bentuk perjuangan nyata dari DPR untuk pekerja,” jelas Puan.

Puan menegaskan, semua pekerja berhak memperoleh perlindungan yang layak. “Baik itu pekerja formal, pekerja informal, pekerja di sektor konvensional, pekerja di sektor domestik, freelancer dan kreatif, guru, driver ojek online, PRT, petani gurem, buruh harian, hingga pekerja kaki lama, dan lain-lain, semuanya berhak mendapat perlindungan dari Negara,” urai cucu Bung Karno itu.

“Peringatan Hari Buruh harus dipahami sebagai pengingat bahwa menjaga kualitas hidup pekerja berarti juga menjaga landasan sosial yang menopang pembangunan nasional,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca