Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Inspektorat Buleleng Dorong Pencegahan Korupsi Lewat Penguatan Monitoring dan Koordinasi Lintas OPD

BALIILU Tayang

:

Inspektorat Buleleng
Sekretaris Inspektorat Kabupaten Buleleng, Ni Made Susi Adnyani. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Inspektorat Kabupaten Buleleng memperkuat perannya dalam upaya pencegahan korupsi dengan melaksanakan berbagai langkah konkret. Salah satunya adalah pemenuhan indikator Monitoring Centre for Prevention (MCP) yang disusun oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pedoman Pemenuhan MCP yang digelar belum lama ini. Sekretaris Inspektorat Kabupaten Buleleng, Ni Made Susi Adnyani, yang mewakili Inspektur Daerah, menyatakan bahwa rakor ini bertujuan menyamakan persepsi dan mempercepat pelaksanaan delapan area intervensi pencegahan korupsi di seluruh perangkat daerah.

“Tujuan diadakannya rakor adalah untuk menyamakan persepsi dan mendorong percepatan pelaksanaan program-program pencegahan korupsi sesuai dengan pedoman dari KPK. Setiap dokumen yang menunjukkan pelaksanaan program harus diunggah ke dalam aplikasi JAGA.ID sebagai bentuk pembuktian dan transparansi,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (4/5).

Ia menjelaskan, delapan area intervensi MCP tersebut mencakup: Perencanaan dan penganggaran daerah; Pengelolaan barang milik daerah; Pelayanan publik; Manajemen ASN; Optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD); Pengawasan internal; Penguatan perizinan; dan Tata kelola dana desa.

Inspektorat juga menghadapi tantangan, salah satunya adalah keterlambatan terbitnya pedoman dari KPK yang sering kali muncul di pertengahan tahun. “Kondisi ini menuntut kami untuk segera mendorong percepatan aksi dari OPD terkait agar tidak melewati tenggat waktu pemenuhan indikator,” jelas Susi Adnyani dikutip dari laman bulelengkab.go.id.

Meski menghadapi tantangan, Inspektorat mencatat hasil positif. Nilai MCP Buleleng pada 2024 mencapai angka 91, naik dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 90.

“Capaian ini menunjukkan bahwa langkah-langkah pencegahan telah berjalan baik. Namun, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar capaian tahun ini bisa meningkat, terutama dengan adanya indikator baru,” tambahnya.

Baca Juga  Implementasi Smart City, Buleleng Raih Peringkat 6 Nasional

Inspektorat juga menekankan pentingnya efektivitas pencegahan, bukan sekadar pencapaian angka. Oleh karena itu, koordinasi lintas OPD terus diperkuat. “Kami menyusun matriks pelaksanaan per indikator dengan target waktu yang jelas dan melakukan monitoring rutin. Jika ada hal yang belum jelas, kami koordinasikan dengan Inspektorat Provinsi maupun KPK,” katanya.

Susi berharap seluruh perangkat daerah di Buleleng dapat menjalankan perannya secara optimal guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hari Ketiga Pencarian Kapal Terbakar di Selat Lombok, Tim SAR Kerahkan 3 Kapal dan 1 Helikopter

Published

on

By

Tim SAR gabungan memperluas area pencarian korban terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok.
PENCARIAN: Tim SAR gabungan memperluas area pencarian korban insiden terbakarnya kapal penumpang di perairan Selat Lombok, Jumat (14/8). (Foto: Hms SAR)

Mataram, baliilu.com – Tim SAR gabungan memperluas area pencarian korban insiden terbakarnya kapal penumpang di perairan Selat Lombok, Jumat (14/8). Operasi SAR ini dipusatkan melalui Posko SAR di Pelabuhan Lembar.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi dalam keterangannya menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat harus bekerja secara maksimal dan terkoordinasi agar proses pencarian dan pertolongan dapat berjalan cepat dan lancar.

“Kami mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada, baik personel, alut (alat utama) laut maupun udara, dengan membagi sektor pencarian secara terarah. Sinergi lintas sektoral ini sangat krusial untuk mempercepat penemuan korban di tengah tantangan kondisi perairan,” ujar Muhamad Hariyadi.

Hariyadi menambahkan, untuk memaksimalkan pencarian pada hari ketiga ini, tim SAR gabungan mengerahkan kekuatan alut yang terbagi ke dalam beberapa area pencarian. KN SAR 220 Mataram, KAL Belongas, dan KAL Lembar melaksanakan pencarian di perairan. Sedangkan Helikopter SGi Air Bali didukung Finns Search and Rescue dan personel Kantor SAR Denpasar melakukan pencarian udara. Adapun area pencarian yaitu arah barat daya, selatan, dan sebelah timur dari lokasi kejadian.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso turut memantau langsung jalannya operasi SAR di lapangan melalui Posko SAR dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur SAR, meliputi Kantor SAR Mataram & Kantor SAR Denpasar, Lanal Mataram, Kru SGi Air Bali & Finns Search and Rescue, Ditpolair Polda NTB, KSOP Lembar, BKK Lembar, SROP Lembar, JRP, BPTB, Gapasdap, DVI Biddokkes Polda NTB, Dikes Lobar, RSUD Tripat, RSUD Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, ASDP, serta Puskesmas Jembatan Kembar.

Baca Juga  Dinas KLH Bali Klarifikasi Terkait Isu Alih Fungsi Hutan di Buleleng

Selain unsur SAR, pergerakan tim di lapangan juga didukung oleh armada tambahan yang ekstensif, di antaranya KN SAR 220 Mataram, RBB Mataram, RIB 02 Mataram, KN SAR Arjuna, KAL Belongas, KAL Lembar, RIB Nusa Penida, Helikopter Finns SGi Air Bali, KMP Portlink II, KMP Parama Kalyani, Kapal Polair KP XXI – 2015, Yacht Still Here, Yacht No Comment, serta armada ambulans dari RSUD Provinsi NTB.

Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik KMP Putri Yasmin, 4 Masih Dicari

​Perkembangan terbaru operasi SAR terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok mencatat perubahan jumlah korban yang hilang. Dari lima orang yang sebelumnya dicari, satu di antaranya dipastikan selamat setelah dikonfirmasi tidak berada di dalam kapal saat insiden terjadi.

​Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyampaikan keterangan tersebut dalam konferensi pers pada Jumat (14/8) sore. Korban selamat atas nama I Ratu Agung Ayu Sekar (21), warga Mataram, telah dilaporkan kembali ke rumahnya dengan selamat oleh pihak keluarga.

​”Berdasarkan informasi yang diterima Posko SAR, saudari Ayu memang sempat membeli tiket KMP Putri Yasmin sehingga namanya tercatat di manifes. Namun, karena ada perubahan rencana, ia berangkat lebih awal pada 9 Agustus 2026 menggunakan kapal lain,” jelas Hariyadi.

​Dengan adanya kejelasan informasi tersebut, jumlah korban yang masih dalam pencarian Tim SAR gabungan kini tersisa empat orang. Seluruh korban merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), dengan rincian identitas sebagai berikut: ​1. Yasir Arafat (37) — Asal Mataram; ​2. Selvina Rambu Mayi (28) — Asal Sumba; ​3. I Made Sutarjana (55) — Asal Denpasar; dan ​4. Slamet Yulianto (41) — Asal Denpasar.

Baca Juga  Bulfest 2025 Siap Digelar, Angkat Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng

​Hariyadi menambahkan, pencarian dihentikan sementara pada Jumat sore dan akan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi untuk memfokuskan pencarian terhadap empat korban yang belum ditemukan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pascagempa M 7,7 Nagekeo, Kodam IX/Udayana Gerak Cepat Evakuasi Pasien RSUD TC Hillers Maumere

Published

on

By

Prajurit Kodim 1603/Sikka membantu evakuasi pasien RSUD TC Hillers Maumere pascagempa Magnitudo 7,7 di NTT.
RESPONS CEPAT: Respons cepat jajaran TNI di wilayah terdampak gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. (Foto: Pendam IX)

Maumere, baliilu.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari, langsung direspons cepat jajaran TNI di wilayah terdampak. Guncangan kuat yang berpusat di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut dirasakan di sejumlah wilayah dan sempat memicu kepanikan masyarakat.

Situasi semakin membutuhkan kewaspadaan setelah gempa tersebut memicu peringatan dini tsunami bagi sejumlah wilayah pesisir NTT dan sekitarnya. Mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan maupun gempa susulan, unsur TNI bersama seluruh komponen terkait segera meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.

Merespons kondisi tersebut, Kodam IX/Udayana langsung menggerakkan jajarannya di wilayah terdampak untuk membantu masyarakat, termasuk melaksanakan pemantauan, pengamanan, serta dukungan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan.

Salah satu aksi tanggap darurat ditunjukkan prajurit Kodim 1603/Sikka yang bergerak membantu evakuasi pasien menuju RSUD TC Hillers Maumere. Dalam situasi yang penuh keterbatasan dan membutuhkan kecepatan, para prajurit bersama tenaga medis dan unsur terkait bahu-membahu memindahkan pasien menuju lokasi yang lebih aman agar proses pelayanan dan penanganan medis dapat terus berlangsung.

Evakuasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan tetap memperhatikan kondisi masing-masing pasien. Kehadiran prajurit TNI di tengah situasi darurat tersebut menjadi bagian penting dalam membantu tenaga kesehatan, memperlancar proses pemindahan pasien, sekaligus menjaga kondisi lingkungan rumah sakit tetap aman dan kondusif.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa dalam situasi bencana, TNI tidak hanya hadir untuk melakukan pemantauan, tetapi bergerak langsung memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan seperti pasien yang berada di fasilitas kesehatan.

Baca Juga  Dinkes Buleleng Validasi Data Gizi 2024

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam setiap respons kedaruratan yang dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana.

“Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto langsung menginstruksikan seluruh jajaran di wilayah terdampak untuk bergerak sigap melakukan pemantauan dan membantu masyarakat. Dalam situasi seperti ini, keselamatan warga menjadi prioritas utama, termasuk memastikan pasien di fasilitas kesehatan seperti RSUD TC Hillers Maumere dapat dievakuasi dan mendapatkan penanganan secara aman,” ujar Kapendam IX/Udayana.

Menurutnya, gerak cepat prajurit di lapangan merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir dan memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya ketika terjadi situasi darurat yang membutuhkan respons cepat.

“Prajurit di lapangan akan terus membantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan dan kondisi yang ada. Kami juga terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, BPBD, Polri, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera direspons,” tambahnya.

Sementara itu, jajaran Kodam IX/Udayana terus melakukan pemantauan perkembangan situasi, mengidentifikasi dampak gempa serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Personel TNI juga tetap disiagakan untuk memberikan bantuan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, termasuk dalam penanganan evakuasi dan dukungan terhadap masyarakat.

Kodam IX/Udayana mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

TNI akan terus hadir di tengah masyarakat, bergerak cepat membantu setiap warga yang membutuhkan, serta bersinergi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan dampak gempa di wilayah NTT berlangsung cepat, aman dan terkoordinasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kodam IX/Udayana Kerahkan Prajurit Bantu Evakuasi Warga Pascagempa M7,7 di NTT

Published

on

By

Personel Kodam IX/Udayana memantau situasi pascagempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay, Nagekeo, NTT.
SITUASI PASCAGEMPA: Kodam IX/Udayana terus memantau perkembangan situasi pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Kodam IX/Udayana terus memantau perkembangan situasi pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Gempa yang terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan kedalaman 15 kilometer tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah NTT dan kawasan sekitarnya. Seiring perkembangan situasi, BMKG telah menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut berakhir. Meski demikian, masyarakat di wilayah terdampak tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG, BPBD, pemerintah daerah, dan aparat keamanan.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf. Amrizal Nasution mengatakan, menyikapi kejadian tersebut, jajaran TNI di wilayah NTT bergerak cepat membantu masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait dalam penanganan dampak bencana.

“Begitu terjadi gempa, prajurit TNI di wilayah terdampak langsung bergerak membantu masyarakat. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga, membantu proses evakuasi menuju tempat yang aman, memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan, serta mendukung pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana,” ujar Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf. Amrizal Nasution.

Personel dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, serta Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/WM turut berada di tengah masyarakat untuk membantu proses evakuasi, mendirikan dan mendukung pos-pos pengungsian, memberikan pertolongan kesehatan kepada warga yang membutuhkan, serta mengarahkan masyarakat menuju lokasi yang lebih aman.

Kapendam menegaskan, keberadaan prajurit di lapangan merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir dan membantu masyarakat, khususnya dalam situasi tanggap darurat bencana.

“Prajurit TNI tidak hanya bertugas dalam konteks pertahanan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Saat ini personel terus berkoordinasi dengan Pemda, BPBD dan unsur terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani,” tegasnya.

Baca Juga  Bulfest 2025 Siap Digelar, Angkat Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng

Menurut Kapendam, pendataan terhadap dampak gempa, baik korban maupun kerusakan materiil, masih terus dilakukan dan dikonfirmasi bersama pemerintah daerah serta instansi terkait. Oleh karena itu, data yang disampaikan kepada publik akan terus diperbarui berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, dan selalu mengikuti perkembangan serta arahan resmi dari BMKG, BPBD, pemerintah daerah maupun aparat di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” pungkas Kolonel Inf Amrizal Nasution.

Kodam IX/Udayana bersama jajaran kewilayahan akan terus memonitor perkembangan situasi di wilayah NTT dan memastikan kesiapsiagaan personel tetap terjaga untuk memberikan bantuan apabila sewaktu-waktu diperlukan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca