Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Jadi Pemateri Matrikulasi, Wagub Cok Ace Sampaikan Kebijakan Kepariwisataan Bali Berbasis Budaya

BALIILU Tayang

:

cok ace
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menjadi pemateri matrikulasi bagi Mahasiswa Baru Program Studi Hukum Program Doktor, Pascasarjana Universitas Warmadewa, Selasa (Anggara Paing, Bala) 13 September 2022. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka Sukawati (Cok Ace) menyampaikan materi mengenai kebijakan kepariwisataan Pemerintah Provinsi Bali yang berbasis budaya Nangun Sat Kerthi Loka Bali kepada mahasiswa baru Program Studi Hukum Program Doktor Universitas Warmadewa, Selasa (Anggara Paing, Bala) 13 September 2022 yang dilaksanakan secara hybrid pada Fakultas Hukum Universitas Warmadewa.

Cok Ace dalam kesempatan tersebut memaparkan sejarah panjang kepariwisataan Bali mulai dari datangnya wisatawan pertama Bali yaitu anggota parlemen Belanda bernama H. Van Kol pada tahun 1902, Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) – maskapai pelayaran milik Belanda yang menerbitkan brosur wisata Bali yang disebarkan ke eropa hingga terbentuknya travel agent pariwisata pertama di Singaraja Bali pada tahun 1924.

Saat itu terdapat tiga pionir desa wisata yang dikembangkan yaitu Desa Sidemen, Desa Ubud dan Desa Sanur. Namun dari ketiga desa tersebut, Ubud dinilai paling cepat pengembangan pariwisatanya. Hal ini menurut Cok Ace tidak terlepas dari peran Raja Ubud saat itu, Ida Tjok. Gde Agoeng Soekawati yang dapat merangkul wisatawan Belanda dan memanfaatkannya untuk meningkatkan wawasan seni masyarakat lokal Bali. Hingga pada saat Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung, banyak kepala negara yang diundang secara langsung oleh Presiden Soekarno untuk menikmati keindahan alam Bali.

Menilik dari rangkaian panjang tersebut dapat dikatakan bahwa perjalanan pariwisata Bali tidaklah instan namun telah melalui proses yang panjang hingga ratusan tahun.

Cok Ace sendiri membagi perkembangan pariwisata Bali menjadi tiga era yaitu era pertanian sebelum tahun 1920, era ekonomi pariwisata dari tahun 1920 hingga tahun 2022 dan selanjutnya adalah era ekonomi kerthi Bali. Era ini ditandai dengan berakhirnya pandemi Covid-19.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Pimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-74 Provinsi Bali

Di samping itu, Cok Ace juga menyampaikan bahwa tahun 1980-an hingga 2000-an merupakan Sandhakalaning Bali, era dimana Bali berada di persimpangan jalan. Dimulai ketika kawasan Nusa Dua dibangun pada 1980-an yang menimbulkan kesenjangan yang sangat besar antara Bali Utara dan Bali Selatan karena pengembangan pariwisata hanya terfokus di selatan. Hal ini kemudian menyebabkan timbulnya urbanisasi masyarakat Bali menuju Bali Selatan khususnya daerah Badung.

Pada tahun 1998 juga terjadi eksodus besar-besaran masyarakat luar Bali menuju Bali, hal ini didasari oleh keadaan Bali saat itu yang dinilai aman dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Mengakibatkan proporsi pariwisata Bali tidak lagi dimiliki oleh masyarakat lokal Bali, namun lebih banyak dimiliki orang luar Bali, bahkan proporsi kepemilikan industri pariwisata oleh masyarakat Bali asli hanya berkisar 20% hingga 30% saja.

Kemelut pariwisata inilah yang ingin diperbaiki oleh pemerintah saat ini melalui Visi Pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali salah satunya adalah dengan dibuatnya peraturan dan kebijakan yang bertujuan untuk mendukung pelestarian alam, budaya dan tradisi Bali. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali merupakan upaya pemerintah agar Pariwisata Bali dapat memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat lokal Bali.

Di sisi lain menurut Cok Ace, kebijakan pemerintah tersebut tidak dapat berjalan baik tanpa diiringi oleh perbaikan sarana dan prasarana di Bali. Oleh sebab itu pemerintah saat ini berupaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur di Bali antara lain dengan penataan kawasan Pura Besakih, pembangunan pelabuhan segitiga (Sanur, Sampalan dan Bias Munjul), pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi, pembangunan Pusat Kebudayaan Bali, serta pembangunan Tower Turyapada.

Cok Ace menyampaikan bahwa pembangunan Bali harus dilaksanakan secara menyeluruh dari segala sisi. Tidak hanya terfokus pada Bali selatan saja. “Leluhur kita telah mewariskan kearifan lokal pembangunan Bali yang sangat apik seperti layaknya padma buana. Di barat adalah Dewa Mahadewa untuk pertanian dan perikanan, potensi pariwisata yang dapat dikembangkan bisa memancing dan pariwisata pertanian, di sebelah utara adalah Dewa Wisnu dikhususkan untuk konservasi air, potensi pariwisata yang dapat dikembangkan juga disesuaikan, di timur Dewa Iswara adalah kawasan spiritual sebagai spirit of Bali, di kawasan selatan, Dewa Brahma sebagai pusat dari ekonomi kreatif dan di tengah adalah Dewa Siwa sebagai kawasan pusat kesenian di Bali,” ujar Cok Ace.

Baca Juga  Serahkan Beasiswa BI 2022, Wagub Cok Ace Ajak Generasi Muda Bersiap pada Transformasi Menuju Bali Era Baru

Lebih lanjut Wakil Gubernur Bali, Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar di ISI Denpasar berharap bahwa dengan pelaksanaan matrikulasi kali ini menjadi sarana untuk mendekatkan dunia pemerintah dan dunia pendidikan khususnya karya siswa fakultas hukum program doktor untuk menyamakan persepsi sehingga dapat menjembatani meluruskan kepariwisataan Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Pimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-74 Provinsi Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Musyawarah Daerah HPI Bali

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wagub Cok Ace: Pariwisata Bali Mesti Ditata Sesuai Potensi dan Kondisi yang Dimiliki Masing-masing Daerah
Lanjutkan Membaca