Sunday, 2 October 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Jadi Pemateri Matrikulasi, Wagub Cok Ace Sampaikan Kebijakan Kepariwisataan Bali Berbasis Budaya

BALIILU Tayang

:

cok ace
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menjadi pemateri matrikulasi bagi Mahasiswa Baru Program Studi Hukum Program Doktor, Pascasarjana Universitas Warmadewa, Selasa (Anggara Paing, Bala) 13 September 2022. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka Sukawati (Cok Ace) menyampaikan materi mengenai kebijakan kepariwisataan Pemerintah Provinsi Bali yang berbasis budaya Nangun Sat Kerthi Loka Bali kepada mahasiswa baru Program Studi Hukum Program Doktor Universitas Warmadewa, Selasa (Anggara Paing, Bala) 13 September 2022 yang dilaksanakan secara hybrid pada Fakultas Hukum Universitas Warmadewa.

Cok Ace dalam kesempatan tersebut memaparkan sejarah panjang kepariwisataan Bali mulai dari datangnya wisatawan pertama Bali yaitu anggota parlemen Belanda bernama H. Van Kol pada tahun 1902, Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) – maskapai pelayaran milik Belanda yang menerbitkan brosur wisata Bali yang disebarkan ke eropa hingga terbentuknya travel agent pariwisata pertama di Singaraja Bali pada tahun 1924.

Saat itu terdapat tiga pionir desa wisata yang dikembangkan yaitu Desa Sidemen, Desa Ubud dan Desa Sanur. Namun dari ketiga desa tersebut, Ubud dinilai paling cepat pengembangan pariwisatanya. Hal ini menurut Cok Ace tidak terlepas dari peran Raja Ubud saat itu, Ida Tjok. Gde Agoeng Soekawati yang dapat merangkul wisatawan Belanda dan memanfaatkannya untuk meningkatkan wawasan seni masyarakat lokal Bali. Hingga pada saat Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung, banyak kepala negara yang diundang secara langsung oleh Presiden Soekarno untuk menikmati keindahan alam Bali.

Menilik dari rangkaian panjang tersebut dapat dikatakan bahwa perjalanan pariwisata Bali tidaklah instan namun telah melalui proses yang panjang hingga ratusan tahun.

Cok Ace sendiri membagi perkembangan pariwisata Bali menjadi tiga era yaitu era pertanian sebelum tahun 1920, era ekonomi pariwisata dari tahun 1920 hingga tahun 2022 dan selanjutnya adalah era ekonomi kerthi Bali. Era ini ditandai dengan berakhirnya pandemi Covid-19.

Baca Juga  Program Reforma Agraria di Masa Pemerintahan Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace Terus Berlanjut di Desa Sumberklampok

Di samping itu, Cok Ace juga menyampaikan bahwa tahun 1980-an hingga 2000-an merupakan Sandhakalaning Bali, era dimana Bali berada di persimpangan jalan. Dimulai ketika kawasan Nusa Dua dibangun pada 1980-an yang menimbulkan kesenjangan yang sangat besar antara Bali Utara dan Bali Selatan karena pengembangan pariwisata hanya terfokus di selatan. Hal ini kemudian menyebabkan timbulnya urbanisasi masyarakat Bali menuju Bali Selatan khususnya daerah Badung.

Pada tahun 1998 juga terjadi eksodus besar-besaran masyarakat luar Bali menuju Bali, hal ini didasari oleh keadaan Bali saat itu yang dinilai aman dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Mengakibatkan proporsi pariwisata Bali tidak lagi dimiliki oleh masyarakat lokal Bali, namun lebih banyak dimiliki orang luar Bali, bahkan proporsi kepemilikan industri pariwisata oleh masyarakat Bali asli hanya berkisar 20% hingga 30% saja.

Kemelut pariwisata inilah yang ingin diperbaiki oleh pemerintah saat ini melalui Visi Pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali salah satunya adalah dengan dibuatnya peraturan dan kebijakan yang bertujuan untuk mendukung pelestarian alam, budaya dan tradisi Bali. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali merupakan upaya pemerintah agar Pariwisata Bali dapat memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat lokal Bali.

Di sisi lain menurut Cok Ace, kebijakan pemerintah tersebut tidak dapat berjalan baik tanpa diiringi oleh perbaikan sarana dan prasarana di Bali. Oleh sebab itu pemerintah saat ini berupaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur di Bali antara lain dengan penataan kawasan Pura Besakih, pembangunan pelabuhan segitiga (Sanur, Sampalan dan Bias Munjul), pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi, pembangunan Pusat Kebudayaan Bali, serta pembangunan Tower Turyapada.

Cok Ace menyampaikan bahwa pembangunan Bali harus dilaksanakan secara menyeluruh dari segala sisi. Tidak hanya terfokus pada Bali selatan saja. “Leluhur kita telah mewariskan kearifan lokal pembangunan Bali yang sangat apik seperti layaknya padma buana. Di barat adalah Dewa Mahadewa untuk pertanian dan perikanan, potensi pariwisata yang dapat dikembangkan bisa memancing dan pariwisata pertanian, di sebelah utara adalah Dewa Wisnu dikhususkan untuk konservasi air, potensi pariwisata yang dapat dikembangkan juga disesuaikan, di timur Dewa Iswara adalah kawasan spiritual sebagai spirit of Bali, di kawasan selatan, Dewa Brahma sebagai pusat dari ekonomi kreatif dan di tengah adalah Dewa Siwa sebagai kawasan pusat kesenian di Bali,” ujar Cok Ace.

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Bali Siap Sambut World Tourism Day 2022

Lebih lanjut Wakil Gubernur Bali, Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar di ISI Denpasar berharap bahwa dengan pelaksanaan matrikulasi kali ini menjadi sarana untuk mendekatkan dunia pemerintah dan dunia pendidikan khususnya karya siswa fakultas hukum program doktor untuk menyamakan persepsi sehingga dapat menjembatani meluruskan kepariwisataan Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Sebut Hasil ‘Tourism Ministerial Meeting G20’ Sejalan dengan Upaya Menata Kepariwisataan Bali

Published

on

By

Wakil Gubernur
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno saat gelaran gala dinner rangkaian acara Tourism Ministerial Meeting G20, Senin (26/9). (Foto : Ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com  – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya pada gelaran gala dinner rangkaian acara Tourism Ministerial  Meeting G20. Menurut Wagub, acara yang digelar di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung pada Senin (26/9) malam tersebut merupakan pertemuan yang sangat penting. Ini memberikan kontribusi langsung dalam upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali, setelah dua tahun lebih dilanda pandemi Covid-19.

Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini secara khusus memberikan ucapan terima kasih atas kedatangan para Menteri Pariwisata negara-negara anggota G20 dan negara-negara undangan ke Pulau Dewata, Pulau Bali untuk menghadiri Pertemuan Tourism Ministerial  Meeting G20.

“Bali dipilih sebagai tempat pelaksanaan pertemuan para Menteri Pariwisata negara-negara anggota G20 serta Menteri Pariwisata beberapa negara undangan fokus membahas sektor pariwisata di masa mendatang,” katanya.

“Hasil akhir yang diharapkan berupa pedoman untuk memperkuat komunitas pelaku pariwisata dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai agen transformasi kepariwisataan (Tourism Transformation Agents) dalam pemulihan yang berfokus pada pelaku pariwisata,” imbuh Guru Besar ISI Denpasar ini.

Wagub Cok Ace yang juga dikenal sebagai praktisi pariwisata ini juga mengatakan, pertemuan akbar ini sangat sejalan dengan kebijakan Provinsi Bali dalam menata kepariwisataan Bali yang lebih baik dan bermartabat, dengan memperkuat penyelenggaraan kepariwisataan berbasis budaya Bali yang berorientasi pada kualitas dan berpihak pada sumber daya lokal Bali.

Dibeberkannya pula sejumlah kebijakan untuk mendukung hal tersebut yaitu Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kontribusi Wisatawan Untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali, Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali, Peraturan Gubernur Bali Nomor 27 Tahun 2020 tentang Penerimaan dan Penggunaan Kontribusi Wisatawan Untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali serta Peraturan Gubernur Bali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Bacakan Pendapat Gubernur terhadap Raperda Provinsi Bali tentang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah

“Dalam pemulihan kepariwisataan yang berfokus pada pelaku pariwisata (A People-Centered Recovery), kami juga telah memantapkan penyelenggaraan standarisasi dan sertifikasi kelembagaan dan sumber daya manusia  (SDM) pariwisata,” ujarnya lagi.

Terkait itu pula, Wagub Cok Ace juga mengemukakan sejumlah daya tarik wisata di Bali, serta berbagai infrastruktur untuk menambah destinasi wisata baru berkelas dunia, diantaranya, Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, Maritime Tourism Hub di Benoa, Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng, dan Taman Wisata Kerthi Bali Semesta (KBS Park) di Jembrana.

“Arah kebijakan dan program pembangunan Bali termasuk juga pembangunan di sektor kepariwisataan, merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” ungkap Penglingsir Puri Ubud ini.

Menutup sambutannya, Wagub Cok Ace berharap  pertemuan prestisius dengan deretan pengambil kebijakan sektor pariwisata di negara-negara G20 ini mampu menghasilkan terobosan-terobosan serta pemikiran strategis yang bermanfaat bagi sektor kepariwisataan dunia di masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno menyebutkan bahwa rangkaian dan puncak World Tourism Day  ini merupakan momen bersejarah bagi Indonesia. “Setelah puluhan tahun akhirnya Indonesia, Bali, bisa jadi tuan rumah. Terima kasih saya ucapkan pada berbagai pihak yang mendukung,” tandas Menparekraf.

Selain berhasil jadi ajang berkumpul dan berdiskusinya menteri dan pengambil kebijakan pariwisata di negara-negara G20, Sandiaga mengungkapkan pentingnya arti Tourism Ministerial  Meeting G20 ini sebagai bagian pemulihan ekonomi dan pariwisata Bali setelah dihantam pandemi.

“Saya lihat Bapak Wagub sudah tersenyum bahagia dan senang sekali melihat tingkat hunian hotel di Bali yang terus melonjak. Selamat,” katanya lagi. “Saya mengajak seluruh delegasi untuk menikmati momen World Tourism Day di Bali 27 September besok,” tutupnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Peringatan HUT Ke-26 Otonomi Daerah

Tourism Ministerial Meeting di Bali ini merupakan pertemuan fisik perdana yang dihadiri menteri-menteri setelah pandemi Covid-19. Salah satu hasil yang dicapai pertemuan ini adalah menyepakati beberapa poin Bali Guidelines untuk kebangkitan pariwisata dunia. Hal ini merupakan upaya kontribusi G20 dalam pemulihan ekonomi global yang berpusat pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf).

Serangkaian itu pula, Bali resmi menjadi tuan rumah World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia 2022 yang digelar pada 27 September 2022. Keputusan itu disahkan pada Sidang Majelis Umum ke-24 Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), pada 30 November-3 Desember 2021 di Madrid. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Wagub Cok Ace: Bali Siap Sambut World Tourism Day 2022

Published

on

By

wagub cok ace
Wagub Bali Cok Ace saat bertemu Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh dan Imam Santosa sebagai Direktur Aplikasi, Game, TV dan Radio Kemenparekraf RI terkait World Tourism Day 2022 di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung pada Minggu (25/9). (Foto: ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan Bali secara umum sangat siap menyambut ajang World Tourism Day yang akan digelar 27 September 2022, dimana Bali, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah.

Hal tersebut tercetus saat Wagub Bali melaksanakan pertemuan dengan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh dan Imam Santosa sebagai Direktur Aplikasi, Game, TV dan Radio Kemenparekraf RI.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Grand Hyatt, Nusa Dua,  Badung pada Minggu (25/9) tersebut, Wagub Bali yang akrab disapa Cok Ace tersebut mengatakan bahwa acara yang luar biasa tersebut bisa jadi momen penting bagi kebangkitan pariwisata Bali pascapandemi. “Kami sepenuhnya siap. Baik untuk agenda resmi maupun mendadak atau on day. Ini juga momen bagi anggota UNWTO (United Nation World Tourism Organization, red) untuk melihat langsung kondisi riil pariwisata Bali, kondisi dan juga masyarakat Bali dari dekat,” ujar Wagub Cok Ace.

Di lain pihak, Frans Teguh mengungkapkan rangkaian perayaan World Tourism Day ke-42 ini, akan digelar pula berbagai acara. Termasuk panel diskusi dengan beragam pemangku kepentingan berkonsep “Rethinking Tourism as a Key Element on Recovery” dan “The Tourism We Want” yang dipimpin oleh perwakilan dari sektor pariwisata di Bali.

Perayaan World Tourism Day 2022 mengusung tema “Rethinking Tourism”, yang mana akan dilakukan penataan ulang terhadap pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Sedangkan Road to World Tourism Day 2022 diisi dengan program-program kegiatan seperti seminar, lomba, bakti sosial, bersih sungai, dan penghijauan yang diikuti seluruh stakeholder pariwisata.

Frans juga menyebut akan ada agenda tur alias kunjungan ke destinasi-destinasi wisata di Pulau Dewata sebagai bagian dari rangkaian World Tourism Day 2022, dimana Desa Wisata Penglipuran, Bangli dan obyek wisata Kintamani jadi opsi. “Tapi kami juga menyiapkan opsi lain jika delegasi UNWTO ingin mengunjungi kawasan lain, ke Ubud misalnya, mengapa tidak,” tandasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Saksikan Penganugerahan Universitas Udayana Award pada Menkopolhukam RI Mahfud MD

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Harap Bali Bisa Berikan Vibrasi Positif pada Rangkaian World Tourism Day 2022

Published

on

By

wagub cok ace
Wagub Bali Cok Ace menerima dukungan dari Menparekraf Sandiaga Uno dalam World Tourism Day Networking Dinner di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung pada Minggu (25/9) malam. (Foto: Ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, mengapresiasi ajang Road to World Tourism Day dirangkaikan dengan Golf Challenge 2022 yang memilih Bali sebagai tuan rumah.

“Acara ini sangat penting untuk upaya pemulihan perekonomian dan pemulihan pariwisata Bali pasca-pandemi Covid-19, ini merupakan dukungan luar biasa Kemenparekraf terutama Mas Menteri (Menparekraf Sandiaga Uno, red) pada Bali,” tukas Wagub Bali dalam World Tourism Day Networking Dinner di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung pada Minggu (25/9) malam.

Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 benar-benar meninggalkan jejak mendalam pada perekonomian khusus sektor pariwisata Bali yang harus lumpuh selama 2 tahun. “Bahkan pertumbuhan ekonomi sempat kontraksi hingga minus 9,30 persen. Astungkara, dengan melandainya kasus meski belum tuntas 100 persen telah perlahan menumbuhkan kembali ekonomi Bali. Tahun 2022 ini bisa menyentuh 3 persen,” tukas Wagub.

Menutup sambutannya, Guru Besar ISI Denpasar ini mengharapkan keunikan dan keindahan Bali sebagai Pulau Dewata dan Pulau Cinta, mampu memberikan vibrasi positif bagi peserta dan seluruh stakeholder pariwisata. “Bukan hanya pariwisata Bali, tapi juga pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menparekraf RI Sandiaga Uno mengungkapkan kabar baik setelah pembukaan pintu kedatangan internasional pasca-pandemi. Menurutnya 1,8 juta turis sudah masuk ke Bali dan Indonesia.  Bahkan tingkat hunian banyak yang sudah penuh. “Ini tentu meningkatkan percaya diri kami untuk menyambut turis lebih banyak,” imbuhnya.

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, Indonesia masih perlu kerja keras untuk mengejar Malaysia, Thailand dan Vietnam di sektor pariwisata. “Kita akan terus mengedepankan Pulau Dewata. Kita bergerak kepada pariwisata berkelanjutan dan kita ingin segera mendeklarasikan kemenangan atas pandemi dan masuk ke era baru pariwisata,” tukas Sandiaga.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Bacakan Pendapat Gubernur terhadap Raperda Provinsi Bali tentang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah

Selain itu, Menparekraf juga menjelaskan program penanaman mangrove dan program eco tourism lainnya untuk lingkungan hidup yang lebih baik kedepannya. “Ini (World Tourism Day, red) adalah momen bersejarah Bali dan Indonesia, dimana kita pertama kali jadi tuan rumah World Tourism Day. Ini bisa jadi momentum penting pemulihan pariwisata dan ekonomi. Recover together, recover stronger,” tutupnya.

Dalam edisi ke-42 perayaan World Tourism Day yang akan digelar 27 September 2022, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah perayaan puncak World Tourism Day. Rangkaian perayaan World Tourism Day ke-42 ini, akan digelar pula beragam acara termasuk panel diskusi dengan beragam pemangku kepentingan bertema “Rethinking Tourism as a Key Element on Recovery” dan “The Tourism We Want” yang dipimpin oleh perwakilan dari sektor pariwisata di Bali.

Sementara itu, tercatat ada 120 pegolf yang terdaftar mengikuti World Tourism Day Golf Challenge 2022 berasal dari lintas kementerian/lembaga, perusahaan, Bank Indonesia dan lainnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Secretary General UNWTO Zurab Pololikashvili dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Trisno Nugroho serta jajaran pejabat teras Kemenparekraf RI. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca