Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Jadi Narasumber di Apa Kabar UMKM Bali, Ny. Putri Koster: Tenun Gringsing Keberadaannya Harus Dilestarikan dan Dimuliakan

BALIILU Tayang

:

ny. putri koster
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster menjadi narasumber dalam AKU BALI (Apa Kabar UMKM Bali) yang mengangkat tema “Melestarikan Warisan Tenun Gringsing di Desa Tenganan Pegringsingan” bertempat di Studio TVRI Bali, Kamis (Wraspati, Kliwon Merakih) 28 Juli 2022.

Mengawali arahannya, Ny. Putri Koster menyampaikan, selaku Dekranasda Provinsi Bali bersinergi dengan OPD terkait melakukan fungsi pengawasan terhadap situasi  kerajinan Bali baik itu terkait kualitas produk, kualitas SDM , penyiapan bahan baku hingga pemasaran. Salah satu langkah yang dilakukan Dekranasda Provinsi Bali dalam menjalankan tugasnya adalah dengan memberi ruang kepada para IKM untuk  berpameran secara gratis. Dari pelaksanaan pameran inilah Dekranasda mendapat banyak masukan dari pelaku IKM terkait situasi kerajinan di Bali serta berbagai  permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku IKM selama ini.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini menambahkan, dari kegiatan pameran ini kita juga mengetahui bahwa tenun kita banyak di tenun di luar Bali, dimana hal ini harus kita sikapi secara serius mengingat hal ini tidak saja berimbas kepada perekonomian Bali tetapi juga menjadi ancaman terhadap upaya  pelestarian warisan nenek moyang.

Salah satu kain tenun yang juga mendapat perhatian Dekranasda Bali adalah kain Tenun Gringsing yang ditenun di Desa Pegringsingan, Karangasem. Dimana kain tenun ini sangatlah unik, tidak hanya double ikat, kain tenun ini juga menggunakan bahan pewarna alami dan setiap desain ataupun motifnya mengandung makna filosofi tersendiri sesuai dengan adat dan tradisi yang ada di Desa Adat Pegringsingan.

Bunda Putri menambahkan kain Tenun Gringsing yang diproduksi secara turun-temurun dan digunakan dalam acara adat di Desa Pegringsingan keberadaannya harus kita lestarikan dan muliakan. Salah satu cara untuk melestarikannya adalah dengan menggunakannya. Dengan demikian pemasaran produk akan lancar dan secara otomatis perajin akan semakin bersemangat untuk menenun. Di samping itu kita juga harus memuliakan kain tenun tersebut dalam artian menggunakan kainnya sesuai dengan peruntukannya. Mengingat satu lembar kain tenun Gringsing memiliki desain dan warna dengan filosofi tertentu maka alangkah baiknya jika kain tersebut kita gunakan sesuai peruntukannya.

Baca Juga  Timba Ilmu dari Dekranasda Bali, Aceh Utara Puji Terobosan Ibu Putri Koster

Bunda Putri mencontohnya, hendaknya kain tenun Gringsing  tidak dipotong untuk dijadikan bahan tas, sepatu atau lainnya, namun digunakan sesuai peruntukannya misalnya sebagai selendang, scarf atau kamen.

“Mari kita muliakan kain warisan penglingsir (tetua-red) kita, kain yang begitu tua, langka dan rumit serta ada filosofi di setiap  motifnya. Jangan perlakukan kain tenun sembarangan, ada jiwa-jiwa murni tenaga manusia, ada harapan, ada emosi dan kebahagiaan di setiap proses pengerjaannya. Perlakukan dan muliakan tenun kita, siapa lagi yang memuliakan kalau bukan kita,” imbuhnya.

Pendamping orang nomor satu di Bali ini juga menegaskan Tenun Gringsing sudah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Indikasi Geografis, dimana hal ini berarti Tenun Gringsing hanya boleh ditenun di Desa Pegringsingan. Tenun Gringsing diproduksi di Desa Pegringsingan, digunakan oleh masyarakat Bali bahkan Indonesia dan dipasarkan hingga ke seluruh dunia.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber dalam AKU BALI (Apa Kabar UMKM Bali) bertempat di Studio TVRI Bali. (Foto: ist)

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali I Wayan Jarta menyampaikan Pemerintah Provinsi Bali  menaruh perhatian serius terhadap pelestarian warisan leluhur salah satunya kain Tenun Gringsing. Meskipun kain ini telah mengantongi HKI Indikasi Geografis, pemerintah terus melakukan edukasi dan sosialisasi untuk menguatkan HKI yang dimiliki sehingga dapat memberi manfaat dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Pemerintah juga memberi perhatian pada ketersediaan bahan baku kapas, bahan pewarna hingga pemasarannya. Dengan pemasaran yang lancar maka secara otomatis para perajin akan terus berproduksi dan berinovasi. Dengan demikian perekonomian masyarakat akan bergerak dan disisi lain kita juga melestarikan apa yang diwariskan nenek moyang.

Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis  (MPIG)  Tenun Pegringsingan I Wayan Yasa  menjelaskan Gringsing berasal dari kata Gering dan Sing yang berarti tidak sakit. Tenun Gringsing merupakan tenun double ikat yang menggunakan warna alam serta motif yang digunakan memiliki makna dan simbol kekuatan alam. Tenun Gringsing memiliki tiga warna dasar yaitu merah, hitam dan putih yang melambangkan simbol api, air dan angin, sedangkan desainnya memiliki motif dasar tapak dara. Semua simbol ini memiliki makna agar kita menjaga keseimbangan alam, kekuatan api, angin dan air, dengan kita menjaga  keseimbangan maka  niscaya kita akan terhindar dari sakit.

Baca Juga  ‘‘Berbelanja dan Berbagi‘‘ TP PKK Provinsi Bali di Klungkung

Pihaknya juga  menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster serta Ibu Ketua Dekranasda atas kesempatan yang diberikan kepada para penenun Gringsing untuk berpameran dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat melalui Pameran IKM Bali Bangkit. Hal ini berdampak sangat signifikan kepada para perajin untuk lebih bersemangat dalam menenun dan berinovasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri “Karya Rsi Gana” di Pura Desa Sibanggede

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta, menghadiri pelaksanaan Karya Rsigana, Melaspas dan Mendem Pedagingan di Pura Desa, Desa Adat Sibanggede, Abiansemal Badung, Selasa (2/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri pelaksanaan Karya Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan yang merupakan rangkaian Karya Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Medasar Caru Labuh Gentuh, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini di Pura Desa, Desa Adat Sibanggede, Abiansemal Badung, Selasa (2/6). Karya suci tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Geniten dari Griya Dalem Sibanggede dan Ida Pedanda Gede Watulumbang dari Griya Watulumbang Sibangkaja.

Wabup turut melaksanakan persembahyangan bersama serta mengikuti prosesi mendem pedagingan. Upacara ini merupakan rangkaian Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Medasar Caru Labuh Gentuh, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang bertujuan memohon kerahayuan jagat, keselamatan, kesejahteraan, serta menjaga keseimbangan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Selain sebagai wujud rasa syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, upacara ini juga menjadi sarana memohon anugerah kesehatan, kesuburan, kemakmuran, keharmonisan, serta perlindungan dari berbagai mara bahaya dan bencana bagi seluruh Krama Desa Adat Sibanggede. Sebagai bentuk komitmen dan dukungan Pemkab Badung terhadap pelaksanaan yadnya tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta secara simbolis menyerahkan bantuan dana sebesar Rp. 1,5 miliar yang diterima oleh Ketua Panitia Karya, I Ketut Darma.

Dalam sambrama wacananya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama Desa Adat Sibanggede yang telah bergotong royong menyelenggarakan karya suci tersebut. Ia mengaku bangga dapat hadir dan berbaur bersama masyarakat yang sedang melaksanakan yadnya sebagai bentuk rasa syukur dan sembah bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan serta mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kabupaten Badung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  ‘‘Berbelanja dan Berbagi‘‘ TP PKK Provinsi Bali di Klungkung

Karya suci ini merupakan wujud nyata sraddha dan bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, labda karya, serta memberikan kerahayuan, kesehatan, dan keseimbangan bagi alam semesta beserta seluruh krama sehingga tercipta kehidupan yang rembah ripah loh jinawi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Ketut Darma melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Piodalan Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh di Pura Desa Sibanggede dilaksanakan berdasarkan hasil paruman krama Desa Adat Sibanggede. Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026 mendatang sedangkan Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini akan dilaksanakan pada 9 Juli 2026.

Terkait pendanaan, I Ketut Darma menjelaskan bahwa pelaksanaan karya didukung bantuan hibah Pemkab Badung sebesar Rp. 1,5 miliar, punia dari krama Desa Adat Sibanggede, serta punia dari para pengusaha yang berada di wilayah Desa Sibanggede. Selain bantuan dana, masyarakat juga memberikan dukungan berupa beras dan berbagai sarana upakara lainnya.

Ia juga menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan karya dalam pembuatan berbagai sarana upakara dilakukan secara bersama-sama oleh para serati, tukang ulam, serta krama adat yang berasal dari 12 banjar.  Dengan jumlah kepala keluarga (KK) yang terlibat mencapai kurang lebih 1.500 KK.

Turut hadir pada kegiatan tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Nyoman Laka, anggota DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Gede Wiradana, Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, Camat Abiansemal yang diwakili Kasi Pelayanan Umum Made Parmita, Bendesa Adat Sibanggede I Nyoman Surianta, Perbekel Sibanggede I Wayan Darmika, serta undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara “Melaspas” Wantilan di Pura Dalem Tegeh Gumi

Published

on

By

wawali arya wibawa
HADIRI UPACARA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Upacara Melaspas Wantilan di Pura Dalem Tegeh Gumi, Desa Dauh Puri Kauh bertepatan dengan Anggara Kasih Julungwangi, Selasa (2/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Melaspas Wantilan di Pura Dalem Tegeh Gumi, Desa Dauh Puri Kauh bertepatan dengan Anggara Kasih Julungwangi, Selasa (2/6). Upacara tersebut dilaksanakan lantaran proses renovasi bangunan wantilan tuntas dilaksanakan dengan bantuan hibah dari Pemkot Denpasar.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa, Dirut PT. Jamkrida Bali Mandara, AA Ngurah Adhi Ardhana, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Surya Antara, Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara serta undangan lainnya.

Perwakilan Pengempon Pura, I Putu Adiana mengucapkan terima kasih atas dukungan serta bantuan semua pihak dalam pelaksanaan pembangunan Wantilan Pura Dalem Tegeh Gumi. Dimana, dengan berakhirnya upacara melaspas ini maka tuntas pula proses pemugaran Wantilan ini.

“Kami atas nama pengempon pura mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sumbangsih semua pihak, terutama Pemkot Denpasar dalam mensukseskan pembangunan Wantilan Pura Dalem Tegeh Gumi,” ujarya.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, keberadaan wantilan ini tentunya memberikan manfaat bagi krama dalam mendukung pelaksanaan yadnya di Pura Dalem Tegeh Gumi.

“Tentunya kehadiran wantilan ini akan memberikan kemanfaatan bagi krama pengempon dalam pelaksanaan yadnya dan aci di Pura Salem Tegeh Gumi,” ujarnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas semangat krama pengempon Pura Dalem Tegeh Gumi. Kedepan, dengan adanya bangunan wantilan ini dapat memberikan kemanfaatan serta senantiasa menumbuhkan semangat menyama braya di lingkungan krama pengempon.

“Kami dari Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi atas semangat gotong royong krama pengempon Pura Dalem Tegeh Gumi. Semoga wantilan ini memberi kemanfaatan dalam menunjang kegiatan adat dan keagamaan, serta meningkatkan persatuan dan rasa menyama braya krama pengempon,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  ‘‘Berbelanja dan Berbagi‘‘ TP PKK Provinsi Bali di Klungkung

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Ngenteg Linggih” di Batunya, Wagub Giri Prasta Tekankan Pentingnya Gotong-royong dan Persatuan Krama

Published

on

By

Wagub Giri Prasta
HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri saat menghadiri Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit di Pura Desa, Desa Adat Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Selasa (2/6). (Foto: Hms Pemprov Bali)  

Tabanan, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya menjaga semangat gotong-royong dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai fondasi untuk mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan bersama.

Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit di Pura Desa, Desa Adat Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Selasa (2/6).

Dalam sambutannya, Giri Prasta mengaku bangga dan mengapresiasi kekompakan krama Desa Adat Batunya yang mampu melaksanakan karya besar secara bersama-sama. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan yadnya tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan kerja sama seluruh masyarakat adat.

Ia juga mengingatkan agar sarana dan prasarana suci yang telah dibangun dapat dipelihara dengan baik sebagai warisan bagi generasi penerus. Dengan demikian, anak cucu di masa mendatang dapat lebih fokus melanjutkan tradisi dan pengabdian kepada adat serta agama tanpa harus terbebani oleh pembangunan fisik pura.

“Kita banyak menjalankan adat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melaksanakan yadnya. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap bersatu agar perjuangan mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian dapat terlaksana dengan baik. Kebersamaan dan gotong-royong menjadi kunci eratnya persaudaraan di antara kita,” ujar Giri Prasta.

Mantan Bupati Badung dua periode tersebut juga mendorong masyarakat untuk terus memupuk nilai-nilai saling asah, asih, dan asuh dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, semangat gotong-royong akan membuat setiap pekerjaan terasa lebih ringan dan berbagai rencana pembangunan dapat diwujudkan secara bersama-sama.

Ia mencontohkan, apabila masih terdapat bangunan pura yang memerlukan penyempurnaan, termasuk Pura Pengubengan, maka perbaikannya dapat dilakukan melalui kebersamaan dan partisipasi seluruh krama.

“Kita terlahir sebagai makhluk sosial dan tidak bisa hidup sendiri. Oleh sebab itu, kolaborasi, sinergi, gotong-royong, dan kerja sama yang baik menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya.

Baca Juga  Cegah Radikalisme, Ny. Putri Koster: Dapat Dimulai dari Lingkungan Terkecil Keluarga

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Bali didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga turut melaksanakan persembahyangan bersama masyarakat setempat dalam rangkaian piodalan yang nyejer selama tiga hari.

Sementara itu, Bendesa Adat Batunya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran Wakil Gubernur Bali dan Wakil Bupati Tabanan dalam rangkaian karya tersebut. Kehadiran kedua pemimpin daerah itu dinilai sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat, agama, seni, tradisi, dan budaya Bali.

Selain memberikan punia, keduanya juga berkesempatan menyaksikan secara langsung jalannya Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit yang berlangsung khidmat dengan partisipasi penuh dari krama Desa Adat Batunya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca