Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Ikuti Protokol Kesehatan, MGPSSR Klungkung Gelar ‘’Sisya Pariksa’’

BALIILU Tayang

:

de
SISYA PARIKSA, Tim Sisya Pariksa dari MGPSSR Pusat, Provinsi dan Kabupaten melakukan sisya pariksa terhadap calon Bhawati Jro Mangku Gede Komang Kartika beserta istri Jro Mangku Istri Ni Nyoman Nety Etarini.

Klungkung, baliilu.com -Tahap bhawati merupakan jenjang kedua yang harus dilalui calon diksita di lingkungan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR). Tahap ini diawali dengan proses Sisya Pariksa guna memastikan kesiapan calon diksita untuk menjadi seorang sulinggih. Seperti yang dilaksanakan pada hari Minggu Kliwon Watugunung (28/6-2020), telah diadakan Sisya Pariksa terhadap calon Bhawati Jro Mangku Gede Komang Kartika beserta istri Jro Mangku Istri Ni Nyoman Nety Etarini.

Dalam acara Sisya Pariksa yang diadakan di rumah kedua calon bhawati di Dusun Losan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung ini, hadir Tim Sisya Pariksa dari Sabha Pandita MGPSSR Kabupaten Klungkung Ida Pandita Mpu Daksa Budha Kusuma Wijaya didampingi Tim Sisya Pariksa dari Sabha Pandita MGPSSR Pusat Ida Pandita Mpu Jaya Putra Pemuteran dan Ida Pandita Mpu Uppadyayananda, dan Ida Pandita Mpu Dharmika Sandi Kerta Satwika dari Tim Sisya Pariksa MGPSSR Provinsi Bali.

Turut hadir ketiga calon Nabe yaitu Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda, Ida Pandita Mpu Jaya Satwikananda, dan Ida Pandita Mpu Jaya Reka Wijnana Yoga serta Ketua MGPSSR Kabupaten Klungkung I Wayan Sudiarsa serta I Nyoman Putra Suarjana dan Jro Mangku Wayan Selat Wirata dari MGPSSR Provinsi Bali.

de
CALON BHAWATI, Jro Mangku Gede Komang Kartika beserta istri Jro Mangku Istri Ni Nyoman Nety Etarini (paling depan).

Ketua MGPSSR Kabupaten Klungkung I Wayan Sudiarsa menyatakan ada lima persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang calon bhawati yaitu syarat fisik, kesusilaan, pengetahuan, penyucian, dan syarat administrasi. Kelima hal inilah yang dimintakan klarifikasinya oleh Tim Sisya Pariksa.

“Untuk syarat fisik seorang calon bhawati harus sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter serta surat keterangan sehat mental dan rohani dari psikiater/dokter ahli jiwa. Sedangkan dari usia dipersyaratkan minimal 40 tahun,” papar Sudiarsa.

Baca Juga  9 Juli PPMKI Gelar Tour, Tandai Kesiapan Bali Masuki Tatanan Hidup Era Baru

Lebih lanjut Sudiarsa menyatakan dalam masa pandemi Covid-19 ini kepada calon diksita juga diminta untuk menyiapkan surat dukungan dari bendesa adat setempat terkait dengan pemenuhan terhadap protokol kesehatan. Di tempat acara pun telah disiapkan fasilitas pencuci tangan, serta imbauan untuk menjaga jarak.

Ida Pandita Mpu Daksa Budha Kusuma Wijaya selaku Tim Sisya Pariksa Sabha Pandita MGPSSR Kabupaten Klungkung mempertanyakan tujuan yang bersangkutan untuk munggah bhawati serta kesiapan dukungan keluarga khususnya anak-anak dari kedua calon. Sementara itu, Ida Pandita Mpu Dharmika Sandi Kerta Satwika dari Tim Sisya Pariksa MGPSSR Provinsi Bali mempertanyakan langkah-langkah yang akan diambil calon diksita bila sudah menjadi bhawati dan sulinggih nantinya. Sedangkan Ida Pandita Mpu Uppadyayananda mempertanyakan kesiapan dari pihak keluarga untuk memberdayakan sang sulinggih nantinya.

Di samping mengajukan pertanyaan, tim juga memberikan pesan-pesan kepada kedua calon diksita. Bahkan Ida Pandita Mpu Jaya Putra Pemuteran selaku Ketua Tim Sabha Pandita MGPSSR Pusat sempat mengingatkan kedua calon diksita tentang tugas berat yang akan diemban oleh keduanya setelah menjadi sulinggih nantinya.

“Seorang sulinggih nantinya harus bisa melaksanakan ajaran Yama Brata, Nyama Brata dan Guru Susrusa. Seorang nanak me-ala ayu tunggal dengan nabe-nya, sungguh tidak benar apabila seorang nanak berani kepada nabe-nya,” papar Ida Pandita.

Berdasarkan Sisya Pariksa ini diputuskan bahwa kedua calon diksita memenuhi syarat dan diberikan rekomendasi untuk melanjutkan upacara Madeg Bhawati. Menurut rencana upacara ini akan dilaksanakan 22 Juli 2020 mendatang. Upacara ini pun akan dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan mengingat penyebaran Covid-19 saat ini melalui transmisi sosial tengah marak. Siapa pun tak menginginkan jika pelaksanaan upacara yadnya yang bertujuan mulia justru menjadi sumber penyebaran virus Covid-19. (*/dra)

Baca Juga  Coca-Cola Amatil Indonesia Rayakan Hari Raya Idul Adha 1441 H dengan Berbagi Kebahagiaan bersama Masyarakat

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Dapur Umum SOS, Berkeliling Denpasar Dukung Pemenuhan Pangan di Masa Pandemi Covid-19

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Pemulihan Pasca-Corona, Wagub Cok Ace Setuju Keberhasilan Bali Tangani Covid-19 Diangkat sebagai Salah Satu Promosi Pariwisata

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Dapur Umum SOS, Berkeliling Denpasar Dukung Pemenuhan Pangan di Masa Pandemi Covid-19

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca