Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Jelang HUT Ke-60, Korem 163/Wira Satya Gelar Upacara Penjamasan Duaja

BALIILU Tayang

:

de
Korem 163/Wira Satya Gelar Upacara Penjamasan Duaja, Kamis (18/2), dihadiri langsung Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H.

Denpasar, baliilu.com – Keluarga Besar Korem 163/Wira Satya melaksanakan upacara Penjamasan Duaja Korem 163/Wira Satya, Kamis (18/2/2021) bertempat di Pura Ksatria Raksa Bhuwana, Makorem 163/Wira Satya, Denpasar.

Penjamasan atau penyucian Duaja Korem 163/Wira Satya dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-60 Tahun 2021 ini sedikit berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya bertempat di Pura Gunung Kawi, Tampaksiring, Gianyar. Situasi pandemi Covid-19 dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), termasuk kegiatan di tempat ibadah keagamaan yang juga melakukan pembatasan maka penjamasan dilangsungkan di Pura Ksatria Raksa Bhuwana.

Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., menghadiri langsung acara penjamasan tersebut didampingi Para Perwira Staf dan juga anggota Makorem. Sementara prosesi acara penjamasan dipimpin oleh Jero Mangku Wirawan yang merupakan pinandita atau Pemangku Pura Gunung Kawi, Tampaksiring, Gianyar.

Penjamasan Duaja Korem 163/Wira Satya tidaklah semata-mata hanya sebagai kegiatan tradisi atau rangkaian seremonial. Namun terkandung makna dan tujuan menyucikan Duaja Korem 163/Wira Satya itu sendiri dengan memohon bimbingan dan petunjuk serta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Harapannya seluruh Prajurit Korem 163/Wira Satya senantiasa diberikan kekuatan, keselamatan serta pemikiran yang baik dan suci agar mampu memikul tugas demi mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara dengan tulus ikhlas tanpa pamrih. Khususnya dalam pengabdian di wilayah tugas dan tanggung jawab satuan ini, yang meliputi wilayah Provinsi Bali,” ungkap Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia, S.S.

Hal ini juga sangat selaras dengan pengabdian yang dilakukan satuan ini dalam rangka menjaga sinergitas, stabilitas dan kondusivitas keamanan Pulau Dewata termasuk mendukung pembangunan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat Bali.

“Pelaksanaan upacara Penjamasan Duaja Korem 163/Wira Satya tentunya akan semakin memantapkan semangat pengabdian satuan ini bagi masyarakat Bali,” ungkap Kapenrem Mayor Bagus.

Dijelaskannya, rangkaian upacara Penjamasan dan persembahyangan dipimpin Pinandita Pura Gunung Kawi Jero Mangku Ketut Wirawan yang saat ini secara khusus dihadirkan ke Makorem dan diikuti secara ikhmad oleh seluruh personel yang mengikuti prosesi upacara tersebut.

Merunut pada sejarahnya, penamaan Duaja Korem 163/Wira Satya mengacu pada Surat Keputusan (SK) Menteri/Panglima Angkatan Darat Nomor: Kep-385/5/1966 tertanggal 20 Mei 1966, yang merupakan referensi atau dasar disahkannya Duaja Korem 163/Bali dengan nama “Wira Satya”. Sehingga sejak saat itu sebutan Korem 163/Bali berubah menjadi Korem 163/Wira Satya.

Duaja Korem 163/Wira Satya menggunakan lambang “Marakata” yaitu Penguasa atau Raja Bali yang tempat pemujaannya di Pura Gunung Kawi yang sangat disucikan keberadaannya. Prabu Marakata merupakan Putra Mahkota Raja Udayana sebagai seorang figur pemimpin yang terkenal pada zaman kerajaan terdahulu, baik di Bali maupun di Nusa Tenggara.

Dengan memahami dan meneladani kepemimpinan Prabu Marakata, selaku pewaris tahta Raja Udayana, diharapkan seluruh Prajurit Korem 163/Wira Satya memiliki semangat juang, jiwa ksatria, waspada dan bijaksana, sehingga persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat Bali yang selama ini terpelihara dengan baik dapat dipertahankan sampai kapan pun.

Di era saat ini sifat-sifat keteladanan tersebut diwujudkan dengan berbagai bentuk kemanunggalan TNI dengan masyarakat untuk selalu bersinergi dalam mengisi pembangunan. Jalinan sinergitas yang telah berjalan baik selama ini harus terus dipelihara, dijaga dan ditingkatkan.

“Sinergi dan kemanunggalan yang saat ini paling dirasakan adalah bagaimana Korem 163/Wira Satya bersama pemerintah, instansi terkait dan juga masyarakat untuk bersama-sama berperan menangani pandemi Covid-19, dengan harapan dan doa kita semoga pandemi ini cepat berlalu, Bali bebas Covid-19, ekonomi bangkit dan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal,” ungkap Kapenrem. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Wabup Alit Sucipta “Upasaksi Nebes Tapakan” di Pura Dwijendra Batanbuah

Pemkab Badung Kucurkan Hibah Rp 1 Miliar

Loading

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta Hadiri Upacara Nebes Tapakan Batanbuah
HADIRI UPACARA: Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri (upasaksi) Upacara Nebes Tapakan Ida Betara di Pura Dwijendra Banjar Batanbuah yang dirangkaikan dengan persiapan Ngodak Tapakan di Pura Dalem Gede Desa Adat Abiansemal, Sabtu (26/09/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, balillu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri (upasaksi) Upacara Nebes Tapakan Ida Betara di Pura Dwijendra Banjar Batanbuah yang dirangkaikan dengan persiapan Ngodak Tapakan di Pura Dalem Gede Desa Adat Abiansemal, Sabtu (26/09/2026).

Karya yang bertepatan dengan Purnama Kapat ini dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Tegeh Abiansemal dan dihadiri oleh Plt. Camat Abiansemal beserta jajaran, Penglingsir Puri, unsur Tripika, serta para perbekel setempat.

Dalam sambutannya, Wabup mengapresiasi tinggi semangat gotong-royong krama Banjar Adat Batanbuah yang secara swadaya mengumpulkan iuran demi menyukseskan upacara luhur ini.

“Semangat kebersamaan ini merupakan bentuk sradha dan cihna bhakti yang luar biasa. Pemerintah Kabupaten Badung selalu hadir untuk memastikan setiap niat suci krama dalam melestarikan tradisi tetap berjalan lancar. Kami juga mengajak seluruh warga menjaga persatuan demi mendukung program pelestarian seni, adat, agama, dan budaya berbasis kearifan lokal,” ujar Bagus Alit Sucipta.

Sebagai bukti nyata komitmen daerah, Pemkab Badung resmi mengalokasikan bantuan dana hibah pada Anggaran Perubahan 2026 sebesar Rp 1 miliar.

Sementara itu, perwakilan panitia karya, I Made Budayasa, menjelaskan bahwa persiapan rangkaian upacara ini sejatinya telah dirancang matang selama 9 bulan. Sebanyak 545 Kepala Keluarga (KK) secara mandiri mengumpulkan urunan sebesar Rp 600.000 per KK hingga berhasil menghimpun dana awal Rp 300 juta, dari total keseluruhan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp 1,3 miliar.

Pihak panitia pun menyampaikan terima kasih mendalam atas kehadiran jajaran pemerintah dan gelontoran dana hibah tersebut. Rangkaian prosesi Ngodak Tapakan (Ratu Gede, Ratu Sakti/Ratu Lingsir, Ratu Ayu, Ratu Alit) ini dijadwalkan akan terus bergulir hingga mencapai puncak prosesi upacara Melaspas pada 9 Desember 2026 mendatang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Persembahyangan Bersama Jajaran Pemkab Tabanan di Pura Penataran Agung Lempuyang Madya

Published

on

By

Bupati Sanjaya, Pemkab Tabanan, Karya Melaspas, Budaya Bali
KARYA MELASPAS: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut hadir dalam pelaksanaan Karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Pujawali Catur ring Pura Penataran Agung Lempuyang Madya, Desa Lempuyang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Hms Tbn)

Karangasem, baliilu.com – Nuansa sradha bhakti dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Pujawali Catur ring Pura Penataran Agung Lempuyang Madya, Desa Lempuyang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (26/9/2026). Dalam momentum sakral yang bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut hadir mengikuti persembahyangan Bhakti Penganyar Pemerintah Kabupaten Tabanan sebagai wujud bhakti sekaligus dukungan terhadap pelestarian adat, agama, dan budaya Bali.

Didampingi Sekda dan Pimpinan perangkat daerah terkait dan staf, menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung pelaksanaan karya keagamaan, termasuk upaya penataan dan penyempurnaan sarana prasarana Pura Penataran Agung Lempuyang Madya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Gubernur Bali, Giri Prasta, Wakapolda Bali, anggota DPD RI, anggota DPR RI, serta undangan terkait lainnya.

Dalam rangkaian karya tersebut, Bupati Sanjaya turut mengikuti prosesi Mendem Pedagingan di Pura Luhur Lempuyang, khususnya pada kawasan Batu Payogan Dukuh, sebagai bagian dari rangkaian upacara setelah dilaksanakannya penataan dan penyempurnaan pura. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam mengembalikan fungsi, kesucian, dan kelengkapan niskala pura sebagai tempat suci yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rangkaian karya dan Pujawali tersebut. Menurutnya, penataan dan penyempurnaan pura bukan hanya berkaitan dengan pembangunan secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan tempat suci serta keberlanjutan tradisi dan nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan para leluhur.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, dalam sambutannya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga keajegan Bali melalui semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Pesan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penanaman bambu yang dilaksanakan setelah rangkaian persembahyangan, sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam Bali.

Melalui pelaksanaan Bhakti Penganyar ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap rangkaian Karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Pujawali Catur ring Pura Penataran Agung Lempuyang Madya dapat berjalan lancar dan membawa kerahayuan bagi seluruh umat. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kesucian tempat suci, melestarikan adat dan budaya, serta mempertahankan semangat sradha bhakti dan gotong-royong dalam kehidupan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Rahina Purnama Kapat, Wawali Arya Wibawa Hadiri “Pujawali Padudusan Alit Banjar Pegok” 

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pujawali di Banjar Pegok
HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Pujawali Padudusan Alit Pura Begawan Penyarikan lan Pura Kesumasari, di Banjar Pegok, Sesetan, Sabtu (26/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Saniscara Umanis Bala, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Pujawali Padudusan Alit Pura Begawan Penyarikan lan Pura Kesumasari, di Banjar Pegok, Sesetan, Sabtu (26/9).

Turut hadir pada kesempatan itu, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Kota Denpasar, Putu Melati Purbaningrat Yo, Camat Denpasar Selatan, I Kadek Ermanto, Kabag Kesra Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, undangan terkait lainnya.

Usai karya Pujawali ini berlangsung, Wawali Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Banjar Pegok ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Arya Wibawa juga menekankan pentingnya implementasi Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari, dan juga semangat gotong royong yang sejalan dengan spirit Vasudhaiva Khutumbakam. Pihaknya berharap, nilai-nilai luhur ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

Lebih dari itu, Arya Wibawa juga menyampaikan, setelah dilaksanakannya upacara ini seluruh umat terutama warga Banjar Pegok dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Semoga upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif di lingkungan banjar setempat,” katanya.

Manggala Karya, Made Setiadi menyampaikan, pelaksanaan karya ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya. Hal ini juga untuk menetralisir aura negatif yang mengganggu kehidupan manusia, khususnya krama Banjar Pegok, Sesetan.

“Karya Pujawali ini kami laksanakan bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat. Astungkara, semoga dapat dianugerahi karahayuan bagi seluruh Krama Banjar Pegok,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca