Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wagub Cok Ace Hadiri ‘’Karya Melaspas’’ Gedong Sineb Pura Dalem Puri Peliatan Ubud

BALIILU Tayang

:

pura dalem
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati mewakili Gubernur Bali menyerahkan bantuan Pemprov Bali kepada Prajuru Pura Dalem Puri Desa Peliatan Ubud. (Foto: Ist)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok Oka Sukawati (Cok Ace) mewakili Gubernur Bali menghadiri Upacara Mecaru Rsi Gana, Melaspas, Mapedagingan Gedong Sineb, Nyepuh Masupati Pralinggan Ida Bhatari di Pura Dalem Puri Desa Peliatan Ubud, Kamis (Wrespati Kliwon Merakih), 28 Juli 2022. Pamelaspasan Gedong Sinebdilaksanakan setelah pelinggih ini usai direnovasi karena rusak terkena sambaran petir pada 20 Maret 2022 lalu. Rentetan Upacara Mecaru Rsi Gana, Melaspas, Mapedagingan Gedong Sineb, Nyepuh Masupati Pralinggan Ida Bhatari dipuput dua sulinggih yaitu Ida Pedanda Griya Peling Baleran dan Ida Pedanda Griya. Upacara juga diiringi pementasan Tari Topeng, Wayang, Kekriningan, Baris dan Rejang.

Dalam sambutan singkatnya, Wagub Cok Ace yang didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan bahwa dirinya hadir dalam kapasitas sebagai pengayah Pura Dalem Puri, bagian dari sameton Puri Ubud dan juga mewakili Gubernur yang tak bisa hadir secara langsung menyaksikan upacara ini. Namun, ia menginformasikan kalau Gubernur menaruh perhatian yang sangat besar terhadap keberadaan Pura Dalem Puri Peliatan Ubud. Ditambahkan olehnya, Gubernur juga salut dengan semangat yang ditunjukkan pangempon pura sehingga hanya dalam hitungan bulan, renovasi palinggih yang tersambar petir bisa dirampungkan. “Semangat krama ini sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala,” ungkapnya.

Melanjutkan pesan dari Gubernur, ia berharap semangat nangun yadnya dapat terus dilanjutkan karena merupakan warisan leluhur secara turun-temurun. Konsep yadnya ini terkait erat dengan ajaran Hindu yang meyakini hidup tak lepas dari ‘Rna’ (hutang, red). “Ida Betara sweca, kita juga harus menunjukkan rasa bhakti. Yadnya bukan dihitung berdasarkan kecil besarnya, tapi dari keikhlasan kita dalam melaksanakannya,” urainya. Sebagai wujud dukungan, Pemprov Bali memberikan bantuan sebesar Rp. 100 juta sebagai biaya renovasi pelinggih yang tersambar petir. Menurut Wagub Cok Ace, jumlah tersebut mungkin tak menutup seluruh biaya yang dikeluarkan. Tapi menurutnya ini menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Minta IASPRO Bali Jaga Sinergitas dengan Pemprov Bali Wujudkan Assesor Bermutu
pura dalem puri
Gedong Sineb Pura Dalem Puri Desa Peliatan Ubud.

Pada bagian lain, sebagai bagian dari keluarga besar Puri Ubud, ia menyampaikan terima kasih atas keguyuban yang ditunjukkan oleh krama pengempon sehingga perbaikan bisa dilaksanakan dalam hitungan bulan. “Walaupun kita tahu sebagian besar krama sangat tergantung dari sektor pariwisata dan lama terpuruk akibat pandemi Covid-19. Tapi rupanya hal itu tak menyurutkan semangat umat dalam menunjukkan rasa bhakti,” ungkapnya.

Sementara itu, Panglingsir Puri Ubud Tjokorda Gde Putra Sukawati juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, termasuk Pemprov Bali, Pemkab Gianyar dan wakil rakyat dalam proses renovasi pelinggih Gedong Sineb yang tersambar petir. “Perbaikan pelinggih bisa dilaksanakan cepat karena kebulatan tekad krama pengayah, Prajuru Pura Dalem Puri yang didukung sameton Puri Ubud dan Puri Peliatan,” pungkasnya.

Setelah upacara melaspas, selanjutnya pada Soma Wage Tambir 1 Agustus 2022 akan dilaksanakan prosesi melasti. Sementara puncak karya padudusan alit di pura ini akan dilaksanakan pada Anggara Kliwon Tambir dan nyineb pada Sukra Pon Tambir. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Kukuhkan Pengurus BVA, Wagub Cok Ace Tekankan Sinergitas dengan Pemda Guna Percepat Pemulihan Pariwisata

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Bantu Pembangunan dan “Melaspas” Tempat “Melasti” Desa Adat Abiansemal

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Acara Kumpul Bersama Komunitas Penggemar Mobil Kuno

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca